
Keesokan harinya, saat ini Julian sedang bersiap untuk pergi ke Mansion Marquiss karena diundang oleh Conall yang berkata kalau ada sesuatu.
Julian sebenarnya tidak ingin pergi karena ia ingin bersantai-santai setelah kejadian kemarin namun Conall memaksa nya.
"Naiklah." Julian sudah bertransformasi menjadi Pterosaurus lalu menyuruh Claire naik ke punggung nya.
"Baik!!" Claire naik ke atas punggung Julian.
Julian melebarkan sayapnya dan langsung mengepakkan kedua sayapnya dengan kencang lalu ia terbang dengan kecepatan tinggi.
"Wah!!" Claire berteriak namun ia justru bersenang-senang bukannya ketakutan karena kecepatan terbang Julian yang tinggi.
Julian juga tahu kalau Claire tidak takut dengan kecepatan tinggi, oleh karena itu ia terbang dengan kecepatan tinggi tanpa bertanya.
Mereka berdua sampai di Mansion Marquiss tidak lama setelah terbang. Julian mendarat di halaman depan mansion yang luas dan menurunkan Claire.
"Ayo." Julian bertransformasi menjadi manusia dan berjalan memasuki mansion.
"Tuan Julian." Albert berada di depan pintu menunggu kedatangan Julian dan Claire.
"Yo!" Julian menyapa Albert.
Tanpa basa-basi, Albert mengantarkan Julian dan Claire menyusuri banyak lorong dan pada akhirnya itu menuju ke sebuah paviliun di halaman belakang.
"Sial, kau mengantar kami melalui banyak lorong namun pada akhirnya pertemuan nya ada di halaman belakang!? Kalau begitu tadi aku langsung mendarat disini saja!" Julian memprotes.
"...." Claire tertawa kecil di belakang Julian.
"Hahaha..." Albert hanya tertawa canggung.
"Julian, kau sudah sampai." Conall yang sudah berada di paviliun melihat Julian datang.
"..." Namun Julian tidak membalas nya karena ia sedang kesal.
Conall melihat ke arah Albert bertanya ada apa dengan Julian namun Albert hanya tertawa kering dan Conall tidak mendapatkan jawaban nya.
"Siapa dia?" Seorang pria berotot dan berjanggut bertanya identitas Julian.
Julian mendongak kalau ternyata ada beberapa orang yang tidak ia kenal. Ia memiringkan kepala nya mencoba mengingat apakah mereka ada di labirin kemarin.
"Julian, teman kami." Fran memperkenalkan Julian kepada pria berotot itu.
"Oh! Jadi dia Julian yang kalian bicarakan sebelumnya ya. Nak, namaku adalah Deven, aku guildmaster petualang cabang Kota Cruya." Pria berotot itu memperkenalkan dirinya.
[ Deven Prov
HP : 100%
MP : 100%
level kekuatan : 7
level mana : 3 ]
"Ho? Dia adalah orang yang kuat. Seperti yang diharapkan dari seorang Guildmaster." Batin Julian setelah melihat hasil appraisal.
"Julian Roley." Karena mereka sedang berada di pertemuan orang penting, Julian memutuskan untuk menyebut nama keluarga.
"Roley? Sepertinya aku belum pernah mendengar nama itu..." Deven menyentuh dagunya dan berpikir sebentar.
__ADS_1
"Bangsawan yang telah jatuh," jawab Julian.
"Oh, maafkan aku." Deven menundukkan kepalanya sedikit.
"Jadi, mengapa kalian memanggilku kesini?" Julian menarik kursi dan duduk sedangkan Claire berdiri di belakang nya seperti pengawal.
"Sebenarnya kau tidak ada hubungannya dengan masalah ini. Namun karena kamu sudah terlihat, maka tidak ada pilihan lain selain kau harus ikut." Conall memberikan Julian secarik kertas.
"Apa yang kau maksud?" Julian menerima kertas itu dan membaca apa yang tertulis di dalamnya.
"Ho?" Julian menyentuh dagunya.
Ternyata isi sei kertas itu adalah sebuah informasi mengenai Unath si iblis kelas rendah yang memiliki kekuatan yang setara dengan iblis kelas menengah keatas.
Setelah diselidiki lebih lanjut, mereka menemukan alasan nya yaitu karena Unath membuat persembahan kepada Raja Iblis Boldax.
Unath berkeliling, ia menghancurkan desa yang ia lewati dan membuat seluruh penduduk desa nya menjadi persembahan.
Oleh karena itu Raja Iblis Boldax mengapresiasi tindakan Unath dan memberikannya sebuah kekuatan kecil namun sangat berdampak pada kekuatan Unath.
"Begitulah, kami menemukan informasi sebelum kejadian labirin," ucap Conall.
"Lalu? Apa yang akan kalian lakukan dengan informasi ini?" Julian menaruh kertas itu di atas meja.
"Kami akan menyelidiki informasi ini lebih lanjut dan akan menyebar informasi ini ke seluruh kerajaan agar mereka juga tahu informasi ini." Fran berdiri dan berbicara.
"Ide bagus. Aku akan mendukung nya." Julian berpikir sebentar lalu mengangguk setuju dengan rencana Fran.
"Bagus, rencana utama telah disetujui oleh semua orang. Lalu kita harus membuat beberapa rencana kecil untuk berjaga-jaga." Fran membagikan dokumen kepada semua orang.
Mereka semua membaca dokumen sambil saling berdiskusi mengenai pembuatan rencana cadangan jika rencana utama gagal atau melenceng dari jalur.
