IMPERFECT MARRIAGE

IMPERFECT MARRIAGE
IMPERFECT MARRIAGE Episode.17


__ADS_3

Halo para readers. Terima kasih sudah mampir di Novel IMPERFECT MARRIAGE  Mohon dukunganya selalu.


Jangan lupa vote,  like dan komen, agar


author lebih semangat up setiap episodenya.


Klik juga ❤ menjadikan novel saya sebagai favorit.


___________________________________________


Ada hal yang sulit dijelaskan dari sebuah kata cinta, mampu meluluh-lantakan sebongkah ego. Cinta macam apa yang bisa mengubah rasa benci dan dendam menjadi seperti ini


Garden House


Aku bahkan tidak berani menatap kearah pria yang kusebut suamiku ini. Suasana hatinya sedang tidak baik saat ini, bahkan dikamar saja dia tidak mengeluarkan sepatah katapun padaku. Kenapa seperti aku yang sedang berbuat kesalahan, jelas-jelas Tuan Eric lah yang mengajaku berdansa, lagipula aku juga menolaknya, lalu apa yang salah dari itu.


"Kau tidak salah sayang" Ucap Aditya seolah bisa membaca pikiranku. Mataku membulat menatap ke arahnya, apa benar dia sedang membaca2 pikiranku.


"Apa kau sedang merasa bersalah? tanya Adit padaku lagi"


"Kau sedang marah! " Seruku.


"Kau benar-benar tidak peka dengan suamimu ini Bianca!"


"Peka?" Tanyaku lagi.


"Hmmm. Aku tidak suka pria lain mendekatimu, Pria brengsek itu mencoba menggodamu"


"Kau cemburu sayang?"


"Tentu saja, aku tidak suka pria lain mendekati istriku seperti itu"


"Kau pikir aku akan tergoda? Adit. Tidak akan ada yang bisa menggantikanmu dihatiku saat ini, dan seterusnya. Bahkan sekalipun aku pergi jauh, kau harus tahu, aku hanya bisa mencintaimu " Ucapku Berjanji


"Aku mencintaimu Bianca! " Seru Aditya. Ini adalah pengakuan pertamanya pada Bianca, setelah sekian lama ia mencoba memahami perasaanya sendiri. Akhirnya Aditya tahu bahwa inilah cinta.


Aditya Pov


Tentu ini cinta yang berbeda dengan yangku dimiliki pada Kirana. Bahkan aku meragukanya sekarang. Apa benar selama ini adalah cinta? bertahun-tahun terasa sangat sia-sia.

__ADS_1


Egokulah yang menahanya, rasa ingin memiliki yang besar atau sebuah obsesi bodoh yangku ciptakan sebagai alasan untuk mencintainya. Aku tidak tahu pasti, yang aku tahu jika benar itu cinta, apa akan semudah ini bagiku mencintai wanita lain.


Bahkan rasa itu semakin dalam setelah makinku sadari, Bianca dialah satu-satunya yang kucintainya. Aku harus mengakhir permainan bodohku ini, sebelum semuanya terlambat. Sebelum aku kehilangan dia yang benar-benarku cintai~


"Aku lebih mencintaimu Aditya" Balasku


"Aku merasa pernikahan kita sudah baik-baik saja sekarang, maafkan aku membuat satu tahun pernikahan kita menjadi menyakitan untumu, tidak seharusnya seperti itu".


"Aku tidak pernah menganggap itu sebuah masalah besar Adit. Yang kau harus tahu aku bahagia bersamamu".


Satu tahun pernikahanku memang bukan hal yang mudah, aku tidak bisa mengatakan bahwa aku tidak menderita dengan perlakuan Aditya, itu memang hal kelam dihidupku.


Tapi saat aku mulai hampir kehabisan tenaga untuk bertahan, tebak siapa yang datang, Adit? Ya. Aditya sendiri yang datang padaku, orang yang bertanggung jawab atas semua hal menyakitkan yang kualami.


Pelahan-lahan kabut gelap yang membatasiku dengan dirinya lenyap. Kalian tahu aku tidak mungkin melakukanya! Hanya Aditya yang bisa.


Dan itu hal baik untuk awal baru hubungan kami. Aditya dan Aku, bahkan kami sendiri saja tidak pernah bermimpi akan menjadi seperti sekarang. Lucu bukan?


Hanya keajaiban Takdir yang bisa membolak-balikan hati seseorang.


