IMPERFECT MARRIAGE

IMPERFECT MARRIAGE
IMPERFECT MARRIAGE Episode.58


__ADS_3

Flashback on.


"Saya , Aditya, membawa Anda, Bianca, untuk menjadi istri saya. Saya berjanji untuk mencintai dan menghormati Anda sejak hari ini, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya, Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita.”


“Saya memohon kepada semua yang hadir di sini untuk bisa menjadi saksi bahwa pada hari ini saya Bianca akan mengambil Aditya sebagai suami saya yang sah, dan saya berikrar. Saya akan mencintai suami saya dan akan selalu membuatnya bahagia. Akan setia kepadanya dalam pikiran, ucapan dan juga perbuatan. Akan menjadi seorang ibu yang baik dari anak-anak, akan menjadi seorang istri yang baik dan menaati petunjuknya dengan baik. Akan membina keluarga yang rukun dan juga bahagia di waktu senang dan di waktu susah.”


Flashback off.


Beberapa tahun yang lalu kami pernah mengucapkan janji itu, dengan perasaan dan hati yang benar-benar kosong. Tidak ada nama Bianca ataupun Aditya, dihati kami masing-masing. Bahkan untuk menyebutkannya saja masih terasa sangat asing.


“Bianca.... ” Beberapa kali Larasati selalu mendapati putrinya melamun.


“Ibu... ”


“Bagaimana, apa barang-barangmu sudah siap? Besok mungkin adalah terakhir kita disini.”


“Tenang saja. Semua sudah Bianca beresin bu... Lusa kita akan pulang, dan tidak ada yang perlu kita khawatirkan lagi... ”

__ADS_1


“Jo. Sudah mengatakan padaku tentang kejadian siang tadi... ” Larasati kembali membuat Bianca kembali mengingat semuanya.


“Sudahlah bu, tidak ada yang perlu kau cemaskan. Bianca baik-baik saja.” Bianca tersenyum kearah Larasati, walau sulit untuk mengerti bagaimana perasaanya saat ini.


“Soal Minyo, apa kau tidak akan membawanya bertemu dengan Aditya. Dia selalu bertanya-tanya tentang ayahnya.” Tandas Larasati.


“Bu... Aditya akan segera menikah, bukankah itu akan membuatnya semakin bingung. Aku yang akan segera bertunangan, dan ayahnya akan segera menikah. Lalu nanti dia akan bertanya, mana ayah dan ibunya yang sebenarnya.” Bianca menjelaskan kekhawatirannya pada ibunya.


“Tapi sampai kapan kau akan menutupinya, dia akan terus bertanya Bianca. Bahkan mungkin saat dia mulai bertumbuh dewasa dia akan terus menanyakan tentang ayah kandungnya. Setelah besok, entah apakah kita bisa kembali ketempat ini lagi.”


“Kumohon kali ini saja. Bianca yakin Minyo akan baik-baik saja, tanpa harus mengetahui bahwa ayahnya adalah Aditya.”


📍Langit Malam.


Malam panjang hanya dilalui Aditya dengan terus meneguk minuman keras, yang semakin lama semakin menghilangkan akal sehatnya.


__ADS_1


“Tidak ada yang bisa menentangku. Tidak satupun. Aku tidak kalah... Pria pecundang itu, dia pikir dia siapa, HAH ? Melenyapkannya dari muka bumi inipun, aku bisa !!! Istriku... Putraku... Dia mengambil semuanya dariku. Dia mengambil mereka, aku adalah pria kesepian.” Rancu Aditya.


“Berikan aku satu gelas lagi... ” Pinta Aditya pada bartender.


“Satu gelas lagi... ”


“Satu gelas lagi... ”


Begitu seterusnya, hingga tak terhitung sudah berapa kali pria itu memintanya.


“Tuan apa anda baik-baik saja...”


“Apa kau meremehkanku... Aku tahu kalian semua menertawakan ku, bukan? Kau... kau... dan... kau... aku tahu apa yang ada dipikiran kalian semua... ” Aditya mulai menunjuk-nunjuk satu persatu orang yang berada disana.


Beruntung William datang tepat pada waktunya, sebelum Aditya makin mengamuk dan menghancurkan semua yang bisa dihancurkan nya.


“Tinggalkan kami sendiri... ” Titah William, semua orang langsung segera mengosongkan tempat itu. Dan menyisakan mereka berdua.

__ADS_1


Satu hal yang William sangat mengerti, tidak akan ada yang bisa menghentikan Aditya saat ini. Hanya hingga sampai ia menyadarinya sendiri....


Bersambung ...


__ADS_2