
Entah kenapa Aditya tampak begitu khawatir hanya karena se~boequet bunga. Dia datang dan langsung memeriksa kiriman itu, tidak ada apa-apa disana, hanya secarik kertas yang bertulis.
Semoga kau menyukainya Nona Bianca
Penggagum rahasiamu.
Surat tanpa nama pengirim sangat misterius sekali. Siapapun yang mengirimnya aku tidak tahu apa motifnya. Tapi Aditya kurasa sangat mudah baginya menemukan orang itu. Ahli IT sedang melacak wajah pria itu sekarang, berbekal rekaman cctv yang memang terpasang disetiap sudut rumah ini.
"Sayang menurumu apa ini sebuah ancaman? ." Tanyaku pada Aditya.
"Entahlah. Tidak ada yang pernah melakukan ini sebelumnya Bianca, kita harus berhati-hati."
"Tapi ini hanya bunga. Apa yang perlu ditakutkan."
"Bianca kau ini istri Aditya Putra, kau tahu dalam bisnis semua bisa dilakukan! Dan aku tidak akan membiarkan sesuatu terjadi padamu."
"Maafkan aku Aditya. Apa aku membuatmu marah?."
"Kemarilah sayang!" Titah Aditya, membuka kedua tanganya, agar aku bisa bersandar dalam pelukanya. "Aku tidak marah padamu. Apa kau tidak tahu, aku hanya takut kehilanganmu" Tambah Aditya lagi.
Mendengar ucapan Aditya yang begitu dalam, membuat Bianca semakin mengerti bahwa Aditya benar-benar sangat menyayanginya sekarang. Tanpa sadar air matanya menetes, saat masih berada dalam dekapan suaminya.
"Hei apa kau menangis sekarang, sayang tenanglah, aku ada bersamamu." Ucap Aditya mengusap sisa tetesan air mata yang membasahi pipi istrinya itu.
"Adit, jangan pernah berubah lagi. Tetaplah seperti ini, aku takut kau akan membenciku lagi." Lirihku.
"Tidak akan lagi sayang, aku berjanji padamu. Kita akan baik-baik saja sepanjang usia kita." Janji Aditya.
Kini Aditya semakin yakin dengan perasaanya pada Bianca, dia yakin bahwa ini adalah cinta. Meskipun Aditya belum secara langsung mengatakan cintanya, namun sikapnya sudah menunjukan hal itu.
*****
Keesokan Hari, Aditya masih disibukkan dengan kejadian kemarin. Bahkan dia memutuskan untuk tidak meninggalkan Bianca kemanapun hari ini.
Seharusnya Aditya menemani Kirana hari ini, tapi dia mengurungkan niatnya itu.
To. Kirana.
Maaf, aku tidak bisa menemanimu hari ini, ada sedikit masalah yang harus kuselesaikan.
Kita cari hari lain, ada sesuatu yang inginku katakan padamu.
To. Aditya.
__ADS_1
Baiklah. Tidak perlu terlalu memikirkanku. Aku akan menunggumu sayangku. Aku mencintaimu.
To.Kirana.
Baiklah jaga dirimu baik-baik Kirana.
"Sekarang bagimana caraku mengatakan pada Kirana, jika sekarang aku mencintai istriku? Sementara Wanita itu juga sangat mencintaiku. Dia pasti akan sangat terluka dengan keputusanku.
Tapi Bianca dia akan lebih terluka, aku sudah berjanji padanya untuk meninggalkan semua wanita-wanitaku, termasuk Kirana". Belum sempat Aditya selesai dengan pikiran-pikiranya, seseorang dengan suara lembut datang mengahampirinya.
"Suamiku, apa yang begitu menggangu pikiranmu hari ini?."
"Tidak ada yang bisa mengganguku sayang!."
"Baiklah. Jika kau tidak mau mengatakannya padaku! " Kesal Bianca.
"Kau ini lucu sekali Bianca. Jika aku bilang yang menggangu pikiranku adalah dirimu, kau pasti mengatakan bahwa aku sedang berbual."
"Berhentilah membual Aditya ." Sahutnya memukul ringan dada suaminya.
"Aku serius sayang, aku terus memikirkanmu." Aditya menangkap kedua pergelangan tangan Bianca. Menatap istrinya penuh arti.
Aku tahu ini mungkin sedikit terlambat
menyadari betapa berartinya dirimu dihidupku
Justru melewatkanmulah hal yang paling
ku sesali, sepanjang hidupku.