"Sayang? " Panggil Aditya, membuatku merespon mengarahkan tubuh mendekat kepadanya. Tangan Aditya mendekati dan merapikan rambut yang menempel diwajahku, tak sampai disitu dia juga mengelus pipiku dengan elusan sayang. Aku terhipnotis dengam ketampan yang dimiliki suamiku. Dia tersenyum melihatku yang sedang menggagumi dirinya. Tanpa sadar tanganku ikut bereaksi menyentuh wajahnya, dibiarkannya jari-jariku bermain disana, aku sangat suka dengan tatapan tajamnya padaku, tatapan seperti itulah yang bisa membuatku begitu menginginkanya.


Kalian akan tahu apa yang akan terjadi setelah ini.


*****


Pagi ini tubuhku lelah sekali, ini semua karena ulah Aditya. Aku bahkan tak ingin membuka pejaman mataku. Entah jam berapa sekarang, sepertinya aku kesiangan. Tanganku mencoba mencari keberadaan Aditya namun gagal, sehingga memaksaku mengerjapkan mata mencarinya.


Aditya benar-benar tidak ada lagi. Astaga ini sudah hampir pukul 10, mataku melotot menatap kearah jarum jam yang menempel didinding. Aditya pasti sudah berangkat, dan aku tidak menyiapkan sarapan untuknya.


Eh, apa ini mataku dibuat kembali fokus kearah meja kecil disampingku, segelas susu dan Nasi goreng yang diletakan disana.


Aku bangkit dari tempat tidurku.


Aditya selalu bisa membuat kejutan disetiap pagiku. Lihat saja aku menemukan catatan kecil darinya lagi hari ini 😊


Apa kau sudah bangun sayangku?


Apa kau sudah melihat sarapan yangku buat

__ADS_1


untukmu? Makan dan habiskan lah.


Karena aku membuatnya menggunakan


cinta.


Jangan senyum-senyum terus sayang !


Makanlah sekarang.


Aku mencintaimu .


Bagaimana aku bisa berhenti tersenyum jika perbuatanmu selalu membuatku sangat terkesan, manis sekali Aditya.


"Tuan orang itu sudah kami temukan! Tapi dia terus mengatakan tidak tahu siapa yang menyuruhnya. Kurasa dia juga telah diancam oleh sesorang! "


"Tambah hukumanya. Buat dia menderita samapai dia mau mengatakanya!"


"Baik Tuan akan saya lakukanan"


"Tunggu Pak Vano ! Aku akan kesana beberapa menit lagi, pastikan orang itu tetap hidup!"


"Baik Tuan, saya mengerti"


Kenapa orang itu tidak ingin mengatakan apapun, semenakutkan apa orang yang ada dibaliknya. Sampai aku tahu, akan buat orang itu hancur sehancur-hancurnya hanya dalam sekejap.


Tidak ada yang boleh mengusik keluarga Herlambang, apalagi istri Aditya Putra! Orang itu sepertinya bernyali besar sekali.


Dengan armarh yang masih meledak-ledak Aditya membukan lemari kerjanya, dia mengambil benda kecil berwarna hitam yang tersimpan baik disana.


"Jika dia tidak mau, maka senjata ini yang akan membuatnya bicara" Ucap Aditya


"Segera siapkan mobil kita ke Markas Nitara" Titah Aditya pada Willam yang sejak tadi berada dibelakangnya.


Markas Nitara adalah tempat yang paling mengerikan dibanding sebuah penjara,


jurang penderitaan bagi siapapun yang masuk kesana. Hanya beberapa orang yang tahu tempat itu, bahkan orang tua Aditya sendiri tidak mengetahui anak mereka adalah orang kejam dibalik Markas Nitara.


Siapapun akan berakhir tragis disana, hidup, harga diri, kekuasaan tidak berarti apapun ditempat itu. Mereka hanya berharap mati, tapi tidak semudah itu, akan lebih menyenangkan membuatnya menderita dan mati perlahan-lahan. Sebuah hukuman yang adil bagi para pengkhianat dan orang-orang licik.

__ADS_1


Aditya Putra Herlambang, sisi gelap yang paling ditakutkan darinya. Pria kejam, berdarah dingin.


Dia bahkan menyebut dirinya sebagai Malaikat pencabut nyawa, karena baginya dialah orang yang bisa menentukan apakah orang itu layak untuk hidup atau berakhir dengan tragis.


__ADS_2