IMPERFECT MARRIAGE

IMPERFECT MARRIAGE
IMPERFECT MARRIAGE Episode.49


__ADS_3

Ibu, aku tidak mengijinkan jika sesuatu terjadi padamu. Kau harus kuat untukku. Kami masih membutuhkanmu. Bagaimanapun caranya aku harus tetap kembali ke kota Beijing, tanpa atau seijin ayah, aku akan tetap pergi.


Pagi-pagi sekali, hari dimana Darmawansa dan Larasati harusnya kembali ke seoul, Korea Selatan. Namun takdir berkata lain, Bianca lah yang harus menyusul orangtuanya ke kota Beijing. Tempat yang selama ini selalu dihindari olehnya, meskipun dengan berjuta keraguan, namun nyatanya begitulah takdir harus membawanya kembali.



“Ibu kumohon bertahan lah sampai aku berada disana...” Harap Bianca.


“Minyo, lihat mami mu menangis, katakan padanya, dia terlihat sangat jelek jika menangis terus... ” Bisik Jonathan, yang juga ikut bersama Bianca dan Minyo dalam penerbangan menuju Beijing.


“Mami, kata Daddy kau terlihat jelek saat menangis. Nenek akan baik-baik saja, aku yakin itu.. ” Ucap Minyo.


“Benarkah? Baiklah mami tidak akan menangis lagi sekarang... ” Ucap Bianca menghapus air matanya, berusaha untuk tegar dihadapan Minyo dan Jonathan.


Jonathan benar, tidak seharusnya aku menangis didepan putraku seperti ini, itu akan membuatnya bersedih juga.


“Nyonya Larasati dilarikan kerumah sakit Khong sejak kemarin malam.. ”


“Bagaimana kondisinya apakah dia baik-baik saja? Katakan pada tim medis disana, lakukan segala cara, agar kondisi Larasati baik-baik saja.” Titiah Aditya.


“Sejauh ini dia masih mendapat perawatan intensif dari dokter yang menanganinya. Namun saya juga mendapat berita lainya tuan, pagi ini seseorang bernama Bianca Christina terlacak, melakukan penerbangan menuju kota Beijing. Saya rasa nona Bianca kemari, ketika mendapat kabar mengenai orang tuanya.. ”


"Kau pantau keadaan Larasati, Bianca biar aku yang tangani.” Seru Aditya.

__ADS_1


“Baik Tuan” (Kemudian panggilan diakhiri).


Kali ini kau tidak akan bisa lari kemanapun lagi Bianca. Aku akan menemuimu. Kau dan aku harus bicara. Kau tidak akan bisa bersama pria manapun, kau masih milikku.


Bianca Pov


Apa kau bisa merasakanya? Aku merasa kau semakin dekat denganku. Kembali ketempat ini membuat semuanya kembali terangkat kepermukaan. Bagaimana jika Aditya datang dan mengambil Minyo dariku?


📍 Daxing Beijing International Airport.


Pesawat Bianca baru saja Landing.


Sementara Aditya, dia sudah menunggu wanita itu berjam-jam lamanya, dia tidak ingin terlambat dan kehilangan jejak Bianca lagi.


Namun sayangnya, niat itu terhenti, karna samar-samar dari kejauhan wanita yang telah dinantinya bertahun-tahun itu, tidak datang sendiri, dia datang bersama 2 orang pria kecil dan dewasa.



“Tidak jangan. Aku masih harus mencari tahu, siapa anak kecil dan pria yang bersama denganya itu... Jangan sampai ada keributan disini. Kita ikuti saja kemana mereka akan pergi... ” Titah Aditya.


“Bukanya kau baru ingin bertunangan Bianca? Lalu siapa pria dan anak kecil itu... ” Batin Aditya. Yang masih terus memperhatikan wanita yang dirindukanya itu dari kejauhan.


Seketika saja langkah Bianca terhenti, entah mengapa dia bisa merasakan bahwa seseorang sedang memperhatikanya sekarang. Tapi siapa dan dimana? Apa itu Aditya?

__ADS_1


“Hei, ada apa.... ” Tanya Jonathan dengan penuh kebingungan, memperhatikan Bianca yang tiba-tiba saja menghentikan langkahnya.


“Tidak. Ayo kita pergi sekarang.. Aku harus bertemu dengan ibu segera... ”


“Kurasa Minyo sangat kelelahan, apa tidak sebaiknya kita membawanya kerumah dulu..” Seru Jo.


“Kau benar Jo.. Bisakah aku meminta bantuan calon tunangaku sekarang?. ” Tanya Bianca lembut. Mendengar ucapan itu tentu saja membuat hati Jo begitu gembira mendengarnya.


“Tentu saja aku akan membantumu Bianca... ” Serunya.


“Jo bawahlah Minyo bersamamu, pak Denny adalah supir pribadi keluargaku, dia sudah menunggu didepan... Dan aku, aku harus segera mengunjungi ibuku... ” Pinta Bianca.


“Tapi.... ”


“Kumohon Jo... Tolong aku... ” Pinta Bianca melas. Tentu saja bukan itu maksud Jo namun bagaimana bisa dia membiarkan Bianca berjalan sendiri di kota ini.” “Percayalah padaku, setelah sampai disana aku akan menghubungimu.. ” Yakin Bianca pada Jonathan.


“Baiklah, aku akan bersama dengan Minyo. Hati-hati dijalan. Dan hubungi aku segera jika terjadi sesuatu.” Ujar Jonathan.


“Minyo sayang. Mamii pergi dulu ya nak. Minyo bersama uncel akan kerumah kakek dan nenek. Nanti setelah selesai mamii pasti akan pulang.. ” Pamit Bianca kemudian menarik lembut kepala putranya, dan menjatuhkan kecupan sayang disana.


“Baik mamiii... Hati-hati dijalan mamiii... ” Ujar putra kecilnya itu.


Setelah itu mereka berpisah, Bianca menggunakan taksi bandara menuju Rumah sakit Khong, sementara Jo dan Minyo, menuju kediaman Darmawansa.

__ADS_1


“Tuan Mereka berpisah, siapa yang akan kita ikuti?.” Tanya Vano.


“Tentu saja Bianca... Aku harus bicara denganya. Ikuti wanita it... Jangan sampai kehilangan jejakk. ” Titah Aditya. Kemudian membuntuti kendaraan yang sedang ditumpangi oleh Bianca.


__ADS_2