
Bagaimana harimu. Tanpaku? Apakah baik-baik saja? Kuharap kau bisa menjalani hidupmu dengan baik disana. Bolehkah aku tahu, apa disana kau telah bertemu sesorang yang mencintaimu? Atau kau masih menikmati kesendirianmu. Kuharap kau tidak memiliki siapapun.
_______________🖤🖤🖤🖤🖤_______________
Apa benar ini saatnya menghadapi kenyataan, saat untuk benar-benar merelakanmu, selamanya. Dan memulai sesuatu dengan harapan dan mimpi yang baru. Kau benar-benar mengikatku sangat kuat Bianca, entah kenapa sangat sulit terlepas dari bayang-bayangmu. Apa yang harusku lakukan jika terus seperti ini. Hidup terasa tak seperti hidup lagi.
“Berapa lama lagi lagi kau akan terus seperti ini Aditya?.” Tanya William, kepada saudaranya itu.
Bertahun-tahun memang cukup mengubah segalanya, termasuk dengan William yang kini menjadi anak angkat dari keluarga Herlambang. Sejak Aditya siuman dari kecelakaan yang hampir merenggut nyawanya beberapa tahun yang lalu, Ariani sudah memutuskan untuk mengangkat William menjadi anakanya, ini semua karena jasa-jasa besarnya pada keluarga Herlambang.
“William, sejak kapan kau ada disini?.” Tanya Aditya yang cukup terkejut dengan kehadiran William.
“Kurasa beberapa belas menit yang lalu.” Seru William bercanda.
“Kau bertanya berapa lama lagi, bukan ? kurasa sampai aku mendapatkanya kembali... ” Tambah Aditya, yang kini kembali membahas wanita yang selalu dirindukanya itu.
“Bagaimana jika dia tidak akan kembali..?.” Seru William.
“Maka aku akan terus menunggu... ” Tegas Aditya.
“Jika kau menginginkanya, kenapa kau menghentikan pencarian yang kita lakukan bertahun-tahun yang lalu? Bukankah jika kita melakukanya, akan lebih mudah mencari jejak Bianca... ”
“Karena aku tahu, jika aku melakukan itu. Dia akan semakin membenciku, Bianca itu orang yang lembut, namun saat dia terluka, akan sulit baginya menyembuhkan semuanya. Apa kau ingat bagaimana awal pernikahanku, tentu itu bukan pernikahan yang bahagia. Berapa kali aku menyakitinya, berapa kali aku mengkhianatinya, hampir tak terhitung lagi. Tapi karena kebaikan hatinya, dia tetap bertahan bersamaku. Bodohnya saat aku sudah berjanji untuk tidak mengulangnya lagi, aku kembali melanggarnya.. ” Ungkap Aditya.
“Benarkah itu salahmu? Sejak awal bukankah itu salah Kirana dan Eric. Kenapa kau menyalahkan dirimu sekarang.”
“Karena dimatanya akulah yang bersalah. Aku melanggar janji itu Will. Dan karenaku, dia harus kehilangan cintanya dan yang paling begitu kusesali, dia juga kehilangan bayi kami. Lihatlah betapa berdosanya aku.” Sesal Aditya.
“Lalu bagaimana dengan Vivie, bukankah dia juga wanita yang baik. Tidak bisakah kau membuka hatimu untuknya.”
“Kau sangat mengenalku. Aku hanya menginginkan satu wanita dalam hidupku, Bianca. Aku tidak tahu, akan seperti apa hubunganku dengan Vivie. Aku benar-benar tidak bisa mencintainya.” Terang Aditya. Tentu saja cepat atau lambat Vivie juga pasti akan memahami ini.
“Bolehkah aku memberi saran padamu. Jika kau ingin membawa Bianca kembali. Lakukanlah sesuatu mulai sekarang.”
__ADS_1
“Apa yang harusku lakukan... ” Tanya Aditya serius, menatap kearah William.
“Kau lebih tahu, apa yang bisa kau lakukan Aditya...” Jawab William sambil tersenyum.
