
[ Monster Buaya
HP : 100%
MP : 100%
level kekuatan : 7
level mana : 2 ]
"Bagus, aku malas melawan musuh yang bisa menggunakan sihir," batin julian setelah melihat hasil appraisal monster buaya.
Monster buaya bisa berlari dengan sangat cepat ke arah Julian dengan keempat kakinya meskipun ia bertubuh besar.
Julian juga berlari ke arah monster buaya. Ia menggerakkan ekornya dan menyapu rawa di bawahnya dengan keras yang membuat tanah basah terlempar ke udara.
Karena tanah basah yang ada di udara membuat penglihatan monster buaya terhalang dan Julian memanfaatkan kesempatan ini.
Ia berlari lewat samping dan langsung menggigit leher monster buaya dengan keras, namun, gigitannya tidak bisa menembus kulit monster buaya.
"Ini sangat keras, pantas saja pada demi-human kadal tidak bisa membunuh monster ini kalau gigiku saja tidak bisa menggoresnya," batin Julian yang sedikit terkejut.
Julian sudah tahu kalau kulit buaya memang keras apalagi sekarang ada di dunia fantasi, namun, ia tidak menyangka kalau kulitnya akan sekeras itu.
Monster buaya membebaskan diri dari gigitan Julian dengan menggoyang-goyangkan tubuhnya. Kemudian ia mengigit kaki kiri Julian dengan keras.
"Sial, gigin monster ini memang tidak terlalu tajam tapi kekuatan rahangnya sangatlah mengerikan," batin Julian yang merasakan rasa sakit di kaki kirinya.
Julian menggigit leher monster buaya lagi, namun kali ini ia menggunakan mana di gigi-giginya yang membuat kulit monster buaya sedikit tergores.
Sedikit rasa sakit di lehernya membuat monster buaya melepaskan gigitannya dari kaki kiri Julian.
Julian memanfaatkan kesempatan itu dan berlari menjauhi rawa karena buaya akan sedikit lemah jika berada di daratan.
Monster buaya langsung mengejar Julian karena ia sedikit kesal karena lehernya dilukai oleh Julian.
"Bagus, dia mengejar!" batin Julian saat melihat monster buaya mengejar dirinya.
Julian terus berlari sampai ia menemukan area terbuka yang berupa padang rumput. Monster buaya yang melihat Julian berhenti langsung menyerangku dengan gigitan lagi.
__ADS_1
Namun Julian sudah mengantisipasi hal itu. Ia sedikit bergerak kesamping untuk menghindari serangan monster buaya.
Lalu ia menggunakan ekornya untuk menyerang kepala monster buaya dengan keras sampai kepalanya membentur tanah.
Kemudian Julian mengigit leher monster buaya namun kali ini ia tidak bermaksud untuk melukainya. Ia mengangkat monster buaya dengan rahangnya dan melemparkannya.
Monster buaya terguling-guling di tanah dan tubuhnya terbalik. Ia mencoba untuk memutar tubuhnya namun tidak bisa karena tubuhnya yang terlalu besar atau lebih tepatnya gemuk.
"Hey, hey, apakah kau tidak bisa memutar tubuhmu?" Julian mendatangi monster buaya dan mengejeknya.
Monster buaya memiliki sedikit kecerdasan dan bisa memahami maksud ucapan Julia yang sedang mengejek dirinya.
"Roar!!!" Monster buaya mengaum dengan keras dan mencoba lebih keras untuk memutar tubuhnya.
Namun, karena Julian terlalu dekat dengan monster buaya, ia menjadi lengah. Kaki kanannya digigit oleh monster buaya dan monster buaya memanfaatkan hal itu untuk memutar tubuhnya.
"Sialan!" Julian merasakan rasa sakit yang lebih di kaki kanannya.
Ia menendang monster buaya dengan kaki kirinya dengan keras namun monster buaya tidak melepaskan gigitannya di kaki kanan Julian.
Julian menendangnya berkali-kali namun monster buaya tetap bergeming. Kemudian ia memutuskan untuk menggigit lehernya lagi.
Saat Julian bersiap untuk menggigit leher monster buaya dengan gigi yang sudah dilapisi dengan mana, monster buaya melepaskan gigitannya di kaki kanan Julian.
"Sial, kau jadi lebih berani ya!" Julian berteriak karena kesal.
