
"Werewolf," ucap Julian yang mengetahui monster yang ada di depannya.
Muncul beberapa Werewolf di depan, mereka adalah monster serigala yang berdiri dan berjalan seperti manusia yang menggunakan dua kaki, selain itu tidak ada bedanya dengan serigala biasa.
"Roarr!!" semua Werewolf meraung dengan keras karena melihat ada mangsa di depan.
"Kalian tahu kelemahan Werewolf bukan?" tanya Julian.
"Ya! Leher!" teriak mereka bertiga.
Nimi masuk ke dalam bayangannya Mine dan Mine berlari ke depan sambil melempar beberapa pisau lempar untuk mengecoh Werewolf.
Werewolf mengayunkan tangan mereka untuk menepis lemparan pisau Mine. Namun Mine sudah sampai di depan mereka dan menusuk leher salah satu Werewolf sampai menebusnya.
Nimi keluar dari bayangan Mine, ia pergi ke belakang salah satu Werewolf dan menusuk lehernya dari belakang sampai tembus sama seperti yang dilakukan oleh Mine.
Claire yang sudah bersiap lalu menembakkan peluru api dan Werewolf tumbang dalam beberapa tembakan karena Claire sedikit meleset karena kurangnya pencahayaan.
Julian juga membunuh beberapa Werewolf dengan santai, ia memukul perut Werewolf, memegang kepalanya, dan menusuk lehernya dengan kuku tajam.
Sekitar 10 Werewolf terbunuh hanya dalam beberapa detik saja. Werewolf memang monster yang lemah, dan mereka kuat hanya pada saat berkumpul dengan Werewolf yang lain.
"Tubuh Werewolf tidak banyak kegunaannya, jadi biarkan saja, jangan diambil," ucap Julian sambil membuang tubuh Werewolf ditangannya.
"Baik!" mereka bertiga mengangguk.
Lalu, mereka berempat segera melanjutkan penelusuran mereka namun ada yang aneh, sudah 10 menit mereka berjalan tapi tidak ada satupun monster yang terlihat.
Itu tentu saja sangat aneh karena labirin adalah sebuah tempat di mana di dalamnya berisi sangat banyak monster dan monster yang mati akan terbentuk kembali.
"Ah, mungkin saja ada monster yang kuat di sini," pikir Julian.
Ia mendeteksi aliran mana dan melihat kalau dia jalan bercabang di depan sana, ia hanya perlu berbelok ke arah kanan. Namun ia mengerutkan keningnya karena aliran mana di sisi kiri tidak biasa.
"Jalan untuk ke lantai kedua ada di sisi kanan, tapi kita akan ke sisi kiri terlebih dahulu karena ada aliran mana yang tidak biasa di sana," ucap Julian lalu ia berjalan ke sisi kiri.
"Baik, Master!" mereka bertiga mengangguk dan mengikuti Julian.
__ADS_1
Julian merasa kalau di sisi kiri jalan bercabang di depannya terdapat seekor monster yang kuat karena dari tadi mereka tidak menemukan satupun monster kecuali monster yang ada di pintu masuk.
Meskipun dirinya tidak tahu mengapa monster kuat itu berdiam diri di tempat itu dan tidak menyerang mereka berempat yang bisa dikatakan kalau mereka berempat adalah penyusup karena telah memasuki dungeon tempat mereka tinggal.
Mereka berempat berjalan dan menemukan kalau lorong yang mereka lalui terdapat pencahayaan yang berupa kristal kecil yang bersinar yang menempel di dinding gua.
"Master, aku mendengar suara dari depan," ucap Nimi sambil menunjuk ke arah depan dengan jari telunjuknya.
Julian mengangguk dan berkata, "Bagus. Mari kita jalan secara diam-diam."
Mereka bertiga mengangguk kemudian memperlambat jalan mereka. Sekitar beberapa saat kemudian, suara itu menjadi semakin jelas.
"!!" mereka berempat melebarkan mata mereka karena melihat ada banyak sekali Werewolf di ruangan di depan mereka.
"Pantas saja kita tidak melihat ada monster sepanjang perjalanan. Ternyata mereka sedang berkumpul di sini," ucap Claire dengan nada yang serius.
"Ya, kau benar," angguk Julian sambil melihat di mana pemimpinnya.
"Oh, kalian lihat Werewolf bertangan empat di sana? Monster itu adalah pemimpin Werewolf yang lainnya." Julian menunjuk ke suatu arah.
Mereka bertiga mengikuti arah yang ditunjuk oleh Julian dan melihat memang ada Werewolf bertangan empat yang sedang duduk dengan malas.
"Tunggu sebentar, aku perlu mengamati mengapa mereka berkumpul di sini. Pasti ada alasan mengapa Pemimpin Werewolf mengumpulkan Werewolf lain," ucap Julian sambil mengamati.
