IMPERFECT MARRIAGE

IMPERFECT MARRIAGE
IMPERFECT MARRIAGE Episode.44


__ADS_3

📍Kediaman Ariani Handoko


“Bagaimana dengan Vivie?.”Tanya Ariani, disela Aditya berkunjung kerumahnya.


“Aku tidak ingin membahasnya, jika bukan permintaanmu, aku tidak akan melakukan pertunangan itu... ” Jawab Aditya ketus.


“Dia adalah tunanganmu sekarang. Jagalah perasaanya... Jangan bilang wanita itu masih ada dipikiranmu. Dia sudah pergi jauh, untuk apa berharap sesuatu yang bodoh. Mungkin saja dia sudah menikah lagi sekarang. Kau pikir wanita muda sepertinya, akan tahan hidup sendiri..!. ” Seru Ariani, dengan nada penekanan.


“Jangan berbicara tentang Bianca lagi. Malam ini aku akan membawa Vivie keluar bersamaku, apa kau puas.. ” Jawab Aditya begitu dingin.


“Sejak berpisah dari wanita itu, kau seperti tidak menghormatiku lagi... ”


“Ayolah Mah, jangan bawah-bawah Bianca. Aku muak mendengarnya.” Ujar Aditya.


“Kau tidak ingin mendengarnya? Jika begitu lupakan dia. Itu cara satu-satunya agar wanita itu tidak menghantui hidupmu lagi. Aku bahkan tidak ingin menyebut namanya lagi sekarang.” Kesal Ariani.


“Aku tidak ingin berdebat denganmu. Aku pergi sekarang.” Ucap Aditya, kemudian berlalu dari hadapan Ariani. Dan segera meninggalkan kediaman orang tuanya itu.


5 tahun? Kupikir 1000 tahun sekalipun, tidak akan bisa menghapus Bianca dari ingatanku. Meskipun rasanya seperti telah dicampakan olehnya, tetap saja bayangan wanita itu selalu datang tanpa henti dipikiranku. Bianca, apa mungkin kau telah memiliki kehidupan yang baru? Atau kau masih mencintaiku hingga detik ini? Aku sangat ingin tahu, aku begitu merindukanmu. Seandainya masih ada waktu untuk bisa bertemu denganmu sekali saja...


Drett... Drett....Drettt (Getaran dari ponsel Aditya).


Aditya memperlambat laju kendaraanya.


📞Vivie memanggil. Bukanya menerimanya Aditya memilih untuk menolak panggilan dari tunanganya itu.


To. Vivie.


Bisakah kau tidak mengganguku ! Aku sedang dijalan. Nantiku hubungi lagi.


Begitu ketusnya Aditya mengirimkan pesan pada Vivie. Namun wanita itu sama sekali tidak mempermasalahkan sikap Aditya padanya, baginya begitulah Aditya pria cuek dan dingin.


Dan untuk perusahaan sebesar Herlambang Group. Tidak ada yang berbeda, perusahaan itu masih terus mengibarkan sayapnya semakin luas dan semakin besar.

__ADS_1


Namun berbeda dengan Aditya, nyatanya bertahun-tahun mengubahnya menjadi semakin menakutkan. Bukan hanya sebagai CEO perusahaan, namun sekarang seluruh dunia tahu, bahwa dia adalah Bos besar Mafia dikota Beijing, yang paling ditakuti dan disegani.


Kembali pada pria tampan yang baru saja tiba dikediamanya.


Garden House, tempat yang menyimpan banyak kenangan indahnya bersama Bianca. Jika ingin sejak dulu, ia bisa saja meninggalkan rumah ini bertahun-tahun yang lalu. Namun seperti tidak ingin kehilangan bayangan indah bersama wanita yang telah meninggalkanya. Aditya memilih untuk tetap berada disana.


Tut..Tut.. Tut..


“Halo, apa kau sudah dirumah sekarang?. ” Tanya Vivie.


