IMPERFECT MARRIAGE

IMPERFECT MARRIAGE
IMPERFECT MARRIAGE Episode.30


__ADS_3

Pertama kalinya, Aditya menginjakan kakinya di penajara Wujiaochang , saat ini yang ada dipikiranya hanya untuk segera menemui Bianca dan membawanya pulang. Tapi sebelum itu terlaksana, Aditya masih harus membawa Joe Morrent dulu, untuk mengakui perbuatan yang telah dilakukan. Pikiran Aditya sudah melayang kemana-mana, ia sangat ingin membunuh orang itu dengan tanganya sendiri. Tapi ia sedang diposisi yang sulit. Bianca membutuhkan Joe Morrent untuk menggantikannya. Karena Joe lah orang yang paling bertanggung jawab atas kematian ayahnya.


"Ah. Tuan Aditya... Apa yang membawa anda kesini? " Tanya Pak Randy, Kepala Kepolisian ditempat itu.


"Dimana dia? " Ucap Aditya.


"Maksud anda pembunuh itu Tuan? " Serunya.


"Jaga bicaramu, wanita itu istriku ! Jangan sampai kau mengatakan itu lagi" Geram Aditya. Sehingga membuat Pak Randy binggung, karena menurutnya memang wanita itulah, pembunuh Handoko Herlambang. Mengapa Aditya begitu marah, saat ia mengucapkan kalimat itu. Tapi dia tidak memiliki cukup banyak kekuasaan untuk membantah. Aditya seribu kali lebih berkuasa darinya.


"Baiklah, jika kau memang ingin bertemu denganya, anak buahku akan membawanya kepadamu!"


"Aku punya orang untuk menggantikan istriku, dia tidak bersalah, jadi lepaskan lah dia. Aku sudah berusaha menaati aturan hukum. Ketika seseorang bersalah dia memang wajib menerima hukuman dan yang tidak harus dibebaskan. " Jelas Aditya.


"Maksud Anda Tuan? " Tanya Pak Randy.


"Bawa dia masuk!" Seru Aditya.


Beberap pengawal Aditya membawa seorang Pria yang sudah babak belur kehadapan Randy.


"Apa ini? Apa dia pelakukanya? " Tanyanya lagi.


"Tentu saja dia pelakukanya, dia memiliki motif dendam terhadap keluargaku! Bodoh jika kalian menggangap istriku pembunuh. Kalian sangat tidak becus! " Ketus Aditya.


"Kau tidak memiliki bukti !."


"Tentu saja aku memilikinya. Aku sudah merekam semua pengakuanya disini" Ucap Aditya menyerahkan Voice Recorder yang diselipkanya saat menyandera Joe Morrent. "Semua pengakuanya terekam jelas disini" Jelas Aditya lagi.


"Pak polis dia berbohong, aku dalam tekanan saat mengatakanya, itu semua tidak benar." Bantah Joe.

__ADS_1


"Tenang saja aku tahu itu tidak akan cukup, sebentar lagi anak buahku akan membawa rekaman yang asli saat kejadian malam itu!."


"Tidak mungkin. Rekaman itu sudah dimusnahkan! " Ucapnya, tanpa sadar mengakui perbuatanya sendiri.


"Kau memang bodoh Joe, itu sudah cukup membuktikan bahwa kau bersalah sekarang, kau sengaja melenyapkan barang bukti bukan? " Ucap Aditya. Hanya dengan permainaan kata-kata saja, Aditya mampu membuat Joe mangakui perbuatanya. "Urusanku sudah selesai disini, aku ingin istriku sekarang! " Seru Aditya. Kemudian melangkah keluar untuk menemui Bianca, yang sudah hampir beberapa hari sangat dirindukanya.


Beberapa orang mengawal Aditya, menuntunnya ke sel Bianca.


"Sayang! "Ucap Aditya saat melihat seorang wanita yang tampak menyedihkan itu.


"Aditya! " Ucap Bianca. Dia bahkan tidak benar-benar yakin itu adalah Suaminya. Apa benar itu Aditya, apa ini mimpi. Tidak ini bukan dia, aku hanya berhayal, yakin Bianca dalam hatinya.


"Sayang apa kau baik-baik saja? " Kali ini Aditya menyentuhnya, namun Bianca tidak memberi jawaban apapun. "Bianca... " Panggilnya lagi. Sehingga membuat Bianca yakin bahwa dia tidak sedang berhayal.


"Adit.. Apa yang kau lakukan disini? Pergilah aku tidak ingin melihatmu! " Usir Bianca. Tentu saja itu karena hatinya masih sangat terluka dengan berita yang Eric tunjukan padanya. Aditya masih berhubungan dengan wanita bernama Kirana itu.


