
Pagi kembali datang, tidak pernah ada pagi yang begitu indah, selain memulainya dengan melihat matahari pertamaku.🌞
Matahari yang paling bersinar, Suamiku, Aditya Putra Herlambang.
Cup, kuberi satu kecupan cinta dipipinya, yang masih dengan pulas tertidur disampingku, entah kenapa ditersenyum ketika aku melakukanya. Apa dia sedang bermimpi indah sekarang.
“Huuuaam.” Aditya mengguap. dan terbangun. Aku masih dengan intens menatapnya yang sedang mengumpulkan nyawa disampingku.
“Pagi sayang...” Ucapku saat matanya mulai terbuka lebar.
“Pagi istriku. Apa kau tahu sayang, aku habis bermimpin indah barusan.” Jelasnya dan tersenyum.
“Oh ya... Mimpi seperti apa itu? Sepertinya kau sangat bahagia.. ” Seruku.
“Tidak... nanti kau cemburu jika aku menggatakannya...” Seru Aditya, membuatku semakin penasaran. Pantas saja ditersenyum saat masih tertidur tadi.
“Cepat ceritakan padaku... Apa kau memimpikan wanita lain.” Tanyaku kemudian, menjewer kuping Aditya.
“Aww... aww.. ” Ringisnya. “Baiklah akanku ceritakan, aku bermimpi seorang bidadari cantik sayang.”
“Seperti apa wujudnya, apa dia lebih cantik dariku? .”
“Dia seperti.... sepertinya dia tampak sama dengan dirimu sayang. Ah... tidak.. tidak... apa mungkin itu benar-benar kau !? Bidadari itu mencium pipiku, namun anehnya itu seperti nyata.” Ungakap Aditya.
Sekarang aku tahu, dia mengetahi bahwa aku diam-diam mencium pipinya saat tertidur tadi. Dasar Aditya, pantas saja dia tersenyum.
Drettt.. Drettt... Drettt... (Ponsel Aditya bergetar). Panggilan William.
Sementara itu, Bianca masih berbaring, bermain, dan menggelus-elus dada bidang suaminya. Aditya menjawab panggilan William.
“Selamat pagi Tuan....”
“Ada apa, kau menghubungiku sepagi ini William.. ”
“Nyonya besar, meminta anda hadir dalam rapat besar hari ini.”
__ADS_1
“Kenapa harus aku? Aku tidak ingin berurusan dengan Herlambang Group, sebelum Ibuku menarik kembali ucapanya.”
“Maaf tuan, justru menurut saya nyonya besar sudah bisa sedikit menerima keadaan sekarang. Dia juga bertanya apakah nyonya Bianca sudah mengecek kandungnya kedokter. Kurasa nyonya besar, sudah baik-baik saja sekarang.”
“Benarkah? Jika seperti itu, kabarkan pada semuanya aku akan datang. Dan pastikan semua sudah disiapkan, tidak boleh ada yang terlambat...”Titah Aditya.
“Baik, sesuai permintaan anda, akan saya siapkan semuanya.”
“Baiklah.” Seru Aditya, kemudian mengakhiri panggilanya.
Aku menatap binggung kearah Aditya, dia seperti sedang memikirkan tentang sesuatu.
“Ada apa Adit? ”
“Tidak. Mamah, memintaku untuk hadir dalam rapat hari ini.” Ucap Aditya. Namun dia belum bisa mengatakan apakah Ariani sudah benar-benar menerima Bianca kembali. Dia takut jika dugaan William ternyata salah.
“Pergilah, itu perusahan Papah sayang, kau tidak boleh egois... ”
“Aku memang akan pergi , berdoalah semoga ini bisa melunakan hati mamah kembali... ”
Sementara itu Kirana sudah mendapat kabar dari Eric, jika Aditya mungkin akan meninggalkan Garden House hari ini. Ini adalah berita bagus, sekaligus kesempatan besar bagi Kirana untuk menjalankan rencananya. Sementara Eric, dia sudah bersiap untuk menemui Christianto Darmawansa hari ini.
