IMPERFECT MARRIAGE

IMPERFECT MARRIAGE
IMPERFECT MARRIAGE Episode.16


__ADS_3

Aditya sepertinya tidak suka berlama-lama disini. Dari wajahnya saja aku sudah dapat menebaknya.


Anehnya sejak tadi dia terus merangkul pingganguku, seperti tidak ingin aku jauh darinya.


"Sayang lepaskan aku dulu, aku mau pipis" Bisikku pelan ditelinganya. Aditya tertawa kecil mendengar apa yangku katakan, tapi aku benar-benar kebelet sekarang.


"Pergi sayang dan segeralah kembali" Titahnya padaku.


Setelah mendapat ijin, aku segera pergi mencari toilet terdekat diarah kumelangkah. Aku mendapatkanya dan segera menyelesaikan hal yang mengganguku ini.


"Ah lega sekali rasanya !"


"Apa kau melihat Tuan Aditya dan Istrinya? "


"Ini pertama kalinya dia membawa istrinya itu!"


"Kau benar ! Dia memang terlihat seperti penggoda, bahkan rumor yang beredar dia menikah bukan Karena cinta, tapi karena harta keluarga Herlambang!"


"Apa berita itu benar, Aku pikir hanya sebuah gosip. Wanita itu mengerikan sekali "


Tanpa sengaja aku mendengar semuanya, kebetulan sekali, aku jadi tahu pandangan orang-orang tentang diriku sekarang.


"Ehem..." Dehemanku, menyadarkan wanita-wanita itu bahwa orang yang mereka bicarakan ada disini.


"Halo Nyonya Bianca, kami pikir tidak ada orang disini" Ucap mereka seolah-olah sedang tidak terjadi apa-apa.


Aku hanya keluar tanpa membalas sapaan orang-orang munafik itu. Tapi mataku langsung tertuju pada seorang pria yang berdiri disudut sana, apa dia menungguku.


"Adit, ayo kita pergi" Ajakku. Menutupi kejadian tadi padanya.


Namun Aditya menolaknya, dia menarik tanganku menghampiri dua wanita tadi.


"Apa kali merasa sangat pantas nona-nona? " Ucap Aditya pada keduanya.

__ADS_1


"Tuan Aditya, apa yang anda maksud? Kami tidak membicarakan Nyonya Bianca tuan. Istri anda telah salah paham" Ucap salah satu dari mereka membela diri.


"Saya bahkan belum menyebut apa kesalahan Anda nona ! Bahkan kau sama sekali tidak pantas menyebut nama Istriku. Lancang sekali kalian !!! " Aditya tampak sangat marah.


"Maafkan kami Tuan Aditya, kami bersalah" Keduanya bersujud di hadapanku dan Aditya.


"Simpan kembali maafmu itu, aku anggap ini sebuah penghinaan besar bagiku! Tidak ada ampun bagi yang berani menyakiti Istriku. Dan kalian kupastikan kalian akan hancur secepatnya" Ancam Aditya. Dia sangat menakutkan, bahkan dengan sebuah ucapan, dia bisa menghancurkan seseorang dengan mudah.


"Adit, aku baik-baik saja, ini hanya sebuah kesalah pahaman sayang! " Bujukku, berusaha meredakan emosi Aditya.


"Tidak Bianca, mereka harus menerima ganjaran atas perbuatan mereka"


"Nyonya Bianca tolong maafkan kami" Pinta mereka padaku. Aku tidak akan bisa melihat seseorang memohon seperti itu, aku kembali membujuk Aditya.


"Sayang demiku lakukanlah, lepaskan mereka" Pintaku tulus padanya.


"Karena istriku, hanya karenanya, aku melepaskan kalian. Pergilah sekarang" Bentak Aditya, wanita-wanita itu segera lari terbirit-birit meninggalkan kami.


Untunglah suamiku mau mendengarkan ucapanku. Tapi aku masih melihat amarah diwajahnya, apakah saat ini ia marah padaku?


"Bukan seperti itu Adit! Hanya saja, bukankah pandangan mereka tentang diriku itu benar ! Bahkan kau juga mengatakannya, aku menikah denganmu karena harta" Lirihku. Bagaimana aku bisa marah, sedangkan dimata suamiku, aku adalah wanita seperti itu.


