Isekai Dinosaur

Isekai Dinosaur
Pemimpin Kota Coramon, Marquiss Alan


__ADS_3

"Marquiss Alan." Karina berjabat tangan dengan Alan.


Sudah dua hari sejak rencana yang dilakukan oleh Julian dan yang lainnya. Saat ini, Alan sudah datang ke Kota Coramon dengan kereta kuda yang super cepat.


Sekarang, mereka sedang berada di bangunan pemerintah yang terletak dipusat Kota Coramon karena akan membahas hal-hal terkait masalah yang sedang terjadi.


Tidak ada yang terjadi selama dua hari tersebut, bahkan Keluarga Malone juga bungkam tidak menjelaskan apa yang terjadi dengan mansion mereka.


Orang-orang juga tidak bertanya lebih lanjut karena Roman sama sekali tidak menjelaskan satu patah katapun kepada mereka.


Entah apa yang dipikirkan oleh Roman, namun Julian dan Karina berasumsi kalau Roman memikirkan yang menyerang Mansion Malone adalah Karina berhubung pengawal dan pelayan Karina tidak ada.


Selama dua hari itu, Keluarga Malone fokus untuk memperbaiki mansion dan halamannya yang rusak, tidak, tepatnya hancur.


"Nona Karina, aku tidak menyangka kau, anak dari Duke Largus ada disini." Alan berkata dengan nada terkejut.


Setelah sampai di Kota Coramon, Alan diberitahu kalau yang menyelesaikan masalah yang terjadi di Kota Coramon adalah Keluarga Mollon dan seorang pria yang diutus oleh Raja Rolant.


Ia tidak menyangka kalau ada Karina, anak dari Duke Largus. Meskipun ia tidak memiliki hubungan apapun dengan Keluarga Largus, tetapi ia pernah melihat mereka di pesta yang diadakan oleh keluarga kerajaan tahun lalu.


Apalagi ia masih bisa mengingat Karina karena penampilan Karina memang sangat mencolok dengan rambut hitam sebahu dan wajah cantiknya.


"Cukup basa-basi nya, langsung saja kita bahas." Karina mengeluarkan sebuah kotak kayu dari cincin penyimpanannya dan menyerahkannya kepada Alan.


Alan membuka kotak kayu tersebut yang berisi gulungan perkamen yang merupakan bukti tertulis rencana pemberontakan, kemudian ia membacanya dengan seksama.


Ekspresi wajah alan tenang saat awal-awal, namun semakin lama ia membaca, ekspresi wajahnya berubah menjadi suram.


"Keluarga Malone juga terlibat?" Alan mengerutkan keningnya.


"Begitulah, dan kemunculan Sea Serpent juga sudah direncanakan oleh Raja Iblis Boldax menurut apa yang tertulis disana." Karina mengangguk.


"Tapi apa yang akan mereka lakukan dengan Sea Serpent?" tanya Alan.


"Kami juga tidak tahu, tidak ada penjelasan terkait hal itu." Karina menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Kami berasumsi kalau Keluarga Malone akan menggunakan Sea Serpent untuk diberikan kepada raja agar raja bisa menaikkan status keluarga mereka," ucap Julian.


"Hm, apa yang kau katakan sangat masuk akal." Alan menganggukkan kepalanya.


"Lalu sekarang, tolong lihat ini." Julian menaruh alat perekam diatas meja dan mengalirkan mana kedalamnya untuk menampilkan peristiwa yang sudah direkam.


Apa yang diperlihatkan oleh Julian dari alat perekam tersebut tentu saja saat Sika berkomunikasi dengan Raja Iblis Boldax dan saat Sika berubah menjadi iblis sesungguhnya.

__ADS_1


Alan menonton rekaman itu dengan serius karena ini terkait dengan Sika, tangan kanan dirinya yang sudah sangat ia percayai.


"Jadi begitu, terima kasih kepada kalian semua." Alan berdiri dan membungkukkan badannya.


"Jangan seperti itu, Marquiss Alan." Karina menghentikan tindakan Alan.


"Meskipun begitu, aku berterima kasih sebagai seorang pemimpin kita yang mewakili warga Kota Coramon." Alan menundukkan kepalanya.


"Sama-sama," ucap Julian.


Julian tidak seperti Karina yang menghentikan tindakan Alan, ia langsung menjawabnya. Itu wajar karena memang mereka yang menyelesaikan masalah ini dan pantas mendapatkan ucapan terima kasih.


"Julian...." Damian menghela napas.


Damian sedikit takut kalau Alan tidak suka dengan sikap Julian yang membuat Julian akan diberi hukuman oleh Alan.


"..." Julian hanya mengangkat bahunya tidak terlalu peduli.


"Haha, tidak apa-apa. Lagipula pria inilah yang menguak kebenaran tentang Sika dan menyelesaikan masalahnya." Alan tertawa dan tidak mempermasalahkan sikap Julian.


"Lalu bisakah aku mengajukan satu pertanyaan?" tanya Julian.


