IMPERFECT MARRIAGE

IMPERFECT MARRIAGE
Bab 95 - Kepergian Ayu


__ADS_3

BAB 95


Mami Kezia tidak percaya apa yang disampaikan pengasuh Ethan, seribu langkah wanita paruh baya itu mencari keberadaan Ayu dan cucunya.


Membuka pintu kamar Bobby, menyusuri setiap sudut, dan membuka lemari pakaian Ethan. Semua bersih tidak bersisa, Mami Kezia memegang dada yang mendadak sesak, ini tidak mungkin bukan? Ayu, perempuan desa itu tidak akan pergi meninggalkan semua kemewahan dalam rumah ini.


Kakinya masih terus melangkah, melihat ke atas nakas, membaca notes berwarna biru muda dengan beberapa kata.


‘Ayu minta maaf, semoga Bobby lekas sembuh. Siapapun yang menemukan ini, tolong sampaikan kalau Ayu dan Ethan menyayangi Bobby’


Karena kesal Mami Kezia merobek kertas kecil itu, ia tidak percaya. Pasti ini semua hanya akal-akalan menantunya. Akhirnya memberi perintah orang kepercayaan keluarga Armend untuk mencari Ayu.


“Kalian harus bawa cucuku, malam ini juga mereka berdua harus ada di dalam rumah. Cepat cari sekarang!” teriak ibu tiga anak itu. Memijat kepalanya yang mendadak pusing, belum selesai satu masalah sudah datang lagi yang baru.


“Dasar menantu tidak tahu diri, kemana dia?” Mami Kezia turun ke lantai satu, mengintrogasi semua asisten rumah tangga. Lebih mencengangkan lagi jawaban mereka sama satu suara, beberapa kali ditanya tetap tidak ada yang berubah.


“Kalian yakin kalau Ayu pergi sendiri? Dari sekian banyak kenapa tidak ada yang melihat kepergian Ayu?” Mami Kezia yang marah, memutuskan pergi ke rumah orangtuanya mencari Ayu.


Sekali lagi, usahanya sia-sia tidak menemukan hasil apapun, hanya ada dua asisten rumah tangga di rumah itu, bahkan aroma harum cucunya pun tidak ada.


Mami Kezia kembali ke rumah sakit, ia mempercayakan pencarian Ayu kepada anak buahnya.


Tiba di rumah sakit, Mami Kezia mendapat kabar kalau kondisi Bobby sempat menurun sampai akhirnya memanggil satu nama, yaitu Ayu.


“Mana mungkin itu Brady, ini rencana kamu kan?” Mami Kezia mengelak jika putranya menginginkan dan membutuhkan kehadiran Ayu saat ini.


“Benar mih. Lihat ke dalam dan tanyakan ke dokter, seharusnya Mami mengizinkan Ayu ke sini, bukan melarangnya. Sekarang di mana Ayu?” kesal Brady tidak mudah menghadapi wanita paruh baya yang telah melahirkannya.

__ADS_1


Mami Kezia hanya bisa diam , menutup rapat bibirnya dan menggeleng cepat, tidak tahu keberadaan Ayu sekarang. Ia bingung bagaimana menjelaskan semuanya ke Papi Leo. Pasti suaminya marah besar mengetahui kepergian Ayu dan Ethan.


**


Belasan jam berada di pesawat membuat Ayu tidak bisa menyesuaikan diri dan tubuhnya lemah, beruntung Dariel tidak pergi sendirian melainkan bersama Dwyne, Dayana dan anak-anaknya. Sehingga Ayu mendapat penangan dari Dayana.


“Apa pesawatnya belum mendarat ya? Padahal di luar sudah gelap.” Ucap Ayu, menyandarkan kepala di kursi, meminum lemon hangat. Ternyata menjadi seorang istri dari pengusaha tidak gampang, bahkan naik pesawat pun ketakutan, apalagi berada di udara lebih dari sepuluh jam seperti ini.


Dayana dan Dwyne setia menemani Ayu, mengajaknya bicara dari hati ke hati. Sampai kedua wanita itu memiliki rencana agar Ayu bisa disegani oleh Mami Kezia.


“Sabar, sebentar lagi kita sampai. Ah ya sebaiknya kamu jangan keluar rumah sendirian.” Ucap Dariel, khawatir istri dari sahabatnya menghilang entah kemana.


