IMPERFECT MARRIAGE

IMPERFECT MARRIAGE
BAB 121 - Dariel & Fredella


__ADS_3

Setelah anak-anak besar Dariel dan Fredella tidak lagi pergi berdua setiap perjalanan bisnis, melainkan bersama putra putri mereka. Apalagi dua anaknya ini sangat menyukai otomotif, termasuk Valerie, walaupun wanita dia selalu ingin tahu.


Dariel termasuk ayah yang membebaskan minat dan bakat putra putrinya, kalaupun tidak ada yang berniat mewarisi hotel. Keluarga Bradley masih memiliki Zac dan anak-anak Denna.


Keempatnya berlibur ke Alcaniz, Spanyol. Theodore sangat berminat sekali menjajal kendaraan roda dua di sirkuit Aragon. Seperti sekarang Fredella lagi-lagi harus melatih kesabaran, sebab Theo merengek ingin mencoba lintasan sepanjang lebih dari lima kilometer.


“Dariel kamu … kamu mau mengizinkan Theo? Ya ampun kalian bertiga ini benar-benar membuat kepalaku pusing. Dia masih kecil Dariel, aku tidak mau putraku ikut balapan usianya belum genap tujuh tahun.” Oceh Fredella, melihat Theo dan Vale sangat antusias.


“Bakat mereka perlu di latih sejak kecil sayang, tapi tenang aku juga tidak ceroboh. Mana mungkin putra ku ikut pertandingan sekarang. Mungkin menginjak remaja.” Dariel tertawa, deret gigi putih bersihnya begitu jelas.


“Apa? Remaja? Oh Ya ampun, mereka itu masih harus sekolah dan belajar. Kenapa salah satu dari mereka tidak mengikuti jejak Mommy-nya?” ucap Fredella frustasi, lalu mendaratkan bokong pada tribun penonton.


“Mudah sayang, bagaimana kalau kita beri adik untuk Theo dan Vale? Selama ini aku tidak tega melihatmu, kejadian ketika melahirkan selalu aku ingat.” Tutur Dariel, salah satu alasan enggan menghamili istrinya lagi.


Fredella memeluk lengan kekar Dariel, menyandar dan menggeleng lemah. Keduanya tidak ada yang berminat menjadi peneliti atau novelis. Apa dua profesi itu membosankan? Fredella selalu bertanya dan berpikir.


“Daddy ayo. Aku dulu ya, aku mau.” Theo dan Vale berebut siapa yang akan ikut besama Daddy mereka, mengendarai kendaraan milik salah satu pembalap MotoGP terkenal.


“Hey jagoan sabar. Princess kali ini Daddy minta maaf, karena Theo yang akan ikut dengan Daddy. Kamu dan Mommy naik mobil. Jangan membantah sayang, Daddy mencintaimu.” Tukas Dariel, menatap wajah sendu Valerie.

__ADS_1


Gadis cilik itu terpaksa menurut, kalau menolak ya dia tidak akan melintasi sirkuit itu, karena Mom Fredella enggan menuruti keinginannya.


“Seharusnya kamu jangan mengikuti Theo, dia laki-laki sayang. Mommy ingat tidak mengidam makanan aneh sewaktu hamil kalian tapi kenapa jadi seperti ini?” keluh Fredella.


.


.


.


Setelah menyenangkan kedua buah hati, Dariel membawa keempatnya untuk bertemu dengan seseorang yang akan bekerjasama dengannya. Dariel melirik industry otomotif dan hanya sebagai investor pasif saja. Mereka mengunjungi cafe dan menunggu pimpinan Torres Inc.


“Jangan marah sayang, ini aku lakukan untuk masa depan mereka. Lagi pula Tuan Torres salah satu investor di hotel kita. Tidak ada salahnya kan, aku menanam dana di salah satu anak perusahaannya?” Dariel masih membujuk Fredella yang sangat tidak setuju dengan keputusan ini.


“Silahkan duduk, Tuan.” Ucap Dariel.


Keduanya membahas investasi yang jumlahnya tidak main-main. Dariel juga harus mengetahui seluk beluk perusahaan sampai laporan keuangannya.


Sementara suami membahas bisnis, Fredella memilih menemani kedua anaknya di taman. Ibu dua anak ini terkejut melihat putranya akan melayangkan tinju kepada seseorang. Padahal tubuh anak itu lebih besar dari Theodore.

__ADS_1


“Theo, No. Sayang jangan. Ada apa ini? Kamu bertengkar dengan orang asing?” tatap Fredella pada dua anak lelaki di depannya.


“Dia mendekati Vale. Aku tidak suka mom.” Geram Theodore.


“Aku hanya duduk di sini memang apa salahnya?" sahut anak laki-laki berusia sembilan tahun.


"Jelas salah! Masih ada tempat kosong tapi memilih duduk di sini." sinis Theodore.


Untung saja Fredella datang tepat waktu kalau tidak, pasti putranya kembali membuat masalah.


"Ok Theo, ini tempat umum dan dia hanya duduk di sisi adikmu, jadi jangan selalu berpikir negatif sayang." Fredella berusaha menenangkan emosi Theodore yang selalu berapi-api.


Tidak tahu juga anak ini mirip siapa, Dariel tidak selalu bisa mengendalikan emosi dan Fredella tidak pernah memukul orang untuk menyelesaikan masalah.


"Ayo kita pergi dari sini Val." Theo merangkul bahu adiknya. Dia cemburu jika ada orang lain yang mendekati Valerie.


"Hi Aku Eberardo Mikhael Torres, salam kenal." Bisik anak laki-laki yang memang benar sengaja duduk di samping Valerie.


Valerie hanya tersenyum membalasnya, sebab kepala gadis kecil ini langsung ditutupi oleh jaket saudara kembarnya.

__ADS_1


"Wah kakak tadi baik sekali sangat berbeda dengan Ethan, menyebalkan." Kata hati Valerie yang selalu membenci Ethan Adrian Armend.


TBC


__ADS_2