Isekai Dinosaur

Isekai Dinosaur
Kemunculan Lich, Dalang Dibalik Semua Ini


__ADS_3

Sosok itu mengenakan jubah terusan yang menutupi seluruh tubuhnya kecuali bagian wajah dan dia memegang sebuah staff sihir dengan batu kristal berwarna ungu yang memancarkan energi gelap.


Lalu, saat sosok itu mendongak melihat pertempuran di depannya. Terlihatlah wajah yang sebenarnya, atau bisa dikatakan bukan wajah karena itu adalah tengkorak berwarna putih.


Dan di bagian rongga matanya terdapat cahaya berwarna ungu yang sama seperti baru kristal yang ada di staff sihirnya.


Sosok itu tidak diragukan lagi adalah Lich, seorang penyihir yang menggunakan sihir gelap secara ekstrim.


"!!" Julian menghentikan tindakannya dan melihat ke arah depan karena ia merasakan energi gelap yang mengerikan.


"Lich!!!" Julian berteriak karena ia langsung tahu makhluk apa yang ia lihat.


"Apa!?" semua orang yang mendengar teriakan Julian segera mengikuti arah tatapannya dan mereka juga melihat Lich di depan sana.


...----------------...


Lich juga sejenis Undead, dia dulunya seorang manusia yang biasanya merupakan penyihir elemen kegelapan yang menginginkan kehidupan abadi melalui pengorbanan atau ritual.


Namun, pengorbanan atau ritual yang digunakan sangatlah tabu. Karena menggunakan manusia atau makhluk hidup lainnya kecuali monster dan hewan untuk dikorbankan.


Korban akan diserap darah dan jiwanya menggunakan sebuah sihir terlarang. Penyihir yang akan menjadi Lich harus meminum darah dari para korban.


Mereka juga bagus memasukan jiwa para korban ke dalam tubuh mereka. Prosesnya akan terasa sangat sakit karena berhubungan dengan jiwa, namun mereka tidak peduli akan hal itu selama mendapatkan kehidupan yang abadi.


Itulah alasan mengapa Lich merupakan kerangka karena tubuh mereka sudah dimakan oleh waktu dan hanya tersisa jiwa mereka saja.


...----------------...


Julian mengalahkan Undead serigala yang terakhir kemudian ia bertransformasi menjadi manusia lagi dan menghampiri Raff.


"Count Raff, apa kelemahan Lich selain sihir elemen api dan cahaya?" tanya Julian.


Raff mengangguk dan berkata, "Tidak ada selain kedua hal itu. Tapi, ada dua jenis Lich yang berbeda. Pertama, Lich yang hanya memiliki dua kelemahan yaitu sihir elemen api dan cahaya."


"Kedua, Lich yang memiliki satu kelemahan yaitu wadah untuk menampung jiwanya. Jadi, meskipun kita menghancurkan tubuh Lich dengan sihir elemen, dia bisa hidup kembali karena jiwanya masih ada."


"Begitu, semoga saja Lich di depan kita adalah Lich yang pertama. Appraisal." Julian menggunakan appraisal ke arah Lich.


[ Lich


HP : 100%


MP : 100%


level kekuatan : 4


level mana : 8 ]


"Level mananya 8, sepertinya pertarungan ini akan sedikit sulit," batin Julian.

__ADS_1


Saat mereka sedang berbicara banyak hal, Lich mengangkat staff sihir dan mengetuknya ke bawah. Kemudian, muncul banyak sekali Undead manusia dari bawah pasir.


"Kalian semua urus para Undead! Biarkan aku yang melawan Lich!" teriak Julian.


"Master! Itu terlalu berbahaya!" Claire berkata dengan nada tidak setuju.


Raff mengangguk dan berkata, "Itu benar, terlalu berbahaya bagi Tuan untuk melawan Lich seorang diri."


"Aku tahu, tapi jutsru jika kalian ikut, kalian malah akan membebaniku karena pertarungan ini berada di level yang berbeda," ucap Julian.


Lalu ia menambahkan, "Jadi urus saja pada Undead yang dipanggil oleh Lich. Serahkan Lich kepadaku."


Kemudian tanpa menunggu jawaban dari mereka, Julian sudah berlari menuju Lich sambil berubah menjadi mode hibrida.


"Karena lawanku tidak bisa dikalahkan menggunakan serangan fisik, maka aku harus menggunakan sihir. Ini akan menjadi pertama kalinya aku bertarung dengan sihir dengan serius," batin Julian.


Julian berdiri diam sebentar, ia akan menggunakan sihir api area besar untuk melemahkan Lich. Ia mulai membayangkan suhu panas di kota tempat ia berada saat di bumi.


Setelah beberapa detik, ia sudah mengingatnya. Ia mulai mengumpulkan banyak sekali mana di tubuhnya untuk mantra sihir ini.


Udara di sekitar Julian mulai memanas, bahkan udara dingin padang pasir kalah dengan udara panas yang muncul ini.


"Heatwave." Julian mengambil satu langkah ke depan kemudian udara di sekitarnya semakin panas.


Bahkan pasir-pasir yang tidak mudah terbakar sekarang mulai memunculkan api karena udara panas yang memiliki suhu tidak masuk akal ini.


"Untuk seukuran manusia fana, kau cukup hebat." Lich tiba-tiba berbicara kepada Julian.


