
"Selamat pagi Tuan Eric Wijaya ! " Sapa Aditya
"Halo Tuan Aditya " Sambutnya.
"Saya sangat terkesan sekali kau datang kesini ."
"Tidak perlu berlebihan seperti itu, sekali-kali ini memang harusku lakukan" Jawab Eric.
"Jika tidak ada sesuatu kau tidak mungkin datang kemari, apa ada hal lain? " Tatapan Aditya sedikit berubah sekarang, dia bisa merasakan kedatanga Eric sedikit aneh.
"Kau sangat serius sekali Aditya. Bukankah ini hal wajar buat sesama rekan bisnis? ."
"Ya kau benar ! Baiklah, tunjukan padaku project seperti apa yang kau tawarkan untuk perusahan kami ! " Ucap Aditya tak ingin berbasa-basi.
Eric Wijaya Kusuma, seseorang yang begitu misterius. Tidak heran jika Aditya merasa sedikit terkejut dengan kehadiranya kali ini. Biasanya untuk hal-hal seperti ini, Eric tidak akan turun tangan secara langsung. Aditya sangat yakin ada hal lain dari dirinya yang menarik perhatian pria misterius itu.
Namun untuk menanyakan secara langsung tentu saja mustahil, Aditya tidak akan mendapatkan apa-apa, ia lebih suka mengikuti permainan yang Eric berikan padanya.
Kedua orang itu sama-sama mengerikanya, pria dingin dan kejam julukan yang pas untuk mereka.
"Apa kau sudah menikah? " Tentu saja Eric sudah mengetahuinya, dia hanya ingin tahu bagaimana respon Aditya.
"Ya ! " Jawab Aditya tampak begitu tidak suka membahas masalah pribadinya.
"Ku dengar-dengar itu adalah perjodohan ! " Eric kembali memancing Aditya dengan perkataanya.
"Kau tampak begitu tertarik dengan cerita pernikahanku. Itu tidak termasuk dalam pekerjaan kita" Sahut Aditya ketus.
"Jika anda beranggapan seperti itu! mungkin saja itu benar" Sahut Eric, menatap kearah lawan bicaranya.
Sangat telihat aura persaingan antara Aditya dan Eric.
"Oh iya Aditya ! Besok aku akan mengadakan pesta launching produk baru perusahaanku. Mungkin jika kau tertarik datanglah bersama Istrimu" Seru Eric. Sangat jelas yang Eric inginkan bukanlah Aditya tapi kehadiran Bianca.
"Apa kah kehadiranku begitu penting disana? " Dari pertanyaan Aditya sangat jelas bahwa ia sama sekali tidak tertarik untuk datang.
"Tentu saja penting, kau adalah pemilik Herlambang Group, perusahaan terbesar seasia tenggara. Sebuah kehormatan bagiku jika kau bisa bergabung" Ucap Eric kembali meyakinkan Aditya.
"Baiklah. Akanku pikirkan tawaranmu" Ucap Aditya. Dan mengakhiri pertemuan mereka siang itu.
*****
Aditya kembali memikirkan tawaran Eric padanya, ia kembali membahasnya bersama William diruang kerjanya.
"Bagaimana menurutmu, tentang undangan itu? "
"Yang saya tahu tuan Eric memang akan mengeluarkan produk baru untuk departement store milik mereka. Saya rasa tidak ada yang salah tuan"
"Apa kau bisa menjaminnya? ada yang tidak wajar dengan orang itu, Kita harus berhati-hati ! ."
"Baik tuan ! ."
"Aku akan kesana besok, siapkan semua hal untuk Bianca, aku akan datang bersamanya"
"Baik. saya akan menyiapkan semuanya Tuan ! ."
Meski tidak begitu tertarik, Aditya sangat ingin tahu hal apa yang diinginkan Eric Wijaya padanya.
__ADS_1
Seperti yang sudah kukatakan. "Aku hanya cukup mengikuti alur permainannya, lalu setelah paham. Maka akulah yang akan menguasai permainan ini ! ! ! ".
Sebaiknya aku memberitahu Bianca tentang hal ini dulu.
"Halo Adit !." Jawab Bianca.
"Halo. Apa yang sedang kau lakukan sayangku?."
"Aku baru selesai membereskan kamar tidur kita. Ada apa?." Jelasnya lagi.
"Apa sudah rapi sekarang?."
"Tentu saja! Apa kau hanya ingin menanyakan hal itu."
"Tidak. Tapi aku mempunyai rencana membuatnya berantakan lagi setelah pulang nanti !."
"Kau menakutkan Aditya!."
"Ayolah sayang. Tunggu aku pulang ! Tapi sebelum itu, aku ingin menanyakan hal penting padamu!." Seruku.
"Katakanlah !." Ucap Bianca.
"Besok rekan bisnisku mengundangku datang ke acaranya."
