IMPERFECT MARRIAGE

IMPERFECT MARRIAGE
IMPERFECT MARRIAGE Episode.24


__ADS_3

"Kirana, apa kau sudah siap? ."


"Tentu saja, aku sudah tidak sabar menemui priaku."


"Besabarlah sebentar lagi Kirana. Pemainan kita akan dimulai beberap jam lagi. Jangan melupakan semua rencana kita. Malam ini kita buat mereka hancur."


"Baiklah. Aku mengerti Eric."


The Shimao Wonderland Intercontinental


Sejak pagi tadi aku sudah berada disini bersama Aditya dan kedua orang tua kami. Adit juga sudah menyiapkan kamar untuk kami dan tamu undangan kami, yang berasal dari beberapa negara.


Ini memang terlalu berlebihan bagiku, untuk apa Adit menggundang rekan-rekan bisnis hanya untuk menghadiri pesta ulang tahunku. Tapi aku juga tidak punya alasan untuk melarang apapun yang Aditya lakukan.


"Sayang. Kau tampak menggagumkan sekali" Aditya takjub melihat diriku.


"Kau seperti Tuan Putri dari kerajaan Inggris" Pujinya lagi.


"Jangan mengombal, nanti kepala istrimu ini akan semakin besar sayang !" Ucapku. Aditya mendorong ringan tubuhku, tepat didepan cermin yang memperlihatkan penampilanku dengan jelas.


"Coba lihat orang yang ada didepan sana, apakah aku berbohong. Lihatlah kau benar-benar cantik Bianca" Ucap Aditya menatap bayanganku yang terpantul dengan jelas pada cermin yang ada dihadapan kami.


"Jika aku adalah tuan Putri, maka kau adalah pengeranku Aditya" Ucapku, sembari membalikan tubuh kehadapanya.


"Tentu saja tuan putriku, sekarang ayo kita turun, acaramu sebentar lagi dimulai" Ajaknya. Aku meraih tangan Aditya, berjalan disampingnya.


Kami menuruni satu persatu anak tangga, semua mata menatap kearahku dan Aditya yang melangkah bersama. Malam ini aku adalah bintang yang paling terang dibanding bintang-bintang lainnya.


Dipertenghan Aditya menghentikan langkahnya. Keheningan kembali terjadi...


"Selamat malam semuanya...Terima Kasih atas kehadiran kalian semua. Malam ini saya sangat senang anda-anda sekalian bisa bergabung ditengah kebahagian keluarga saya. Suasana hati saya begitu baik malam ini, bukan tanpa suatu alasan. Seorang Dewi sedang berbahagia hari ini, Dewi tercantik yang berada disampingku ini. Istriku Bianca Christina Darmawansa, Bintang yang paling terang malam ini. Selamat ulang tahun sayangku"


Aditya membuat aku tak henti-hentinya terkesan, kata sambutan itu terlalu manis. Aditya berhasil membuat wanita-wanita lainya menjerit iri, dengan perbuatan manisnya padaku.

__ADS_1


"Nikmati acaramu sayang" Aditya berbisik dan kembali melangkah menuruni anak tangga itu bersama.


Sementara dari kejauhan. Ada hati yang sangat hancur melihat kemesraan pasangan itu. Dia berusaha menahan agar air matanya tidak terjatuh. Pria yang pernah mencintainya, kini telah mencintai wanita lain, bahkan sepanjang kebersamaan mereka, pria itu tidak pernah melakukan hal manis itu padanya.


Aditya kenapa kau melakukanya? Aku tidak bisa melihatmu mencintai wanita lain. Harusnya wanita yang kau cintai hanya aku.


"Apa yang sedang kau pikirkan Kirana" Eric berbisik padanya"


"Aditya. Aku merindukanya" Ucap Kirana sambil terus menatap kearah Aditya yang masih bersama Bianca.


"Pergi, temuilah dia jika kau merindukanya!" Titah Eric.


"Dia akan mengusirku, jika aku melakukan itu" Kirana meragu.


"Carilah kesempatan" Eric kembali, mencuci pikiran wanita yang sedang patah hati itu.


Sekarang adalah kesempatanya. Aditya melangkah pergi menghampiri beberapa Rekan bisnisnya, yang tak jauh dari Bianca berada saat ini. Mereka tampak takjub dengan acara ini dan terus memuji-muji Aditya yang begitu perhatian dengan istrinya.


Tak lama berselang, seseorang menghampiri Aditya dan beberapa orang-orang penting itu.


