IMPERFECT MARRIAGE

IMPERFECT MARRIAGE
IMPERFECT MARRIAGE Episode.47


__ADS_3

“Apa kau tahu sesuatu tentang Bianca... ”


“Ya aku sangat tahu, dia adalah mantan Istri Aditya.” Jawab William singkat padat dan jelas.


“Semua orang juga tahu itu. Maksudku dimana dia sekarang? Apa disudah menikah lagi ?.” Tanya Vivie.


“Apa kau pikir aku seorang mata-mata? Seharusnya kau tanyakan ini pada tunanganmu itu.” Seru William


“Semua juga tahu, kau sebelumnya adalah orang kepercayaan keluarga Herlambang. Apa menurutmu, aku akan mendapatkan jawaban yang pantas, jika bertanya dengan pria dingin itu.. ” Ketus Vivire.


“Jika kau sangat penasaran, tanyakan itu padanya. Itu bukan urusanku.”


“Aku tahu, dia masih sangat mencintai wanita itu, bukan?.” Tebak Vivie.


“Bahakan tanpa dikatakan, kau sepertinya mengerti itu. Lalu apa lagi? Sebaiknya kau mundur saja. Kau tahu pertunangan itu bukan keinginan Aditya, tapi ibu kami.. ” Seru William.


“Tidak aku tidak akan mundur, Lagipula Bianca sudah tidak pernah terlihat lagi. Apa yang ku takuti. Aditya hanya mencintai sosok tak berwujud itu... ”


“Jika dia datang apa kau akan mundur?.”


“Jika dia wanita baik-baik, dia tidak akan merebut calon suamiku. Kau tahu aku sama seperti Aditya. Miliku akan tetap menjadi milikku... ” Tegas Vivie.


“Baiklah. Itu hanya saran dariku. Agar kau tidak terlalu berharap, jika kau yakin, lakukanlah, sesukamu.. ” Ucap William, tidak terlalu menghiraukan perkataan Vivie. Karena sesungguhnya dia sangat tahu bahwa wanita itu sedang merasa terancam sekarang.


 


\\*


 

__ADS_1


📍Winsle County Town House, Gyeonggi-do, Seoul.


“Mami, aku sangat rindu dengan kakek dan nenek... ”


“Sayang, kakek dan nenek, akan segera pulang, tenanglah... ” Seru Bianca menenangkan putranya.


“Mereka juga pasti merindukanku. Kenapa kita tidak ikut saja mami, bukankan mami juga tidak sibuk. Ayo kita menyusul... ” Rengek Minyo.


“Hei jagoan... Lihat Mamimu jadi bersedih jika kau seperti itu terus. Jadilah anak baik.. ” Ucap Jonathan, yang sedang menemani ibu dan anak itu.


“Daddy... Tidak, aku tidak bermasud membuat mamiku bersedih.. Maafkan aku mami.. ”Seru Minyo. Berlari kepelukan Bianca.


“Anakku yang sangat baik hati, kau memang anak yang manis sekali sayang.” Ungkap Bianca.


Bianca Pov


Sebenarnya apa lagi yang kau pikirkan Bianca? Lihatlah putramu begitu bahagia bersamanya. Apa yang begitu kau ragukan dari pria baik itu ? Atau sebenarnya kau hanya takut memulai hubungan baru dengan pria selain Aditya?


Kenapa itu selalu ku jadikan alasan? Kenapa harus Aditya.


Aku selalu mengatakan aku begitu membencinya, bahkan aku tidak bisa memaafkanya sampai detik ini. Namun bodohnya aku tetap membiarkanya hidup dihati dan pikiranku.


“Apa yang sedang kau pikirakan nona cantik.” Sontak saja ucapan itu membuatku sadar dari lamuna sesaatk itu. “Apa yang sedang kau pikirkan, sepertinya itu sangat menganggumu... ” Ujar Jonathan.


“Tidak. Bukan seperti itu. Aku hanya sedang berpikir melihat kau dan Minyo seakrab itu, aku sangat cemburu melihatnya. Tapi Jo... Putraku sangat mencintaimu, kumohon jangan pernah berubah.” Pintaku.


“Apa yang kau katakan Bianca. Apa kau pikir perhatianku ini hanya bersifat sementara untuk kalian...?.”


“Tidak maksudku bukan seperti itu. maafkan aku. Hanya saja, seseorang pernah menelantarkan kami. Bahkan begitu mudah baginya melupakan aku dan putraku ini.” Lirihku.

__ADS_1


“Hanya orang bodoh yang melakukan itu Bianca. Dan aku tidak ingin menjadi seperti mereka, melepaskan sesuatu yang sangat berharga seperti kalian. Itu tidak akan kulakukan.. ” Ucap Jo.


Dia memang terlihat begitu tulus pada kami.


“Jo... ” Seruku pelan.


“Ada apa Bianca?.”


“Aku sudah memikirkanya. Aku mau menerima lamaranmu.. ” Ucapku pelan.


“Bianca. Apa benar, apa aku tidak bermimpi sekarang? Kau menerima lamaranku.. ” Seru Jonathan begitu bersemangat.


Aku hanya tersenyum, dan mengganguk. Mengartikan bahwa aku memang benar-benar mengatakan itu.


Setidaknya, aku bisa melakukan ini semua untuk kebahagiaan Minyo putraku.


“Aku berjanji akan menjagamu dan Minyo, Bianca. Aku tidak akan mengecewakanmu. Saat paman dan bibi pulang, aku akan mengadakan pesta untuk pertunangan kita. Apa kau setuju.” Tanya Jo antusias.


Meskipun terdengar sangat buru-buru sekali, aku tetap menyetujui idenya itu. “Kau tahu aku sangat bahagia sekali hari ini Bianca.” Ucapnya kemudian menarikku kedalam pelukanya.


“Jo... lepaskan Minyo melihat kita.” Bisikku, saat Jo masih terus memeluku.


“Mami, Daddy.. aku juga ingin dipeluk.. ” Ucap Minyo dengan suara Manja.


“Kemarilah jagoan kecilku.. ” Panggil Jo.


Kini bukan hanya aku, tapi Minyo juga berada diantara kami. Tapi bodohnya, aku malah membayangkan melakukan ini bersama Aditya.


“Apa lagi yang kau pikirkan Bianca, kau baru saja menerima lamaran pria yang masih mendekapmu dalam pelukanya ini...” Batin Bianca.

__ADS_1


__ADS_2