
"...Aku tahu kalian pasti heran, begitu juga denganku. Tapi mari kita pikirkan ini nanti dan menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Raja Rolant," ucap Orion dengan nada serius.
Keempat pahlawan lain mengangguk karena mereka juga tahu kalau desa gelap di depan mereka ini sering dikalahkan namun mereka terus berpindah tempat.
Rolant menyuruh mereka berlima dengan harapan kalau desa gelap itu akan musnah dan tidak akan menjadi tumor bagi Kerajaan Cruya.
Mereka berlima melihat desa gelap di depan mereka. Mereka meninggalkan kuda mereka sedikit jauh kemudian berlari menuju desa.
Orion mengeluarkan pedangnya, ia menyalurkan mana yang melimpah kemudian mengayunkan pedangnya secara horizontal ke arah desa gelap.
...----------------...
"Hm? Apa itu?" pria botak berjanggut melihat ada sinar yang mengarah ke desa.
"Sialan! Ini serangan musuh!" Pria di sebelahnya berteriak dan buru-buru menghindar.
Namun kecepatan serangan Orion lebih cepat dan membunuh mereka berdua sekaligus menghancurkan dinding kayu di belakang mereka.
"Serangan musuh!!!" salah satu orang berteriak dengan keras setelah melihat dua mayat di depan gerbang.
Kemudian keluarlah orang-orang yang memakai pakaian hitam sambil membawa senjata mereka masing-masing.
Dan, ada orang yang merapalkan mantra sihir aneh kemudian muncul lingkaran sihir dan keluar banyak sekali monster dari dalam sana.
Mereka tidak tahu siapa yang menyerang desa dan mereka juga tidak peduli. Tujuan mereka saat ini adalah membunuh penyerang desa.
...----------------...
Kelima Pahlawan terus berlari, kemudian mereka melihat ada banyak orang dan juga monster yang keluar dari dalam desa.
Monster yang keluar dari desa bukankah monster pada umumnya, melainkan monster yang berasal dari wilayah iblis.
Mereka memiliki penampilan humanoid dengan tanduk di dahi mereka. Kemudian tubuh mereka juga bermacam-macam, ada yang memiliki otot besar, sayap di tangan, lidah panjang, dan masih banyak lagi.
"Aku akan membuat serangan pertama!" Orion melompat ke depan, ia mengangkat pedangnya tinggi-tinggi kemudian mengayunkannya secara vertikal ke arah para iblis terbang.
Dalam satu ayunan pedang, Orion bisa membunuh puluhan monster terbang sekaligus karena serangannya yang terlalu kuat.
Lalu saat Orion mendarat, ada iblis bertubuh besar yang bersiap untuk menyerangnya. Darion yang melihat itu langsung mengeluarkan perisai besar dan kepaknya.
"Ha! Seranganmu terlalu lemah!" Darion menangkis serangan iblis itu dengan perisai besar di tangan kirinya. Lalu ia memenggal kelapa iblis itu dengan ayunan kapak di tangan kanannya.
"Hey! Jangan tinggalkan kami!" Olivia melancarkan paku es yang sangat banyak ke arah para iblis yang datang.
"Kalian ini sangat bersemangat." Sanaa menembakkan sebuah mantra sihir cahaya yang mirip seperti laser.
__ADS_1
"Cih." Aron tidak terlalu peduli, ia menyembunyikan keberadaannya kemudian membunuh beberapa iblis.
Mereka berlima membunuh banyak sekali iblis hanya dengan menggunakan serangan dasar yang membuktikan betapa kuatnya mereka.
Kemudian, orang-orang dari desa gelap mulia bergabung dalam pertempuran dengan memborbardir kelima pahlawan dengan sihir mematikan.
Kelima pahlawan melihat ada banyak sekali jenis mantra sihir yang mengarah ke arah mereka, namun tentu saja, mereka tidak akan panik.
Darion berdiri di depan yang lain dan menancapkan perisainya ke bawah. Kemudian dengan sihirnya, ia membuat sebuah pelindung mana.
Semua serangan sihir dari orang-orang desa gelap tidak mampu menembus pelindung mana yang dibuat oleh Darion.
Kemudian Oliva juga sudah menyiapkan serangan area. Ia melancarkan banyak sekali paku tajam yang terbuat dari elemen es.
Semua paku es itu menembus pelindung mana Darion dan membunuh banyak sekali orang-orang dari desa gelap. Lalu Orion dan Aron juga maju dan membunuh yang tersisa.
Sanaa berada di posisi paling belakang sebagai pendukung. Ia bisa menggunakan sihir cahaya dan juga sihir pendukung untuk rekan-rekannya.
Sanaa merapalkan mantra sihir kemudian menggunakan buff berupa peningkatan kekuatan dan pertahanan kepada keempat temannya.
"Bagus, Sanaa!" teriak Orion yang mulai bertarung dengan penuh semangat.
