IMPERFECT MARRIAGE

IMPERFECT MARRIAGE
Bab 81 - Terkejut


__ADS_3

BAB 81


Liverpool


“Brianna, berangkat sekarang? salad mau dibawa bekal?” tanya Rico, terlalu banyak membuat salad hingga ia pun pusing memikirkan cara menghabiskannya.


“Ummmm ... makasih tapi aku mau makan yang lain, terima kasih kak.” Fredella keluar rumah meninggalkan Rico yang menatap bingung, sekaligus takut pada mangkuk besar berisi beraneka buah.


Sejak dua minggu yang lalu Fredella tidak lagi berangkat kerja menggunakan transportasi umum, merasa tubuhnya tidak sehat dan selalu lemas, jadi lebih aman menggunakan mobil keluarga.


Tidak nyaman dan mudah pegal apalagi kalau duduk terlalu lama. Sakit pinggang menjalar sampai punggung bagian bawah.


Dalam mobil dipersiapkan sebaik mungkin beberapa bantal demi kenyamanan.


Dua kali ia mengunjungi dokter, tidak ada penyakit apapun. Semua diagnosis sama, yaitu kelelahan.


Wanita bermata hazel ini tiba di kantor, menggunakan mantel tebal, syal dan sepatu kets. Ia tidak lagi lembur seperti satu bulan yang lalu, sekarang lebih sering mengerjakan tugas ringan tetapi banyak.


“Pagi Bu.” Sapa seoang pegawai.


“Ya pagi”


Seluruh pegawai tahu siapa sosok Fredella sebenarnya, mereka sungkan untuk dekat atau menyampaikan tugas sesuai job desk, termasuk CEO yang ingin memberikan ruang khusus.


Tapi atas dasar permintaan Fredella,


semua harus berjalan normal, tidak ada hak istimewa. Termasuk penggajian, sebagaimana pegawai menerima gaji dari statusnya sebagai asisten Editor Utama.


Fredella duduk menyandar di kursi, kepalanya mendadak pusing tapi masih bisa ia atasi, sebab beberapa hari yang lalu sama seperti ini.

__ADS_1


“Mrs Bradley ah maksudnya Fredella, apa materi rakor sudah selesai?” Editor Cody memastikan semua telah siap dan mereka berdua akan menyampaikan materi.


“Ya tentu Mr Cody.”


Berdiri dan masuk ruang Editor memberikan map tebal, tapi sebelum masuk tubuhnya limbung, untung saja menahan pada pintu kaca yang kokoh agar tidak terjatuh.


“Bu?”


“Mari saya bantu”


Beberapa rekan kerja membantu Fredella duduk dan memberinya teh hangat.


Mengetahui partnernya dalam kondisi tidak sehat, Editor Cody mengizinkan Fredella istirahat lebih cepat dan meninggalkan semua pekerjaan di meja kerja.


“Semoga hanya karena kelelahan, bukan penyakit aneh lagi.” Gumam istri Dariel, berharap tidak terjadi sesuatu yang menyakitkan lagi


**


Rumah Matthew


Akhir pekan bagi sebagian orang terutama pegawai adalah waktu pas untuk menghabiskan kebersamaan dengan anggota keluarga. Seharusnya hari ini Dariel membawanya pergi mengunjungi museum tetapi batal, sebab Dariel sakit tepat satu hari sebelum berangkat


Pria itu pun ingkar lagi. Ia akui tidak menjaga kondisi dengan baik, pagi hari selalu makan es krim, siang dan sore makan aneka cemilan pedas. Akhirnya terserang flu cukup berat sampai mendapat perawatan khusus di rumah.


“Maaf sayang, aku pikir tidak berakibat fatal.” Suara parau Dariel serta menyusut cairan keluar dari hidung.


“Kamu, ingkar lagi kan? Aku bilang jaga kesehatan bukan seperti ini caranya. Apa ini akal-akalan kamu untuk bebas di sana? Tidak mungkin kalau hanya sakit, pasti ada seseorang yang berhasil menarik perhatian kamu kan?” Fredella menggerutu, menebak semua bahkan memberi tuduhan.


“Ayolah sayang, aku ini sedang flu. Mana mungkin ada orang lain, kalaupun dia wanita hanya Mama dan Dwyne di sini.” Balas Dariel, kepalanya yang sudah pusing bertambah seperti tertusuk jarum mendengar semua tuduhan sang istri.

__ADS_1


Tanpa basa-basi atau salam perpisahan, Fredella memutus sambungan video. Hatinya mendadak sakit, memikirkan hal tidak-tidak. Ia takut Dariel datang bersama wanita lain, atau mendapati kamar di rumah menjadi milik perempuan lain.


“Akh tidak, jangan” Fredella tidak bisa menguasai emosi, melempar bola bulu dari atas ranjang sampai menjatuhkan semua foto yang terpajang di meja.


“Kamu menyebalkan Dariel, aku benci.” Racaunya tidak jelas, ia bersiap selama satu minggu, keluar masuk salon kecantikan hanya untuk memberi yang terbaik kepada Dariel. Tapi lihat semua sia-sia, rambut yang telah dirapikan serta cat kuku sangat cantik hanya bisa terlihat oleh diri sendiri.


Fredella memutuskan keluar rumah, mengunjungi salah satu rekannya, sekitar tiga blok dari rumah keluarga Matthew. Meluapkan segala kesedihan dan kecewa, hanya dengan mencari angin segar.


Wanita ini menyambar mantel dan tas ransel, lalu melangkah ke bawah, berpamitan pada Nenek dan Mommy-nya. Seluruh anggota keluarga tahu bahwa ia kecewa sebab Dariel tidak datang.


“Aku pamit, Nek, Mom” Mencium pipi kanan dan kiri Nenek dan Nyonya Muda Matthew.


Sikap Fredella sama seperti Tuan Matthew, menghindari masalah sejenak kemudian kembali setelah semua tenang dan nyaman.


Belum sampai pagar utama, Fredella kesulitan melewati jalan licin akibat es. Ia perlahan dan berhati-hati melewatinya, sampai tidak bisa mengendalikan diri dan terjatuh di halaman rumah.


Seorang petugas kemanan membantu, dan terkejut melihat noda darah menempel di atas es.


“Maaf Nona, sepertinya anda sedang datang bulan. Mungkin bisa ganti pakaian lebih dulu.” Petugas memapah Fredella sampai masuk rumah. Oma dan Mommy-nya terkesiap melihat putri sematawayang Keluarga Matthew meringis sakit.


“Apa iya datang bulan?” tanya Fredella dalam hati, Padahal minggu lalu ia mendapat tamu bulanannya meskipun hanya sebentar.


Lantas mengambil pembalut dan cukup tersentak melihat darah di bagian ****** *****, selain itu rasa nyeri menyambar cukup kuat ke perut.


“Aw biasanya tidak sakit seperti ini. Obat iya aku perlu obat sekarang.” Setelah selesai mengganti baju, keluar kamar dan turun mencari kotak pertolongan pertama.


Namun wanita ini pingsan sebelum sampai ruang keluarga, darahnya masih mengalir kecil di sekitar pangkal paha.


Seorang maid menjerit ketakutan melihat majikannya terluka. Tanpa pikir panjang meminta bantuan untuk membopong Fredella ke dalam mobil, lalu mengabari pada Nyonya Besar bahwa Nona Muda terluka.

__ADS_1


Nenek terkejut melihat keadaan cucunya, sudah dipastikan bahwa di dalam perut ada cicit yang mereka nantikan. Tapi sekarang keadaan menjadi cemas bukan main, karena ada darah segar yang mengalir.


TBC


__ADS_2