
“Viviean sadar lah...”
Aditya masih berusaha menyadarkan Viviean. Namun masih belum ada respon dari wanita itu.
...
Beberapa menit kemudian..
“Aditya apa yang terjadi...”
Aditya langsung mendekati Viviean kembali.
“Apa kau baik-baik saja?.” Tanyanya.
Mendengar pertanyaan itu Viviean kembali mengingat semuanya. Ia ingat bahwa Aditya telah membatalkan acara pernikahannya.
“Aku tidak ingin Adit. Jangan batalkan pernikahan kita. Aku, keluargaku akan malu jika hal itu terjadi. Bahkan.... Aku sudah mengumumkan semuanya, ayah, ibuku juga akan segera datang ke Beijing. Aku mohon......” Vivien menangis dan memohon belas kasihan pria yang ada dihadapannya itu.
Aditya terdiam.
“Ini memang bukan kesalahan Viviean sepenuhnya, atau malah Viviean sama sekali tidak bersalah, keegosianku lah yang membuat semua ini terjadi. Apa lagi dia sampai berani menyakiti dirinya sendiri, dan itu karena diriku.” Batin Aditya.
“Adit jawab aku. Katakan pernikahan kita tidak akan dibatalkan.” Desak Viviean.
Aditya masih berdiam.
__ADS_1
“Jika aku tidak membatalkan pernikahan ini bagaimana dengan Bianca. Setelah semua yang terjadi apa aku harus kehilangan dia lagi.” Lagi-lagi Aditya bergumam dalam hati.
“Adit...”
Aditya meraih tangan Viviean. Ia pengan sangat erat.
Cup. Aditya mencium punggung tangan Viviean. Dan wanita itu kembali tersenyum.
Aditya menggelengkan kepalanya. Dan senyum Viviean kembali hilang, ia menatap penuh tanya, apa arti gelengan itu.
“Kau wanita yang baik Viviean. Aku tahu kau mencintaiku dan aku sangat berterima kasih kau sudah mencintaiku sebaik itu. Tapi mungkin aku bukan orang yang tepat untuk memilikimu, karena Tuhan tahu, aku tidak akan bisa membahagiakan wanita sebaik dirimu.” Aditya berlutut dihadapan Viviean, ia sadar, dialah yang brengsek.
“Adit.. Berdiri, aku tidak akan mundur.” Tegas Viviean.
“Aku tidak bisa, aku tetap akan membatalkan acara kita. Tidak akan ku biarkan siapapun mempermalukanmu dan keluargamu. Aku berjanji.”
“Bahkan dia hampir pergi untuk selamanya dari hidupku.”
“Lalu kenapa dia tidak pergi..”
“Karena aku tidak mengijinkan dia pergi lagi, aku mencintainya. Aku tidak pernah segila ini soal cinta, tapi wanita itu, dia benar-benar membuat aku gila karena terlalu mencintainya.” Ungkap Aditya.
“Dia sudah meninggalkan mu bertahun-tahun, dia juga sudah memiliki kekasih bernama Jonathan. Apa yang harapkan. Hanya aku yang pasti untukmu Adit. HANYA AKU !!!.”
“Dengarkan aku dulu....”
__ADS_1
“APA LAGI, CINTA... Kau mau bilang KAU MENCINTAINYA, itu lagi.” Teriak Viviean.
“AKU SUDAH MEMILIKI PUTRA.” Bentak Aditya.
“Kau dengar Viviean. Aku dan Bianca sudah memilik putra. Bagaimana aku bisa meninggalkan keluargaku, anak dan istriku, mereka sangat berarti bagiku.”
Kali ini Viviean lah yang tak bisa berkata-kata. Aditya sudah memiliki putra. Bagaimana bisa? Itu tidak mungkin. Tapi melihat keseriusan Aditya mengatakannya, Viviean sangat yakin itu bukanlah sebuah kebohongan.
“Kumohon jangan lakukan sesuatu yang buruk. Jangan menyakiti dirimu demi orang sepertiku.” Pinta Aditya dengan tulus.
“Pergilah...”
“Tidak, aku tidak akan pergi.” Aditya ngotot tidak akan meninggalkan Viviean. Dia takut wanita itu akan melakukan hal yang dapat membahayakan dirinya.
“Kenapa? Apa kau takut aku akan menyakiti diriku lagi? Apa pedulimu, pergilah....”
“Aku akan pergi setelah kau berjanji tidak akan mencoba menyakiti dirimu lagi.”
“Cih... Ini tubuhku tidak ada urusannya denganmu. Aku mau melakukan apapun itu hak ku. PERGI DARI SINI.” Bentak Viviean mengusir Aditya.
Karena terlalu kesal Aditya benar-benar pergi meninggalkan Viviean. Namun dia tetap harus meminta seseorang untuk membantunya sekarang dan hanya William yang bisa dipercaya olehnya untuk menenangkan Viviean sekarang.
Bersambung...
Mohon maaf Author baru bisa update lagi.
__ADS_1
Terima kasih yang masih sabar menunggu. Mohon dukungannya selalu, agar Author selalu semangat.💕🙏💕🙏