IMPERFECT MARRIAGE

IMPERFECT MARRIAGE
IMPERFECT MARRIAGE Episode.54


__ADS_3

Mata Bianca menelusuri setiap sudut kamar yang dulu pernah ditempatinya bersama Aditya, semua masih sama seperti sejak awal. Termasuk dengan foto pernikahan mereka yang masih terpajang rapi didinding kamar itu.


“Apa kau lihat, Jika aku memang berniat menghilangkan mu sejak awal dari hidupku, aku tidak mungkin melakukan ini Bianca.” Entah dari mana Aditya tiba-tiba saja sudah berada di sana. Namun Bianca tidak ingin merespon ucapan pria itu sama sekali.


“Tidak bisakah kau mengatakan sesuatu untuk ku... Jika aku saja tidak bisa menghilangkan mu, aku tidak yakin kau juga bisa menghilangkan ku... ” Sambung Aditya.


“ Aku pulang sekarang. Makan mu sudah siap. Aku sudah melakukan persis seperti yang kau minta Aditya, jadi jangan ganggu hidup kami lagi. Aku akan bertunangan dengan pria yang kucintai. Dan putraku dia juga sangat mencintai pria itu.”


“Putramu? Dia juga putraku, didalam tubuhnya mengalir juga darahku. Kau tidak bisa seegois itu padaku Bianca. Aku tahu kau mencintaiku.”


“ Iya aku mencintaimu... Diantara pernikahan yang tak bahagia, aku pernah benar-benar bertahan untuk orang sepertimu. Meskipun dia bilang akan menciptakan nereka dihidupku, aku tidak mundur selangkah pun darinya. Karena aku percaya suamiku, dia pasti bisa berubah. Dan apa kau tahu? Dia benar-benar berubah hari itu. Dia berubah menjadi pria yang sangat mencintaiku, banyak hal yang terjadi dan hampir menghancurkan kami, tapi dia bilang percayalah padanya... Dan bodohnya aku benar-benar mempercayainya. Kau tahu apa yang terjadi? Seorang wanita datang kepadaku, ia mengatakan bahwa suamiku dan dia, saling mencintai. Awalnya aku menolak untuk percaya, tapi apa yang ditunjukannya sudah cukup membuatku sadar, mungkin hanya aku yang mencintainya sedalam itu. Dan kau... kau tidak mencintaiku. Karena jika benar orang itu mencintaiku, dia tidak akan melakukan itu. Apa kau puas Aditya. Kau membunuh hatiku, kau menghancurkan cinta yang ku jaga untukmu. Hanya karena wanita itu... ” Bianca terisak-isak mengatakan itu didepan Aditya. Hal yang sudah lama dikuburnya dalam-dalam kini kembali kepermukaan.


“ Kau harus tahu alasanya Bianca.... ”

__ADS_1


“Tidak aku tidak ingin mengetahui apapun. Kita sudah berakhir.” Bianca menolak untuk memdengarkan apapun.


“ Kau boleh mengganggap ini berakhir tapi aku tidak akan membuat ini berakhir. Maaf membuatmu meragukanku, katakan bagaimana cara agar kau bisa memaafkanku .. ” Tanya Aditya.


“Lepasakan aku dan Minyo, maka aku akan memaafkanmu.. ” Ucap Bianca.


“ Baiklah aku akan melakukannya, pergilah... Jika kau bahagia dengan pria itu. Dan Minyo kumohon beri aku satu kesempatan melihatnya. Dan aku akan melepaskan kalian.. ” Ujar Aditya.


“ Aku tidak bisa berjanji membawanya, ini akan mengejutkan anak itu.” Tolak Bianca.


“ Baiklah aku akan memikirkannya. Aku harus pulang sekarang. Semua orang pasti sedang mengkhawatirkan ku.” Seru Bianca kemudian pergi meninggalkan Aditya.


Hal yang tidak pernah kusadari adalah aku benar-benar merindukan tempat ini. Begitu juga kenangannya. Karena sudah berada disini rasa itu sedikit terobati, bisa melihat Aditya dan Garden House kembali, kurasa itu sudah cukup. Tidak ada yang ku inginkan lagi.

__ADS_1


Mungkin inilah saatnya aku harus benar-benar melepaskan perasaan ini dan kembali menata hidup.


Setidaknya aku tidak terlalu menyesal kembali ketempat ini. Sekarang aku tahu bahwa orang itu hidup dengan baik, meski tanpa ku.


Sementara itu di Garden House.


📞“Baiklah mah... Jika itu yang kau mau, aku tidak akan menolak lagi. Aku akan meminta Vivie menikah denganku... ”


“Seharusnya kau mengatakan itu sejak dulu Aditya. Mamah senang sekali mendengarkannya. Cepatlah, bawa Vivie.. ” Ariani tidak dapat menutupi kegembiraanya, walaupun hanya melalui ponsel. Dia tidak menyangka anak kesayangannya kini mau mendengarkannya.


“Aku harus membicarkannya dulu dengan Vivie. Besok Adit telpon lagi... Selamat malam mah... ” Tutup Aditya.


__ADS_1


Aku tidak bisa mendapat kebahagiaanku lagi, namun setidaknya aku masih bisa membahagiakan seseorang dengan keputusanku ini.


__ADS_2