Isekai Dinosaur

Isekai Dinosaur
Claire Membantu Desa Demi-Human Kadal


__ADS_3

Kembali ke beberapa waktu sebelumnya. Situasi di pihak Claire dan Gael yang sedang memeriksa area rawa-rawa.


"Ini adalah area rawa, Nona." Gael menunjuk ke arah depannya.


Ada area rawa yang sangat luas di depan mereka. Claire juga melihat beberapa ikan kecil yang sedang berkumpul di sudut rawa.


"Kelihatannya rawa ini baik-baik saja, mengapa kalian kesulitan?" tanya Claire kepada Gael.


"Itu karena monster buaya mengambil makanan di sini," jawab Gael sambil menghembuskan napas panjang.


"Jadi begitu ya, pantas saja aku hanya melihat ikan-ikan kecil." Claire mengangguk-angguk.


"Lalu, bisakah kau jelaskan rawa apa ini?" tanya Claire sambil melihat sekitar.


"Rawa ini adalah rawa yang secara permanen selalu jenuh air. Permukaan air tanahnya dangkal atau tergenang air dangkal hampir sepanjang waktu dalam tahun." Gael menjelaskan kepada Claire.


Claire mendengarkan penjelasan Gael mengenai rawa di depannya. Ia mengambil beberapa langkah dan berjongkok di dekat rawa.


Ia mencelupkan tangannya ke dalam air dan mengira-ngira berapa ketinggian air yang ada di dalam rawa.


"Master pasti bisa mengalahkan monster buaya tersebut. Oleh karena itu kita harus membahas cara memanfaatkan rawa ini selain untuk habitat ikan." Claire berdiri dan berkata kepada Gael.


"Kami juga memiliki niat seperti itu, namun apa daya karena kami sama sekali tidak berpengetahuan." Gael menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya.


"Dan itulah peranku. Ada sebuah pohon bernama Pohon Palaquium yang bisa tumbuh di daerah rawa-rawa seperti itu." Claire mengatakan nama sebuah pohon yang akan ditanam di rawa sekitar desa.


Kemudian Claire memberitahu alasan mengapa dirinya memilih Pohon Palaquium adalah karena pohon ini memiliki banyak manfaat.


Pertama, kayu pohon ini sangatlah kuat dan bisa dimanfaatkan untuk bahan sebuah konstruksi. Contoh saja untuk membuat furniture, lantai, jendela, pintu, bahkan perahu.


Kedua, buah dari pohon ini bisa dikonsumsi dengan aman tanpa menimbulkan efek samping atau penyakit lainnya.


Ketiga, bunga dari pohon ini bisa digunakan untuk membuat obat-obatan untuk berbagai penyakit sederhana, lalu bisa juga digunakan untuk wewangian.


Keempat, biji buah pohon ini menghasilkan minyak yang bisa digunakan untuk pengobatan dan keperluan lainnya, seperti minyak untuk lampu dan minyak untuk memasak.


"Sangat banyak!?" Gael membelalakkan matanya setelah mendengar manfaat Pohon Palaquium dari Claire.


"Ya, itu benar." Claire mengangguk dengan tegas tanda bahwa ia tidak berbohong.

__ADS_1


"Tolong tunggu sebentar, aku akan memanggil kepala desa." Gael langsung berlari menuju rumah kepala desa.


...----------------...


Setelah beberapa menit, Gael datang dengan Dace. Sebelum Claire berbicara, Dace sudah lebih dulu bertanya dengan penuh semangat.


"Apakah pohon yang kau katakan benar adanya!?" Dace menatap Claire dengan penuh semangat.


"Benar," jawab Claire sambil menganggukkan kepalanya.


"Ahh! Akhirnya desa kita bisa memanfaatkan rawa yang luas ini, " ucap Dace sambil mengeluarkan air mata bahagia.


"Rawa ini juga bisa ditanami padi, kacang-kacangan, dan yang lain. Itu karena udara dan air bersih di sini sangat melimpah," tambah Claire.


"Nona Claire! Tolong ikuti aku ke balai desa! Aku akan mengumpulkan semua warga dan kau bisa menjelaskannya kepada mereka!" ucap Dace.


Claire mengangguk lalu ia mengikuti Dace dan Gael menuju balai desa. Setelah sampai di sana, Gael segera mengumpulkan semua warga desa.


"Para warga desa, aku sudah memberitahu kalian kalau ada kelompok yang sedang membantu desa kita. Sekarang, Nona Claire di sampingku ini akan menjelaskan sesuatu yang membuat kalian bahagia!" ucap Dace dengan keras kepada seluruh warga.


Para warga desa yang mendengar ucapan Dace segera saling berdiskusi, kemudian Claire maju satu langkah dan mulai menjelaskan apa yang sudah ia jelaskan kepada Gael dan Dace tadi.


