Isekai Dinosaur

Isekai Dinosaur
Memutuskan untuk Berangkat Menuju Wilayah Elf


__ADS_3

"Apakah kalian tidak bisa tinggal lebih lama lagi?" tanya Conall.


Julian dan yang lain memutuskan untuk berangkat menuju wilayah elf hari ini karena mereka sudah terlalu lama berada di Kota Crosa.


Ia sudah memberitahu Keluarga Kerajaan dan saat ini Conall dan Lucas sedang berada di kediaman Largus karena Julian perlu menjemput Karina.


Karena Karina sudah mendapatkan izin untuk pergi berpetualang bersama dengan Julian, ia sangat bersemangat dan sudah mempersiapkan banyak hal.


"Tidak. Aku sudah terlalu lama di Kota Crosa, aku ingin berpetualang!" ucap Julian menjawab pertanyaan Conall.


"Julian, aku dan istriku sekali lagi mengucapkan terima kasih kepadamu," ucap Lucas sambil tersenyum.


Julian sudah mengunjungi Doria kemarin karena Lucas yang mengundangnya. Tentu saja ia datang dan ternyata Doria ingin berterima kasih kepada Julian secara langsung.


"Ah, sudah berapa kali kau berterima kasih," ucap Julian dengan nada tak berdaya karena Lucas selalu mengucapkan terima kasih kepadanya.


"Julian!!" teriak Karina dengan semangat yang keluar dari mansion.


"Kau sudah siap?" tanya Julian.


Ia juga melihat kalau Hadden dan Marie berjalan di belakang Karina. Untuk kesembuhan Zain, Hadden memutuskan untuk tidak memberitahu dunia luar. Hadden hanya memberitahu Keluarga Kerajaan saja.


"Um." Karina mengangguk dengan penuh semangat karena hari ini adalah hari pertamanya berpetualang bersama dengan Julian dan yang lain.


"Haha, sepertinya kereta kudaku akan menjadi semakin sempit," ucap Julian dengan nada bercanda.


Kereta kuda yang dibeli oleh Julian bisa menampung sekitar delapan orang jika tanpa barang-barang. Dengan barang-barang milik Julian, sekarang kereta kudanya bisa menampung sekitar enam orang.


"Kalau begitu, ayo kita pergi." Julian naik ke atas kursi kusir dan mulai menjalankan kereta kudanya.


Karina memeluk Hadden dan Marie, lalu ia berkata, "Ayah, ibu, sampai jumpa!"


Karina sedikit sedih karena ia akan berpisah dengan ayah dan ibunya. Tapi ia kembali mendapatkan semangatnya karena ia akan berpetualang ke berbagai tempat yang menarik.


Apalagi dia belum pernah pergi ke luar wilayah manusia. Oleh karena itu ia sangat menantikan untuk pergi ke wilayah elf karena ia juga penggemar elf.


Karina sudah pernah melihat elf saat keluarganya ada urusan dengan elf. Saat itulah Karina mulai tertarik dengan elf karena penampilan mereka yang cantik.


"Sampai jumpa!" teriak Claire dan kedua demi-human sambil melambai-lambaikan tangan mereka.


Karina melompat ke dalam kereta kuda dan ikut melambai-lambaikan tangannya dengan penuh semangat.


Kereta kuda keluar dari kediaman Keluarga Largus dan menuju gerbang kota. Setelah keluar dari gerbang kota, mereka akhirnya memulai perjalanan menuju wilayah elf di dekat wilayah manusia.


"Julian, butuh berapa hari sampai kita sampai?" tanya Karina yang sudah tidak sabar.

__ADS_1


"Kita baru saja berangkat namun kau sudah tidak sabar, ya. Kita akan sampai di wilayah elf sekitar lima hari dan untuk ke kota terdekat, kita akan sampai sekitar enam hari," jawab Julian.


Karina memiringkan kepalanya dan bertanya, "Enam hari? Lalu kita akan melakukan apa selama perjalanan enam hari ini?"


"Mengemudi?" ucap Julian.


"Makan!" teriak Nimi.


"Tidur!" teriak Mine.


Claire tidak bisa menahan diri untuk tidak tertawa karena jawaban dari Julian, Nimi, dan Mine yang asal-asalan yang membuat Karina tercengang.


"Karina, jika tidak ada kendala biasanya kita akan seperti berpiknik. Jika ada kendala, biasanya monster yang menyerang," ucap Claire memberitahu jawaban yang jelas kepada Karina.


"Begitu ya," angguk Karina paham dengan ucapan Claire.


Karena Karina terlalu bersemangat untuk sampai ke wilayah elf, ia jadi cepat bosan karena tidak melakukan kegiatan apapun, dan saat ia bosan, ia melihat kalau Claire sedang mengajari Nimi dan Mine beberapa pengetahuan.


"Claire, apakah Nimi dan Mine perlu belajar?" tanya Karina dengan bingung.


Claire mengangguk dan berkata, "Ah, ya. Nimi dan Mine tidak pernah menyentuh buku karena mereka selalu diberi tugas untuk berburu atau mengintai di hutan oleh tuan mereka sebelumnya."


"Mereka hanya bisa membaca dan menulis kata-kata yang sederhana saja. Oleh karena itu aku mengajari mereka berdua membaca dan menulis serta beberapa pengetahuan dasar," tambahnya.


"Kalau begitu aku juga akan ikut mengajari mereka," ucap Karina.


