Isekai Dinosaur

Isekai Dinosaur
Latihan Pertarungan antara Julian Melawan Lucian


__ADS_3

"Lucian! Ayo bertarung!" teriak Julian yang sedang berlari ke arah Lucian yang sedang bersantai.


"Huh!?" Ekspresi Lucian menjadi suram karena ada orang yang berani mengganggu waktu santainya.


"Yah, tapi aku juga penasaran dengan orang yang bisa mengalahkan salah satu dari tiga jenderal iblis," pikir Lucian.


Lucian berdiri dan berlari ke arah tempat latihan. Julian yang melihat hal itu langsung merasa gembira karena ia bisa bertarung dengan naga meskipun tidak dalam wujud sebenarnya.


Para prajurit juga sedang beristirahat setelah latihan siang, mereka kemudian melihat ada tamu raja yang sedang berlari menuju tempat latihan.


Mereka juga melihat kalau kedua tamu raja saling berhadapan dan mereka berpikir kalau akan ada sesuatu yang menyenangkan untuk ditonton.


Pada prajurit yang sedang beristirahat segera mengajak prajurit yang lain untuk menonton pertarungan Julian dengan Lucian karena mereka adalah tamu raja dan para prajurit tentu saja berpikir kalau mereka berdua hebat.


"Kau menggangguku saat sedang santai, tapi aku maafkan karena aku juga penasaran dengan kekuatanmu," ucap Lucian sambil tersenyum.


Julian juga tertawa menanggapinya, "Terima kasih kurasa?"


Mereka berdua saling menatap sebentar, kemudian mereka sama-sama mengepalkan tangan kanan mereka dan berlari dengan kencang.


Lalu, saat mereka berdua berdekatan, mereka memukul dan saling adu pukulan. Pukulan mereka sangat dahsyat sampai membuat gelombang udara yang menghempaskan beberapa barang.


Bahkan Julian yang mengenakan pakaian lengan panjang, pakaian di bagian lengan kanannya langsung robek karena dampak pukulan Lucian.


Mereka berdua sama-sama membuat seringai di wajah mereka lalu melanjutkan saling adu pukulan secara perlahan kemudian mereka mempercepat.


Hempasan yang dibuat dari satu pukulan saja sudah sangat dahsyat apalagi sekarang mereka saling adu pukulan dengan sangat cepat, gelombang udara yang dihasilkan lebih kencang dan lebih kuat.


"Kuat! Sangat kuat! Apakah ini kekuatan dari naga, sang makhluk yang berada di puncak rantai makanan!?" pikir Julian yang terkejut dengan kekuatan di dalam pukulan Lucian.


Lucian juga berpikir hal yang sama, "Apakah dia ini manusia biasa!? Bagaimana bisa kekuatannya hampir menyamai kekuatanku!?"


"Gila! Menggunakan kekuatan fisik saja sudah sedahsyat ini, bagaimana jika mereka menggunakan mana dalam pukulan mereka!?" teriak salah satu prajurit.


Benar, Julian dan Lucian saling adu pukulan biasa yang hanya menggunakan kekuatan fisik, mereka tidak menggunakan mana karena dampaknya akan lebih besar dan mungkin bisa menghancurkan bangunan di sekitar.

__ADS_1


Julian memang hebat untuk seukuran manusia, tapi yang ia lawan adalah naga, makhluk yang sulit dijangkau oleh manusia.


Lucian berhasil mendaratkan pukulan di pinggang kanan Julian dengan tangan kirinya sampai Julian hampir tidak bisa berdiri karena pukulannya yang terlalu kuat.


"Hahaha! Pukulanmu sangatlah kuat! Aku juga tidak akan kalah!" teriak Julian di sela-sela pukulannya.


Julian dengan cepat memukul perut lucian dengan keras sampai Lucian terhempas jauh ke belakang. Julian juga langsung mengejarnya karena ia tahu ini kesempatan dirinya untuk mendaratkan pukulan.


Ia berlari dengan cepat kemudian melompat ke depan. Ia mengangkat kedua tangannya kemudian membantingnya ke arah Lucian di bawah.


"Manusia! Kau sangatlah kuat! Aku baru pertama kali melihat mansion seperti dirimu!" teriak Lucian dengan gembira, benar, gembira.


Lucian yang seekor naga pastinya memiliki kekuatan yang sangat besar karena dia bisa menghancurkan sebuah kerajaan, oleh karena itu ia merasa bosan karena tidak ada orang yang bisa bersaing dengan dirinya.


Lucian menyilangkan kedua tangannya di atas kepala untuk menangkis serangan bantingan tangan Julian dari atas. Kemudian serangan Julian mengenai kedua tangannya dan serangannya sangat berat sampai ia menekuk lututnya.