"Tidak! Dengarkan aku, kau bukan wanita penggoda, dan kau menikah denganku bukan karena apapun yang kumiliki. Jangan pernah beranggapan seperti itu lagi sayang" Ucap Aditya, dengan penuh penyesalan, dia tidak menyangka karena ulahnyalah Bianca menjadi sangat rendah diri dihadapan semua orang, bahkan untuk menyangkal ucapan mereka, dia tidak mampu.


"Tapi itu benar Aditya ! aku menerima pernikahan ini memiliki tujuan... "


Belum sempat Bianca menyelesaikan kata-katanya, Aditya sudah membungkam bibirnya dengan satu ciuman lembut, seolah berkata tanpa suara bahwa dia sangat menyesal melakukan hal mengerikan itu pada Istrinya, tidak ada yang tahu luka seperti apa yang Bianca miliki. Aditya hanya bisa berharap dapat menyembuhkan luka itu, dengan perasaan cinta yang begitu besar dan dalam yang dimilikinya untuk Bianca sekarang.


Bianca yang menyadari bahwa mereka berada ditempat yang tidak semestinya, melakukan hal seperti ini segera melepaskan bibirnya dari Aditya. Dia hanya berpikir bagaimana jika ada yang menangkap basah apa yang mereka lakukan sekarang, disebuah acara besar seperti ini.


"Apa kau malu Bianca? "


"Ini bukan rumah Aditya, kau tidak bisa melakukan sesuatu denganseenaknya ditempat ini! "

__ADS_1


"Begitukah? Jadi dirumah kita bisa melakukan hal apapun sayang?"


"Tentu saja, jadi cepat jauhkan tubuhmu dariku sekarang!".


"Baiklah Istriku. kita pulang sekarang aku ingin melakukan sesuatu yang lebih jauh dari ini ...".


Dasar laki-laki mesum, bisa-bisanya dia memikirkan hal seperti itu, ditempat ini. Aditya segera menarik tubuhku berjalan disebelah, dia sangat terburu-buru membawaku meninggalkan tempat itu. Namun sepertinya keinginanya itu harus tertunda, Tuan Eric menahan kami lebih lama.


"Tuan Aditya, bisakah aku meminta waktu sebentar" Eric menahan langkah Aditya pergi lebih jauh.


"Ada apa" Tanya Aditya kesal


"Bolehkah aku meminjam nyonya Bianca mu ini sebentar untuk berdansa!"


Aditya tertawa, mendengar permintaan Eric itu.


"Atas dasar apa kau berani mengatakan hal itu! Banyak wanita lajang ditempat ini yang bisa kau ajak berdansa bersamamu, kenapa harus istriku" Ucap Aditya, yang tanpa sadar mengundang reaksi banyak orang menatap kearah kami bertiga. Tentu saja itu bukan hal baik, ini adalah acara Tuan Eric, Adit tidak boleh menghancurkanya, hanya karena rasa cemburnya.


"Tuan Eric maafkan saya. Saya tidak bisa menerimanya, mohon anda mengerti" Ucapku, berusaha menetralisir keadaan yang tidak mengenakan itu.


"Kau dengar itu ! Istriku menolakan menerima tawaranmu. Anda terlalu pecaya diri sekali" Aditya meremehkan orang itu.


"Nyonya Bianca, tidak perlu seperti itu. Maafkan saya telah lancang" Mohon Eric, tanpa mengabaikan Aditya yang ada disana juga.


"Ah tidak.. tidak, tuan. Ini bukan sebuah kesalahan tidak perlu seperti itu" Jawabmu merasa tidak enak denganya.


"Istriku, ayo kita pulang sekarang" Titah Aditya.


"Maafkan, aku dan Istriku harus pulang sekarang, terima kasih atas jamuaan malam ini" tambah Aditya dan menarik tubuhku pergi meninggalkan tempat itu.


Aku masih bisa melihat senyum Tuan Eric kepadaku, dia sepertinya orang yang lembut dan baik hati. Tapi kenapa Aditya sangat membencinya, aku heran sekali dengan suamiku ini, semua orang dianggap musuh olehnya.


"Tuan Apakah acara sudah selesai" Tanya William, yang sejak tadi menunggu kami diluar.

__ADS_1


"Acara apa ini sangat membosankan sekali, kita kembali ke Garden House sekarang" Perintah Aditya. William melaksanakan titah Tuannya, membuka pintu mobil untukku dan Aditya dan segera meninggalkan tempat itu. Sepanjang jalan Aditya dan aku terus diam, hanya ada kebisuan hingga kami tiba di halaman dalam Garden House.


__ADS_2