"Apakah itu benar!?" salah satu warga desa berteriak dengan nada tidak percaya.


"Hore!!!" seluruh warga desa berteriak dengan gembira.


"Tapi... kita sama sekali tidak memiliki bibit tanaman yang Nona katakan. Karena selama ini kami hanya mengambil ikan di sungai dan rawa." salah satu warga mengangkat tangannya.


"Kami memiliki beberapa bibit tanaman yang aku sebutkan tadi kecuali Pohon Palaquium, aku akan meminta izin Masterku nanti saat ia sudah kembali," jawab Claire.


"Lalu bagaimana caranya kami untuk mendapatkan Pohon Palaquium itu?" warga lain bertanya.


"Mudah saja, beli ke kota manusia terdekat, yaitu Kota Coramon," ucap Claire.


"Apa!? Apakah kita harus pergi ke kota manusia!?" warga desa itu mengerutkan keningnya.


"Aku tahu apa yang kalian rasakan, karena aku sendiri adalah budak meskipun sekarang aku sudah memiliki kehidupan yang baik."


"Tapi, apakah kalian memiliki pilihan lain saat ini? Lagipula, saat Pohon Palaquium sudah tumbuh, kalian bisa menggunakan bijinya untuk ditanam kembali."

__ADS_1


"Kalian harus berani, kalian semua ingin hidup nyaman namun tidak memiliki keberanian untuk mencapai keinginan tersebut."


"Sekarang, pilihan ada di tangan kalian semua. Tugasku dan Masterku hanyalah membantu kalian. Tapi kalian juga tahu kalau bantuan kami hanya bersifat sementara."


Claire banyak berbicara karena ia juga pernah merasakan situasi yang sama seperti mereka saat ia masih seorang budak yang belum dibeli oleh Julian.


Oleh karena itu saat ini ia juga ingin kalau para demi-human kadal bisa memberanikan diri mereka agar bisa mencapai keinginan mereka.


"Para wargaku, apa yang dikatakan oleh Nona Claire benar adanya. Selama ini, kita hanya mengonsumsi ikan yang didapat dari sungai dan rawa."


"Sekarang, monster buaya sedang mendiami sungai dan kita tidak bisa berbuat apa pun. Beruntung sekali Tuan Julian dan yang lain datang membantu."


"Jika kita mengalami situasi yang sama di masa depan, kita bisa dipastikan akan mati kelaparan." Dace membantu Claire untuk mendorong semangat para warga.


Warga desa saling memandang satu sama lain, mereka juga tahu apa yang dikatakan oleh kepala desa mereka benar adanya.


Kemudian, satu per satu warga desa mengangkat tangan mereka tanda bahwa mereka akan melakukan apa yang diucapkan oleh Claire tadi.


"Bagus!" Dace berteriak dengan gembira.


"Karena semua orang telah setuju, sekarang kita hanya tinggal menunggu Masterku saja," ucap Claire dengan senyumannya.


Kebetulan sekali Nimi dan Mine sudah kembali, mereka membawa banyak sekali binatang hasil buruan mereka tadi.


Mulai dari rusa, serigala, dan ada beberapa buah. Bahkan mereka mengatakan kalau akan memburu beruang seperti yang dilakukan oleh Julian.


Namun mereka berdua tidak menemukan beruang di hutan dan pada akhirnya mereka kembali dengan rasa kecewa karena tidak bisa memburu beruang.


Claire yang mendengar hal itu hanya bisa tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya lalu ia berpikir kalau Nimi dan Mine menirukan Julian yang menyukai pertarungan.


"Yo! Mengapa kalian semua berkumpul di sini?" Julian masuk dari pintu masuk desa dengan menunggangi Decha.


"Apa!??" semua demi-human kadal berteriak termasuk Dace.


"Tuan Julian! Mengapa monster buaya itu ada disini!?" Dace berkata dengan suara yang gemetaran.


"Ah ini? Namanya Decha, aku sudah membuat kontrak budak dengannya, lalu aku juga berdiskusi dengan Decha kalau dia akan membantu kalian di sini!" jawab Julian sambil tersenyum cerah.


Benar, alasan Julian membuat kontrak dengan Decha selain karena dia memiliki kecerdasan, alasan lainnya adalah karena ia berpikir untuk membuat Decha membantu para demi-human kadal.

__ADS_1


Setelah berdiskusi dengan Decha saat perjalanan kembali ke desa, Decha tidak mempermasalahkan hal tersebut karena ia juga tidak memiliki dendam dengan demi-human kadal.


"Apa!?" semua warga desa terkejut bahkan ada beberapa yang pingsan di tempat.


__ADS_2