"Hm? Tentu saja, silakan, aku akan menjawabnya dengan jujur." Alan mengangguk mempersilakan Julian untuk bertanya.


"Lukisan ini kan?" Alan mengangkat alisnya.


"Ya, aku mengambil ini dari mansion anda, tapi akan aku jelaskan nanti setelah anda menjawab pertanyaanku barusan." Julian mengangguk.


"Hm, lukisan ini aku dapatkan sekitar 3 bulan yang lalu. Ada seroang kakek tua yang sedang kelaparan, karena kasihan aku memberikannya makanan dan juga uang."


"Kakek tua itu menerima bantuan ku dan memberikan lukisan gunung dan hutan ini kepadaku sebagai ucapan terima kasih.".


"Dia berkata kalau lukisan ini adalah lukisan yang ia lukis yang akan ka jual, namun tidak ada satupun orang yang mau membelinya."


Alan menyentuh dagunya dan memberitahu darimana dia mendapatkan lukisan gunung dan hutan itu kepada semua orang.


"...Sebuah kejadian yang klise," batin Julian.


"Jadi begitu, lalu aku akan menjelaskan mengapa aku mengambil lukisan ini meskipun tahu ini milik Marquiss Alan." Julian menaruh lukisan itu diatas meja karena ia lelah memegangnya.


"Lukisan ini bernama 'Lukisan Gunung Iblis'. Sebuah lukisan yang memiliki arti bahwa gunung yang ada di lukisan ini adalah tempat tinggal para iblis."


"Warna biru untuk warna gunung ini bukanlah cat air atau yang lain melainkan darah manusia yang disamarkan dengan sebuah sihir yang tidak aku ketahui."

__ADS_1


Julian menjelaskan lukisan gunung dan hutan itu sesuai dengan hasil appraisal nya kemarin yang ternyata adalah lukisan gunung iblis.


Benar, Julian sudah menggunakan appraisal ke arah lukisan gunung dan hutan itu dan betapa terkejutnya dia saat mengetahui kebenaran dibalik lukisan itu.


"Apa!?" Semua orang berteriak karena tidak percaya.


"Lukisan ini adalah lukisan iblis!? Tapi aku tidak merasakan energi iblis dari lukisan ini! Dan juga, kakek tua yang memberikanku lukisan ini juga merupakan seorang manusia." Alan menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Kakek yang anda temui itu mungkin memang manusia, tapi sudah dicuci otak oleh Raja Iblis Boldax. Untuk energi iblis, akan aku jelaskan."


"Lukisan ini memancarkan energi iblis yang sangat samar, bahkan dengan indera ku yang sangat tajam, aku harus fokus untuk merasakannya."


"Energi iblis bisa dirasakan saat lukisan ini digunakan. Kegunaan dari lukisan ini adalah sebagai media seperti gerbang yang menghubungkan dua tempat."


"Mungkin itulah mengapa ada stempel Raja Iblis Boldax di gulungan perkamen." Julian menghela napas karena lelah menjelaskan.


Mereka semua sangat terkejut setelah mendengar penjelasan Julian mengenai kegunaan lukisan gunung dan hutan itu.


Apalagi Alan, dia adalah orang yang paling terkejut karena tidak menyangka kalau ada benda iblis didalam mansion miliknya yang memiliki kegunaan yang sangat berbahaya.


Julian menyerahkan lukisan gunung dan hutan itu kepada alan dan berkata kalau Alan bebas mau berbuat apa dengan lukisan tersebut.


Alan mengangguk dan berterima kasih sekali lagi khususnya untuk Julian yang telah banyak membantu Kota Coramon dan juga dirinya.


Jika lukisan ini masih berada didalam mansion miliknya, maka bisa dipastikan kalau keluarganya akan berada dalam bahaya.


Setelah mereka berbincang-bincang lagi membahas beberapa hal kecil, mereka makan siang bersama dan mengakhiri pertemuan.


...----------------...


Sementara itu di Mansion Keluarga Malone.


"Berita buruk, Ayah!" Bruno masuk keruang kerja Roman dengan tergesa-gesa.


Roman, yang sedang mengurus banyak dokumen mengerutkan keningnya saat melihat Bruno yang masuk dengan tidak sopan.


"Berita buruk apa sampai kau mengganggu ku," ucap Roman.


"Ayah! Perjanjian rencana kita, yang telah disimpan dibawah tanah, hilang!" Bruno langsung memberitahu berita buruknya.


"Apa!? Coba katakan sekali lagi!" Roman berdiri dan mengurung Bruno mengatakannya lagu karena takut salah dengar.


"Bukti perjanjian rencana yang telah kita buat dengan Sika dan Raja Iblis Boldax serta cairan iblis tidak ada diruang bawah tanah!" ucap Bruno.

__ADS_1


"Sialan!!!!" Roman berteriak dengan sangat keras bahkan seisi mansion bisa mendengar teriakan Roman.


__ADS_2