
Setelah pembicaraan bersama Raff, Julian dan yang lain langsung pergi menuju daerah sisi timur tempat dimana bawahan Lex menemukan orang yang menjadi setengah Undead.
Karena masih sore hari, mereka mencari dengan sangat karena Undead atau makhluk gelap lainnya akan beraksi saat malam hari.
Daerah sisi timur adalah daerah yang miskin namun bukan daerah yang kumuh karena di sini orang-orang masih bisa melakukan aktivitas seperti biasa meskipun sedikit kekurangan.
Claire saat ini sedang berteduh di bawah atap bangunan yang kosong. Dalam pandangannya, ia melihat ada anak kecil yang sedang menjual bunga.
"Anak kecil? Kasihan sekali dia, aku akan membeli beberapa bunga miliknya," batin Claire.
Claire berjalan mendekati anak kecil yang menjual bunga tersebut yang mengenakan tudung sehingga wajahnya tidak terlihat.
Claire berdiri di depan anak kecil itu dan bertanya, "Permisi, adik kecil. Aku akan membeli bungamu, berapa harganya?"
"Halo kakak! Harganya hanya 5 koin tembaga! Murah bukan? Tolong beli bungaku!" Anak kecil itu menjawab dengan suara manis.
Claire merasakan hatinya meleleh saat mendengar suara anak kecil itu. Ia mengeluarkan koin tembaga dan memberikannya kepada anak kecil itu.
Anak kecil itu juga mengambil beberapa bunga dari keranjang dan memberikannya kepada Claire sambil menerima uangnya.
Namun tiba-tiba saja, anak kecil itu membuang bunga yang ia pegang di tangan kanannya dan mencekik leher Claire dengan erat.
Claire tercekik karena ia tidak waspada, lagipula, siapa yang akan waspada kepada anak kecil penjual bunga yang memiliki suara manis.
Namun itu bukan berarti Claire naif, tangan kirinya memegangi tangan anak kecil yang mencekik lehernya dengan erat.
Kemudian tangan kanannya mengambil pistol mana yang ada pinggangnya. Lalu tanpa ragu-ragu, ia menembak lengan anak kecil itu sampai putus.
"Ahk!!!!" Anak kecil itu berteriak kesakitan.
Namun suaranya bukankah suara anak kecil yang manis seperti sebelumnya, melainkan seperti suara seorang pria paruh baya.
Claire langsung menjaga jarak dari anak kecil itu yang mulai mengeluarkan energi gelap setelah dia berteriak kesakitan dengan suara pria paruh baya.
...----------------...
Julian yang sedang berbicara dengan orang lokal merasakan energi gelap yang pekat, ia segera melompat tinggi di antata bangunan menuju sumber energi gelap yang ia rasakan.
Di perjalanan, ia juga bertemu dengan Nimi dan Mine. Tanpa menjelaskannya lebih lanjut, Julian menyuruh mereka berdua untuk mengikuti dirinya.
Nimi dan Mine juga tahu pasti ada sesuatu yang membuat Julian seperti itu. Kemudian, mereka juga bisa merasakan energi gelap itu.
Meskipun mereka berdua adalah demi-human kucing dan anjing, dan dulu mereka hidup dalam lingkungan yang berbahaya.
Tapi indera mereka masih lebih rendah dibandingkan dengan indera dinosaurus milik Julian yang tidak ada bandingannya.
__ADS_1
Mereka bertiga menuju sumber energi gelap dengan cara melompati bangunan-bangunan karena itu lebih cepat dibandingkan berlari di jalan.
"Claire!" Julian berteriak saat melihat Claire sedang menodongkan senjatanya ke arah anak kecil bertudung.
Mereka bertiga melompat turun dan menghampiri Claire. Setelah itu, Claire menceritakan apa yang barusan terjadi padanya.
Julian mengerutkan keningnya dan berkata, "Appraisal."
[ Yuru
Hp : 80%
MP : 80%
level kekuatan : 4
level mana : 6 ]
[ Tolong berhati-hatilah Host, orang di depan Host bukanlah anak kecil, melainkan orang dewasa dalam wujud anak kecil ]
"Apakah maksudnya dia memiliki kekuatan untuk mengubah bentuk tubuh dan suaranya?" Julian bertanya kepada Mindy di dalam hatinya.
[ Aku tidak tahu, tapi kemungkinan besar, iya ]
Dan benar saja, anak kecil itu membuka tudungnya dan terlihatlah wajah pria paruh baya yang berjanggut dan berkumis tebal.
Kemudian, anak kecil, tidak, orang yang bernama Yuru itu mengubah bentuk tubuhnya menjadi pria paruh baya yang memiliki perut besar yang penuh lemak.
"Sialan, berani-beraninya kau memotong lenganku!?" Yuru memelototi Claire di belakang Julian.
