
Hari berganti, anggota Keluarga Largus selain Hadden dan Marie sudah kembali terlebih dahulu kemarin karena mereka masih memiliki banyak pekerjaan.
Meskipun mereka ingin berbincang-bincang dengan Zain setelah dia sembuh, tapi pekerjaan juga tidak bisa ditinggalkan.
Namun melihat kalau Zain sudah sembuh membuat mereka lega dan terbebas dari rasa khawatir. Oleh karena itu mereka bisa melakukan pekerjaan mereka dengan semangat.
...----------------...
"Hahaha, Julian, terima kasih banyak!" Zain tertawa bahagia sambil menggerak-gerakkan tubuhnya.
"Ayah, jangan terlalu banyak bergerak. Ayah belum sembuh total," ucap Hadden dengan nada tak berdaya karena Zain terlalu bersemangat.
"Diam! Aku sedang bahagia sekarang! Hahaha!" Zain memelototi Hadden lalu ia tertawa lagi.
Julian juga tertawa, "Syukurlah jika kakek sudah sehat. Tapi, bagaimana dengan kekuatan kakek? Karena kita menggunakan Jantung Sea Serpent, jadi pasti ada beberapa hal yang berbeda."
Sebenarnya Julian sudah tahu kondisi Zain, ia sangat terkejut saat melihat hasil appraisal nya karena Zain kembali ke kondisi prima, tidak, malahan lebih dari itu.
[ Zain Largus
HP : 70%
MP : 60%
level kekuatan : 9
level mana : 10 ]
Level mana milik Zain bahkan setara dengan Oleus dan satu level lebih tinggi dibandingkan dengan Rolant yang memiliki level mana 9.
"Hahaha, tidak ada yang khusus selain aku merasa kalau kekuatanku meningkat drastis," jawab Zain dengan nada gembira.
"Ayah, jika Ayah sudah sembuh total, mari kita berlatih tanding!" teriak Hadden dengan penuh semangat karena ia rindu berlatih tanding dengan Zain.
"Kau bisa dipastikan akan kalah. Aku akan berlatih tanding dengan Rolant jika ada waktu, hahaha!" Zain tertawa lagi yang menandakan kalau dirinya sangat bahagia.
__ADS_1
Hadden dan Julian tercengang. Hadden tercengang karena ayahnya menjadi sombong dan meremehkan kekuatannya sedangkan Julian tercengang karena Zain akan berlatih tanding dengan Rolant.
"Sepertinya Kakek Zain dan Raja memiliki hubungan yang bagus karena Kakek Zain langsung memanggil Raja dengan namanya," pikir Julian.
Mana mungkin orang biasa akan langsung memanggil nama raja kecuali kalau orang itu memiliki hubungan yang dekat dengan sang raja itu sendiri.
Hadden mendengus dan berkata dengan nada kesal, "Ayah, meskipun Ayah lebih kuat dariku, tapi aku tidak akan kalah!"
"Heh! Coba saja kalau kau bisa!" ucap Zain dengan nada mengejek.
Julian hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat dua orang dewasa yang saling mengejek dan bertengkar seperti anak kecil.
Sekarang hanya ada mereka bertiga di dalam kamar, para wanita sedang berada di dapur untuk memasak karena sebentar lagi akan masuk waktu makan siang.
"Kakek, apakah Kakek sudah berpikir tentang Gero?" tanya Julian dengan serius.
Pertanyaan Julian membuat kedua pria itu terdiam. Hadden sudah tahu kalau penyakit Zain adalah sesuatu yang diciptakan oleh Gero, mantan sahabat Zain.
Zain mengangguk dan berkata, "Aku akan melawannya. Tapi, hanya akan membuang-buang waktu dan tenaga jika kita mencarinya karena kemungkinan besar dia berada di wilayah iblis."
"Itu keputusan yang bagus. Karena Ayah sudah sakit terlalu lama, tentu saja tubuh Ayah akan menjadi kaku," ucap Hadden yang setuju dengan keputusan Zain.
"Ya, meskipun aku bertambah kuat, tapi tubuhku sangat kaku. Aku harus banyak bergerak agar bisa membiasakan diri dengan kekuatanku yang sekarang," angguk Zain.