Ia berlari ke arah monster buaya dengan kecepatan yang tinggi lalu saat monster buaya membuka mulutnya bersiap untuk menggigit dirinya, Julian berhenti.
Monster buaya melebarkan matanya karena ia hanya menggigit udara. Julian menggerakkan ekornya untuk menyerang kepala monster buaya lagi.
Lalu karena Julian memiliki duri-duri kecil yang tajam dari punggung sampai ke ekornya, ia menginjak tanah dan melompat dengan tinggi.
Kemudian ia langsung memutar tubuhnya saat masih berada di udara agar duri-duri tajam di punggungnya menghadap ke bawah.
Lalu dengan cepat Julian menyalurkan mana ke seluruh duri-duri tajamnya. Kemudian, ia menjatuhkan diri ke arah monster buaya di bawahnya.
Monster buaya yang melihat bayangan besar yang menutupi tubuhnya segera menggerakkan keempat kakinya untuk lari.
Namun, monster buaya sudah terlambat. Julian jatuh dengan cepat karena tubuhnya yang sangat berat dan duri-duri tajamnya mengenai monster buaya.
__ADS_1
"Roar!!!" Monster buaya berteriak kesakitan.
Semua duri-duri tajam di punggung Julian menancap di kulit monster buaya yang membuat dirinya merasakan rasa sakit yang pedih.
Justru serangan kecil namun ada banyak lebih menyakitkan dibandingkan dengan satu serangan besar.
Julian memutar tubuhnya dan mendarat dengan mulus. Namun monster buaya saat ini tidak sedang dalam kondisi yang baik-baik saja.
Monster buaya terlihat menyedihkan dengan banyak darah yang keluar dari punggungnya dan ia sudah tidak bisa bergerak lagi.
Julian bertransformasi menjadi manusia kembali, ia melihat keadaan monster buaya yang menyedihkan itu.
"Hey, kau bisa mengerti ucapanku bukan? Kedipkan matamu jika bisa dan diam saja jika tidak bisa." Julian berjongkok di depan monster buaya dan menepuk-nepuk moncongnya.
Melihat Julian yang tidak membunuhnya bahkan dia berjongkok di depannya membuat monster buaya merasakan sedikit hadapan.
Ia langsung mengedipkan matanya berkali-kali karena takut Julian tidak bisa melihatnya.
"Sekali saja sudah cukup, bodoh. Karena kau bisa mengerti apa yang aku ucapkan, lalu, aku akan memberimu sebuah tawaran," ucap Julian sambil mengeluarkan sesuatu dari inventory nya.
"Ini adalah ramuan kelas menengah yang bisa menyembuhkan semua luka-lukamu. Jika kau ingin hidup, maka buatlah kontrak budak dengan diriku." Julian menyeringai.
Monster buaya terdiam sebentar tanda bahwa ia sedang berpikir. Kemudian, setelah menunggu beberapa menit, Julian melihat reaksi monster buaya.
Monster buaya tidak mengedipkan matanya, ia menggerakkan tubuhnya secara paksa meskipun rasanya menyakitkan dan menyentuh Julian dengan ujung moncongnya.
"Oh? Tanggapan yang bagus, padahal kau hanya perlu mengedipkan matamu. Tapi, aku hargai usahamu itu!" Julian mengangguk dan berdiri.
Ia membuka tutup botol ramuan dan menuangkan seluruh isinya ke luka-luka monster buaya di atas punggungnya.
Cahaya yang redup menyinari bagian punggung monster buaya yang terluka, kemudian setelah beberapa detik, semua lukanya sudah sembuh.
Namun, monster buaya masih tidak bisa bergerak karena ia sudah kehabisan tenaga setelah kehilangan banyak sekali darah.
Setelah itu, Julian menempelkan telapak tangan kanannya di dahi monster buaya dan membuat sebuah kontrak budak dengannya.
Cahaya muncul lagi, namun kali ini cahayanya sedikit lebih terang dan menyilaukan sehingga Julian dan monster buaya harus menutup mata mereka.
Setelah beberapa detik, cahaya menyilaukan itu menghilang. Julian bisa merasakan kalau ia seperti memiliki ikatan dengan monster buaya.
__ADS_1
"Agak sulit memanggilmu monster buaya. Mulai sekarang, namamu adalah Decha yang memiliki arti kuat. Itu karena kau memiliki kekuatan yang sangat hebat." Julian menepuk-nepuk moncong Decha.
"Roar..." Decha mengeram pelan.