Isekai Dinosaur

Isekai Dinosaur
Krisis yang Sedang Dialami oleh Kota Cronna


__ADS_3

Keesokan harinya, saat sarapan di restoran penginapan. Julian sudah memberitahu sumber energi gelap yang Claire dan kedua demi-human rasakan tadi malam.


Ia juga memberitahu pembicaraannya dengan Raff dan berencana untuk bertemu dengannya nanti siang di kantor kota untuk membahas beberapa hal.


"Itu hebat, Master! Aku tidak menyangka Master bisa membujuk Count Raff dengan mudah." Clare berkata dengan nada penuh kekaguman.


Nimi dan Mine juga sama, mereka memandang Julian dengan mata lebih kekaguman. Bagi mereka bertiga yang hanya berstatus budak, bangsawan adalah keberadaan yang tidak bisa mereka jangkau.


Dan Master mereka bisa dengan mudah berbicara dengan Count dan Marquis di Kota Coramon sebelumnya dengan mudah dan lancar.


Julian tertawa dan berkata, "Hahaha, tentu saja. Aku ini hebat dalam segala hal."


Karena tidak ada rencana untuk melakukan kegiatan, mereka memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar penginapan setelah sarapan selesai.


Mereka juga berbincang-bincang dengan orang lokal dan mereka juga bersikap ramah kepada Claire dan kedua demi-human.


Lalu matahari sudah berada di puncaknya tanda bahwa hari sudah siang. Mereka makan siang di salah satu restoran jalanan setelah itu mereka pergi ke kantor kota yang terletak dipusat kota.


"Ini kah?" Julian melihat bangunan tinggi di depannya.


"Benar, ini adalah kantor kota." Claire mengangguk.


Sebelum mencari asisten Raff, Julian pertama-tama pergi ke resepsionis yang ditemui oleh Claire dan kedua demi-human kemarin.


Tujuannya adalah karena Claire dan kedua demi-human tidak akan bekerja lagi untuk membasmi Scorpiones seperti kemarin.


Meskipun resepsionis sedikit enggan karena kehilangan tiga orang yang membasmi Scorpiones dengan mudah, ia tetap menyetujuinya setelah melihat kartu identitas Julian yang terlalu mencolok itu.


Setelah itu Julian bertanya kepada resepsionis dimana asisten Raff berada dan resepsionis itu menunjuk ke suatu arah.


...----------------...


Julian menghampiri seorang wanita berambut pendek dan berkacamata yang sedang membolak-balik banyak kertas di mejanya, dia adalah asisten Raff.


"Halo, Nona. Aku Julian, aku sudah memiliki janji temu dengan Count Raff," ucap Julian.


Asisten Raff mendongak dan berkata, "Halo Tuan Julian. Mari saya antar ke ruangannya Count Raff."


Asisten Raff berdiri dan menuntun mereka berdua menuju ruangan Raff. Mereka menaiki banyak anak tangga dan sampai di lantai enam.


Lantai enam merupakan lantai pribadi dimana ruangan Raff berada dan di sini untuk menyambut tamu yang memiliki status tinggi.


Asisten Raff mengetuk pintu dengan sebuah tanda yang menggantung di pintu yang bertuliskan 'Ruangan Count Raff'.


"Count, tamu anda, Tuan Julian sudah datang," ucap Asisten Raff.


"Masuk," ucap Raff dari dalam ruangan.

__ADS_1


Asisten Raff membukakan pintu untuk Julian dan yang lain. Setelah itu, Asisten Raff membungkukkan badannya sedikit kemudian ia keluar dari ruangan kembali ke meja kerjanya.


Raff melihat Julian datang dan bertanya, "Tuan Julian, siapa mereka?"


Julian tidak sempat melihat Raff tadi malam karena pencahayaannya yang redup, sekarang ia bisa melihatnya dengan jelas.


Raff adalah seorang pria kurus dan memiliki rambut sedikit panjang sampai bahunya. Ia juga mengenakan kacamata baca berwarna cokelat.


Jika menggunakan istilah yang ada di bumi, maka Raff akan terlihat seperti orang yang suka membaca buku, atau biasa disebut kutu buku.


"Rekan-rekanku yang aku katakan sebelumnya," jawab Julian.


"Ah begitu, silakan duduk." Raff mempersilakan mereka berempat untuk duduk.


Namun hanya Julian yang duduk di kursi sedangkan Claire dan kedua demi-human berdiri di belakangnya dengan tenang.


"Hm? Ah, mereka budak," batin Raff yang langsung paham mengapa mereka tidak duduk.


Raff mengambil sebuah dokumen dari mejanya, kemudian ia duduk di kursi seberang Julian dan memberikannya dokumen itu.


Julian menerima dokumen itu dan membacanya terlebih dahulu. Setelah selesai, ia memberikan dokumennya kepada Claire.


"Orang yang kami tangkap sebelumnya bisa dikatakan masih setengah Undead karena dia masih bisa berpikir meskipun kadang-kadang sedikit aneh," ucap Raff.


Julian mengangguk dan berkata, "Begitu, pantas saja dia tidak memberontak."


Raff menjawab, "Lex adalah seorang kapten prajurit, bawahannya melapor kepadanya bahwa ia melihat orang yang mirip seperti Undead di gang gelap saat ia berpatroli."


