
Julian dan yang lain menginap di salah satu rumah yang kosong di desa karena hari sudah sore dan langit sudah gelap gulita.
Di desa demi-human kadal ini, sama sekali tidak ada penerangan. Claire menekankan pada Dace untuk menanam Pohon Palaquium.
Julian yang sedang tidur nyenyak tiba-tiba membuka matanya. Ia berdiri dan membuka jendela yang ada di sampingnya dan melihat ada sesuatu yang besar di luar.
"Ada apa?" tanya Julian.
Sesuatu yang besar itu adalah Decha, ia mencari Julian dengan melacak baunya sama seperti yang dilakukan oleh monster lain.
"Roar..." Decha membuat suara lirih. Ia melihat Julian kemudian berbalik dan berjalan.
Julian mengangkat alisnya dan berpikir, "Apakah dia ingin aku mengikutinya?"
Julian mengambil pakaian dan mengenakannya, kemudian ia melompat keluar dari rumah dari jendela karena lama jika menggunakan pintu.
Decha menoleh, ia melihat Julian mengikuti dirinya, ia mengangguk kemudian mempercepat jalannya.
Mereka berdua berjalan dengan cepat sampai ke lokasi dimana Decha tinggal sebelumnya, yaitu sungai tempat ia dan Julian bertemu.
"Mengapa kau membawaku ke sini, Decha?" tanya Julian sambil melihat ke sekeliling.
Decha tidak menjawab, ia berjalan ke salah satu batu yang besar di tepi sungai, kemudian ia menggunakan kaki depannya untuk menggulingkan batu tersebut.
Julian menjadi penasaran dengan apa yang sedang dilakukan oleh Decha, ia berjalan mendekat dan melihat kalau ada tumbuhan berwarna putih di balik batu tersebut.
"Roar..." Decha membuat suara lirih dan menyentuh kaki Julian dengan moncongnya.
"Oh maksudmu, kau ingin memberikan tumbuhan itu padaku?" Julian menunjuk dirinya sendiri dan Decha mengangguk.
"Appraisal." Julian mengambil tumbuhan itu dan menggunakan appraisal ke arahnya.
[ (Tumbuhan tanpa nama)
Sebuah tumbuhan aneh yang hanya bisa tumbuh dengan bantuan cahaya bulan, orang yang mengonsumsi tumbuhan ini dalam bentuk apa pun akan mendapatkan efek peningkatan sihir penyembuhan ]
"Tumbuhan tanpa nama, itu artinya belum ada seseorang yang menemukan tumbuhan ini, mungkin ada, tapi tidak memberitahu publik ya." Julian menyentuh dagunya dan berpikir.
Lalu ia terkejut dengan efek tumbuhan ini dan berkata, "Aku akan memberikan ini kepada Claire, ini akan sangat berguna baginya karena aku dan kedua demi-human pasti akan terluka karena kami adalah petarung."
__ADS_1
"Terima kasih Decha, besok aku akan memberikanmu binatang yang besar sebagai imbalannya." Julian tersenyum dan mengelus-elus kepala Decha yang kasar.
"Roar..." Decha menutup matanya dan menikmati elusan Julian.
Setelah menyimpan tumbuhan aneh itu ke dalam inventory, Julian dan Decha kemudian kembali ke desa demi-human kadal dan beristirahat dengan nyenyak.
...----------------...
Keesokan harinya, saat pagi hari. Kebetulan sekali Claire sudah bangun, Julian langsung memanggil Claire untuk ke kamarnya.
"Ada apa, Master?" Claire masuk ke dalam kamar dan bertanya.
Julian mengeluarkan tumbuhan aneh tadi malam dan berkata, "Claire, makan ini. Maksudku, tidak harus dimakan langsung juga, ubah ini menjadi sesuatu yang bisa dimakan."
Claire mengambil tumbuhan aneh itu dan bertanya, "Tumbuhan apa ini, Master? Penampilannya sangat indah dengan warna putih bersih."
Julian menggeleng-gelengkan kepalanya dan menjawab, "Tidak tahu, ini diberikan oleh Decha. Tapi, efek dari tumbuhan ini adalah meningkatkan sihir penyembuhan orang yang memakannya."
"Ah begitu, jadi itu alasan Master memberikan tumbuhan ini padaku ya..." Claire menganggukkan kepalanya.
"Benar," angguk Julian.