Aditya tak habis pikir wanita itu adalah Kirana. Untuk apa dia datang, Aditya bahkan tidak pernah mengirimkan undangan untuknya. Tapi Aditya segera tahu, Tentu saja siapa lagi yang akan membawanya datang kalau bukan Eric Wijaya.


"Halo nona, sepertinya saya tidak asing dengan anda, apa saya mengenal anda?" Tanya Mr. Choi, salah satu kolega Aditya.


"Halo Mr. Choi, saya Kirana, dari The Thelegrap" Jawab Kirana, memperkenalkan dirinya.


"Oh. Nona Kirana, anda adalah wanita hebat itu. Saya banyak mendengar tentang anda" Seru Mr. Choi lagi.


"Apakah nona datang sendiri? " Tanya seorang kolega Aditya yang lain.


"Tidak, saya datang bersama seorang teman" Jelas Kirana. Beberapa saat Aditya hanya diam tidak memberikan respon apapun pada Kirana.


"Ah. Masa wanita cantik seperti Nona Kirana, hanya datang bersama teman" Ucap Mr. Choi menggodanya.

__ADS_1


"Hahah" Kirana tertawa kecil. "Kekasih saya sebenarnya juga berada ditengah-tengah kita malam ini" Ucap Kirana ambigu.


"Wah, dimana orang beruntung itu Nona?."


"Entahlah dia tidak terlihat, sepertinya dia sedang bersama wanita lain" Ucap Kirana lagi, sehingga membuat orang semakin bingung. " Saya hanya bercanda tuan-tuan, kekasih saya sedang ke toilet sekarang" Tambah Kirana. Jelas-jelas dia hanya mengarang.


"Saya rasa, saya harus pergi dulu, permisi" Pamit Aditya, tentu saja Kirana mengerti bahwa Aditya sedang berusaha menghindarinya.


Ditengah keramaian Kirana mengejar langkah Aditya yang menjauhinya. Adit melangkah menjauhin kerumunan orang-orang disekitarnya, menuntun langkah Kirana yang sejak tadi mengikutinya.


Di atas gedung The Shimao


"Kenapa kau datang kesini? "Tanya Aditya dengan nada dingin.


"Kau tahu apa yang aku inginkan Aditya! " Seru Kirana.


"Berhentilah berharap. Aku sudah mengakhiri semuanya! "


"Tapi aku tidak pernah mengatakan bahwa kita akan berakhir seperti ini !" Kirana menolak pernyataan Aditya.


"Jika salah satu sudah memutuskan untuk berhenti untuk apa memaksa untuk maju" ucap Aditya berusah menahan diri, menghormati Kirana.


"Kau jahat Aditya. Aku mencintaimu, aku merindukanmu sayang" Ucap Kirana, kemudian berlari mendekati Prianya itu dan memeluknya. Tidak ada penolakan dari Aditya saat Kirana melakukanya.


"Adit, lihatlah diriku, kau mencintaiku kan? Kau hanya sedang bingung sayang, karena wanita itu terus berada didekatmu" Jelas Kirana, lalu meraih rahang bahwa Aditya untuk mendekati bibirnya.


Kirana menghisap bibir bahwa Aditya, dengan lembut dia berusaha terus memainkan lidahnya didalam mulut Aditya, namun Pria itu sama sekali tidak berminat untuk membalas ciuman itu. Dia terus mencoba, sampai akhirnya kelelahan sendiri, dan melepaskan tautan bibirnya dari Aditya.


"Ada apa denganmu, bukankah kau selalu suka melakukanya bersamaku sayang" Ucap Kirana terus mencoba, meskipun dia tahu Aditya sudah benar-benar enggan bersamanya.


"Apa kau sadar sekarang Kirana. Bahkan saat kau melakukan hal itu, aku sudah tidak berminat dan berhasrat lagi melakukanya!" Seru Aditya, agar Kirana mengerti perasaanya saat ini.


"Tidak... Wanita pengoda itu yang menggodamu sayang, lihat mataku sayang, katakan kau mencintaiku kan" Kirana terus mencoba.

__ADS_1


"Jaga bicaramu Kirana, wanita itu Istriku. Kaulah yang harus sadar. Aku mencintai Bianca, Hanya Bianca. Malu lah pada dirimu sendiri sekarang, aku adalah pria yang beristri. Kaulah yang pantas disebut wanita penggoda. Menyingkirlah dari hadapanku, atau aku tidak segan-segan melakukan sesuatu yang buruk padamu" Ancam Aditya, mendorong Kirana menjauh dari tubuhnya. Kemudian berlalu dari hadapan wanita itu.


__ADS_2