"Lex yang mendengar hal itu langsung pergi ke sana bersama dengan prajurit lain untuk memeriksa apakah itu benar Undead atau bukan."


"Lalu saat tiba di sana, Lex bingung karena penampilan orang itu mirip seperti Undead namun dia masih bisa berbicara meminta pertolongan kepada Lex."


"Hm, jadi, Lex membawa orang itu sekaligus melapor kepadamu. Lalu kalian membawanya ke barak," ucap Julian.


"Ya, kami membawanya ke barak terdekat. Aku juga datang bersama dengan dokter dan tabib untuk memeriksa kondisi orang itu," angguk Raff.


"Baiklah, kau sudah memeriksa penyebabnya bukan? Bagaimana? Apa kau mendapatkan sesuatu?" tanya Julian.


Raff menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata, "Masih belum, kami hanya tahu kalau penyebabnya berasal dari lubang yang ada di kulit, tepatnya di bahu bagian kanannya."


Julian menoleh ke arah Claire dan berkata, "Claire, Bagaimana pendapatmu?"


Julian memiliki beberapa pemikiran di dalam benaknya, namun ia bertanya kepada Claire agar dia bisa langsung tahu apa yang dilakukan jika situasi seperti ini terjadi di masa depan.


Claire itu cerdas, hanya saja kurang pengalaman. Julian membantu Claire agar dia bisa beradaptasi dalam situasi seperti ini.


Claire mengangguk dan menjawab, "Master, menurutku yang membuat orang itu menjadi Undead bukanlah Lich, melainkan manusia."

__ADS_1


"Pertama, karena Lich mengeluarkan energi gelap dalam jumlah besar dan mudah diketahui oleh orang awam sekalipun."


"Kedua, berdasarkan data dokumen, lubang yang ada di bahu kanannya tidak terlalu lebar, seukuran kuku jari tangan."


Julian menoleh ke arah Raff dan berkata, "Kau dengan itu? Bagaimana, apakah pendapat rekanku ini sesuai?"


Raff mengangguk cepat dan membalas, "Pendapatnya mirip dengan hasil yang sudah kami diskusikan semalam."


Sejujurnya, di dalam hati Raff, ia sangat terkejut karena seorang budak bisa mengambil kesimpulan dengan sangat cepat dan juga tepat.


Ia juga bisa tahu kalau Julian sangat mempercayai budak di belakangnya melihat dia bertanya dengan tenang dan dia tidak pernah menyebut 'budak' kepada tiga orang di belakangnya, melainkan 'rekan'.


"Lalu sekarang, tolong katakan krisis apa yang sedang terjadi di Kota Cronna ini. Aku tahu kalau Undead ini tidak ada hubungannya dengan krisis itu," ucap Julian dengan nada serius.


Raff menghembuskan napas panjang dan berkata, "Tuan Julian menebaknya dengan benar, ada masalah lain selain Undead dan Lich ini."


"Krisis yang sedang dialami oleh Kota Cronna adalah krisis air bersih. Persediaan air di sungai Kota Cronna mulai menipis karena akhir-akhir ini tidak ada hujan."


"Bahkan jika kami menyewa penyihir elemen air, itu hanya akan berguna untuk jangka pendek karena ada banyak orang di Kota Cronna ini."


"Lalu karena kekurangan air, hewan-hewan ternak juga mulai sakit-sakitan dan di masa depan mungkin Kota Cronna akan kekurangan air bersih dan makanan."


Julian mengangguk, ia menyentuh dagunya sebentar lalu melihat ke arah Claire dan kedua demi-human di belakangnya.


Mereka bertiga mengangguk saat minat tatapan Julian. Julian tersenyum dan mengangguk juga, kemudian ia menoleh ke arah Raff.


"Kami bisa membantu menyelesaikan ketiga masalah tersebut," ucap Julian dengan senyum cerah.


Raff melebarkan matanya dan berkata dengan gemetar, "!! - Tuan, apakah Tuan serius!?"


"Aku, tidak, kami serius." Julian mengangguk.


"Ahh, aku tidak tahu Kota Cronna harus membayar apa untuk bantuan kalian," ucap Raff.


Julian menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata, "Untuk krisis air bersih dan makanan, kami membantu secara sukarela."


"Kami juga melakukan hal yang sama di Kota Coramon sebelumnya, kami membantu mereka secara sukarela karena kami ingin."


"Tapi untuk masalah Undead dan Lich ini, permintaanku tadi malam tidak berubah. Karena masalah ini bisa saja membahayakan nyawa kami."


"Tidak masalah! Jutsru aku sangat berterima kasih!" Raff berdiri dan membungkukkan badannya ke arah Julian.


"Berterima kasih kepada kami nanti saja, kami belum melakukan apa pun," ucap Julian.


Setelah itu, mereka membahas kembali terkait ketiga masalah tersebut dan yang paling penting saat ini adalah masalah Undead dan Lich karena kedua monster terbang bisa membahayakan warga.


Krisis air dan makanan juga bisa membahayakan warga, tapi tidak dalam jangka pendek. Okeh karena itu mereka membahas masalah Undead dan Lich terlebih dahulu.

__ADS_1


__ADS_2