“I-iya ka, makasih mau membantu Ayu.” Tutur Ayu menundukkan kepala dan melihat Ethan yang terlelap dalam tidur. Riak di wajah Ayu berubah mendung, tidak yakin bisa hidup jauh dan melupakan Bobby. Apalagi putranya sangat mirip seperti pinang dibelah dua, bagaimana mungkin menjalani hari tanpa bayang-bayang Bobby.


.


.


“Oh jadi Inggris itu seperti ini, ya?” polos Ayu melirik ke sena kemari.


“Iya, makanya kamu jangan keluar rumah sendiri, banyak penculikan tahu tidak?” peringatan Dariel ini sukses membuat Ayu ketakutan setengah mati, tujuannya mengikuti Bradley bersaudara untuk hidup lebih baik bukan berakhir ditangan para penjahat.


Ayu menempel dan tidak menjauh sedikitpun dari Dwyne atau Dayana. Bahkan dalam mobil pun duduk rapat, memegang lengan saudari kembar Dariel.


“Ayu jangan takut, apa yang dikatakan Dariel jangan kamu telan bulat-bulat, dia memang jahil. Aku minta maaf atas nama adikku ya.” Tutur Dwyne menenangkan Ayu, sekaligus melirik tajam kepada adiknya.


“Kau?” desis Dwyne, kedua mata nyaris keluar.

__ADS_1


“Apa? Aku tidak melakukan apapun.” Ucap Dariel tanpa mengeluarkan suara, dan mengangkat kedua bahu.


“Kak, apa tidak merepotkan tinggal di mansion utama? Ayu takut menjadi beban Opa dan Oma.” Cicit ibu muda yang selalu di penuhi kecemasan berlebihan.


“Opa dan Oma senang, apalagi ada Ethan, Aku berani jamin kalau putramu itu jadi rebutan. Tenang Ayu, kamu tidak akan kesepian, di sana ada Denna. Usianya memang lebih tua dari kamu, tapi jangan sungkan untuk meminta bantuannya, dia baik dan paling antusias mendengar kabar kedatangan kita.


Ayu mengangguk perlahan, tidak lagi banyak bertanya dan mencoba menikmati perjalanan. Pikirannya sejenak mengingat Bobby, bagaimana kondisi suaminya itu? Ayu hanya bisa memanjatkan doa agar Bobby lekas sembuh.


Setelah melihat sendiri kondisinya sangat memprihatinkan, rasanya tidak sampai hati pergi sejauh ini. Apalagi ia kabur, tanpa pamit pada satupun anggota keluarga suaminya. Mungkin sekarang kakak ipar atau mertuanya mencari keberadaan Ayu dan Ethan.


Terlalu larut dalam lamunan, Ayu tidak sadar kalau mereka sudah tiba di mansion utama.


Hunian megah dengan gaya desain kontemporer modern dan tradisional itu mengalihkan perhatian Ayu. Sebelum turun dari mobil ia menarik napas, berusaha tersenyum. Mana mungkin bertamu dalam keadaan bersedih.


“Dariel , apa Fredella juga ada di dalam? Ku dengar dia hamil, selamat ya.” Ucap Ayu, tidak sabar bertemu dengan wanita yang pernah membuatnya iri hati tapi mereka sama-sama tersakiti oleh satu orang sama.


“Ya terima kasih Ayu. Fredella ada di rumah orangtuanya, jaraknya lumayan jauh dari sini. Besok aku jemput dia, kalian bisa menghabiskan waktu di mansion.” Tutur Dariel berjalan masuk mendahului Ayu.


Manik jernih Ayu menatap sekaligus membandingkan penampilan drinya dengan Bradley bersaudara, juga mengingat seperti apa pakaian yang sering digunakan oleh istri Dariel. Sejenak terdiam dan merendahkan dirinya sendiri yang buta apa itu fashion dan kawan-kawannya.


“Mungkin karena Ayu dari desa dan seleranya tidak bagus sampai Mami Kezia masih belum menerima Ayu.” Gumam Ibu muda yang berusaha menata hati dan pikiran. Lagi-lagi Ayu mengingat kelas sosialnya sangat jauh dari Bobby.


“Hey, kenapa melamum? Ayo masuk, Oma menunggu kamu dan Ethan di dalam.” Dwyne memegangi Ayu, karena tubuhnya terlihat lemah tanpa tenaga.


TBC


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2