IMPERFECT MARRIAGE

IMPERFECT MARRIAGE
Bab 70 - Mertua


__ADS_3

BAB 70


Pagi ini suhu lebih dingin dibanding hari sebelumnya, mungkin karena musim dingin dalam hitungan hari segera datang.


Dariel tak henti tersenyum, bahkan tangannya selalu menggenggam erat jari lentik Fredella. Rasa bahagia membuncah dalam dada, ia tidak tahu lagi harus mengucapkan apa, berkat datang luar biasa.


“Terima kasih sayang, I love you more than everything.” Meraih dagu lancip Fredella dengan ibu jari, menyesap bibir merah delima yang selalu ia rindukan.


“Kenapa sayang?” tanya Dariel karena wanitanya mendadak mendorong dada lalu menunduk menutupi wajah.


“Malu, itu.” Cicit Fredella , bahasa tubuh mengisyaratkan pada sopir. Sekalipun tinggal di belahan dunia yang menjalani kegiatan masing-masing, tetap saja kedekatan seperti ini tidak mau ia tunjukan pada sembarang orang.


Tersenyum jahil, telunjuk Dariel menekan ikon tertentu di depannya, hingga sebuah partisi menghalangi jarak pandang. Kini pria blasteran Eropa Asia itu bisa leluasa menyalurkan kerinduan di hati.


Tangan kekarnya menjalar meraih apapun yang bisa didapatkan tetapi mendapat pukulan keras dari pemiliknya. Akan sangat tidak etis jika mereka me-n-d3-s-4-h dalam mobil. Tapi seakan tidak jera, Dariel terus melakukan sesuai naluri sebagai pria.


Rasa manis semalam masih tercetak dalam ingatan, serta memberi sensasi menagih tak ingin terhenti. Tidak peduli pada apapun keadaan di sekitarnya.


“Dariel ... aku tidak nyaman, tanganmu ini.” Sentak Fredella tidak ragu menyentil telinga suaminya.


“Sakit sayang. Aku hanya memesrai istriku. Apa itu salah?” tanyanya polos padahal memanfaatkan keadaan.


“Bukan begitu, ini masih pagi. Aku tidak m ....” Kata-kata Fredella menggantung di udara, sebab Dariel lebih dulu memotongnya.


“Ok nanti malam atau sore ini boleh ... tapi jangan di rumah sayang.” Tawar Dariel.


Mereka berdua menuju Liverpool, Keluarga Matthew menanti di rumah, formasi keluarga lengkap, dan untuk pertama kali Dariel akan bertemu dengan sepupu istrinya selain Daniel.


“Kamu tidak mau merubah nama? Kita bisa mengurus surat pernikahan bahkan identitas lainnya, kamu tenang saja.” Dariel pikir lebih bijak jika sang istri mempertimbangkan semuanya, bagaimana pun nama aslinya aadalah Brianna Matthew bukan Fredella Dominique.


Sampai saat ini wanitanya belum ada keinginan merubah semua.


“Aku ... aku rasa lebih baik seperti ini. Kalau pun berubah hanya nama belakang saja. Aku ... tidak bisa meninggalkan nama pemberian papa karena inilah kita bertemu.” Jawabnya, baginya nama 'Fredella' memiliki kenangan terdiri.


“Baik aku ikut dengan mu selama statusnya masih sama bukan masalah bagiku.” Dariel mengkerling nakal pada istrinya.


Setelah empat jam perjalanan, sepasang suami istri ini tiba di kediaman Matthew.

__ADS_1


Pertama kali Dariel melihat ibu mertuanya duduk di kursi roda, menyambut penuh senyum. Wajahnya sangat cantik mirip sekali dengan Fredella. Mungkin yang membedakan hanya rambut yang tidak menutupi kulit kepalanya lagi.


“Mom”


“Akhirnya bisa melihat menantuku, mom ingat terkahir bertemu ketika kalian masih sangat kecil. Mungkin ini dinamakan jodoh, kamu masih ingat Dariel?” Nyonya Matthew mengulurkan tangan menggapai rahang tegas pria tampan ini.


Dariel menggelengkan kepala, ia tidak ingat apapun dan merasa tidak pernah bertemu dengan Nyonya Muda Matthew kecuali ibu dari Daniel.


Pria ini membungkuk, satu lututnya menempel di atas rumput kering sedangkan satunya lagi menopang lengan. Berusaha mensejajarkan diri dengan mertuanya.


“Kamu pernah menyentuh perutku, saat itu mom belum tahu mengandung Brianna, kalau tidak salah dua belas minggu.” Tawa renyah Nyonya Muda Matthew. Mulai bercerita jika dulu Dariel kecil menyentuh perutnya yang sedikit buncit , bertanya apakah ada adik bayi di dalamnya? Dariel sangat ingin memiliki adik laki-laki.