Bianca Pov
Malam ini aku dan Aditya benar-benar datang menghadiri undangan dari pemilik Royal Ciquel Hong. Sejak aku memijakan kaki dan melangkah lebih dalam ketempat itu, semua mata tak henti-hentinya memandang kearah kami, seperti aku dan Aditya sedang menjadi pusat perhatian sekarang.
"Apa ada yang salah dengan kita? kenapa orang menatap kita seperti itu?." Tanyaku khawatir.
"Ini karena kau sangat memukau sayangku. Milikku adalah yang paling cantik dan bersinar ." Bisik Aditya padaku.
Mungkin saja hal itu memang benar. Aditya memilih gaun panjang berwarna hitam untuku, warna yang serasi dengan warna jas dan celana panjang yang dikenakannya.
Pesta ini sangat meriah sekali, orang-orang penting berdatangan kesini, aku sedikit penasaran siapa pemilik Royal Ciquel Hong ini, aku seharusnya berterima kasih padanya karena telah mengundang Aku dan Aditya.
"Tuan-tuan dan Nyonya-nyonya, kita berikan kesempatan untuk pemilik acara ini menyampaikan beberapa kata sambutan untuk pembukaan jamuaan malam ini, tanpa berlama-lama lagi, mari kita sambut Tuan Eric Wijaya." Sambut Jordy, salah satu pembawa acara yang sedang hits sekarang.
__ADS_1
Aku merasa seperti tidak asing dengan nama itu, lampu mulai diredupkan, dan menyoroti sang empunya acara. Benar tentu saja aku mengingatnya dia adalah Tuan Eric yang ku temui di Lost Heaven saat bersama Aditya. Tidak disangka dialah orangnya, sekarang aku merasa dunia begitu kecil, sebuah kebetulan yang aneh sekali.
Semua gelas mulai diangkat sebagai simbol keberhasilan dari launchingnya produk baru perusahaan mereka, setelah Eric selesi menyampaikan kata sambutanya
"Tuan Aditya, senang sekali anda bergabung malam ini." Eric menyapaku dan Aditya. Apakah orang itu masih menginggatku, pikirku dalam hati.
"Kebetulan saya tidak memiliki banyak pekerjaan hari ini." Aditya tampak begitu tidak suka dengan keberadaan Eric, entah ada apa sebenarnya.
"Nyonya Bianca, kau masih ingat denganku?." Tanya Eric padaku, aku bisa melihat Aditya sedikit terkejut mengtahui bahwa Eric mengenalku.
"Iya tuan tentu saja." Jawabku
"Sayang inilah orang yang tidak sengaja kutabrak saat kita makan malam beberapa hari yang lalu di Lost Heaven" Ucapku menjelaskan pada Aditya.
"Oh jadi ini orang yang membuat istriku terjatuh." Aditya menatap tajam pada Eric. tatapanya membunuh.
"Adit, tidak seperti itu. Aku yang menabraknya sayang." Jelasku.
"Suamimu ini sangat perhatian sekali Bianca, aku harap perhatiannya itu hanya ditujukan padamu." Ucap Eric. Aku tidak begitu mengerti maksud ucapan orang itu, tapi ya sudahlah ku balas saja dengan senyum.
Tak lama, seseorang datang menghampiri kami lagi.
"Tuan Aditya, luar biasa sekali Anda datang ke sini."
"Saya hanya memenuhi undangan Tuan Eric." Ucap Aditya.
"Tuan Aditya apa ini istri anda? ."
"Cantik sekali yaa ! ."
"Benar ini adalah istri saya Bianca." Sahut Aditya memperkenalkanku
"Wah nonya Bianca ini sangat cantik ya"
Istri orang penting itu tak henti-hentinya memujiku, tentu saja dia juga sangat cantik dimataku.
"Terima kasih. Tentu semua wanita itu cantik nyonya." Ucapku tidak ingin merasa besar kepala dengan pujian itu.
"Baiklah kami permisi dulu." Ucap Aditya membawa kuperlahan menjauhi mereka.
"Suamiku ada apa? ." Tanyaku bingung dengan sikap Aditya.
Aditya Pov
__ADS_1
Aku tidak suka pria-pria ditempat ini memandangi istriku, seakan ingin memiliki dirinya. Dan juga Eric ! Aku semakin yakin sekarang bahwa dia sangat tertarik dengan Bianca. Inilah tujuanya orang itu.
Eric Wijaya, kau memilih orang yang salah untuk kau ajak bermain. Lihat saja apa yang bisa ku lakukan padamu, jika kau berani menyentuh Istriku.