Julian menoleh ke belakang melihat mereka berempat. Ia menghela napas lega karena mereka bisa cepat akrab dan langsung bisa berbicara dengan lancar.


Kereta kuda terus berjalan sampai keluar dari wilayah Crosa saat sore hari. Di luar wilayah Crosa merupakan daerah pegunungan dengan jalan utama yang cukup lebar yang biasanya digunakan untuk pergi ke wilayah elf.


Sepanjang perjalanan, Julian juga melihat ada banyak kereta kuda dengan karavan di belakangnya yang sepertinya mereka adalah para pedagang yang kembali dari wilayah elf atau pergi ke wilayah elf.


Malam harinya, mereka memutuskan untuk beristirahat di area terbuka di dekat jalan utama. Nimi dan Mine bertugas untuk berburu, Claire bertugas untuk menyiapkan peralatan masak, dan Karina yang tidak tahu harus melakukan apa memutuskan untuk membantu Claire.


Sedangkan Julian, ia menumbuhkan sepasang sayap di punggungnya dan terbang ke atas langit mengitari area sekitar melihat apakah ada sesuatu yang berbahaya.


Dari atas, Julian juga bisa melihat Nimi dan Mine yang sedang berdiam diri melihat rusa di depan mereka dan bersiap untuk menerkam.


"Hm?" Julian tertarik dengan sesuatu yang mengeluarkan asap.


Ia tertarik karena ia tidak merasakan ada orang di sekitar sini selain mereka berlima. Jadi ia penasaran dari mana asalnya asap tersebut.


Julian terbang ke sumber asap dan terkejut karena melihat ada kolam batu di bawah sana. Ia sudah bisa menebak dari mana asalnya asap itu.


Mungkin lebih tepatnya bukan asap tapi uap. Uap itu berasal dari air di dalam kolam yang merupakan air panas alami.

__ADS_1


"Kebetulan sekali aku sudah lama tidak berendam air panas. Kira-kira sudah berapa lama ya," ucap Julian sambil menyentuh dagunya dan berpikir.


Ia mengingat kalau ia terakhir kali berendam air panas adalah saat ia berada di bumi. Di Dunia Unionia ini, Julian kebanyakan mandi dengan air dingin dan tidak pernah berendam dengan air panas.


"Aku akan mengajak yang lain ke sini setelah makan malam nanti," pikirnya.


Julian terbang kembali dan melihat kalau makan malam sudah disiapkan. Ia mencuci tangan dan makan bersama mereka sambil berbincang-bincang.


Ia juga memberitahu kalau ada kolam air panas alami di dekat sini dan ia berencana untuk mengajak mereka untuk mandi air panas setelah makan malam.


Mereka juga tertarik dengan kolam air panas, mungkin hanya Karina saja yang memiliki reaksi biasa saja karena ia sudah sering berendam air panas di rumahnya.


Namun untuk Claire, Nimi, dan Mine, mereka sangat bersemangat karena mereka jarang berendam air panas atau bahkan hampir tidak pernah.


...----------------...


"Ah, ini sangat menyegarkan," ucap Julian yang sudah berendam di kolam air panas.


Ia sendirian saat ini, para wanita berada di kolam air panas sebelahnya. Ia menggunakan sihir elemen tanah untuk membuat sebuah tembok di antara dua kolam air panas.


Saat Julian sedang menutup matanya menikmati kehangatan air, tiba-tiba saja Nimi dan Mine melompati tembok dan berendam bersama Julian.


"Kalian berdua! Jangan mengganggu Master!" teriak Claire dari balik tembok.


"Claire, kemari! Di sini lebih enak!" teriak Mine yang malah mencoba berenang di dalam kolam.


"Benarkah?" tanya Claire dengan curiga yang lalu ia pergi ke sana.


"Claire! Apa yang kau lakukan!?" teriak Karina dengan malu-malu karena ia tidak menyangka kalau tiga wanita malah pergi ke kolam sisi lain tembok tempat Julian berada.


Meskipun berendam di dalam kolam air panas, para wanita tidak sepenuhnya telanjang. Mereka berempat mengenakan jubah mandi untuk menutupi tubuh mereka. Julian juga memakai celana pendek dan bertelanjang dada.


"Tidak apa-apa, kita juga mengenakan jubah mandi," ucap Claire yang masuk ke dalam kolam.


Karina ditinggalkan sendirian di kolam satunya, ia mendengarkan kolam sisi lain yang penuh dengan canda tawa. Ia merasa kesal lalu memutuskan untuk pindah ke sana.


"Woah!" Julian terkejut karena Karina muncul dari belakangnya.


"Jangan melihat!" teriak Karina dengan malu-malu.


Julian tidak mendengarkan karena matanya sudah fokus ke arah tubuh Karina. Lalu tiba-tiba Julian merasakan sakit di kepalanya karena dipukul oleh Karina.


"Aduh!" teriak Julian sambil mengusap-usap kepalanya meski itu tidak terlalu sakit karena pukulan Karina sangat ringan.


"Sudah kukatakan jangan melihat!" terak Karina lagi.

__ADS_1


Julian menghembuskan napas tak berdaya dan berkata, "Ya,ya."


Mereka berlima berendam di dalam kolam air panas dengan nikmat sambil berbincang-bincang mengenai hal-hal ringan dan mereka terlihat sangat harmonis.


__ADS_2