Dalam diskusi, mereka juga tidak memedulikan status. Status semua orang pada saat berdiskusi adalah sama agar saat ada yang tidak puas, dia bisa mengutarakan nya dengan bebas.
Albert, Claire, dan para bawahan lain sesekali juga ikut berdiskusi dan memberikan beberapa pendapat yang mereka pikirkan.
Diskusi berlangsung selama satu hari penuh sebelum pada akhirnya beberapa rencana kecil sudah dibuat untuk berjaga-jaga dan ada tambahan rencana untuk mendukung renvana utama.
"Aku sungguh lelah..." Julian bersandar di kursi dan meminum teh hangat yang baru diantarkan.
"Tuan, apakah perlu saya berikan pijatan?" Claire mendekat dan menawarkan diri untuk memijat Julian.
"Oh~ Tolong ya..." Julian mengangguk mengizinkan Claire untuk memijat dirinya.
Mereka berbincang-bincang sebentar lagi lalu mereka mengakhiri pertemuan. Julian pergi dengan normal kali ini, tidak bertransformasi menjadi dinosaurus.
...----------------...
"Claire, apakah kau lapar?" Julian melihat kios makanan di pinggir jalan.
Mereka saat ini sedang berada di jalan yang seperti pasar malam dimana ada banyak sekali kios-kios yang menjual berbagai macam barang dan makanan.
"Eh, iya, Master..." Claire mengangguk.
"Tuan!" Seorang pria menghampiri Julian.
"Ya? Apakah ada yang bisa ku bantu?" Julian berhenti dan menoleh ke arah pria itu.
"Jika tidak keberatan, maukah tuan makan di tempatku ini?" Pria itu menawarkan Julian untuk makan di kios nya.
__ADS_1
"Master, aku sepertinya pernah melihat orang ini." Claire berbisik-bisik.
"Ya. Dia adalah salah satu orang yang terjebak di dalam labirin." Julian mengangguk dan ingat dengan pria itu.
"Yah, tentu saja. Kebetulan sekali kami berdua lapar dan sedang mencari makanan untuk dimakan." Julian menyentuh perutnya yang lapar.
"Haha, tuan dan nona budak disana selalu diterima di tempat kami!" Pria penjual tertawa.
Julian mencari tempat kosong yang berada di pojok dan duduk disana karena ia bisa merasakan kalau ada beberapa pelanggan yang tidak suka dengan kehadiran Claire.
Ia tahu kalau tidak semua orang menerima keberadaan budak, jika iya, maka status budak tidak akan ada didunia ini lagi.
Oleh karena itu ia tidak ingin membuat masalah dan memutuskan untuk diam saja karena tidak ada gunanya juga.
"terima kasih sudah menunggu, ini adalah daging rusa yang baru saja datang tadi." Istri penjual membawa makanan yang sudah dibuat.
Ada banyak sekali macam makanan, selain daging rusa tadi, ada juga roti gandum panjang, sate ayam pedas, dan sup hangat.
"Woah, bukankah ini terlalu banyak?" Julian bertanya kepada istri penjual.
"Tidak apa-apa, ini karena kalian berdua sudah menyelamatkan suamiku dari labirin. Tenang saja, kalian akan tetap membayar harga normal." Istri penjual itu tertawa kecil.
"Haha, terima kasih kalau begitu." Julian tersenyum dan menerima kebaikan istri penjual.
"Claire, ayo makan." Julian mengambil piring dan menyerahkan nya ke Claire.
"Baik, Master!" Claire menerima piring nya dan mengangguk.
Mereka meminum sup terlebih dahulu untuk menghangatkan perut lalu mulai memakan daging rusa dan roti gandum nya.
Sambil menyantap hidangan, mereka berbincang-bincang dengan canda tawa seperti bukan seorang tuan dan seorang budak.
"Ah, kenyangnya..." Julian menepuk-nepuk perutnya yang kenyang.
"Benar, Master..." Claire bersandar di kursi karena terlalu lemah.
Setelah mencerna makanan sebentar, mereka membayar ke istri penjual sambil membawa sate ayam yang masih tersisa karena mereka tidak bisa menghabiskan nya.
Julian sebenarnya masih bisa memakan nya karena tubuh nya perlu mengonsumsi banyak makanan karena ia selalu bertransformasi menjadi dinosaurus.
Namun, ia masih belum terbiasa dengan porsi makan yang tidak masuk akal banyak nya, jadi ia memutuskan untuk berhenti saat merasa kenyang.
"Hm?' Julian melihat ada beberapa orang di gang gelap sebelah nya dengan mata dinosaurus nya yang bisa mendeteksi energi panas.
"Ada apa, Master?" Claire berhenti dan bertanya.
"...Ini. Bagikan dengan yang lainnya ya." Julian berjalan menuju gang gelap itu dan memberikan sate ayam nya ke orang-orang yang ada di dalam nya.
"Kami hanyalah orang buangan." Seroang pria lusuh menggeleng-gelengkan kepala nya.
"Lalu apa?" Julian menaruh sate ayam nya di atas kayu.
"Terima kasih." Orang-orang disana menundukkan kepala nya sebagai tanda terima kasih.
"Mengapa kau membantu mereka, Master?" Claire bertanya setelah melihat tindakan Julian.
"Hm? Apakah kita butuh alasan untuk membantu seseorang?" Julian tersenyum.
"Master benar." Claire tersadar dan tersenyum juga.
__ADS_1
Mereka kembali ke penginapan dan Julian menyewa satu kamar lagi disebelah nya untuk Claire tempati karena tidak ada kamar lagi yang tersisa untuk dua orang.