
"Sea Serpent dikalahkan!?" Orang-orang yang melihat Sea Serpent mati berteriak.
"Ambil Sea Serpent!!!" Bruno berteriak kepada Para Pasukan Malone.
Ia memang sangat penasaran siapa Julian dan bagaimana bisa dia berada disana, namun yang paling penting saat ini adalah mengambil bagian tubuh Sea Serpent.
Bahkan Sika juga menggunakan otoritas miliknya sebagai tangan kanan Marquiss Alan untuk memerintahkan Pasukan Kota untuk mengambil Sea Serpent.
"Pasukan Mollon! Buat tembok manusia sebentar! Kami akan membawa tubuh Sea Serpent ke Mansion!" Damian memerintahkan Pasukan Mollon untuk membentuk tembok manusia.
Pasukan Mollon segera membentuk sebuah barisan dimana pemegang perisai berada didepan sementara dibelakangnya adalah pengguna tombak yang diarahkan kedepan agar orang-orang tidak mendekat.
"Para penyihir! Gunakan sihir kalian untuk membawa tubuh Sea Serpent ke Mansion!" Damian memerintahkan para penyihir dibelakangnya.
"Gunakan sihir untuk membuat tubuh Sea Serpent ini menjadi ringan, aku yang akan membawa ini ke mansion," ucap Julian.
Ia bertransformasi menjadi Pterosaurus dan mengambil tubuh Sea Serpent dengan kedua kakinya, lalu ia terbang keatas.
Para penyihir segera menggunakan mantra sihir peringan beban setelah melihat Damian mengangguk setuju dengan ucapan Julian.
Julian langsung merasakan kalau tubuh Sea Serpent yang tadinya berat kini sudah menjadi ringan dan ia membawa tubuh Sea Serpent dengan mudah.
Damian dan yang lain segera turun dari atap bangunan dan pergi ke Mansion Mollon dengan kereta kuda yang sudah disiapkan.
Claire ikut dengan Damian dengan kereta kuda sedangan Nimi dan Mine sudah pergi lebih dulu ke mansion dengan berlari.
Setelah Damian dan yang lain sudah tidak terlihat, Pasukan Mollon segera membentuk formasi biasa dan pergi meninggalkan area.
Orang-orang dan pasukan yang lain tidak mengejar mereka karena tahu kalau Sea Serpent kini sudah dimiliki oleh Keluarga Mollon.
Mereka tidak bisa seenaknya mengambil Sea Serpent karena itu akan memicu pertempuran atau bahkan peperangan jika yang terlibat adalah orang berpengaruh.
Oleh karena itu Bruno hanya bisa menggertakkan giginya dengan marah saat melihat tubuh Sea Serpent yang diinginkannya menghilang dari pandangannya.
Sika juga tidak bisa berbuat banyak karena ia tidak memiliki otoritas yang tinggi dan maksimal hanya bisa menggerakkan pasukan jika ada alasan yang masuk akal.
...----------------...
Sepanjang perjalanan menuju Mansion Mollon, para warga melihat kalau ada monster terbang yang sedang membawa Sea Serpent.
Namun Julian tidak mempedulikan hal itu, ia mengabaikan teriakan mereka dan terbang menuju Mansion Mollon yang sudah dekat
"Disini saja kah?" Julian melihat ke sekitar.
Kemudian ia menaruh tubuh Sea Serpent dihalaman belakang mansion yang luas agar tidak menimbulkan keributan jika ditaruh dihalaman depan.
__ADS_1
Julian kembali ke wujud manusia nya dan setelah menunggu sebentar, ia merasakan bau Nimi dan Mine yang semakin kuat.
"Master!!" Nimi dan Mine sampai dan langsung memeluk Julian.
"Haha, Nimi, Mine, apakah kalian baik-baik saja?" tanya Julian.
"Kami baik-baik saja, Master!" Nimi menjawab.
"Bagaimana dengan Master?" tanya Mine.
"Aku juga baik-baik saja, namun kurasa aku butuh istirahat sebentar karena tubuhku kaku setelah menerima sambaran petir." Julian merenggangkan otot-otot tubuhnya yang kaku.
"Lalu aku akan memijat Master!" Nimi menawarkan diri untuk memijat Julian.
"Aku juga akan memijat Master!" Mine juga ikut menawarkan diri.
"Haha, terima kasih kalian berdua. Namun kita lakukan itu nanti karena kita harus membahas mengenai Sea Serpent." Julian mengelus-elus kepala Nimi dan Mine.
"Baik, Master!" Nimi dan Mine berteriak gembira karena mereka berdua senang jika kepala mereka dielus-elus oleh Julian.
Tidak lama setelah itu, kereta kuda Damian datang. Damian dan Inka serta Claire turun dari kereta kuda dan berjalan menghampiri Julian.
"Ide gila mu berhasil." Damian menghela napas dan tersenyum kepada Julian.
"Maksudnya kau bisa mengalahkan Sea Serpent dengan percaya diri?" Damian tidak terkejut saat Julian mengatakan hal itu.
Damian sendiri bisa tahu kalau Julian tidak menggunakan semua kekuatannya, dan bahkan Julian hanya mendapatkan luka kecil dari hasil pertarungan melawan Sea Serpent.
