
Beberapa waktu sebelumnya.
"Cepat! Kita harus pergi dari sini secepatnya!" teriak pria berperut buncit kepada beberapa pria berotot di sekitar.
"Baik bos!" teriak para pria berotot.
Mereka adalah pedagang budak yang baru saja mendapatkan banyak sekali elf muda. Namun saat mereka sedang bahagia, tiba-tiba saja ada serigala besar yang mengincar mereka.
Mereka kabur dari serigala besar karena kekuatan mereka tidak cukup untuk melawannya apalagi mereka perlu melindungi para elf muda agar mereka tidak terluka.
Tapi, karena mereka melaju dengan cepat, kereta kuda yang ditunggangi mereka mengeluarkan bunyi dan tiba-tiba saja salah satu rodanya hancur dan mau tidak mau mereka harus melawan serigala di belakang mereka.
Serigala besar yang melihat mangsanya berhenti meraung dengan keras karena ia ingin mencoba memakan makhluk yang tidak ia kenal di depannya.
...----------------...
Kembali ke waktu sekarang.
"Apakah kita akan membantu? Membantu elf muda tentunya," tanya Karina.
Para wanita menoleh ke arah Julian menunggu keputusannya karena Julian adalah pemimpinnya dan mereka tidak bisa bertindak gegabah.
Julian menyeringai dan berkata, "Tentu saja, ini merupakan salah satu kegembiraan petualangan. Kalian bisa mengurus serigala di sana bukan?"
"Serahkan saja pada kami!" ucap mereka berempat.
"Bagus," ucap Julian sebelum menghilang dari tempatnya.
"Ayo cepat!" Karina juga bersiap untuk menggunakan mantra sihir.
Nimi dan Mine berlari dengan kencang sambil memegangi kedua pisau mereka dengan erat, Karina juga berlari mengikuti mereka sedangkan Claire akan mendekat secara pelan-pelan.
"Roar!!" serigala besar meraung kesakitan.
"Apa yang terjadi!?" pria perut buncit bertanya-tanya.
Itu karena Nimi dan Mine sampai di sana dengan cepat dan langsung menyerang kaki serigala besar tanpa ragu-ragu yang membuat serigala besar meraung kesakitan.
Karina menggunakan Leap untuk bergerak dengan cepat, ia menaruh kedua telapak tangannya di kulit serigala besar dan menyerangnya dengan elemen petir.
Serigala besar belum sempat berteriak, tiba-tiba saja ada banyak sekali bola api yang datang kearahnya dan meledak saat bersentuhan dengan kulitnya.
...----------------...
__ADS_1
"Mereka sangat bersemangat," pikir Julian.
Ia bergerak dengan cepat ke arah para pria berotot dan langsung membunuh mereka dengan cara mematahkan leher mereka atau memutar kepala mereka.
Julian membunuh semua pria berotot dalam hitungan detik dan menyisakan pria perut buncit karena ia tahu kalau orang itu adalah pedagang budak dan para pria berotot adalah pengawalnya.
Para wanita juga membunuh serigala besar dalam waktu kurang dari satu menit. Mereka bekerja sama dengan sangat bagus sampai-sampai mereka sudah paham apa yang bagus dilakukan tanpa berkomunikasi.
"Selesai!" teriak mereka berempat.
"Kerja bagus," ucap Julian sambil memuji mereka.
Pria perut buncit membelalakkan matanya karena sangat terkejut dengan tindakan mereka, ia berteriak dengan ketakutan, "Si-siapa kalian!?"
"Kami? Kami hanya orang lewat." Julian menarik kerah pria perut buncit sampai jatuh lalu ia mengikat tubuhnya dengan tali.
Para wanita juga melepaskan para elf muda yang masih terikat. Para elf muda menatap manusia di depan mereka dengan ketakutan namun mereka juga tahu kalau mereka bukankah orang jahat seperti pria perut buncit.
Claire melihat pada elf muda dan berbicara dengan nada lembur, "Apakah kalian sudah makan?"
Para elf muda menatap Claire dan menggeleng-gelengkan kepala. Claire tersenyum dan memberikan mereka minuman dan makanan.
Sementara itu, Julian sedang menginterogasi pria perut buncit. Ia mengajukan banyak pertanyaan mengenai apa yang pria itu lakukan dengan para elf muda.
Julian menghembuskan napas panjang, ia kemudian mengikat pria perut buncit di pohon agar dia tidak bisa kabur nantinya.
...----------------...