Yuru kemudian melihat ke arah lengan kanannya yang tergeletak di tanah. Lengan itu masih bergerak-gerak meskipun sudah terputus dari tubuh Yuru.
Julian yang melihat hal itu merasa kalau lengan Yuru bisa diteliti, ia bergerak dengan cepat untuk mengambil lengan kanan Yuru dan menyimpannya di dalam inventory.
"Apa yang kau lakukan!?" Yuru berteriak dengan marah melihat lengan kanannya di ambil oleh Julian.
Julian tersenyum mengejek dan berkata, "Jangan alihkan pandanganmu, monster jelek."
"Apa!? Monster je - ugh!!" Yuru tidak bisa menyelesaikan ucapannya karena ia merasakan rasa sakit di punggungnya.
Itu karena Mine menebas punggung Yuru dengan kedua pisaunya ditambah Claire juga menembakkan peluru api yang membuat rasa sakitnya bertambah.
Yuru melebarkan matanya karena sangat marah, lalu tiba-tiba saja terjadi sesuatu yang diluar perkiraan Julian dan yang lain.
Lengan kanan Yuru bertambah panjang dan besar dan penampilannya seperti orang yang menggunakan obat-obatan terlarang.
__ADS_1
"Mati! Mati! Mati!" Yuru berteriak dan mengayunkan lengan kirinya ke sekitar.
Mine dan Julian mundur untuk menjaga jarak dari Yuru karena lengan kirinya yang panjang bisa mengenai mereka berdua.
Lalu, kedua kaki Yuru juga bertambah besar namun panjangnya masih sama. Meskipun penampilannya saat ini sangat menjijikkan.
Yuru menarik napas dalam-dalam sampai perut besarnya kempis, kemudian ia menyemburkan cairan berwarna hitam dari mulutnya ke arah Julian dan yang lain.
Julian juga melakukan hal yang sama, ia membuka mulutnya lebar-lebar dan menembakkan semburan api untuk melawan cairan hitam itu.
Nimi dan Mine memanfaatkan kesempatan bahwa Yuru fokus terhadap Julian. Mereka berdua berlari ke arah kanan dan kiri Yuru.
Nimi tidak menyembunyikan hawa keberadaannya karena itu tidak perlu. Ia menyalurkan mana ke kedua pisaunya lalu menancapkannya ke pinggang kanan Yuru.
Disisi kiri, Mine menyalurkan mana di kedua tangannya kemudian ia mencekram lengan kiri Yuru dengan erat dan merobek kulitnya.
Claire yang berada di belakang Julian juga sudah membidik kepala Yuru, ia menembakkan beberapa peluru api berukuran kecil ke kedua mata Yuru.
Semua itu terjadi secara bersamaan, Yuru berhenti mengeluarkan cairan hitam yang membuat tubuhnya terkena semburan api Julian dan terjatuh.
Julian kemudian berteriak, "Mine! Tahan tubuh Yuru bersamaku! Nimi dan Claire! Gunakan tali ini untuk mengikat seluruh tubuh Yuru!"
"Ingat! Ikat seluruh tubuhnya karena Yuru ini bisa mengubah bentuk tubuhnya menjadi bentuk apa pun yang dia inginkan."
"Baik!" Mereka bertiga mengangguk.
Julian mengeluarkan sebuah tali tambang yang berukuran besar dan melemparkannya ke arah Nimi dan Claire.
Kemudian ia menumbuhkan ekor dinosaurus dan melilit tubuh Yuru karena tubuhnya yang terlalu besar dan akan sulit untuk ditahan oleh dirinya dan Mine.
"Lepaskan aku, sialan!!!" Yuru berteriak dan meronta-ronta.
Namun lilitan ekor Julian terlalu erat bahkan Mine juga menggunakan seluruh kekuatannya untuk menahan tubuh Yuru.
Lalu Nimi dan Claire bertindak dengan cepat, mereka mengikat seluruh tubuh Yuru dan hanya menyisakan lubang untuk mata dan hidung.
Sekarang ikatan yang mereka berdua lakukan justru mirip seperti mumi yang ada di bumi yang hanya ada lubang untuk mata dan hidung.
Namun ikatan itulah yang membuat Yuru tidak bisa menggerakkan tubuhnya karena seluruh tubuhnya diikat dengan tali tambang yang besar.
"Bagus, Nimi, tolong pergi ke kantor kota dan beritahu kepada Count Raff apa yah terjadi di sini. Kemudian minta dia untuk membawa prajurit dan kereta kuda besi untuk menahan orang ini," perintah Julian.
"Siap, laksanakan!" Nimi melakukan hormat militer kemudian ia menghilang dari tempatnya.
Nimi adalah orang yang tercepat kedua setelah Julian. Namun tugas Julian adalah menahan Yuru agar dia tidak kabur.
__ADS_1
Meskipun seluruh tubuhnya diikat dengan tali tambang, tapi tidak menutup kemungkinan untuk kabur karena segala sesuatu bisa terjadi.