Julian yang masih berada di udara segera mendarat dan memukul dagu Lucian dengan keras yang membuatnya terhempas ke udara.


Ia kemudian melompat dan memegangi lengan kanan Lucian dengan erat lalu melemparkannya ke bawah sampai membuat tanah di bawa retak atau bisa dikatakan hancur karena dampak jatuh Lucian yang terlalu kuat.


Lucian merasakan tubuhnya pegal, bukan sakit karena serangan Julian memang tidak akan bisa melukai tubuhnya. Namun Lucian sangat terkejut karena sangat sedikit orang yang bisa membuatnya seperti ini hanya dengan bermodalkan kekuatan fisik.


"Sial! Lemparannya sangat kuat!" pikir Julian yang merasakan sakit di punggungnya.


Lucian melihat kalau Julian tidak segera bangkit, ia mengatakan kakinya ke arah Julian kemudian ia menjatuhkan dirinya yang membuat kedua telapak kakinya mengenai perut Julian.


"Ugh!!!" Julian melebarkan matanya karena perutnya yang sangat sakit.


Bahkan tanah di bawahnya yang sudah hancur menjadi tambah hancur yang membuat prajurit yang sedang menonton tidak bisa berkata-kata.


"Ayo hentikan. Tempatnya tidak cocok untuk pertarungan kita, aku takut Raja Rolant akan meminta kompensasi karena telah menghancurkan bangunan jika kita melanjutkannya," ucap Lucian sambil menghembuskan napas panjang.


Julian terengah-engah dan menjawab, "Kau benar."


Lucian tersenyum, ia mengulurkan tangannya dan diterima oleh Julian. Kemudian ia membantu Julian untuk berdiri karena perutnya yang masih sakit karena serangan kaki tadi.

__ADS_1


"Kau sangat kuat, aku tidak menyangka kalau manusia bisa memiliki kekuatan seperti itu," ucap Lucian dengan nada kagum.


"Haha, terima kasih. Tapi aku masih belum bisa menyamai dirimu itu," balas Julian dengan nada rendah hati.


Lucian memutar matanya dan berkata, "Apakah menurutmu manusia bisa menandingi naga dalam hal kekuatan fisik?"


Julian juga tertawa setelah mendengar itu, "Hahaha, kau ada benarnya."


Saat mereka berbincang-bincang, para prajurit mengerubungi mereka dan mengajukan banyak sekali pertanyaan terkait kekuatan mereka berdua.


Para prajurit juga meminta sasan bagaimana caranya agar mereka bisa memiliki kekuatan seperti mereka berdua karena apa didambakan oleh setiap prajurit adalah kekuatan.


Julian dan Lucian hanya bisa tersenyum kecut dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan, saat mereka akan pergi, Conall datang membubarkan pada prajurit.


Para prajurit menjadi kecewa karena belum mendapatkan jawaban, namun mereka tidak berani lagi karena Conall adalah pangeran mereka yang harus mereka patuhi.


Julian dan Lucian menghela napas lega karena Conall menyelamatkan mereka dari kekacauan. Saat mereka berdua akan berterima kasih, Conall langsung meminta Julian untuk mengikuti dirinya.


Julian memandang Lucian dan Lucian hanya mengangkat bahunya kemudian ia pergi. Julian yang bingung hanya bisa mengikuti Conall ke paviliun di dekat tempat latihan.


"Conall, apakah ada sesuatu?" tanya Julian langsung.


Conall menyerahkan laporan yang ia tulis kepada Julian, "Bacalah, aku berencana membuat sebuah benda sihir untuk membantu Doria. Karena kita akan menggunakan cara kedua."


Julian melihat laporan tersebut, "Hm, benda sihir yang bisa memasok mana secara teratur dan cukup tidak kurang tidak lebih."


Saat Julian membaca laporan yang Conall tulis mengenai benda sihir yang akan dibuat, ia teringat dengan Power Bank yang ada di bumi.


Konsepnya sama, kedua benda akan diisi dengan energi kemudian saat digunakan kedua benda tersebut akan mengeluarkan energi.


Bedanya hanya terletak pada energi tersebut dimana Power Bank menggunakan listrik sedangkan benda sihir ide Conall menggunakan mana.


"Tidak ada yang perlu diperiksa, konsepnya sudah bagus dan bisa langsung dibuat lalu digunakan," ucap Julian sambil menyerahkan laporan itu kembali.


"Benarkah!?" tanya Conall dengan nada gembira.

__ADS_1


"Ya, itu benar," angguk Julian dengan pasti.


Setelah itu Conall langsung pergi ke ruang kerja Rolant karena akan menyerahkan laporan itu meninggalkan Julian seorang diri yang membuatnya terdiam.


__ADS_2