
Tiga hari setelahnya, Julian dan yang lain dipanggil oleh Rolant hadir dalam sebuah acara yang tidak diketahui karena Rolant tidak memberitahunya.
"Ingat ya, meskipun mungkin ada bangsawan yang menghina kalian saat di acara, jangan berbuat apapun. Jika kita menyerang mereka, kita yang harus bertanggung jawab," ucap Julian.
Claire, Nimi, dan Mine mengangguk. Mereka sudah bisa mengendalikan diri mereka karena Julian selalu membela mereka dan Julian juga tidak pernah melakukan sesuatu yang kasar yang membuat mereka bertiga terpengaruh.
Nimi tersenyum dan berkata, "Aku tahu, Master! Tapi jika mereka yang menyerang terlebih dahulu, kita boleh menyerang balik bukan?"
"Hahaha, kalian boleh melakukannya asal jangan membunuh mereka. Tindakan kita akan dianggap membela diri karena mereka yang memulainya," ucap Julian sambil tertawa.
Mereka berempat tertawa bersama, kemudian setelah berpakaian dengan pantas, mereka menuju ke aula perjamuan tempat acara yang dimaksud oleh Rolant diadakan.
Mereka masuk ke dalam aula perjamuan dan melihat kalau ada banyak sekali orang di dalam yang sedang berbincang-bincang atau melakukan hal lain.
Namun keluarga kerajaan belum terlihat yang berarti acara belum dimulai. Karena tidak ada kenalan di sini, mereka berempat berdiri di sudut ruangan sambil berbincang-bincang.
Karena kenalan mereka hanyalah keluarga kerajaan dan juga Lucian. Tapi Lucian sudah kembali ke Kota Chesa karena ia di sini hanya untuk melapor saja dan tentunya ia memiliki urusannya sendiri.
Lalu untuk kelima pahlawan, mereka tidak ada di sini. Julian bertanya kepada Claire apakah dia tahu tapi Claire menggeleng-gelengkan kepalanya.
Salah satu bangsawan pria muda melihat kalung di leher Claire dan berteriak, "Huh? Budak? Mengapa bisa ada budak di acara resmi yang diadakan oleh Raja!?"
Karena bangsawan muda tersebut berteriak, banyak orang yang menoleh ke arah Claire dan mereka mengerutkan kening saat melihat Claire.
"Permisi, maaf jika dia mengganggu. Tapi dia adalah rekanku dan aku memiliki kualifikasi untuk hadir di acara ini," ucap Julian dengan nada sopan karena ia tidak ingin menimbulkan masalah.
Tapi sepertinya bangsawan muda di depannya adalah orang yang temperamental karena meskipun Julian bersikap sopan, dia tidak memedulikannya.
"Memangnya kualifikasi apa yang kau punya sampai kau boleh membawa budak! Hah!?" teriak bangsawan muda itu.
Saat Julian akan berbicara lagi, pintu terbuka dan prajurit yang menjaga pintu berteriak, "Keluarga Kerajaan memasuki aula perjamuan!"
Sontak para bangsawan langsung mendekati keluarga kerajaan dan menyambut kedatangan mereka sambil berbicara beberapa kata yang menyanjung.
Rolant dan yang lain juga membalas dengan senyuman namun, bangsawan muda tadi berbicara dengan Rolant yang membuat suasana rusak.
"Salam Raja Rolant yang terhormat, saya ingin mengatakan sesuatu mengenai orang di sana karena dia membawa budak ke acara resmi ini," ucap bangsawan muda itu sambil menunjuk ke arah Julian.
Rolant dan yang lain mengikuti arah yang ditunjuk oleh bangsawan muda itu dan melihat Julian dan yang lain sedang berdiri di sana sambil tersenyum tipis.
__ADS_1
Sebelum Rolant berbicara, Lucas sudah berbicara terlebih dahulu, "Kau, apakah kau memiliki masalah dengan tamu yang aku undang?"
"!!" seisi ruangan terkejut dengan ucapan Lucas.
Mereka tidak menyangka kalau empat orang di sana adalah tamu yang diundang oleh Lucas. Kemudian bangsawan lain memandang bangsawan muda itu dengan tatapan kasihan karena tindakannya.
"Beruntung karena aku memang belum memberitahu kalian. Tapi, jika ada orang yang melakukan hal seperti ini lagi, kalian dipersilakan untuk keluar dari sini," ucap Lucas dengan nada dingin.
Ada alasan mengapa Lucas langsung berbicara sebelum Rolant. Meskipun dia sedikit keras kepala dan bersikap kasar, dia tetaplah seorang pangeran dan dia juga orang yang cerdas.
Alasan pertama adalah agar tidak menodai kehormatan Rolant karena meskipun tidak ada yang mengatakannya, tapi pasti akan muncul desas-desus kalau Rolant yang seorang raja mengundang seorang budak ke acara resmi.
Kedua, karena tidak pantas bagi seorang raja membela seorang budak. Rolant mungkin tidak peduli, tapi para bangsawan mungkin akan sedikit tidak senang.
Lalu yang ketiga adalah sebagai bentuk permintaan maaf Lucas kepada Julian. Dia belum sempat untuk meminta maaf secara langsung dan berpikir kalau tindakan ini setidaknya bisa membuat Julian sedikit memaafkannya.
