
📍Kediaman Christianto Darmawansa.
Dengan langkah terburu-buru Darmawansa masuk mencari keberadaan Istri dan juga Putrinya.
“Ibu..... ” Panggil Darmawansa setengah berteriak. Setelah beberapa langkah Darmawansa bisa dengan jelas mendengar tangisan putrinya itu.
“Nak... Tenanglah. Katakan ada apa dengamu sayang?. ” Tanya Larasti menenangkan Bianca.
“Aku tahu semua karena ulah suamimu itu, dan wanita bernama Kirana? Bukankah begitu Bianca?. ” Tanya Darmawansa yang tiba-tiba muncul diantara mereka.
“Yah. Apa maksud ayah?. ” Tanya Larasati binggung.
“Ini ulah Aditya, dia berselingkuh. Dia sudah mempermainkan putri kita! Bianca hentikan tangisanmu, air mata mu terlalu berharga hanya untuk menangisi pria sepertinya... ” Ucap Darmawansa, kemudian menggenggam erat bahu anaknya agar tetap tegar.
“Adit....Adit.... Dia jahat ayah. Dia berbohong. Dia mencintai wanita itu. Kenapa Aditya setega itu. ” Ucap Bianca yang masih terisak-isak.
“Apa yang dilakukanya sayang?.” Tanya Larasati lagi.
“Wanita itu datang kerumah, yah, bu !!! Dia datang dan mengatakan semuanya. Dia mengatakan jika mereka saling mencintai.” Seru Bianca. “Aditya bohong... Dia bilang sudah mengakhiri semuanya. Adit bohong ayah. Dia juga tidak mencintaiku...” Bianca terus menangis, entah sudah berapa lama dia tak henti-hentinya menangis.
“Apa maksudmu? Apa kau mengetahui Aditya memiliki hubungan dengan wanita itu. Dan kau masih mempercayainya. Pria yang berselingkuh. Apa kau pikir semudah itu dia akan meninggalkan wanita pengoda itu.... Berpisah Lah dengannya.” Perintah Darmawansa.
“Tapi Bianca mencintai Aditya, ayah.... ”
“Jangan katakan kau mencintainya lagi, mulai hari ini, sudahku putuskan kau dan Aditya harus berpisah.”
“Tapi bagaimana dengan anak kami yah, anak Bianca butuh sosok seorang ayah... ”
“Berhentilah menangis Nak. Anakmu akan malu memiliki ayah sepertinya. Percaya padaku, anakmu akan bahagia jika kau mengikuti keputusanku ini, itu keputusan terbaik...Sekarang yang perlu kau lakukan, berjanjilah padaku, tinggalkan suamimu itu!. ” Pinta Darmawansa.
“Ayahmu benar Bianca. Putuskan lah sekarang. Ceraikan Aditya. ” Sekarang Larasati juga mendukung perpisahan Aditya dan Bianca.
Bianca menggangu kan kepala, tanda bahwa dia menyetujui semuanya.
Meskipun hatinya masih sangat berat melakukan itu, pada akhirnya berpisah lah jalan terbaik untuknya dan Aditya. Dalam sehari malapeteka mampu memporandakan hati dan kehidupannya.
Kehidupan pernikahan yang dipikir telah baik-baik saja, ternyata menyimpan banyak rahasia kotor didalamnya.
Mungkin ini yang terbaik.
mungkin....?
Entahlah...!
__ADS_1
Sehari mungkin tidak cukup untuk membuatku berhenti mencintainya.
Tapi sehari cukup membuat kita benar-benar hancur berantakan.
Ada ataupun tak adanya aku, kurasa tidak akan ada yang menyesalinya. Maka dengan berlapang dada, hari ini aku, Bianca Christina Darmawansa, akan mengingkari janji pernikahanku sendiri, untuk sehidup dan semati dengan Aditya Putra Herlambang. Selamanya.
Sementara itu di Herlambang Group.
Tiba-tiba saja William masuk keruang rapat tanpa permisi dengan langkah cepat, semua orang menjadi riuh, karena hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya.
William menghampiri Aditya.
“Ada sesuatu yang terjadi, seseorang menyebarkan skandal baru tentang anda dan nyonya Kirana.. ” Bisik William, dan menunjukan berita utama yang diterbitkan beberapa stasiun berita dan gosip.
“Mohon maaf, rapat kita berhenti sampai disini.. ” Ucap Aditya dan mengakhiri rapat begitu saja. Kemudian keluar didamping oleh William.
Berita sudah meluas kemana-mana, bahkan mungkin sebentar lagi, berita ini akan merambat sampai ke stasiun tv swasta lainnya.