Meskipun, belum mendapatkan rencana apapun, Aditya benar-benar serius akan mencari cara membuat Bianca kembali dengan caranya.
Â
\*
Â
📍Winsle County Town House, Gyeonggi-do, Seoul.
Tak.. Tak.. Tak... Suara langkah kecil berjalan menuju kamar tidur Bianca.
“Mamii...” Panggilnya.
“Sangat menyenangkan. Mamii, bolehkah aku bertanya sesuatu padamu.”
“Tentu saja. Apa itu... Katakan padaku.. ”
“Mamii, apakah daddy Jonathan bukan ayahku ?.” Tanya Minyo polos.
“Kenapa anak mami bertanya seperti itu..”
“Lalu siapa ayahku? Kenapa dia tidak pernah bersama kita.. ” Pertanyaan itu, berhasil mengetarkan hati Bianca.
“Sayang, apa kau tidak suka bersamaku..?.” Tanya Bianca. Suaranya begitu bergetar menahan sesuatu didirinya.
“Tentu saja aku suka mamii...”
“Kalau begitu, sekarang Minyo, tidak perlu menanyakan ayah lagi, mamiii saja sudah cukup, bukan... Coba pikir, siapa yang paling jago membuat makanan enak untukmu, siapa yang membantumu menyelesaikan pekerjaan rumah, dan siapa yang selalu membelamu jika nenek dan kakek marah, karena kenakalanmu... ” Tanya Bianca berusaha tegar.
__ADS_1
“Tentu saja itu adalah kau mamii... Kurasa kau benar tanpa ayah, kau saja sudah sangat keren. Mami Bianca memang yang paling keren.” Seru Minyo.
“Kau memang anakku yang sangat menggemaskan.”
đź’•Cup. Cup. Cup. Cup. Cupđź’•
Bianca memberi kecupan cinta untuk Minyo, hampir keseluruh wajahnya.
Malam harinya...
Mendadak saja Darmawansa mengatakan bahwa, ia akan kembali ke kota Beijing, untuk beberapa waktu. Tentu saja itu berita yang mengejutkan untuk semuanya. Setelah 5 tahun berlalu, Darmawansa akan kembali kekota yang telah ditinggalkanya itu.
“Ayah kenapa begitu mendadak seperti ini.. ” Tanya Larasti.
“Apakah orang-orangmu, tidak bisa menanganinya disana.. ” Sahut Bianca.
“Yang kali ini aku tidak bisa memberikanya pada siapapun, aku harus kembali kesana besok pagi. Masalahnya Androf adalah teman lamaku, dan dia begitu ingin ayah yang menyambut kedatanganya disana. Dia adalah aset untuk perusahaan kita sekarang. Tenanglah ayah akan menangganinya.. ” Jelas Darmawansa pada istri dan putrinya.
“Kalau begitu aku akan ikut bersamamu. ” Seru Larasati.
“Kakek, nenek... Aku juga ikut... ” Sahut Minyo.
“Tidak sayang kau disini saja ya, sama mami dan uncel Jo... ”
“Tidak aku mau ikut nenek dan kakek... Kakek kan sudah berjanji akan membawaku berlibur.. ” Sungut Minyo.
“Setelah dari sana kakek akan membawamu berlibur.” Ucap Darmawansa berianji pada cucunya. “Jonathan tolong jaga Minyo dan Bianca selama kepergianku.”
“Baik paman kau tenang saja, aku akan selalu mampir kesini untuk mengecek keadaan mereka berdua.” Janji Jonathan.
“Ya aku tahu. Aku memang selalu mempercayaimu Jo... ”
Malam ini ketakutanku terjadi, ayah dan ibu akan kembali ke kota Beijing, bagaimana jika Aditya mengetahuinya. Apakah dia akan melakukan sesuatu. Apa yang begitu kau takutkan Bianca, mungkin saja pria itu sudah benar-benar melupakan segalanya sekarang, bukankah semuanya sudah begitu lama berlalu....
__ADS_1