
Pukul 19:00 Malam.
“Bianca, Jonathan sudah didepan,sayang...” Panggil ibuku.
“Oke ibu, aku akan segera turun...”Sahutku.
Dengan langkah cepat aku segera turun. Namun pandangan ibu telihat sangat berbeda saat aku menuruni satu persatu anak tangga.
“Apa kalian akan berkencan sayang? Kau cantik sekali nak... ” Puji Ibu, tak henti-hentinya menatapku.
“Jangan menggodaku seperti itu bu. Aku tidak tahu kemana pria itu akan membawaku.. ” Seruku. “Baiklah aku pergi sekarang. Aku titip minyo bu.” Pamitku, lalu segera keluar menghampiri Jo, yang sudah menantiku.
“Hei Jo, maaf membuatmu menunggu... ” Seruku.
Lumayan lama aku menunggu responnya, namun Jo masih dengan tatapan anehnya padaku.
“Jo... ” Panggilku lagi. “Apa ada yang salah denganku?. ” Tanyaku yang merasa benar-benar tidak percaya diri dengan penampilanku sekarang.
“Tidak... Kau sangat menggagumkan Bianca, kau sangat cantik.. ” Pujinya dengan tatapan yang masih sama seperti tadi. “Baiklah ayo kita berangkat sekarang nona.” Ajaknya. Aku hanya dapat tertawa geli, dengan perlakuan Jo padaku malam ini.
Aku segera meraih tanganya. Dan menuntunku untuk masuk kedalam mobil mewah itu.
Diperjalanan, aku bisa merasakan bahwa suasana hati Jo sangat baik hari ini, sejak tadi dia terus saja tersenyum dan beberapa kali melirik kearahku.
“Aku malu dengan tatapanmu itu Jo, kumohon hentikanlah.” Pintaku.
“Tidak ada yang salah Bianca. Aku hanya tak bisa berhenti menggagumimu malam ini.. ”
__ADS_1
“Baiklah terserah mu saja tuan Jonathan, lakukanlah yang kau inginkan.” Ucapku sambil terkekeh.
Beberapa menit kemudian....
Kami tiba disebuah tempat, yang entah apa namanya, namun tempat itu benar-benar indah. Aku yakin tempat ini ditujuhkan untuk pasangan kekasih.
Jonathan dan aku, kami bukan sepasangan kekasih, tapi untuknya aku tidak akan menolak dibawah ketempat ini.
“Katakan padaku, tempat apa ini Jo... ” Ucapku yang tak henti-hentinya begitu memuja keindahannya.
“The Eden... Itulah namanya, aku tidak tahu pasti kenapa namanya seperti itu. Namun rumornya jika datang ketempat ini, kita akan menemukan segalanya. Termasuk cinta...” Jelasnya begitu serius.
“Benarkah? Itu terdengar konyol sekali Jo... ” Seruku.
“Entahlah, maka dari itu aku ingin mencobanya bersamamu.. ”
Setelah melangkah cukup jauh, kini mataku disuguhi pemandangan yang semakin menarik perhatian. Aku langsung tahu, pasti Jo yang menyiapkan ini semuanya.
“Baiklah sekarang aku mengerti, disinikah tempatnya.. ”
“Ya tentu saja, ayo kemarilah.... ” Ajak Jo. Membawaku bersamanya. “Duduk disini... ” Titahnya lagi.
“Wow, ini terlalu berlebihan untukku. Kau seharusnya membawa wanita lajang bersamamu kemarin... ”
“Jangan bicara seperti itu. Hanya kau yang kuperbolehkan untuk berkencan denganku.” Serunya.
“Baiklah. Apakah kita bisa memesan sekarang?. ” Tanyaku.
“Pesanlah apapun yang kau sukai Bianca... ” Suruh Nya.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, hidangan sudah tersedia diatas meja kami.
“Mari kita makan sekarang. ” Ajak Jonatahan.
Rasanya aku seperti menggulang masa lalu saat melakukan ini. 5 tahun yang lalu ditempat yang tidak kalah indah dan romantis. Seorang pria pernah membawaku ketempat seperti ini. Aku juga ingat, itu adalah pertama kalinya dia membawaku kedepan publik. Ku pikir hidupku hanya akan berakhir di istana megah bernama Garden House, ternyata aku masih bisa menikmati tempat-tempat indah lainnya bersama pria tampan, yang pernahku sebut suami. Tentu itu hanya masa lalu, dan sekarang pria lainnya kembali membuat hal manis untukku, Jonathan. Terkadang aku melihat bahwa dia sangat serius dengan perasaanya padaku, tapi entah kenapa, aku tidak yakin tentang perasaanku padanya. Atau ini hanya karena masa lalu yang masih kusimpan rapat untuk tidak disentuh oleh siapapun. Aku juga tak tahu.
“Bagaimana apa kau menyukai kejutanku ini?.” Tanya Jo, disela-sela kami menikmati hidangan kami masing-masing.
“Ya ini sangat indah Jo...”
“Jika kau ingin, aku bisa membuat kejutan indah lainnya untukmu Bianca.. ”
“Berhenti terus menggodaku Jo... ”Ujarku.
“Aku serius Bianca. Aku sangat serius dengan ucapanku, dan perasaanku padamu. Bukalah hatimu sedikit untukku sentuh.” Ujar Jonathan.
“Aku tidak ingin menyakitimu Jo... Aku tidak bisa menjanjikan apapun untukmu, bahkan hatiku sekalipun. Bagaimana kalau kau terluka karenaku? Aku benar-benar akan sangat menyesal jika melakukan itu... ” Lirihku.
“Katakan padaku..Apa yang kau takuti sebenarnya? Apa pria itu masih sangat berarti dihidupmu. Setelah apa yang telah dilakukanya padamu?.”
“Aku juga tidak tahu, ada apa dengan perasaanku. Maafkan aku Jo... ” Ungkapku.
“Jangan seperti itu. Aku tidak apa-apa, selama kau tenang dan hidup bahagia itu sudah cukup untukku... ”
“Ya aku bahagia, karena orangtuaku, Minyo, dan kau.. Selama ada kalian, bagaimana aku bisa tidak bahagia.”
Entah sejak kapan, tapi kami sudah menghentikan semua acara makan-makan kami.
Jika suatu saat perasaanku, bisa menghilangkannya. Maka akan kupastikan kaulah orang yang akan ku pilih, Jonathan. Tapi aku tidak bisa mengatakan itu sekarang, aku takut berjanji. Karena aku tahu rasanya terhianati oleh sebuah janji.
__ADS_1