
Sesuai kesepakatan Aditya dengan Bianca, setelah selesai dengan William. Aditya akan menemani istrinya itu bertemu dengan orangtuanya.
📍Kediaman Christianto Darmawansa.
Tempat yang sangat dirindukan oleh Bianca, bisa dibilang sejak menikah dengan Aditya, dia sama sekali belum pernah menginjakan kaki disini lagi.
"Ayah, Ibu.... " Panggil Bianca. Saat matanya menemukan kedua orang yang sangat dirindukannya itu.
"Sayang... Anakku... " Sahut keduanya hampir bersamaan.
"Bianca, apa kau baik-baik saja... " Larasati menarik tangan Bianca mendekat padanya.
"Aku baik-baik saja bu, berkat Aditya semua masalah bisa selesai... " Ujar Bianca.
"Tapi bagaimana dengan, Ariani? ." Tanya Darmawansa. Dia begitu yakin bahwa Ariani semakin menjadi-jadi sekarang. Setelah dengan sepihak memutuskan kerja sama mereka. Ia yakin Ariani tidak akan hanya berhenti sampai disitu saja.
"Soal mamah. Ayah tidak perlu khawatir. Aditya yang akan mengurusnya. Maafkan Adit, tidak dapat melakukan apapun saat itu. Masalah Bianca terlalu menguras tenaga Adit... " Ucap Aditya menyesal.
Tentu saja ayah dan ibu Bianca memahami itu, karena bagi mereka putri merekalah yang terpenting, Aditya sudah melakukan hal yang benar.
"Ayah ada yang harus kau tahu tentang Eric Wijaya. Sebaiknya ayah harus berhati-hati denganya. Jangan menerima apapun lagi darinya.... " Jelas Bianca serius.
"Kau tidak perlu cemas sayang, Eric itu orang yang baik, ayah sudah bertemu denganya." Sahut Darmawansa.
"Tapi ayah, jangan terlalu mempercayainya. Aditya sedang menyelidiki tujuan orang itu sekarang. Sayang jelaskan itu pada ayah dan ibuku. " Pinta Bianca, agar suaminya menjelaskan semuanya.
"Aku tidak memiliki bukti apapun untuk sekarang, tapi aku mohon Ayah dan Ibu berhati-hatilah dengan orang itu." Ungkap Aditya.
__ADS_1
"Baiklah kau tidak perlu khawatir nak, aku sudah berpuluh-puluh tahun berkecimpung di dunia ini. Aku sangat mengerti kapan seseorang akan menjadi lawan dan kawan... " Seru Darmawansa.
Setidaknya ucapan itu menjawab semuanya, bahwa ayah Bianca tidak akan serta-merta mempercayai Eric Wijaya sepenuhnya.
"Bianca apa benar, Ibu Ariani ingin kalian berpisah?." Tanya Larasati, dia tampak sedih mengutarakan pertanyaanya itu.
"Soal itu.... " Belum sempat Bianca meneruska ucapanya. Aditya kembali memotong.
"Ya itu benar ibu, tapi aku berjanji padamu. Aku tidak akan melepaskan Bianca... Aku mencintainya. Tidak ada yang boleh memisahkan kami." Ucap Aditya berjanji.
"Ayah bangga padamu, jagalah putriku baik-baik. Jangan sakiti dia. Aku tahu Bianca juga pasti sangat mencintaimu Aditya. Apapun yang terjadi berjanjilah pada kami, bahagiakan putriku selalu.. " Pinta Darmawansa begitu tulus.
"Aku berjanji ayah, aku akan menjaga dan melindungi, putrimu ini dengan sebaik mungkin." Tegas Aditya.
Setelah cukup lama membicarakan hal-hal pahit dan menyedihkan, kini saatnya Aditya dan Bianca memberi berita baik untuk orangtua mereka.
"Kabar baik? Apa itu. "
"Saat ini Bianca sedang mengandung, yah, bu." Ujar Aditya. Membuat ayah dan ibu, sangat kegirangan.
"Yah... ayah dengarkan, Anak kita sedang menggandung sekarang, itu berarti kita akan punya cucu yah." Ucap Larasati pada suaminya.
"Iya itu memang kabar yang baik..." Sahut Darmawansa.
*****
Sementara ditempat lain.
__ADS_1
"Tinggallah disini. Ini akan mempermudahmu, melakukan semuanya !." Seru Eric.
"Apa ini tidak terlalu berlebihan? Bagaimana jika ada orang yang menyadari aku berada didekat sini." Tanya Kirana.
"Shutttss.. jangan banyak bertanya, kau tahu harus melakukan apa kan Kirana? Dengan begini kita akan lebih mudah mengetahui pergerakan mereka sayang. "
"Sayang? Hanya Aditya yang ku ijinkan mengucapkan kalimat itu padaku Eric. Menjauhlah dariku.... " Tolak Kirana.
"Tenanglah, aku sama sekali tidak menginginkanmu, yang kuinginkan adalah Bianca." Seru Eric dengan begitu lembutnya.
"Setelah ini, aku berencana menemui ayah mertuaku! ." Ucap Eric, sehingga membuat Kirana sedikit binggung, siapa yang dimaksud oleh Eric.
"Apa maksudmu? Apa itu, orang tua Bianca. Hahahah.... " Tawa Kirana. "Kau memang pria gila Eric. Tapi jangan menunjukan kebodohanmu didepanku. Mertuamu? Hei Bangunlah, Aditya dan Bianca masih bersama." Tegas Kirana meremehkan pria yang ada dihadapanya itu.
"Teruslah tertawa. Sampai kau melihat apa yang benar-benar aku lakukan pada mereka setelah ini. Sekarang ku peringatkan kau, Aditya mungkin meminta sesorang memata-matai kita sekarang. Jadi kau harus berhati-hati, jangan sampai mereka mengetahui keberadaanmu sekarang. Jika tidak, semua akan benar-benar berantakan... " Ucap Eric, dengan nada penuh penekanan.
Kirana Pov
Eric Wijaya, kadang aku ragu dengan penawaran orang ini, dia bukan orang yang mudah, bahkan kupikir dia lebih dari sekedar gila. Orang ini berbahaya, mundurpun tidak akan ada guna lagi sekarang.
Karena sudah terlajur masuk, maka tidak ada alasan untuk keluar lagi sekarang.
Aku tahu bahwa aku hanya menjadi alat untuk mewujudkan keinginanya, merebut Bianca dari Aditya.
Tapi aku tidak sebodoh itu Eric...
Kau bisa menghancurkan siapapun, tapi ketika aku hancur, kupastikan kau juga akan hancur bersamaku.
__ADS_1