"Hei... Kenapa kau menangis sayang, aku datang menjemputmu keluarlah sekarang. Kau sudah bebas sekarang! "


"Setelah ini aku jelaskan, kita harus keluar dari sini sekarang." Ucap Aditya lalu membopong tubuh Bianca keluar dari tempat menakutkan itu.


Kenapa? Kenapa kau melakukan ini padaku. Kenapa perasaanku ini? Kenapa Aditya datang, jika dia tidak mencintaiku, untuk apa dia melakukan ini. Untuk hal apa dia melakukanya.


*****


Garden House


Setelah selesai membersihkan diri dan mengenakan baju yang layak. Aditya kembali menghampiri Bianca, kali ini dia akan menjelaskan semuanya pada Bianca.


" Kau ingin aku menjelaskannya sekarang."

__ADS_1


"Aku tidak ingin mendengarkan apapun lagi. Aku sudah pernah mengatakan padamu, jika kau masih mencintai wanita itu bawalah dia kesini. Maka aku akan pergi, kenapa sulit sekali bagimu untuk jujur ! ." Bianca mengatakanya, dengan air mata yang kembali mengalir dari sudut matanya. Membuat Aditya semakin tidak tahan dan segera menenangkannya dengan pelukan.


"Tenanglah sayang! " Ucap Aditya. Namun Bianca terus mencoba melepaskan pelukan Adit padanya. "Tidak ada yang terjadi, aku sudah mengakhirnya. Aku tidak berbohong padamu, berita yang beredar itu memang benar. Tapi tidak ada yang benar dari berita itu sayang! Aku datang kesana hanya untuk menemukan bukti bahwa Eric bukan pelaku dalam pembunuhan Papah, hanya itu Bianca. Aku mencintaimu, hanya dirimu, percayalah padaku." Tegas Aditya, terus mempererat pelukanya.


"Apa maksudmu? Apa hubunganya Eric dengan Kirana? Kau jangan melempar kesalahanmu pada orang lain! ." Seru Bianca. Tidak mempercayai suaminya.


"Malam itu Eric datang bersama Kirana sayang! Menurutmu mengapa dia melakukanya?." Jelas Aditya.


"Tidak aku tidak mempercayaimu lagi." Tolak Bianca.


"Aku bersumpah, tidak terjadi apapun. Percayalah padaku. Ini bukan saatnya bermain-main, aku melakukan semuanya untukmu. Papah sudah meminggalkan kita, apa menurutmu aku akan tega bermain-main dibelakangmu, dengan keadaan pahit yang baru saja terjadi ." Ucap Aditya, menatap penuh keyakinan.


Itu memang tidak mungkin, Aditya tidak mungkin melakukannya, apa Eric sedang memepermainkan aku dan Aditya sekarang? Tapi mengapa dia melakukanya. Dia bahkan datang dan menceritakan semuanya padaku, bahkan dia datang sebagai seorang teman.


"Kenapa kau mencurigai Eric, apa dia yang melakukanya?." Tanya Bianca. Kali ini dia tidak ingin menyalahkan Aditya lagi.


"Kau ingat bunga yang dikirimkan untukmu, waktu itu. Eric yang mengirimnya. Menurutmu apa tujuannya melakukan itu? Dia itu orang licik, aku patut mencurigainya. Tapi sayangnya dugaanku memang salah kali ini, Joe Morrent yang melakukanya, dia yang melenyapkan Papah, orang gila itu rasanya aku ingin membunuhnya dengan tanganku sendiri, sayang! Tapi demi dirimu aku harus menyerahkanya.." Seru Aditya dengan nada lirih.


"Aku mempercayaimu Aditya, aku mempercayaimu.. " Hanya itu kata yang dapat keluar dari mulut Bianca.


Sekarang Bianca sangat percaya bahwa Aditya benar-benar melakukan semua itu untuknya.


"Aku merindukanmu. Tapi kau tidak datang mengunjungiku. Orang-orang disana mengatakan bahwa kau tidak akan datang lagi, kau akan melupakanku" Seru Bianca.


"Orang-orang itu salah. Bahkan aku sangat merindukanmu sayang. Setiap detik, menit, jam, hari. Aku merindukanmu."


"Berjanjilah kau tidak akan meninggalkanku Adit !."


"Tidak akan pernah sayang, tidak akan pernah. "

__ADS_1


Meski ini terasa masih seperti mimpi, tapi aku bahagia, sekarang ada Aditya disini.


__ADS_2