IMPERFECT MARRIAGE

IMPERFECT MARRIAGE
IMPERFECT MARRIAGE Episode.32


__ADS_3

Bolehkah aku mengkhawatirkan pernikahanku? Satu sisi pernikahanku sedang baik-baik saja, namun disisi lainnya, seseorang begitu ingin pernikahan ini berakhir.


"Apa yang sedang kau pikirkan sayangku? ." Tiba-tiba saja Aditya datang mengejutkanku.


"Adit. Tidak, aku tidak sedang memikirkan apapun sayang! ."Jawabku.


"Jangan terlalu banyak pikiran, kau harus menjaga kesehatanmu dan bayi kita." Ucap Aditya. Seketika saja aku sadar dengan apa yangku lakukan, Aditya benar, aku tidak boleh terlalu memikirkan banyak hal.


"Maafkan aku sayang, aku hanya memikirkan tentang permintaan Mamah! ."


"Apa yang kau pikirkan? Apa kau ingin meninggalkanku Bianca. "


"Aku tidak mungkin melakukanya. Aku hanya takut berpisah darimu..."


"Shutttss... Apa kau pikir, aku akan melepaskanmu Bianca? Aku tidak akan mengijinkah hal itu terjadi." Ungkap Aditya. "Mamah atau siapapun, mereka tidak akan bisa memisahkan kau dariku. Tenanglah aku akan selalu bersamamu."


"Jika seperti itu aku akan tenang. Berjanjilah, jangan pernah mengkhianatiku. Aku tidak tahu bagaimana masa lalumu dengan wanita bernama Kirana itu, tapi aku yakin wanita itu sempat berada ditempat istimewah dihatimu."


"Aku sebenarnya tidak ingin membahasnya lagi sayang. Tapi untuk dirimu, sepertinya aku harus menjelaskan semuanya. Kirana itu orang yang ambisius, kau tahu, sangat jarang ada wanita yang sepertinya. Hal membuatku kagum padanya, ku pikir itulah cinta, meskipun banyak wanita yang berada disisiku, dia tetaplah wanita yang selaluku ijinkan bersama denganku." Jelas Aditya.


"Hentikan aku tidak ingin mendengarnya lagi Adit. " Ucapku, entah kenapa hal yang dikatakan Aditya sangat dalam sekali, aku pikir Kirana memanglah sangat berarti untuk Aditya.


"Tidak kau harus mendengar semuanya Bianca. Kau tahu terlalu banyak wanita yang menggelilingku, selama bertahun-tahun aku membiarkan mereka berada disisiku, meskipun dengan kehadiran Kirana juga. Ada sesuatu yang tiba-tiba berubah sekarang, apa kau tahu?." Tanya Aditya. "Bianca lihat aku!. " Titah Aditya. Membuatku menatap lurus tepat dikedua bola matanya.

__ADS_1


"Apa... " Tanyaku singkat.


"Yang berbeda adalah saat aku bersamamu ! Tiba-tiba saja aku merasa sangat memperdulikanmu, kau ingat saat pertama kalinya kau menagis didepan mataku? Malam dimana Kirana menghubungiku. Itu membuatku sangat tersiksa sayang ! Saat kau berteriak, mengatakan siapa yang lebih berarti untukku. Aku benar-benar terus memikirkanya. Aku sangat takut kehilanganmu. Sampai aku memutuskan semua hubunganku dengan wanita-wanita itu, termasuk Kirana. Bahkan Kirana yang bertahun-tahun bersamaku tidak mampu melakukan itu. Tapi saat bersamamu aku bisa melakukan semuanya, untuk tetap bersamamu, dan untuk mempertahankan pernikahan kita. Aku sangat mencintaimu Bianca, kaulah cintaiku." Ucap Aditya. Kalimat yang sangat panjang tapi, benar-benar membuat hatiku tenang saat mendengarkanya. Aku tidak pernah menyangka bahwa diriku begitu berarti untuk Aditya. Matanya jelas menunjukan ketulusan.