"Hm, manusia yang menarik. Apakah kau mau bekerja sama denganku melayani Raja Iblis Boldax?" bukannya marah, Lich justru menawarkan kerja sama kepada Julian.


"Aku menolak. Aku tidak ingin berada di bawah kendali seseorang, apalagi dia adalah iblis," tolak Julian dengan nada tegas.


"Mengapa? Kau bisa mendapatkan kekuatan yang lebih besar dibandingkan dengan yang sekarang ini," tanya Lich.


"Memang benar, tapi apakah aku adalah orang yang akan membuang harga diri dan martabat demi sebuah kekuatan?" Julian menyeringai.


"Apalagi, kekuatan ini diberikan oleh Kakek Dewa Tertinggi. Mana mungkin Raja Iblis sialan itu lebih kuat dibandingkan dengan Dewa Tertinggi," batinnya.


"Ho? Sepertinya kau bukanlah manusia yang seeakah, jarang sekali melihat manusia sepertimu," kata Lich dengan nada sedikit terkejut.


Julian tersenyum dan berkata, "Haha, terima kasih atas pujiannya."


"Yah, tidak ada gunanya melanjutkan pembicaraan ini. Mari kita lihat, siapa yang akan mati terlebih dahulu, apakah aku atau dirimu?" Lich mengayunkan staff sihirnya.


"Dark Hand." Lich memunculkan banyak sekali tangan kegelapan dari bawah pasir.


"Aku pernah belajar berperang saat aku masih sekolah, kurasa aku bisa menggunakannya sekarang." Julian membuat dua pedang dari elemen api.


Kemudian ia menebas tangan-tangan kegelapan yang mengarah kepadanya dengan kedua pedang apinya dengan mudah.

__ADS_1


Julian berlari dengan sangat cepat dan ia tiba di depan Lich. Saat ia akan menebas leher Lich dengan pedang apinya, ia merasakan perasaan yang berbahaya.


Secara naluriah, ia mundur untuk menjaga jarak dari Lich. Kemudian ia melihat kalau tempat dimana dia berpijak tadi berubah menjadi kegelapan.


"Dark Matter," ucap Lich.


Dark Matter adalah sebuah sihir elemen kegelapan yang mengubah objek di dekat mereka menjadi kegelapan dan jika objeknya adalah makhluk hidup, maka akan merenggut nyawa objek.


"Sihir yang merepotkan," ucap Julian.


"Terima kasih atas pujiannya," Lich terkekeh.


"Sama-sama, meskipun itu bukan pujian," balas Julian.


"Dark Ball." Lich mengayunkan staff sihirnya dan melancarkan banyak sekali bola-bola kegelapan.


Julian menggunakan panca indera dinosaurus nya untuk mendeteksi semua bola kegelapan yang datang. Lalu, ia menggunakan kedua pedang apinya untuk menebas bola kegelapan tersebut.


"Seperti yang diharapkan dari Lich. Bahkan jika sudah dilemahkan, kekuatannya masih terasa sangat kuat," ucap Julian.


"Kukuku, bagaimana? Apakah kau berubah pikirkan untuk bergabung denganku?" tanya Lich.


"Tidak, terima kasih." Julian masih menolaknya dengan tegas.


"Sayang sekali," ucap Lich.


Julian mengumpulkan mana di tenggorokannya, lalu membuka mulutnya kemudian menembakan bola cahaya ke arah Lich.


"Bone Wall." Lich memunculkan dinding dari tulang untuk memblokir tembakan bola cahaya Julian.


"Hah, aku memang tidak terlalu bisa menggunakan elemen cahaya. Aku kurang imajinasi!" batin Julian.


"Hm, aku akan mengamatimu terlebih dahulu. Lawanlah makhluk eksperimenku, aku ingin melihat bagaimana kekuatannya jika melawan dirimu," ucap Lich.


Lich mengangkat staff sihirnya, kemudian muncul lingkaran sihir berwarna ungu dan megekurakan energi gelap didepannya.


Sebuah tangan besar muncul dari lingkaran sihir tersebut, kemudian setelah beberapa saat, muncul wujud yang sebenarnya dari makhluk panggilan Lich.


Makhluk itu memiliki penampilan yang sangat absurd. Berpenampilan humanoid dengan tulang yang terlihat menonjol di dadanya.


Lalu ada banyak sekali bejolan besar maupun kecil pundaknya. Tangan kirinya yang besar sedangkan tangan kanannya kecil.



"Bagaimana? Aku belum menamai makhluk eksperimen ini, untuk sekarang mari panggil dengan nama aslinya saja, Ivan," ucap Lich.


Julian tahu bahwa makhluk di depannya dibuat dengan tubuh manusia serta bahan-bahan lain yang pastinya sangat tabu.


Meskipun ia jijik, tapi ia tidak merasakan banyak hal karena ia tidak terlalu peduli dengan nasib orang yang menjadi bahan eksperimen.

__ADS_1


Mungkin terdengar kejam, tapi di dunia dimana pedang dan sihir digunakan, orang yang memiliki kekuatanlah yang bisa melakukan segalanya.


Sama seperti hukum hutan rimba dimana kau harus menjadi kuat agar tidak tersingkir. Kau harus membunuh jika tidak ingin dibunuh.


__ADS_2