Isekai Dinosaur

Isekai Dinosaur
Manfaat Yak Pasir yang Membawa Keuntungan


__ADS_3

Keesokan harinya, banyak warga yang berkumpul di sekitar sumur besar yang baru dibuat. Mereka melihatnya dengan penasaran karena banyak orang yang membicarakan sumur ini.


Mereka sama terkejutnya dengan yang lain saat tahu kalau pemimpin mereka mengemban beban yang sangat berat demi menyejahterakan rakyat.


Raff juga mulai membangun beberapa bangunan di sekitar sumur agar bisa memantau sekitar karena khawatir jika sumur tersebut bisa menimbulkan masalah.


Contoh saja jika tekanan air yang ada di bawah tanah terlalu besar sampai meluap keluar dan menghancurkan bangunan di sekitar.


...----------------...


Julian saat ini sedang berada di atas tembok kota sambil melihat warga yang pergi ke sumur. Ia juga bisa merasakan kebahagiaan yang Raff rasakan saat melihat wajah bahagia orang-orang.


Dan disebelahnya saat ini juga ada Raff yang sedang beristirahat. Mereka berdua ada di sini karena angin yang berhembus lumayan sejuk.


Julian tiba-tiba teringat sesuatu yang membuatnya penasaran saat datang ke Kota Cronna lalu ia bertanya kepada Raff di sebelahnya.


"Count, mengapa di sini aku tidak melihat adanya Yak Pasir? Padahal saat aku datang ke sini aku melihat ada banyak Yak Pasir," tanya Julian.


Raff menoleh dan menjawab, "Yak Pasir? Itu karena tidak ada gunanya memelihara Yak Pasir di sini. Kami pernah mencoba untuk memelihara dan membuat peternakan, tapi itu gagal."


Julian mengangkat alisnya, "Mengapa tidak ada gunanya memelihara Yak Pasir?"


Ia tahu kalau Yak Pasir sama seperti Yak yang ada di bumi yang seluruh bagian tubuhnya bisa dimanfaatkan untuk membuat sesuatu.


Raff menghela napas, "Kami menganggap kalau daging Yak Pasir tidak enak karena bulu mereka yang tebal membuat daging tubuhnya keras."


Selama ini, Kota Cronna memakan daging ternak dari peternakan mereka, daging ular gurun, dan daging dari pedagang yang singgah.


Benar, kalian tidak salah baca, ada peternakan di padang pasir ini. Julian juga melihat kalau ada sapi di sini yang sama seperti sapi di bumi.


Dengan perbedaan kalau sapi di sini memiliki organ khusus yang membuat tubuh mereka bisa menyimpan air dalam kapasitas banyak seperti unta.


Julian juga belum pernah melihat unta di sini padahal unta adalah hewan ciri khas padang pasir dan dagingnya juga bisa dimakan.


Julian terdiam sebentar lalu berkata, "Count, tahukah kamu kalau seluruh bagian tubuh Yak Pasir bisa dimanfaatkan? Bahkan dagingnya juga bisa dimakan."


Raff terkejut dan segera bertanya, "Apakah itu benar? Aku tidak pernah mendengar kalau Yak Pasir bisa dimakan karena tidak ada orang yang memakannya juga."


Julian mengangguk, "Ya, meskipun aku tidak pernah memaknya secara langsung. Tapi aku tahu kalau seluruh tubuhnya bisa dimanfaatkan."


"Dulu aku juga memiliki sebuah pakaian dari bulu Yak Pasir. Bulu Yak Pasir itu memiliki kualitas yang tidak bisa diremehkan," tambahnya.


Julian setengah berbohong karena ia tidak pernah memiliki pakaian dari bulu Yak Pasir di sini. Tapi di bumi sebelumnya, ia memang memiliki pakaian dari bulu Yak.


"Apakah itu benar!?" Raff bertanya dengan ragu-ragu.


"Benar, aku bisa menjaminnya dengan harga diriku," Julian mengangguk lagi dan lagi karena Raff tidak percaya.

__ADS_1


"Daripada kita berdebat apakah itu benar atau tidak, mengapa kita tidak mencobanya sekarang?" saran Julian.


"Baiklah, ayo kita mencobanya sekarang," Raff mengangguk karena ia juga ingin melihat apakah Julian benar.


Bukannya ia tidak mempercayai Julian, masalahnya adalah karena tidak pernah mendengar ada seseorang yang pernah memakan daging Yak Pasir selama ia hidup.


Julian bertransformasi menjadi Pterosaurus dan membawa Raff menggunakan kedua kakinya karena dengan cara ini akan sampai lebih cepat.


Raff tertegun lalu berteriak, "Apakah tidak ada cara lain selain ini!!??"


"Maaf," ucap Julian dengan nada datar.


Kemudian Julian terbang dengan cepat dengan Raff yang berteriak dengan sangat keras karena merasakan angin yang berhembus kencang.


...----------------...


Beberapa menit kemudian, mereka berdua sampai di lokasi tempat Yak Pasir berkumpul. Julian mendaratkan Raff di lokasi yang agak jauh dari kawanan Yak Pasir.


Kemudian Julian terbang ke sana dan mengambil satu Yak Pasir dengan cara yang sama seperti burung elang yang mengambil mangsanya dengan kedua kakinya dengan sangat cepat.


Yak Pasir yang lain hanya bisa tertegun saat melihat salah satu teman mereka di bawa oleh makhluk terbang yang besar dan aneh.