Mereka bertiga mengangguk dan menunggu sebentar. Seperti yang dikatakan oleh master mereka kalau pasti akan ada alasan mengapa monster berkumpul di satu tempat.
"Hm, aku tidak menemukan adanya keanehan di sana. Tapi aku memiliki asumsi kalau mereka ini berkumpul karena akan menyerang sesuatu," ucap Julian yang kecewa karena tidak menemukan keanehan di sana.
"Benar juga. Tapi, dengan siapa mereka akan bertarung?" tanya Claire sambil menyentuh dagunya.
"Apakah ada monster lain di lantai pertama? Tapi sepertinya tidak karena kita tidak melihatnya," ucap Nimi.
"Lalu bagaimana jika mereka akan bertarung melawan monster yang ada di lantai dua?" ucap Mine yang membuat yang lain tersadar.
Ya, bagaimana bisa mereka melupakannya. Monster bisa pergi ke lantai yang lain dan bisa saja para Werewolf akan bertarung dengan monster di lantai dua.
Biasanya monster tidak meninggalkan lantai yang mereka tempati karena semakin dalam lantainya, maka monster yang menempati akan semakin kuat.
__ADS_1
Tapi itu tidak menutup kemungkinan kalau para Werewolf akan menyerang monster di lantai dua. Jumlah Werewolf di depan sana juga sangatlah banyak ditambah mereka memiliki pemimpin.
"Karena itu masalahnya, maka kita abaikan saja mereka. Tidak ada gunanya kita melawan mereka, tujuan kita adalah untuk menyelematkan seseorang di lantai terdalam dan kita tidak bisa menggunakan kekuatan secara sia-sia," ucap Julian.
"Baik." mereka bertiga mengangguk karena setuju dengan ucapan Julian.
Jika ini adalah penyerangan labirin yang biasa, Julian akan menyerang pada Werewolf tanpa ragu-ragu. Tapi sekarang tugas mereka sudah ditentukan yaitu menyelamatkan pengikut Gydhea.
Mereka kemudian pergi ke lantai dua. Yang menghubungkan antar lantai dalam labirin biasanya berupa tangga atau jalan menurun.
Mereka menemukan tangga di sisi kanan jalan bercabang tadi lalu mereka turun ke bawah. Aliran mana di lantai dua ini lebih kuat dibandingkan dengan lantai pertama.
Dan mereka langsung bertemu dengan seekor monster yang tinggi. Julian tidak tahu apakah labirin ini memiliki karakteristik karena monster di lantai satu dengan monster di lantai dua berbeda jenis.
Monster di lantai satu adalah serigala yang menggunakan dua kaki yaitu Werewolf. Sedangkan monster di lantai dua adalah gorila besar namun memiliki empat kaki dan dua tangan.
Struktur tubuh monster gorila di depan seperti seekor Centaur. Berdiri dengan empat kaki dan memiliki dua tangan yang besar dan kuat.
"Aneh," ucap Julian yang disetujui oleh mereka bertiga.
Karena hanya ada satu monster gorila, Julian tidak bertransformasi menjadi dinosaurus. Ia akan bertarung dengan wujud manusianya saja.
Mine masuk ke dalam bayangan Julian yang sedang lari dan diikuti oleh Mine. Tiba-tiba Julian berbalik lalu menyatukan kedua telapak tangannya dan melihat ke arah Mine.
Mine mengangguk dan berlari lebih cepat lalu ia menginjak telapak tangan Julian. Julian mengangkat telapak tangannya dengan kuat yang membuat Mine meluncur dengan cepat ke arah monster gorila.
"Wargh!!" Monster gorila memukul-mukul dadanya dengan marah karena ia melihat ada makhluk kecil yang berani menyerangnya.
Monster gorila memiliki tinggi sekitar tiga meter dan panjang sekitar lima meter. Wajar saja menganggap manusia adalah mahkluk kecil.
Seperti biasa, Mine melempar beberapa pisau untuk mengecoh perhatian musuh. Monster gorila mengayunkan tangan kanannya menepis lemparan pisau Mine.
Namun Mine sudah berada tepat di depannya dan memeluk kepala monster gorila. Lalu saat monster gorila belum bereaksi, Mine menusuk mata kiri monster gorila yang membuatnya berteriak kesakitan.
Monster gorila menggunakan dua tangannya untuk menyingkirkan Mine yang memeluk kepalanya. Namun Mine langsung melepaskan pelukannya dan duduk di atas punggung monster gorila.
Bersamaan dengan itu, Julian sudah datang dan menyerang lutut salah satu kaki monster gorila dengan serangan cakar yang membuat monster gorila kehilangan keseimbangannya.
__ADS_1
Mine keluar dari bayangan Julian dan menyerang kaki monster gorila yang lain. Setelah itu mereka bertiga mundur untuk menjaga jarak karena Claire sedang menembakkan beberapa peluru api yang bisa meledak.
"Wargh!!!" teriak monster gorila dengan kesakitan.