IMPERFECT MARRIAGE

IMPERFECT MARRIAGE
IMPERFECT MARRIAGE Episode.12


__ADS_3

Aditya POV


Bianca masih berada diperlukan ku, matanya terpejam, kurasa dia lelah setelah permainan kami barusan. Masih ku pandangi wajahnya, terlihat mungil dan cantik. Kenapa aku baru menyadari bahwa istriku ini sangat cantik sekarang, aku begitu merasa menyesal menyia-nyiakannya setahun ini.


Aku merasa seperti pria yang sangat jahat sekarang, hatiku terbagi untuk dua wanita. Disisi lain ada Bianca, dan disisi yang lainnya ada Kirana. Terkadang aku merasa sudah benar-benar menjadi makhluk egois, tidak perlu memikirkan perasaan orang lain. Akan ku buat keduanya menjadi milikku.


Tapi apakah tindakanku ini benar? Aku terus mengingatkan hatiku, bahwa Bianca lah Istriku sekarang, Tapi Kirana, bagaimana aku bisa melepaskannya?


"Berapa lama lagi kau akan menatapku seperti itu suamiku?." Aku memandang aneh kearah Aditya seperti sedang memikirkan hal lain, saat masih memandangiku.


"Jika diijinkan, aku ingin selalu memandangi mu seperti ini Bianca."


"Lakukanlah sesuka hatimu. Tapi aku harus ke dapur sekarang menyiapkan makan malam untuk kita, jadi bersihkan dirimu sekarang." Perintahku dan memungut pakaian yang berserakan dan kembali mengenakannya.


"Tidak sayang, malam ini kita makan diluar" Ucap Aditya begitu bersemangat.


"Adit, Apa kau serius? " Ucapku meyakinkan bahwa ucapannya benar.


"Iya sayangku, sekarang bukan hanya aku yang harus bersiap-siap, tapi kau juga harus bersiap sekarang" Titah Aditya padaku.


...----------------...


Lost Heaven Restoran


Aditya menggenggam tanganku erat, sangat erat. Seakan menunjukan bahwa aku adalah miliknya, kami berjalan menuju loby restoran. Semua mata tak henti-hentinya terus memandang kami, mungkin karena Ini adalah pertama kalinya Aditya membawaku sebagai istrinya, ke depan pubik dan dilihat banyak orang.


Mataku dibuat takjub melihat ke segala penjuru restoran, saat kami melangkah lebih dalam lagi. Hingga kami sampai disebuah ruangan yang cukup luas, dan nyaman, hanya ada satu meja yang tertata rapi disana, tentu saja itu mejaku dan Aditya. Aku bisa melihat taburan kelopak mawar merah yang banyak sekali, entah apa tujuannya, tapi bagiku ini sangat romantis.


Aku melihat lurus kearah matanya Aditya, saat kami mulai duduk.


"Terima kasih Aditya, kau membuatku sangat bahagia malam ini."


"Tentu sayangku. Makan lah. Aku sudah sangat lapar sekarang" Ucap Aditya.


Aku hanya bisa terkekeh mendengar ucapannya. Kami mulai menyantap hidangan yang sudah tersedia dihadapan kami, rasanya enak sekali, kurasa ini bisa menjadi makanan favorit ku jika kembali kesini lagi.


Beberapa jam kemudian.


Kali ini Aditya yang mulai menatapku dengan lembut, ia meraih tanganku menggenggamnya, sembari memajukan wajahnya tepat di hadapanku, begitu dekat dan sangat dekat. Aku hanya bisa terpaku, ketika dia meletakan tanganku di dadanya sehingga aku bisa merasakan detak jantungnya. Entah kenapa dia melakukanya.


"Adit jangan terlalu dekat seperti ini, bagaimana jika ada yang melihat! " Seruku menahan dadanya yang semakin dekat padaku.


"Disini hanya kita sayang. Kau adalah istriku untuk apa malu ! jangan tahan aku Bianca, biarkan aku melakukanya. " Pinta Aditya.

__ADS_1


Aku reflek memejamkan mataku, ketika merasakan bibir Aditya sudah mendarat lembut di bibirku, kami benar-benar melakukan disini. Aku bahkan sudah tidak perduli lagi jika ada yang melihat ini.


Hingga aku tanpa sengaja menyenggol segelas wine yang ada di atas meja. Memaksa Aditya untuk mengakhiri perbuatannya itu.


"Biarkan aku membersihkan ini dulu Adit" Ucapku, dan segera beranjak mencari toilet.


Beruntung tidak ada siapapun disini, sehingga aku bisa dengan leluasa membersihkan dress ku yang terkena tumpahan wine. Sampai tidak terlihat lagi nodanya. Aku memutuskan kembali menemui Aditya.


Brugh.


"Aduh... " Ringis ku, terjatuh karena tanpa sengaja, menabrak seseorang didepanku. Gara-gara terus memperhatikan pakaianku, aku sampai tidak melihat kedepan.


"Apa anda baik-baik saja Nona" Tanya orang itu padaku. Aku segera bangkit berdiri.