Inilah waktunya mengakhiri permainan. Bom waktu yang telah disiapkan, sebentar lagi akan meledak dan mengahancurkan semuanya.
Kembali ke Garden House.
“Bersiaplah sayang. Kau akan terlambat jika tidak bersiap sekarang... ”
“Huuuffftt.... ” Aditya menghela nafas panjang. “Sebenarnya aku ingin sekali terus bersamamu sayang, entah kenapa perasaanku benar-benar tidak baik belakangan ini, jika jauh darimu. Sejak kejadian itu, aku tidak pernah ingin kehilanganmu lagi. ” Ujar Aditya.
Sejujurnya aku juga sangat ingin bersama Aditya. Sejak kehamilanku, rasanya aku tidak pernah ingin jauh-jauh darinya. Tapi aku tidak boleh egois, apalagi ini adalah permintaan mamah. Aku tidak ingin membuatnya kecewa dan bersedih lagi.
“Pargilah sayang, setelah itu kau bisa kembali dan bersama denganku lagi disini. Lagipula itu tidak akan memakan banyak waktu. ” Suruhku.
“Ya baiklah. Aku akan pergi. Atau bagaimana jika kau ikut denganku...?.” Seru Aditya memberi idenya.
__ADS_1
“Aku sangat ingin sayang, tapi sebaiknya aku menunggumu dirumah saja. Menantimu disini lebih menyenangkan... ” Jawabku. Aku tidak ingin Aditya kerepotan hanya karena mengurusku disana.
“Aku masih punya beberapa jam lagi, jadi bagaimana jika kita melakukanya sebentar saja Bianca... ” Seru Aditya nakal.
“Aku akan kelelahan jika kau melakukan itu... ”
“Kau tidak perlu melakukan apapun sayang biar aku yang akan melakukanya... ” Goda Aditya.
Belum sempat aku menjawab Aditya dengan cepat membungkam bibiriku dengan bibirnya. Sentuhan seperti inilah yang membuatku menginginkanya setiap waktu.
Aditya Pov
Awalnya aku hanya ingin menggoda istriku saja, namum kenapa rasanya aku malah semakin ingin meneruskannya lebih dari ini. Bibir ini, kenapa rasanya begitu pas dan lembut sekali saatku mencecapnya. Dan wangi Vanilla dari tubuhnya, selalu bisa membangkitkan gairah lelakiku.
Aditya melahap bibir mungil milik Bianca, atas dan bawah begantian, kemudian menyerukan lidahnya masuk kedalam mulut istrinya. Bergerak dengan liar didalam sana.
Sementara Bianca, menikmatinya, tanganya sudah meremas-remas rambut Aditya, membuatnya semakin berantakan. Namun menambah ketampanan suaminya itu.
Bianca mulai menjerit perlahan, ketika satu jari Aditya menerobos intinya dan keluar masuk disana.
Tanpa sadar pakaian sudah lolos dari tubuh mereka masing-masing.
“Aku masukin ya, sayang.... ” Pinta Aditya sebelum benar-benar menyatukan milik mereka. Bianca hanya menggangukan kepala. Kemudian Aditya dengan gerakan perlahan
“Kenapa kau selalu senikmat ini Bianca? Katakan sayang...” Rancu Aditya ditengah permainan panas mereka.
Sampai akhir pelepasan mereka yang begitu dasyat.
“Aku mencintaimu Bianca.” Ucapnya lembut. Mempererat pelukan ditubuh polos Istrinya itu.
“Aku juga mencintamu Aditya. ”Seru Bianca.
Kemudian bangkit dan mengecup bibir suaminya sekilas.
“Bersiaplah, sekarang pekerjaan telah menantimu sayang. ” Ucap Bianca menggingatkan Aditya. Tentang rapat yang bicarakan olehnya tadi.
__ADS_1
________________đź’•đź’•đź’•đź’•________________