IMPERFECT MARRIAGE

IMPERFECT MARRIAGE
BAB 125 - Tamat


__ADS_3

Sejak acara ulang tahun, hubungan Ethan dan Vale kembali menghangat tetap diwarnai oleh aksi jahil Ethan.


Semakin bertambah usia, tingkat menyebalkan pun meningkat, terkadang sampai membuat Vale menangis dan ingin mencakar wajah sahabatnya.


Tapi ketika Ethan sibuk dengan kompetisi, Valerie kesepian karena anak lelaki itu tidak bisa diganggu sama sekali. Game, E sport adalah nyawa utama seorang Ethan Adrian Armend.


Setidaknya setiap menjelang tidur, Ethan selalu menyempatkan diri mengirim pesan untuk sahabatnya.


Valerie juga tidak marah karena mereka memiliki jalan dan tujuan masing-masing. Seperti dirinya yang lebih menyukai alam bebas dan kebersamaan dengan keluarga.


“Vale, cepat ke sini. Bantu Daddy.” Panggil Dariel, mempersiapkan barang-barang yang akan mereka bawa ke mansion utama di Birmingham.


Seluruh keluarga besar Bradley akan liburan di Inggris, sengaja mengambil waktu libur sekolah hingga mereka tidak perlu bolos. Hanya para orangtua izin cuti selama lebih dari satu Minggu.


“Siap Daddy.” Sahut Valerie


Gadis ini berjalan tanpa melihat sesuatu di depannya, kedua mata Valerie terlalu sibuk mengetik pesan untuk Ethan.


BRUK


“Arghhh, Vale di mana matamu, hah?” teriak Theo, harus rela wajah tampan rupawan mencium lantai dingin.


“Ahhh, sakit. Kamu kenapa berdiri sembarangan Theo?” balas Valerie tidak mau kalah, ia pun terpeleset dan jatuh di atas tangga.

__ADS_1


“KAU” seru keduanya, menatap tajam satu sama lain.


Fredella yang melihat dua anaknya bersiap adu kekuatan, segera mengambil tindakan. Menjewer kuping Theo dan Vale cukup kuat.


“Akh sakit Mommy.”


“Mom, apa-apaan ini? Ini salah Vale dia terlalu sibuk dengan ponselnya.” Theo tidak mau terkena imbas dari kecerobohan sang adik.


Tapi Fredella enggan mendengarnya, mereka selalu bertengkar setiap hari, entah itu karena hal kecil atau besar.


“Beginilah rasanya telinga Mommy mendengar kalian setiap hari saling teriak dan saling memukul.” Geram Fredella, dia yang semula penyabar berubah, seketika menjadi sosok bertanduk ketika menghadapi dua anaknya yang berselisih.


“Vale kamu lama.” Dariel melebarkan kedua mata memandang sang istri yang berubah menyeramkan. Vale dan Theo pun memohon pertolongan dari ayah mereka.


“Dad tolong.” Ucap Theo dan Vale memelas, bahkan berakting mengeluarkan air mata.


“APA? PUNYA ADIK LAGI? TIDAK MAU.” Sanggah Theo dan Vale, mereka tidak ingin berbagi cinta kedua orangtuanya dengan seorang bayi.


Akhirnya saudara kembar itu saling memberi bahasa isyarat untuk minta maaf dan menyesali pertengkaran yang terjadi.


Fredella pasti luluh dengan sikap manis dan manja putra putrinya, seketika melepaskan telinga Theo dan Vale.


Kini pandangannya beralih kepada Dariel, bisa-bisanya masih ingin membuatnya hamil.

__ADS_1


“Wah sekarang waktunya Daddy, kalian berdua rapikan barang-barang di mobil, Cepat!” Dariel mengusir dua anaknya, jangan sampai mereka melihat apa yang akan terjadi diantara Daddy dan Mommy-nya.


“Terima kasih Dariel sudah menyelamatkan ku. Mereka itu selalu bertengkar tidak kenal waktu.” Gerutu Fredella bergelayut manja di lengan kekar suami yang masih tetap sama.


“Fredella istriku bisa galak juga, kamu lucu sayang. Umm … bagaimana kalau membalasnya dengan lima belas menit permainan? Mau kan?” rayu Dariel menggendong tubuh yang selalu membuatnya candu.


“Jangan nanti anak-anak menunggu, bagaimana?” tolak Fredella, dia selalu tahu suaminya tidak mungkin bisa dengan waktu singkat.


“Aku janji lima belas menit.” Dariel tidak sabaran memungut bibir merah delima, membawa istrinya naik ke lantai dua menuju kamar utama.


“Daddy? Mommy? Uncle Dewa menelepon. Ayo cepat, mereka semua dalam perjalanan ke bandara.” Suara Valerie menggema dari lantai satu, menggagalkan rencana Dariel yang sangat ingin menuntaskannya dalam waktu singkat.


“Maaf Daddy, kali ini kamu harus mengalah.” Fredella tertawa, kalau sudah seperti ini tidak ada lagi yang bisa dilakukan.


“Kenapa harus ada liburan ini?” keluh Dariel, wajahnya berubah lesu dan menyedihkan.


Akhirnya sepasang suami istri itu menuruni anak tangga, menghampiri Valerie yang tersenyum manis menggagalkan rencana Daddy-nya untuk memberi adik.


Keempatnya bergegas menuju bandara, agar pesawat mereka tidak tertinggal jauh dengan milik Stefan dan Steve.


-Tamat-


...Terima kasih teman-teman atas dukungannya🙏🤗...

__ADS_1


...Mohon maaf bila dalam setiap Chapter tidak memuaskan🙏...


...Sampai ketemu di Novel yang lain ...


__ADS_2