Lalu ia menambahkan, "Julian, kau akan pergi ke wilayah elf bukan? Aku menyerahkan Karina kepadamu."
"Ah, ya. Aku akan menjaga Karin dan yang lain dengan segenap kekuatanku," ucap Julian sambil tersenyum.
Zain mengangguk puas, ia mengeluarkan sebuah pisau kecil yang memiliki desain yang sederhana namun sangat elegan dari cincin penyimpanannya. Lalu ia memberikan pisau itu kepada Julian.
"Ambil itu," ucapnya.
"Pisau? Untuk apa?" tanya Julian setelah menerima pisau itu.
"Imbalan karena telah menyembuhkanku. Itu adalah pisau yang diberikan oleh teman elf ku, dia memiliki status yang lumayan tinggi jadi kau bisa terhindar dari banyak masalah jika kau menunjukkan pisau itu," ucap Zain.
__ADS_1
Struktur pemerintahan wilayah elf sama seperti wilayah manusia yaitu kerajaan. Bedanya, di wilayah elf ada dua kerajaan yaitu kerajaan elf dan kerajaan dark elf.
Di dekat Kota Crosa merupakan kerajaan elf. Kerajaan dark elf berada di sisi lain kerajaan elf. Tempat yang akan Julian dan yang lain kunjungi adalah sebuah kota perdagangan antara ras elf dan ras manusia, Kota Elrei.
Julian terkejut, ia segera berkata, "Ini sangatlah berharga, aku tidak bisa menerima hal seperti ini, Kakek."
Zain memutar matanya dan berkata, "Nyawaku lebih berharga dibandingkan dengan pisau itu. Lagipula temanku memberikan pisau itu sebagai hadiah ulang tahunku. Jadi, terima saja dan gunakan dengan bijak."
"Terima saja Julian, lagipula benda itu pasti akan membantumu bukan?" ucap Hadden.
"..Baiklah, terima kasih, Kakek!" Julian berterima kasih sambil tersenyum cerah karena seperti yang diucapkan oleh Hadden kalau pisau ini pasti akan berguna di masa depan.
"Sama-sama. Jika kau bertemu dengan temanku, tolong beritahu dia kalau aku baik-baik saja dan menunggu waktu untuk berlatih tanding," ucap Zain.
"Ayah, apakah di pikiran ayah hanya ada berlatih tanding? Pantas saja tubuh Ayah penuh dengan otot," ucap Hadden yang mengeluh karena Zain sangat suka berlatih tanding.
Zain mendengus dan berkata, "Diam kau! Kau juga sama sepertiku bukan?"
"Ini karena aku anak ayah," batin Hadden yang tidak berani mengatakannya secara terang-terangan kepada Zain.
"Haha, baiklah. Tapi ngomong-ngomong, siapa teman Kakek?" tanya Julian sambil tertawa karena melihat Zain dan Hadden yang bertengkar lagi.
"Rahasia. Tidak akan menyenangkan kalau aku memberitahu mu," ucap Zain sambil menyeringai.
Julian tertegun lalu ia tertawa lagi, "Hahaha, benar juga. Aku ini petualang dan tentu saja aku harus mencari tahu sendiri."
Mereka bertiga berbincang-bincang mengenai Julian yang akan pergi ke wilayah elf dan mereka memberitahu beberapa hal kecil agar Julian tidak bingung saat sampai di sana.
Yang paling penting adalah jangan memakan daging di depan elf kecuali kalau sudah memiliki hubungan yang dekat dengan elf tersebut.
Tindakan memakan daging di depan elf sama saja dengan memprovokasi elf itu sendiri yang malah akan membuat elf marah dan bahkan bisa dimasukkan ke dalam penjara.
"Jadi aku harus jadi vegetarian ya, ini sedikit merepotkan karena aku benci sayur. Yah, tapi vegetarian bukan berarti hanya sayur-sayuran saja," pikir Julian.
Setelah itu para wanita memanggil mereka untuk makan siang di ruang makan. Zain saat ini sudah bisa berjalan sendiri dan bisa memakan makanan yang keras, tidak seperti sebelumnya yang harus makan makanan yang lembut.
__ADS_1
Mereka semua makan sidang dengan riang karena Zain yang sudah sembuh bergabung dengan mereka dan berbincang-bincang mengenai banyak hal.