Sebab Mama Nayla baru melahirkan Denna beberapa bulan lalu.


Kelak jika bayi dalam kandungan laki-laki, akan menjadi adiknya dan ia jaga sepenuh hati, tetapi kalau perempuan Dariel kecil ingin menikah dengan Tuan Putri Keluarga Matthew ketika dewasa nanti.


Nyonya Muda Matthew ingat suara Dariel menatap sayang pada perutnya.


“Ah benarkah? Aku tidak tahu.” Dariel menatap istrinya yang mendadak salah tingkah.


“Ya, maaf aku tidak hadir pada pernikahan kalian, karena kondisi yang tidak memungkinkan. Tapi mom sempat kecewa karena Dariel menikahi wanita lain, ternyata dia adalah putriku.” Nyonya Matthew menangis haru di pelukan menantunya.


“Pasti mom, percayakan padaku.” Balas Dariel tanpa memelankan suaranya.


Keluarga Matthew memang menjalin hubungan dekat dengan Keluarga Besar Bradley, khususnya persahabatan antara orang tua mereka. Bahkan Nyonya Besar Matthew sangat dekat dengan Oma Anggi dan Anna.


Dariel dengan mudah membaur bersama sepupu istrinya apalagi di sini ada Daniel, tidak akan sungkan lagi bagi Dariel.


**


Jakarta


Pasca semua terbongkar ke permukaan, Bobby selalu berjuang mendapat perhatian dari istrinya. Dahulu Ayu sangat manja, selalu ketergantungan dengan Bobby. Tanpa suaminya, ia tidak mau makan, dan kesulitan melakukan semua hal di Kediaman Armend.


Apalagi tatapan sinis dari Mami Kezia, benar-benar membuat Ayu terpisah jarak. Namun wanita berparas cantik ini tidak menyerah dan larut dalam kesedihan, ia berusaha mandiri tanpa Bobby. Semua sikap Mami Kezia diabaikan.


Meskipun ibu mertuanya kurang ramah, tetapi menghargai Ayu sebagai menantu dan ibu dari cucunya. Mami Kezia mengantar menantunya ke rumah sakit untuk check up, meninggalkan segala kesibukan di butik.

__ADS_1


“Terima kasih mami.” Besar tanpa pendidikan orangtua, tidak menjadikan ia wanita tanpa sopan santun.


“Hem, memang tugas mami. Di dalam sana kan cucu mami. Pulang dari rumah sakit, mau beli apa? Sekalian sebelum sampai rumah.” Ketus Mami Kezia sembari memeriksa design di tab-nya.


“Buah-buahan mih, Ayu mau beli banyak buah yang mengandung air, rasa di mulut sering masam.” Jawab Ayu .


“Ok”


Tidak menunggu terlalu lama, perawat memanggil Ayu untuk masuk ruang dokter obgyn.


Melakukan prosedur pemeriksaan pada umumnya. Dokter mulai menjelaskan hasil USG pada layar, beruntung sekali janin ini sangat lincah dan sehat, tidak ada kendala apapun, berat badannya sesuai hanya jenis kelamin belum diketahui, mungkin menunggu beberapa minggu lagi.


Mami Kezia senang melihat gambar USG bahkan mempostingnya di sosial media, akhirnya ia menjadi nenek walaupun tidak sesuai rencana.


“Ayu, kamu harus menjaga kandungan, jangan sembarang makan. Mami tidak mau terjadi sesuatu pada cucu mami.” Peringatan Mami Kezia.


“Iya mami, terima kasih sudah memperhatikan Ayu dan anak ini.” Ayu berjalan tepat di belakang ibu mertuanya. Dia sadar, keluarga Bobby berbeda dengannya yang hanya gadis desa, pendidikan pun tidak tinggi seperti kebanyakan mantan kekasih suaminya.


“Mami Kezia sebenarnya baik hanya saja, dimana letak kesalahanku?” Ayu masuk ke dalam mobil, duduk tepat di samping mertua.


...TBC...


silsilah keluarga Bradley dan Armend ada di novelku yang pertama Sahabat Jadi Cinta.


kisah Papa Ray, Papa Adam dan Papi Leo 😁 maaf tapi mungkin berantakan hahaha maklum pertama.


Ini visual Bobby Albern Armend (anak kedua Papi Leo dan Mami Kezia)




Ayu Jelita (sewaktu masih di desa)



Setelah jadi Istri Bobby, pusing

__ADS_1



__ADS_2