Aron juga tidak kalah, ia menyembunyikan keberadaannya dengan baik dan membunuh banyak orang tanpa mereka sadari.
Kemudian Olivia juga menggunakan beberapa mantra sihir elemen es. Contohnya ada paku es, duri es yang muncul dari bawah, tombak es, dan badai es.
Kelima pahlawan bertarung melawan orang-orang dari desa gelap tanpa beban. Mereka dengan mudah membunuh orang-orang.
...----------------...
"Kalian lihat mereka? Kerja sama mereka sangat baik, itu artinya mereka selalu bertarung dalam kelompok," ucap Julian.
Mereka saat ini sangat santai sekali. Mereka menonton pertarungan kelima pahlawan sambil memakan camilan yang dibeli di Kota Cronna.
"Aku tidak menyangka kalau Aron yang bersikap kasar bisa menyembunyikan keberadaannya dengan baik," ucap Nimi.
Nimi fokus mengamati Aron karena perannya juga sebagai assassin. Ia ingin melihat bagaimana assassin yang menyandang gelar pahlawan.
Mine mengamati pergerakan Orion karena perannya yang berada di garda depan. Mine mengangkat aslinya sebelum mengabaikan Orion karena ia merasa tidak cocok dengan Orion.
"Orion terlalu berhati-hati. Tugas orang yang ada di garda depan hanyalah membunuh musuh tanpa mengkhawatirkan apapun," batin Mine sambil mengerutkan keningnya.
Setelah melihat-lihat, Mine menjadi bosan karena tidak ada pahlawan yang perannya sama seperti dirinya. Mine selalu bertarung tanpa mengkhawatirkan apapun karena ia menyerahkan punggungnya kepada yang lain.
Tapi kelima pahlawan tidak, mereka memang melindungi satu sama lain namun disisi lain mereka juga selalu waspada seolah-olah mereka tidak saling percaya.
__ADS_1
"Bukankah mereka sudah ada di sini selama satu tahun? Apakah mereka masih belum bisa saling percaya?" pikir Mine.
Lalu untuk Claire, ia melihat Olivia dan juga Sanaa karena perannya ada dua yaitu penembak jarak jauh seperti penyihir dan penyembuh.
Tiba-tiba Julian mengerutkan keningnya, ia merasakan sesuatu yang mencekam yang akan datang.
Kemudian ia dan yang lain melihat ada sebuah lubang, atau lebih tepatnya sebuah portal di desa gelap lalu mereka melihat ada sesosok yang muncul.
Sosok itu berpenampilan humanoid dengan tinggi dua setengah meter lebih. Ia juga memiliki dua tanduk di dahinya yang melengkung ke belakang.
Rambutnya berwarna putih pucat dengan mata lebar namun bola matanya hanya berwarna hitam gelap. Kemudian saat sosok itu menyeringai, terlihat gigi-giginya yang tajam.
Tanpa appraisal pun Julian bisa tahu kalau sosok yang muncul secara tiba-tiba di sana adalah iblis, dan dia sangatlah kuat.
"Hm, aku penasaran dengan kekuatannya, appraisal." Julian menggunakan appraisal ke arah iblis tersebut.
[ Orobas Ohrne
HP : 100%
MP : 100%
level kekuatan : 8
level mana : 7 ]
Julian terkejut dengan hasil appraisal karena kekuatan dari iblis bernama Orobas itu sangatlah kuat dan dia adalah makhluk terkuat yang pernah ia temui kecuali Dewa Tertinggi.
[ Tambahan informasi, Orobas adalah salah satu dari tiga jenderal iblis ]
"Jenderal iblis? Hm, jadi di dalam ras iblis juga ada yang seperti itu ya," pikir Julian.
"Kalian semua melihat sosok mengerikan itu bukan? Namanya adalah Orobas dan dia adalah salah satu dari tiga jenderal iblis." Julian memberitahu kepada Claire dan kedua demi-human.
"Apa!? Jenderal iblis!?" Mereka bertiga sangat terkejut.
Berbeda dengan Julian yang merupakan orang dari dunia lain, mereka bertiga adalah orang asli dunia ini dan tahu beberapa informasi mengenai Orobas.
Contohnya adalah Orobas ini adalah jendral iblis terkejam diantara yang lain. Orobas suka meminum darah makhluk yang ia bunuh terutama manusia.
Orobas juga iblis tipe kekuatan yang tidak bisa diremehkan, bahkan Orobas memiliki julukan yang diberikan oleh orang-orang, yaitu 'Hunter'.
Karena Orobas tidak pernah melepaskan musuhnya dan akan selalu mengejar musuhnya yang lari sampai ia membunuhnya seperti seroang pemburu.
"Pemburu ya, menarik. Mari kita lihat bagaimana kelima pahlawan bisa mengatasinya!" Julian berkata dengan nada bersemangat.
__ADS_1