Julian juga baru menyadarinya kalau tumbuhan aneh itu mirip seperti tumbuhan bayam yang ada di bumi.
"Apakah Master punya saran bagaimana cara mengonsumsinya?" tanya Claire kepada Julian.
Julian mengangguk dan menjawab, "Rebus saja sampai lunak, lalu makan. Aku pernah memakan sayuran yang bentuknya mirip seperti itu, jadi aman-aman saja."
"Baiklah, aku akan segera merebusnya," kata Claire.
Claire berdiri dan segera menuju dapur kecil yang ada di bagian belakang rumah, ia menaruh panci yang sudah diisi dengan air di tungku dan membakar kayu dengan sihir apinya.
Setelah berpikir sebentar, Claire kembali ke kamar Julian dan meminta garam dari Julian karena rasa tumbuhan itu pasti akan hambar.
Julian mengeluarkan garam dari inventory dan menyerahkannya kepada Claire.
Claire kembali ke dapur dan memasukan garam secukupnya ke dalam panci. Setelah air mendidih, ia memasukan tumbuhan aneh ke dalamnya.
Tidak perlu merebusnya terlalu lama, cukup 1-2 menit saja agar tumbuhannya tidak rusak atau terlalu lunak sehingga menjadi tidak enak.
__ADS_1
Claire mengambil tumbuhan yang sudah direbus dengan sendok dan menaruhnya di atas piring. Setelah itu, ia kembali ke kamar Julian.
"Master, aku tidak tahu apakah akan ada efek samping, tolong jaga aku," ucap Claire kepada Julian.
Julian mengangguk dan membalas, "Tenang saja, aku akan menjagamu. Kau bisa mengonsumsi tumbuhan itu dengan tenang."
"Baik," angguk Claire.
Claire menarik napas dalam-dalam dan menghembuskan perlahan-lahan. Ia mengambil tumbuhan aneh yang sudah direbus dan langsung memakannya dengan sekali lahap karena ukurannya yang hanya seukuran telapak tangan.
Claire mengunyahnya sebentar lalu menelannya, setelah ditelan, ia menutup matanya mencoba merasakan perubahan di dalam tubuhnya.
Di depannya, Julian juga sudah bersiap-siap jika ada sesuatu yang terjadi dengan tubuh Claire setelah mengonsumsi tumbuhan aneh itu.
Cahaya-cahaya berwarna putih bersih namun redup keluar dari tubuh Claire, cahaya-cahaya tersebut berkumpul menjadi sebuah bola cahaya seukuran kepalan tangan.
Kemudian bola cahaya tersebut masuk ke dalam tubuh Claire lagi tepatnya bola cahaya tersebut masuk ke dalam jantungnya.
Claire yang sedang duduk bersila melayang sedikit dan Julian merasa seperti ia sedang melihat Buddha yang ada di bumi.
Claire turun perlahan-lahan kemudian ia membuka matanya. Setelah merasakan kalau tidak ada yang salah dengan tubuhnya, ia melompat dengan gembira.
"Master! Aku merasa tubuhku dipenuhi dengan kekuatan cahaya!" Claire melompat-lompat sambil berteriak dengan gembira.
Julian yang mendengarnya segera tersenyum dan berkata, "Baguslah, kemampuan penyembuhanmu kini akan menjadi lebih hebat."
Claire mengangguk dan berkata, "Ya! Sekarang aku bisa menggunakan sihir penyembuh area dengan skala sedang."
Saat mereka berbincang-bincang terkait sihir penyembuhan, pintu rumah diketuk. Julian segera ke depan untuk membukakan pintu.
"Tuan Julian! Kami sudah siap!" teriak Dace.
Di belakang Dace kini terdapat Lilia dan Gael serta seluruh warga desa dengan semangat yang membara. Mereka disini karena akan melakukan perubahan untuk desa mereka.
"Oh? Sepertinya kalian sangat bersemangat ya, tapi aku suka itu. Dace dan Lilia akan pergi bersama Claire ke rawa-rawa, lalu Gael dan beberapa orang yang kuat ikut denganku untuk mengambil bibit-bibit." Julian berjalan menuju gerbang desa dimana kereta kudanya berada.
Claire bersama dengan Nimi dan Mine juga pergi ke rawa-rawa di sekitar desa bersama dengan para warga desa yang antusias.
Lalu, dimulailah kegiatan untuk memakmurkan desa demi-human kadal.
__ADS_1