"Lalu? Pergilah aku tidak akan melarangmu sayang."
"Maukah kau datang bersamaku, itu hal yang ingin ku tanyakan padamu!."
"Kau sangat lucu suamiku. Apa kau ingin aku menemanimu?."
"Baiklah kalau kau memaksa..."
"Aku sudah menyiapkan semuanya, nanti sepulang kerja kita akan membahasnya lagi."
"Baiklah. Apa itu saja ?."
"Tunggu aku pulang Bianca. Dan jangan terlalu merindukanku." Aku tutup dulu ya sayang, Sampai nanti (Tut, panggilan diakhiri Aditya).
Dasar Aditya siapa juga yang merindukanya, tapi apa benar besok dia akan membawaku ke acara itu bersamanya? Ini artinya akan menjadi pertama kalinya aku mendampingi suamiku ke sebuah acara besar.
Besok mungkin akan banyak orang-orang penting yang datang, aku harus berusaha sebaik mungkin, agar tidak membuat Aditya malu membawaku bersamanya.
Dulu aku sudah sering melakukanya bersama ayah dan ibuku, tapi kali ini aku bersama suamiku.
Ting, tong...
Suara bel, Bianca segera turun, kira-kira siapa yang datang, Aditya dan William tidak mungkin melakukanya, mereka tentunya tahu sandi rumah ini.
Dengan langkah malas Bianca menuruni anak tangga dan sampailah dia didepan pintu tersebut dan membukakanya. Anehnya itu bukanlah orang yang dikenalnya.
"Permisi Nyonya, apa anda Nyonya Bianca? " Ucap Pria separuh baya itu
"Iya benar !."
"Kebetulan sekali Nyonya, ini ada paket untuk anda" Ucapnya, memberi sebouquet bunga mawar berwarna merah yang sangat besar.
"Tunggu dulu. Apa ini dari suami saya pak?."
__ADS_1
"Maafkan saya nyonya, saya juga tidak tahu, saya hanya diminta mengantarkan paket ini pada anda?" Ucap Pria itu, sepertinya dia benar-benar tidak mengetahui siapa yang menyuruhnya.
"Baiklah letakan disini saja pak" Meskipun sedikit ragu namun akhirnya Bianca menerima bunga tersebut. Pria separuh baya itupun meletakanya tepat diposisi yang Bianca inginkan, dan berpamit untuk pergi, setelah menyelesaikan tugasnya.
Siapa yang mengirimkannya apa mungkin Aditya? tapi dia tidak mengatakan apapun padaku ! Tapi siapa lagi yang akan memberikan ini padaku, Ya ini pasti Aditya, yakin Bianca.
Bianca segera mengambil ponsel miliknya dan mengirimkan pesan kepada suaminya.
To. Suami.
Suamiku, Terima kasih bunganya aku sangat menyukainya.
Sementara Aditya yang masih sedang sibuk menandatangi beberapa berkas, dibuat fokus ke layar ponsel miliknya, setelah melihat pesan dari istrinya.
Namun bukannya senang, Aditya dibuat bingung, bunga apa yang Bianca katakan, aku tidak pernah meminta siapapun mengirim bunga ke Garden House! Ulah siapa ini?
Aditya segera memanggil William untuk menanyakan hal ini, namun William juga tidak mengetahui apapun soal bunga yang dimaksud oleh Aditya.
To. Istri.
Sayang aku tidak pernah mengirimkan bunga kepadamu! jika aku ingin aku akan memberikanya langsung padamu.
To. Suami.
Aneh sekali !
To. Istri.
Letakan bunga itu diluar dan jangan menerima siapapun sebelum aku pulang.
Setelah menerima balasan dari Aditya, Bianca langsung melakukanya, dan meletakan bunga itu diluar rumah.
"Kita pulang sekarang! " Titah Aditya pada William.
"Baik Tuan" sambut Willam dan segera menyiapakan mobil untuk tuannya itu.
Siapa orang itu? Bunga. Sejak kapan ada yang mengirimkan bunga ke Garden House.
Apa Kirana yang melakukanya? Hampir sepanjang perjalanan Aditya terus memikirkannya.
Jika benar ini Kirana dimemang sangat keteraluan sekali.
Sementara ditempat lain.
"Apa paket itu sudah diterima? ."
"Sudah Tuan! Nona Bianca sendiri yang menerimanya."
"Bagus kau memang bisa diandalakan! "
"Terima kasih Tuan ."
"Sekarang pergi dan ambil uangmu. Ingat jangan pernah ada yang tahu bahwa aku yang mengirim paket itu."
"Baik Tuan Eric, saya akan merahasiakan ini dari siapapun."
"Tentu. Jika tidak kau tahu apa yang bisa kulakukan padamu dan keluargamu. Sekarang enyahlah dari hadapanku."
__ADS_1