Julian membawa Yak Pasir ke lokasi Raff berada. Ia mendaratkan Yak Pasir yang masih bingung dan bertransformasi menjadi manusia kembali.


"Langsung saja?" tanya Julian.


"Ya, langsung saja," angguk Raff.


Karena di bumi Julian tinggal sendiri, ia jadi tahu bagaimana cara memasak atau bahkan dia setara dengan chef ahli.


Julian menguliti jukir Yak Pasir dan disimpan di dalam inventory. Kemudian ia memotong-motong tubuh Yak Pasir dengan sangat cepat menggunakan pedang Raff yang tajam.


Di samping, Raff hanya bisa mengelus dahinya melihat pedang yang ia gunakan untuk pertarungan sedang digunakan untuk memotong hewan.


Julian selesai memotong seluruh tubuh Yak Pasir dengan cepat namun juga rapi. Ia mengambil sedikit daging dan menyimpan sisinya ke dalam inventory.


Ia dan Raff menyalakan api unggun, kemudian Julian memasak daging Yak Pasir dengan cara seperti memasak steak daging sapi.


"Silakan," ucap Julian yang menyajikan steak Yak Pasir kepada Raff.


"Terima kasih," ucap Raff yang menerima steak Yak Pasir.


Raff menggunakan garpu dan pisau untuk memotong sedikit daging, kemudian ia memasukan daging yang sudah dipotong ke dalam mulutnya.


"!!" Raff melebarkan matanya.


Ia merasakan daging Yak Pasir di mulutnya seperti meleleh karena terlalu lembut dan mudah digigit, ia juga bisa merasakan bumbu yang membuat daging ini menjadi lezat.

__ADS_1


"Bagaimana?" Julian tersenyum melihat reaksi Raff.


Ia juga memakan daging Yak Pasir dan merasa biasa-biasa saja karena ia sudah pernah merasakan daging yang lebih lezat dibandingkan dengan ini.


Mungkin karena daging yang ia makan dulu dibuat oleh Chet ternama yang membuat daging yang dimasak menjadi sangat lezat.


"Ini... sulit diungkapkan dengan kata-kata," ucap Raff yang segera menghabiskan daging Yak Pasir.


"Yah, jangan terlalu senang. Ini menjadi sangat lezat karena aku yang membuatnya. Semua masakan menjadi lezat tergantung dengan keahlian memasak orang yang memasak," ucap Julian.


Raff mengangguk, "Benar, bahan-bahan yang berkualitas hanya sebagai pendukung."


Julian kemudian menjelaskan apa saja manfaat dari Yak Pasir ini. Pertama adalah dagingnya yang empuk dan lunak yang mudah digigit.


Kedua adalah susu. Yak Pasir menghasilan susu seperti sapi, dan susunya juga bisa diolah lagi menjadi keju atau yang lain.


Ketiga adalah bulu. Bulu Yak Pasir adalah salah satu bulu yang berkualitas karena bulu ini sangat lembut, tidak, super lembut.


Jika pakaian dari bulu Yak di bumi dibuat menjadi pakaian hangat, lalu berkebalikan di sini. Pakaian dari bulu Yak Pasir akan membuat tubuh orang yang mengenakannya menjadi dingin.


Keempat bukan sebagai produk, melainkan jasa. Yak Pasir bisa dimanfaatkan untuk membawa barang menggantikan kuda.


"Itu sangat luar biasa," ucap Raff dengan nada penuh kekaguman.


Ia merasa bahwa dirinya kurang pengetahuan jika dibandingkan dengan Julian karena ia tidak mengetahui ada keuntungan di sekitar Kota Cronna yang mudah didapatkan.


"Terima kasih, Tuan Julian." Raff berdiri dan membungkukkan badannya dengan penuh rasa syukur.


Julian tersenyum tipis, "Sama-sama, ayo kembali."


Julian bertransformasi menjadi Pterosaurus dan kali ini ia membawa Raff di atas punggungnya yang membuat Raff menghembuskan napas lega.


Disepanjang perjalanan kembali, mereka berdua juga bertukar pikiran mengenai bagaimana cara memanfaatkan Yak Pasir.


Julian memberikan beberapa saran seperti membangun peternakan Yak Pasir. Kemudian Yak Pasir akan digolongkan menjadi dua jenis.


Jenis pertama adalah Yak Pasir pengangkut barang, mereka bisa menggantikan kuda karena kuda akan mudah lelah di udara yang sangat panas ini.


Jenis kedua adalah Yak Pasir penghasil produk, seluruh tubuh mereka bisa dimanfaatkan untuk membuat produk olahan yang bisa dinikmati oleh orang-orang.


Julian juga menyarankan Kota Cronna untuk memperdagangkan hasil olahan Yak Pasir ke kota-kota lain agar mendapatkan banyak keuntungan.


Raff segera setuju dengan saran Julian, ia bertanya apakah Julian menginginkan sesuatu karena sudah terlalu membantunya.


Julian berpikir sejenak dan berkata, "Bisakah kalian membawa produk olahan ini ke desa demi-human kadal? Nanti akan aku buatkan peta."


"Tentu saja kami bisa. Kami akan segera mengantarkan ke sana setelah semua urusan selesai," angguk Raff dengan murah hati

__ADS_1


"Terima kasih," ucap Julian.


"Dengan senang hati," balas Raff.


__ADS_2