"Bagaimana?" tanya Julian kepada Claire.
"Mereka dari Kota Elrei dan ternyata mereka semua adalah anak yatim piatu dan tinggal di panti asuhan di sana," jawab Claire dengan anda kasihan.
"Halo anak-anak, sepertinya kalian mengalami kesulitan. Bisakah kalian memberitahuku apa yang kalian lakukan di hutan?" Julian bertanya dengan anda selembut mungkin agar tidak menakut-nakuti pada elf muda.
Para elf muda tampak seperti anak berumur 5-9 tahun. Elf adalah ras yang memiliki hidup panjang sekitar empat kali lipat dari manusia.
Dalam sistem umur manusia, elf muda di depannya saat ini sudah berumur 20 tahun. Tapi dalam sistem umur ras elf, ia masih berumur 5 tahun.
Meskipun Julian merasa agak aneh karena mereka sudah hidup lebih lama dari dirinya tapi mereka saat ini masih tergolong anak-anak.
"Ka-kami mencari makanan," jawab salah satu elf muda.
"Makanan ya, kalian anak-anak yang baik," ucap Julian sambil mengelus-elus kepala mereka.
__ADS_1
"Pengasuh mereka pasti khawatir, apakah ada di antara kalian yang tahu bagaimana cara menghubungi Kota Elrei?" tanya Julian kepada para wanita namun mereka menggeleng-gelengkan kepala.
"Tidak ada cara lain," pikir Julian.
Ia menghampiri para elf muda dan mengatakan kalau lokasi mereka saat ini berjalan satu hari dari Kota Elrei dan tidak ada cara untuk menghubungi kota.
"Ti-tidak apa-apa. Kami sudah sangat bersyukur karena bisa diselamatkan oleh Tuan," ucap elf muda yang tadi.
"Kalian ini sudah bisa berpikir dewasa ya. Tapi jangan panggil aku dengan sebutan 'Tuan' panggil saja 'Kakak' atau 'Saudara'," ucap Julian.
"Baik, kakak." Para elf muda mengganti panggilan Julian.
Setelah itu Julian menghitung kalau ada sekitar 15 anak dan kereta kudanya tidak cukup untuk menampung mereka semua.
Julian mengarahkan pandangannya ke arah kereta kuda milik pedagang budak. Hanya rodanya saja yang hancur, sisanya masih bisa digunakan.
Jadi Julian mengeluarkan peralatan untuk membuat roda baru. Meskipun tidak sebagus roda yang asli, tapi masih bisa digunakan untuk sementara waktu dan mungkin bisa bertahan sampai Kota Elrei.
"Karin, Claire, kalian menggunakan mereka kuda ini," ucap Julian.
"Ya," angguk mereka berdua.
Kemudian Karina dan Claire menyuruh para elf muda untuk membagi menjadi dua kelompok dan menyuruh mereka untuk naik ke dalam kereta kuda.
Setelah itu dua kereta kuda melaju menuju Kota Elrei dan dengan kecepatan mereka, kemungkinan besar akan sampai di sana selama waktu satu setengah hari.
Jika jumlah pada elf muda tidak terlalu banyak, Julian akan langsung bertransformasi menjadi Pterosaurus dan mengirim mereka ke kota. Namun jumlahnya ada 15 dan ditambah yang lain menjadi 19, tidak memungkinkan untuk membawa semuanya.
"Hey! Jangan tinggalkan aku! Hey! Sialan!" pria perut buncit berteriak dengan cemas karena melihat mereka meninggalkan dirinya di tengah hutan ini.
Pria perut buncit melihat ke sekeliling dan langsung ketakutan karena hari sudah mulai gelap dan terdengar suara-suara aneh di sekitar.
...----------------...
"Hm? Apakah kita melupakan sesuatu?" tanya Julian karena sepertinya dia melupakan sesuatu.
"Kurasa tidak?" ucap Nimi di samping Julian.
"Tidak ada, Master," tambah Mine.
"Yah baiklah." Julian hanya mengangkat bahu dan tidak terlalu peduli meskipun ia yakin kalau ia sepertinya melupakan sesuatu.
Nimi dan Mine mengajar para elf muda berbicara. Awalnya para elf muda tidak banyak menanggapi namun karena sifat Nimi dan Mine yang ceria membuat mereka juga ikut ceria.
__ADS_1
Sama dengan kereta kuda yang lain, dengan sifat cerita Karina dan Claire, para elf muda jadi bisa berbicara dengan nyaman dan tidak canggung sama sekali.