Aditya masih memperhatikan artikel yang William tunjukan padanya, dengan seksama.
“Eric dan Kirana. mereka sudah merencanakan ini jauh-jauh hari. Bianca mungkin sudah melihatnya juga, aku harus ke Garden House sekarang.” Sebelum menyelesaikan sesuatu yang harus diselesaikan, terlebih dahulu Aditya harus meluruskan semuanya pada Istrinya.
Krakkkk.... Darmawansa melempar salah satu majalah yang mencetak wajah Aditya dan Kirana, tepat dihadapan Aditya. Dan itu cukup menarik perhatian semua orang.
“Suami macam apa kau ini? Berani-beraninya kau mengkhianati putriku ! .” Bentak Darmawansa.
“Ini tidak seperti yang anda pikirkan ayah.”Jelas Aditya. “Ini permainan Eric dan Kirana.... Tunggulah aku akan meluruskan semuanya.”
“Masih mau melemparkan kesalahanmu pada orang lain? Aku menyesal menikahkan mu dengan putriku Aditya. Kau memang tidak bertanggung jawab... Kau sangat mengecewakan, pria keji, kurang ajar...” Maki Darmawansa, dia tidak dapat menahan emosinya. “Aku memberi putriku karena aku sangat mempercayaimu, tapi hari aku harus mengambil putriku kembali, aku salah tentangmu Aditya... ” Darmawansa, berkata tanpa memberi Aditya sedetikpun untuk berbicara.
“Bianca akan tetap bersamaku...!. ”Seru Aditya.
“Bianca sudah pergi, kau tidak akan bertemu denganya lagi. Kau bisa bebas sekarang nak, lakukanlah semuanya. Putriku dia akan bahagia tanpamu. ” Ungkap Darmawansa.
Setelah ucapan terakhir Darmawansa. Sepertinya waktu terhenti beberapa detik. Pikirannya masih mencerna semua kejadian.
Apa ini?
Jelas-jelas ini hanya permainan Eric Wijaya.
Seharusnya aku memang harus membunuh orang sejak awal.
__ADS_1
Untuk apa aku menjelaskan,
sesuatu yang sama sekali tidak ku lakukan.
Tapi malam itu, Kirana...
Aku tahu kau terlibat dengan ini semua.
“Aditya, hari ini aku mewakili putriku. Meminta agar kau segera menceraikan putriku...” Tegas Darmawansa.
Aku tidak masalah menanggung malu sekarang. Asal putriku, tidak berada pada orang yang salah. Bahkan jika aku harus kehilangan apapun, untuk Putriku, akan kulakukan semuanya.
Bianca, dia pantas mendapat kebahagian dalam. hidup ini.
Bahkan seumur hidupku, aku tidak pernah melihat putriku menangis seperti itu. Jelas dia sangat menderita.
Putriku yang malang, maafkan aku*.
Setelah itu Darmawansa pergi begitu saja, meninggalkan perusahaan besar itu. Semua mata memandangnya. Dengan tatapan prihatin atas yang menimpah putrinya.
Sekarang posis Adityalah yang tersudutkan.
“Apa yang harus kita lakukan sekarang tuan?.” Tanya William.
“Kau tahu apa yang harus kau lakukan, bereskan semua berita-berita bodoh ini. Pastikan tidak ada yang bersisa, termasuk orang-orang dibelakangnya... Kau harus cepat, aku tidak ingin tertinggal selangkah lagi.” Titah Aditya.
“Bagaimana dengan nyonya Bianca?.” Tanya William, tentu saja hal yang harus Aditya lakukan sekarang adalah mencari keberadaan Bianca.
“Dia sudah memilih, tanpa mendengarkan penjelasan ku... Biarkan dia melakukan apapun maunya. ” Tandas Aditya. Hati kecilnya masih tidak dapat menerima, bahwa Istrinya, mempercayai berita murahan itu.
Semua orang boleh tidak mempercayaiku, tapi jangan Bianca. Tapi nyatanya, dia melakukan sama seperti yang orang lain lakukan.
“Tapi bagaimana jika, tuan Darmawansa melakukan sesuatu..?.”
“Itu urusanku William! Sekarang kau hanya perlu melakukan apa yang kuperintahkan.” Tandas Aditya.
Tentu saja dalam sehari atau beberapa jam, William bisa membereskan semua berita yang sudah menyebar luas itu.
Namun bagaimana dengan Aditya dan Bianca? Apakah mereka akan berakhir.
Hanya mereka berdua yang tahu.
Cinta dan kepercayaan, dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Namun bagaimana jika salah satunya hilang?
__ADS_1
Mampukah salah satu mempertahankannya?