Tidak ada ucapan yang bisaku katakan lagi.


Hanya inginku tunjukan dengan perbuatan saja. Kukalungkan tanganku ditengkuk Aditya, lalu membenamkan bibirku untuk saling beradu dengan bibirnya. Ini terasa sangat manis dari biasanya. Meskipun dilakukan dengan hasrat yang menggebu-gebu, namun terasa lembut dan nikmat.


Hanya satu hal yang kuinginkan, kebahagiaan abadi cinta kita. Bahkan saat waktu mengubah kita, saat rambut kita mulai memutih, saat langkah kita semakin lambat untuk bergerak. Aku hanya membutuhkanmu berada disisiku.


"I want you, honey ! Bolehkah ? Aku akan melakukanya perlahan" Pinta Aditya begitu lembut. Membuatku tidak bisa menolaknya. Karena aku juga sangat menginginkan Aditya sekarang.


Aditya membaringkanku perlahan, lalu kembali melahap bibirku dengan rakus. Aku seperti dibawa terbang oleh permainannya, meskipun begitu dia sangat hati-hati melakukanya.


Tanganku membelai lembut leher Aditya, lalu perlahan-lahan turun menyusuri dadanya yang masih terbungkus kaos putih yang melekat ditubuhnya. Dengan cepat Aditya melepas pakaianya, aku mengecup leher Aditya dan menghisapnya penuh hasrat.


"Eemmmmmmphhh..."Desah Aditya.


Aditya kembali menguasai permainan, tanganya menjalar kedadaku, dan meremasnya penuh hasrat. Bibirnya terus menjalar menuju gundukan daging milikku, yang sudah tak berbungkus sehelai benangpun. menggigit kecil, menjilat dan menghisapnya.


Kemudian pelahan-lahan terun menyusuri perutku dan sampai pada intinya. Lalu kemudian melakukan hal yang sama pada daerah sensitifku itu.

__ADS_1


Aditya membuka penghalang terakhirnya, menyatukannya bersama denganku.


"Ahhrghh... Pelan-pelan sayang! ." Pintaku. Aditya memaju mundurkan pinggulnya perlahan.


"Adit.... " Erangku.


"Aku mencintaimu Bianca." Ucap Aditya disela-sela dia masih melakukan kegiatanya.


Aku sudah tidak tahan lagi, Aditya semakin cepat melakukanya. Membuatku mendesah semakin keras. Hingga sampai pada pelepasan terakhir kami.


"Apa kau baik-baik saja sayang." Tanya Aditya, sambil tersenyum. Aku hanya mengganguk.


Aditya ambruk disampingku, tanganya merengkuh pinggangku. Aku menatap kearah Aditya, dia tampak sangat kelelahan sekali sekarang, tapi anehnya dia masih bisa terus memberikan senyum manisnya padaku.


"Apa kau sangat kelelahan sekarang?." Tanyaku terus menatapnya.


"Apa kau masih ingin melanjutkanya sayang." Membuatku sangat terkejut.


"Tidak, tubuhku benar-benar lelah sayang. Ingat bayi kita. Kau tidak boleh membuatku kelelahan terus." Ucapku agar Aditya tidak menerjangku lagi.


"Aku benar-benar menggilaimu sayang. Tapi demi anak kita aku tidak mungkin bisa membuat mu kelelahan. Tidurlah sayang." Ucap Aditya. Namun sebelum aku beristirhat Aditya membantuku membersihkan sisa permainan kami, dan mengenakan baju untukku. Kurasa Aditya benar-benar tidak sabar menjadi seorang ayah.


Aku tidak pernah bisa melupakan moment-monent seperti ini, setiap kali ini terjadi. Sentuhan, pelukan, dan senyumanya selalu tergambar dan melekat dengan jelas diingatanku.

__ADS_1


Aditya kau adalah segalanya bagiku.❤


__ADS_2