“Ya, aku sudah disini ! Apa yang ingin kau bicarakan?. ”


“Laporan keuangan perusahaanmu sudah direkap, kurasa tidak ada masalah. Besok akanku berikan padamu.. ” Jawabnya.


“Baiklah terserah kau saja... ” Ujar Aditya. “Ngomong-ngomong apa kau ada acara malam ini? Bagaimana kalau kita bertemu.” Ajak Aditya, yang sebenarnya sangat tidak ingin melakukan hal itu bersama Vivie.


“Baiklah, ditempat biasa nanti malam. Tidak perlu menjemputku, aku akan datang kesana.” Seru Vivie.


“Aku juga tidak ingin melakukanya. Baiklah sampai bertemu disana jam 8.” Tutup Aditya.


 


\*


 


📍Langit Malam.


Sesuai janji, Aditya dan Vivi bertemu disana, tepat pukul 8 malam.


“Kau datang tepat waktu sekali Aditya, aku baru saja sampai.” Sambut Vivie, saat pria itu datang menghampirinya.


“Aku selalu menepati janjiku. Duduklah.. ” Ajak Aditya.

__ADS_1


“Katakan padaku, apa ibumu yang menekanmu untuk melakukan ini denganku?.”


“Ya....” Jawab Aditya begitu singkat.


“Baiklah, karena sudah disini, sebaiknya kita mimum.”


“Tuangkan kami segelas vodka.” Titah Vivie pada bartender.


Tanpa berlama-lama Aditya dan Vivie langsung meneguk minuman itu bersama-sama. Tidak terhitung berapa kali mereka terus meminta bartender munuangkan minuman keras itu ke dalam gelas mereka masing-masing.


“Meskipun kau sedingin ini, kau selalu terlihat tampan Aditya..” Seru Vivie yang telah dikuasa oleh minuman keras itu.


“Ya kau tidak perlu mengatakan itu aku sudah tahu.. ” Ucap Aditya. Yang juga telah kehilangan separuh kesadaranya.


“Hahahaa.. kau sangat percaya diri sekali.” Tawa Vivie.


Anehnya sekarang dimata Aditya, Vivie berubah menjadi sosok Bianca, yang cantik dengan senyum manis dari sudut bibirnya.



“Aku merindukanmu... ” Ucap Aditya. Membuat Vivie sedikit terkejut dengam ucapan Aditya. “Aku sangat mencintaimu... ” Tambahnya lagi.


“Aku juga mencintaimu Aditya.. ”Jawab Vivie, yang merasa bahwa pria yang ada dihadapanya ini, sedang mengungkapkan perasaannya, padanya sekarang.


“Jangan tinggalkan aku lagi, kumohon jangan lagi...” Kali ini Aditya menggatakannya sambil menitikan air mata.


“Hei tenang lah, aku tidak akan meninggalkanmu Aditya.. ” Seru Vivie, kemudian memeluknya dengan sayang.


Jelas sekali bahwa diantara sikap tenang dan diamnya Vivie, dia sebenarnya sangat ingin Aditya bisa memperlakukanya sebagai seorang wanita yang dicintai. Namun sejak awal dia sangat tahu bahwa Aditya melamarnya hanya karena permintaan Ariani ibunya. Dalam hati Vivie hanya bisa berharap suatu saat Aditya akan melihatnya sebagai seorang wanita yang paling berarti dalam hidupnya. Dan malam ini akhirnya Aditya mengatakan cinta kepadanya.


“Aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu Bianca... ” Tandas Aditya. Yang kembali membuka mata Vivie, bahwa pria ini sedang merindukan mantan istrinya.


“Bodoh sekali kau Vivie, Aditya mana mungkin dia mengatakan cinta padamu. Dia sedang mabuk sekarang. Lihat saja saat bersamamupun yang ada dibayanganya hanya ada wanita bernama Bianca.” Ungkap Vivie, dengan hati yang hancur.

__ADS_1


__ADS_2