Oleh karena itu saat ini Damian sudah tidak menganggap Julian sebagai orang yang setara dengan dirinya, melainkan lebih tinggi darinya.
"Kekeke, tentu saja. Aku percaya diri bahkan jika ada tiga Sea Serpent yang melawanku." Julian tertawa dengan puas.
Setelah itu, mereka berbincang-bincang membahas mengenai pembagian tubuh Sea Serpent karena jika dilihat secara teknis, tubuh Sea Serpent adalah milik Julian karena dia yang telah mengalahkannya.
"Tidak bisa, aku tidak bisa menerima ini. Bagaimana jika aku beli saja tubuh Sea Serpent?" Damian menggeleng-gelengkan kepalanya dan menolak dengan kebaikan Julian yang akan menyerahkan tubuh Sea Serpent secara gratis.
"Yah, lakukan sesukamu." Julian mengangkat bahunya tidak terlalu peduli dengan uang.
"Ah ya, bisakah aku meminta tolong untuk membuatkan sesuatu dari bagian tubuh Sea Serpent?" Julian teringat sesuatu yang ia butuhkan.
"Tentu saja, katakan apa yang kau butuhkan?" Damian mengangguk.
"Buatkan dua pasang pisau dan beberapa pisau lempar. Lalu apakah bagian tubuh Sea Serpent bisa untuk membuat staff sihir?" tanya Julian.
"Pisau? Itu mudah, kita akan menggunakan giginya yang tajam dibandingkan dengan sisik. Lalu untuk staff sihir, Inka, apakah punya ide?" Damian menoleh kearah istrinya.
__ADS_1
"Tongkat nya bisa dibuat dengan sisik Sea Serpent, namun tidak dengan batu sihirnya." Inka menyentuh dagunya dan berpikir sebentar lalu ia menjawabnya.
"Batu sihir ya, dimana aku bisa mendapatkannya?" tanya Julian.
"Haha, tenang saja, apakah kau lupa kalau kami adalah pedagang? Kami bisa menyediakan batu sihir dengan kualitas terbaik." Inka tertawa kecil.
"Oh iya, aku lupa." Julian menepuk dahinya.
Julian kemudian menambahkan kalau staff sihir yang diperlukan adalah staff sihir pendek yang bisa digunakan dengan satu tangan.
Itu karena Claire lebih berfokus menggunakan pistol mana dan staff sihir hanya untuk mantra sihir penyembuh, karena tidak bisa digunakan di pistol mana.
Staff sihir yang pendek juga bisa disimpan dengan mudah dan bisa dibawa kemana-mana, tidak seperti staff sihir yang biasa yang harus dipegang atau disimpan seperti tombak dibelakang punggung.
...----------------...
"Tuan Damian, ada banyak orang diluar mansion ingin membeli Sea Serpent, apa yang harus saya lakukan?" Seorang pria menghampiri Damian.
"Hm, beritahu mereka kalau dalam tiga hari, Keluarga Mollon akan mengadakan lelang Toko Mollon seperti biasa, untuk waktunya, akan diberitahu nanti." Damian menyentuh dagunya dan berkata.
"Baik, Tuan." Pria itu mengangguk dan segera berlari ke luar mansion.
"Sekarang aku memikirkannya, bagaimana aku akan menjelaskan masalah ini?" Damian mengerutkan keningnya.
"Jangan membuang-buang waktumu untuk menjelaskannya. Orang-orang hanya akan mendengarkan apa yang ingin mereka dengar," ucap Julian.
"Benar suamiku. Katakan saja kalau kita menyewa orang yang kuat untuk membantu." Inka setuju dengan ucapan Julian dan memberikan pendapatnya kepada Damian.
"Baiklah, itu juga bukan ide yang buruk. Apalagi, aku memang setuju dengan Julian. Aku terlalu malas untuk menjelaskannya secara detail kepada mereka." Damian mengangguk setuju dengan ucapan Julian dan pendapat Inka.
"Tapi jangan beritahu identitasku, aku sudah muak dengan perhatian orang-orang. Yang aku inginkan adalah hidup dengan damai," ucap Julian.
"Tidak seperti kehidupanku sebelumnya," batin Julian.
"Tenang saja, aku tahu hal ini. Aku juga akan menyuruh semua orang yang pernah melihatmu untuk tidak memberitahu identitasmu ke orang-orang." Damian mengangguk dengan serius.
"Baik, mari kita akhiri untuk hari ini. Sudah saatnya makan, apalagi Julian pasti kelaparan karena sudah bertarung melawan Sea Serpent." Inka bertepuk tangan satu kali dan berdiri.
"Kebetulan sekali aku akan mengatakan hal yang sama." Julian menyentuh perutnya yang kelaparan.
"Baiklah...." Damian tersenyum.
Damian dan Julian serta ketiga budak pergi ke ruang makan sedangkan Inka pergi ke kamar Ethan dan Ella mengajak mereka berdua makan bersama.
Setelah Inka datang bersama dengan kedua anaknya, para pelayan segera menyajikan makanan dan minuman yang lezat.
__ADS_1