IMPERFECT MARRIAGE

IMPERFECT MARRIAGE
IMPERFECT MARRIAGE Episode.55


__ADS_3

Aku ingin hidup seakan-akan aku melupakanmu. Tapi aku tak bisa melakukan apapun tanpamu.


Seseorang yang selalu ada di samping ku


Seseorang itu adalah dirimu.


Aku tak bisa melepasmu pergi tapi aku tak bisa menahanmu disini.đź’”


.................................


“Apa yang membawamu kemari? Apa karena ibumu lagi?.” Tanya Vivie heran dengan undangan Aditya.


“Ya salah satunya adalah itu. Tapi bukan itu inti dari pertemuan kita... ” Aditya kembali menghentikan kalimatnya.


“Lalu apa? Kupikir setiap pertemuan kita adalah permintaan dari ibu mu... ” Vivie tersenyum simpul saat mengatakannya.


“Menikahlah denganku.” Cetus Aditya, tanpa berbasa-basi lagi.


“Hah. Aditya apa kau serius? Aku tidak ingin kau menikahi ku, jika kau tidak benar-benar serius mengatakanya...”


“Apa aku terlihat bercanda? Menikahlah denganmu Viviean... ” Ajak Aditya.


 


\*


 


Pagi hari di meja makan, Bianca dan Jonathan sarapan bersama.


Berita utama hari ini, Aditya Putra Herlambang akhirnya mengumumkan rencana pernikahan nya dengan seorang wanita dari keluarga Jian, namun belum ada info lebih lanjut dari kedua pasangan tersebut. Dari berita yang beredar wanita tersebut adalah asisten Pribadi Tuan Aditya sendiri, dari Herlambang Group.


“Uhuukkk... Uhuukkk....”

__ADS_1


“Apa kau baik-baik saja... ” Tanya Jo. Yang juga sedang berada di satu meja makan yang sama bersama Bianca.


“Tidak. aku baik-baik saja Jo.” Bianca segera meneguk segelas air putih yang ada didekatnya.


“Apa karena berita itu? Bukankah dia mantan suamimu... ” Ini adalah pertama kalinya Jonathan membahas tentang Aditya. Meskipun dia benar-benar tidak mengetahui seperti apa rupa mantan suami, calon tunangannya itu. Tapi begitu melihat reaksi Bianca, dia tahu Aditya yang dimaksud dalam berita itu adalah Aditya yang sama.


“Tidak Jo... ” Jawab Bianca berusaha menutupi keterkejutannya.


Jonathan hanya tersenyum simpul saat Bianca menjawab pertanyaannya, karena sangat jelas Bianca terkejut melihat itu.


“Beberapa hari lalu kau mengatakan bertemu kawan lamamu, bukan?.” Tiba-tiba saja Jonathan mengalihkan topik pembicaraan mereka.


“Hah. Iya. Aku bertemu dengan Helen. Dia teman lamaku disini.”


“Benarkah...” Jo langsung menatap kearah mata Bianca. Namun wanita itu seperti menghindar.


“Ya tentu saja... ” Lagi-lagi Bianca menunjukan bahwa dia tidak menjawabnya dengan benar. Bahkan ia tidak berani menatap mata lawan bicaranya.


“Undang lah dia ke pesta pertunangan kita nanti, temanmu adalah temanku juga... ” Ucap Jo, berusaha membuat Bianca nyaman kembali.


“Lusa kita akan kembali ke seoul, apakah kau tidak memiliki rencana lain, sebelum meninggalkan tempat ini?.”


“Tidak. Lebih cepat lebih baik... ”


“Karena semakin lama kita berada disini, semakin sulit bagiku untuk pergi lagi.” Batin Bianca.


“Sayang... Jika kau tidak keberatan, bagaimana jika kita jalan berdua hari ini.”


“Sayang... ?.” Bianca mengulang kalimat Jonathan sambil terkekeh.


“Jo... apa sekarang kau akan memanggilku seperti itu.. ” Tanya Bianca.


“Ya aku akan memanggilmu dengan sebutan itu sekarang. Bagaimana apa kau setuju untuk keluar bersama denganku?.” Jo kembali menanyakan pendapat Bianca.

__ADS_1


“Tentu saja... Ayo kita keluar, aku akan membawamu melihat-lihat kota Beijing.. ”Seru Bianca.


📍Herlambang Group


William tiba-tiba datang menemui Aditya setelah mendengar berita yang beredar dimasyarakat sekarang.


“Apa kau benar-benar serius untuk itu semua? Kau bilang Bianca sudah kembali, lalu apa ini... ” William begitu tidak mengerti dengan sikap Aditya, baru kemarin dia bilang akan membawa Bianca kembali, kini pria itu malah mengumumkan rencana pernikahannya ke publik.


“Ini adalah cara agar dia mau memaafkan ku. Wanita itu memintaku melepaskannya... Dia membenciku, itulah kenyataanya.” Suara Aditya tampak sangat berat mengatakannya.


“Lalu anakmu? Bukankah kau memintaku menyelidiki semuanya. Setelah aku mendapatkan informasi bahwa anak itu adalah putramu. Apa kau tidak memikirkannya sama sekali. Ayah macam apa kau ini!!! .” Kesal William, ia sangat geram melihat Aditya yang sekarang menjadi pria yang tidak berdaya.


“Tentu saja dia putraku... Mendengar bahwa dia hidup dengan baik bersama Bianca saja, itu sudah sangat cukup bagiku. Anak itu, dia akan lebih bahagia jika bersama ibunya. Mana mungkin aku tega memisahkan ibu dan anak itu.” Ujar Aditya.


“Aku sudah berusaha sejauh ini. Apa lagi yang bisaku lakukan? Vivie. Hanya dia yang diinginkan mamah saat ini. Aku sudah kehilangan sosok ayah bertahun-tahun yang lalu. Hanya dia yangku punya sekarang. Aku juga harus memberi kebahagiaan untuknya.” Aditya sangat mengerti keinginan ibunya, yang begitu ingin melihat Aditya bisa mejalani hidupnya kembali.


“Bahagia? Membahagiakan orang lain. Namun menyakiti diri sendiri, begitukah yang kau maksud bahagia? Bianca sudah disini, putramu juga sudah disini. Dan kau menyerah begitu saja. Dan coba pikirkan perasaan Vivie, dia benar-benar mencintaimu, tapi kau dan aku tahu satu hal, wanita yang ada dihatimu hanya Bianca !!! .” Kali ini William benar-benar menaikan nada bicaranya dihadapan Aditya.


“Jangan perduli kan aku... Ini hidupku. Dan aku sudah menentukannya. Aku akan menikah dengan Viviean. Kau tidak berhak menaikan nada bicaramu di hadapanku. Pergilah, aku benar-benar tidak ingin diganggu sekarang.” Usir Aditya.


“Baiklah. Terserah kau saja orang hebat!!! ... ” William keluar dan membanting pintu dengan kasar dihadapan Aditya.


Ting 1 pesan masuk keponsel Aditya.


Nomor tidak dikenal


Besok temui aku jam 6 Sore, di Lose Heaven.


To. unknown number


Siapa kau?


Balas Aditya. Namun tidak ada balasan apapun dari nomor itu lagi.

__ADS_1


Dan satu-satunya cara untuk mengetahuinya, adalah datang ke sana sesuai permintaan orang misterius tersebut.


__ADS_2