"Karena tidak ada yang keberatan lagi, maka kita akan mulai saja acaranya. Raja, tolong...," ucap Lucas.
"Ya," angguk Rolant.
Mereka duduk di kursi masing-masing kemudian Rolant berpidato sedikit untuk memulai acara ini yang ternyata adalah acara perayaan kalau Doria telah hamil.
Para bangsawan, tidak, seluruh warga Kota Cronna tahu kalau Doria tidak bisa hamil karena beberapa alasan dan mereka menyayangkan hal ini karena itu artinya Lucas tidak akan memiliki keturunan kecuali dia menikah lagi.
Namun sekarang, mereka terkejut karena Doria bisa hamil yang artinya Lucas bisa memiliki keturunan dan mereka sebagai bangsawan Kerajaan Cruya tentu saja senang.
"Selamat, Pangeran Lucas, Nyonya Doria!" para bangsawan segera mengucapkan selamat kepada mereka berdua.
...----------------...
"Eh?" Julian melihat kalau Doria bersama dengan Keluarga Altman.
"Oh Master belum tahu? Tapi yah aku juga baru tahu kemarin. Nyonya Doria itu adalah anak kedua dari Duke Altman," ucap Claire.
Julian menganggukkan kepalanya, "Oh! Jadi begitu. Tapi yah seharusnya aku tidak terkejut karena tidak mungkin Doria berasal dari keluarga bangsawan yang lebih rendah."
Acara dimulai dan para pelayan membawa banyak sekali makanan dan minuman yang lezat. Para bangsawan duduk dan makan bersama sambil berbincang-bincang.
Rolant dan yang lain juga bergabung dari satu bangsawan ke bangsawan yang lain karena tentu saja keluarga kerajaan tidak bisa berbicara hanya dengan satu atau dua bangsawan.
__ADS_1
"Hm? Lihatlah mereka, pada bangsawan membentuk sebuah 'lingkaran obrolan' sesuai dengan status mereka dan mengabaikan bangsawan yang lebih rendah," batin Julian sambil tersenyum.
Tapi tentu saja, manusia adalah makhluk sosial. Mereka akan berbaur sesuai dengan status mereka dan akan mengabaikan atau bahkan meremehkan orang yang statusnya lebih rendah dari mereka dan akan menyanjung orang yang statusnya lebih tinggi.
"Claire, Nimi, Mine, apakah kalian menikmati makanannya?" tanya Julian melihat mereka bertiga yang sedang makan dengan lahap.
"Kami menikmati makanannya namun tidak dengan suasananya," jawab Claire sambil memasukan daging ke dalam mulutnya.
Julian menghembuskan napas panjang dan berkata, "Yah, aku juga. Ingin keluar dari sini?"
Mereka bertiga menjawab bersamaan, "Tidak. Kami ingin menikmati makanannya lebih banyak."
"Baiklah. Aku akan keluar terlebih dahulu," ucap Julian dengan nada tidak berdaya.
Aula perjamuan terletak di lantai dua, Julian keluar dari ruangan menuju balkon untuk mencari udara segar dan karena tidak ada orang di balkon.
"Yah, aku selalu tidak cocok dengan keramaian. Lebih baik seperti ini, sendiri sambil menikmati udara segar dan angin malam yang sejuk," batin Julian.
"Julian," panggil seseorang.
Julian berbalik dan melihat kalau Lucas berada di belakangnya dan menatapnya dengan tatapan ragu-ragu.
Julian menganggukkan kepalanya dan berkata, "Salam, Pangeran Lucas."
"Ya, tapi panggil aku Lucas jika berada di situasi normal seperti kau memanggil kakakku," angguk Lucas.
Julian mengangguk dan bertanya, "Baiklah. Apakah ada sesuatu yang dibutuhkan oleh Pangeran Lucas?"
Lucas membungkukkan badannya sedikit dan berkata, "Aku minta maaf atas perilaku kasarku saat maka malam beberapa hari sebelumnya."
Julian tidak terlalu memikirkan masalah tersebut, ia bahkan sudah melupakannya. Namun ia tidak menyangka kala Lucas akan meminta maaf secara langsung dengan sungguh-sungguh.
"Yah, jujur saja aku tidak terlalu peduli. Tapi, aku terima permintaan maafmu. Pangeran sudah meminta maaf dan tidak baik kalau aku tidak memberikan maaf bukan?" ucap Julian sambil tersenyum cerah.
Lucas menghela napas lega dan berkata, "Terima kasih, Julian."
Kemudian Lucas juga berterima kasih kepada Julian karena telah menyarankan dua cara agar Doria bisa melahirkan seorang anak yang membuat dirinya dan juga Doria menangis bahagia.
Julian juga bertanya kepada Lucas mengapa pahlawan tidak ada di sini dan Lucas menjawab kalau kelima pahlawan tidak ingin datang karena mereka sedang berlatih di suatu tempat di dekat kota.
__ADS_1
Setelah berbincang-bincang sebentar, Lucas undur diri karena dirinya harus berbicara dengan bangsawan lain. Julian mempersilakannya karena ia paham dengan tugas seorang pangeran.