"Ah. Iya saya baik-baik saja Tuan maafkan saya, tidak melihat kedepan" Jawabku meminta maaf, karena memang akulah yang salah.


"Tidak akulah yang salah, sehingga membuatmu terjatuh. Maafkan aku" Ucap Pria itu, penuh penyesalan.


Aku memperhatikannya beberapa saat, tapi mengapa tatapan orang ini sangat berbeda padaku.


"Perkenalkan saya Eric Wijaya" Ucapnya. mengulurkan tangannya padaku. Aku paham dan segera menjabat tangannya.


"Saya Bianca, saya benar-benar tidak sengaja. Mohon maafkan saya"


"Baik Tuan, eh.. maksudku Eric. Aku harus pergi sekarang suamiku mungkin sudah menungguku" Pamit ku padanya.


"Baiklah Bianca, senang berkenalan denganmu"


Wanita ini cukup menarik perhatian seorang Eric Wijaya Kusuma. Dia terus memperhatikan langkah Bianca sampai akhirnya menghilang dari pandanganya. Tidak ada yang bisa menebak apa yang sedang Eric pikirkan sekarang. Namun matanya tidak bisa berhenti menatap kagum wanita yang baru saja mengatakan bahwa dirinya telah memliki suami itu. Eric jadi sangat penasaran siapa apa pria beruntung yang memilik wanita itu.


"Sayang apakah aku membuatmu menunggu lama" Tanyaku pada Aditya


"Tidak! apa ada masalah sayang? ." Tanya Aditya, padaku.


"Tidak ada, hanya saja, aku tidak sengaja menabrak seseorang saat menuju kesini." Jawabku.


"Apa kau baik-baik saja? apa ada yang sakit?."


"Aku baik-baik saja sayang Aditya kau tidak perlu berlebihan seperti itu. Ayo kita pulang."


"Syukurlah...Baik kita pulang sekarang." Ajaknya, kemudian menggenggam tanganku keluar dari tempat itu.


Aditya membukan pintu mobilnya untukku. Namun dia tidak langsung masuk, sepertinya Adit sedang menerima telfon dari seseorang, mungkin rekan kerjanya.

__ADS_1


Aditya POV


Tiba-tiba saja Kirana menelfon ku saat aku masih bersama Bianca, beruntung Bianca tidak mengetahuinya, tapi aku tidak bisa mengabaikannya lebih lama lagi, aku harus menjawabnya.


"Dari mana saja kau ! aku mencoba menghubungimu sejak tadi sayang." Marah Kirana.


"Aku sedang ada urusan Kirana, tolong jangan menggangguku dulu." Pinta Aditya.


"Apa sekarang urusanmu lebih penting dariku." Ucap Kirana. membuat Aditya semakin dalam keadaan yang sulit.


"Tidak. Ayolah jangan seperti anak kecil. Aku sibuk sekarang, besok aku akan menghubungimu." Bujuk Aditya.


"Apa kau mengabaikan ku sekarang..." Kesal Kirana.


"Tidak mana mungkin aku mengabaikan mu. Apa yang bisa kulakukan agar membuatmu senang?." Tanya Aditya, agar wanita itu bisa lebih tenang.


"Aku ingin kau mendatangiku sekarang! Aku akan menunggu sampai kau datang." Pinta Kirana.


"Baiklah. Aku tidak bisa janji padamu tapi aku akan mengusahakannya sayang."


"Terserah!." Jawab Kirana.


Kirana menutup panggilannya begitu saja.


Membuat Aditya menjadi serba salah sekarang, alasan apa yang akan digunakannya meninggalkan Bianca.


Aditya masuk kedalam mobil, menghampiri istrinya yang sejak tadi dibiarkannya menunggu di dalam. Saat itu kedatanganya sudah di sambut hangat oleh senyum manis Bianca. Yang justru membuatnya semakin bersalah.


"Apa ada masalah sayang" Tanya Bianca, lembut.


"Ah. Tidak. Hanya masalah pekerjaan" Jawab Aditya membohongi istrinya itu


"Ya sudah ayo kita pulang..." Ajak Bianca.


"Sayang! " Sahut Aditya lagi. Membuat Bianca menatap kearahnya.


"Hemmm, kenapa Adit? ."


"Ada hal yang inginku bahas dengan rekan bisnisku malam ini, besok dia akan keluar kota. Jadi setelah mengantarmu pulang boleh kah aku keluar sebentar ? " Aditya hanya berpasrah pada jawaban Bianca, jika dia tidak mengijinkannya pergi, maka Aditya tidak akan melakukanya.


"Kenapa aku harus mencegah mu, pergilah jika itu sangat penting. Jangan risau kan aku" Ucap Bianca, yang terus saja membuat Aditya semakin tersiksa karena terus membohongi istrinya itu.


"Terima kasih Sayang, aku janji akan segera pulang begitu urusanku telah selesai" Janji Aditya pada Bianca.

__ADS_1


“Lihatlah betapa kejamnya aku padamu maafkan aku Bianca. Tapi Kirana membutuhkanku sekarang.” Batin Aditya terus mengatakan maaf pada Bianca.


__ADS_2