
Setelah satu jam beristirahat, mereka semua sudah pulih dan melanjutkan perjalanan mereka melalui jalan yang berada di sebelah kanan.
"Hah?" Julian melihat kalau ada ruangan kosong di depan nya dan tidak ada jalan lain.
"Tidak ada jalan lain? Tapi bukankah kau sudah mengatakan kalau jalan di sebelah kiri tadi hanyalah sumber air saja?" Karina bertanya kepada Julian.
"Yah, kurasa memang tidak ada jalan di tanah." Julian mendongak ke atas.
"Apa maksudmu?" Karina dan yang lain juga mendongak ke atas.
Tidak ada atap-atap gua di ruangan ini, melainkan ada sebuah lorong yang menghubungkan lantai atas dan lantai bawah.
"Apakah ada yang bisa menggunakan sihir angin untuk terbang?" Julian bertanya ke semua orang.
Namun mereka hanya saling memandang dan tidak menjawab yang berarti tidak ada dari mereka yang menggunakan sihir elemen angin.
"Tidak ada pilihan lain ya..." Batin Julian.
Julian merentangkan kedua tangan nya lalu tiba-tiba kedua tangan nya memanjang dan berubah bentuk menjadi tangan dinosaurus.
Kemudian ada sesuatu yang muncul dari ketiak nya dan membesar sampai pergelangan tangan dan pinggang Julian.
Kepala Julian berubah menjadi segitiga yang memiliki ujung runcing dan saat mulut nya terbuka lebar, nampak ada banyak sekali gigi tajam.
Julian bertransformasi menjadi dinosaurus terbang karnivora yang memiliki banyak gigi di mulutnya, itu adalah Pterosaurus.
Pterosaurus memiliki panjang tubuh satu meter namun memiliki lebar sayap yang sangat panjang yakni sampai tujuh meter.
Dinosaurus ini merupakan salah satu dinosaurus predator terbang yang ditakuti dinosaurus lainnya saat terbang karena akan membentuk sebuah bayangan besar di bawahnya.
"Kalian semua naik ke atas punggung ku, aku akan membawa kalian ke atas," ucap Julian yang sudah selesai bertransformasi.
"Baik!" Mereka semua mengangguk tanpa ragu-ragu karena memang tidak ada cara lain lagi.
"Pegangan yang erat." Julian mengepakkan kedua sayapnya saat melihat kalau semua orang sudah naik ke atas punggung nya.
Kemudian muncul hembusan angin yang kencang dari kepakkan sayap Julian dan Julian langsung terbang tinggi dalam satu kepakkan saja.
Karena kecepatan terbang nya yang cepat, mereka langsung melihat sebuah lubang di sisi lorong dalam waktu kurang dari satu menit.
Julian memperlambat terbang nya dan masuk ke dalam lubang itu dengan pelan-pelan karena ia tahu kalau di dalam sana ada banyak sekali energi panas.
Saat masuk ke dalam lubang, ternyata itu adalah sebuah ruangan yang sangat luas dan juga memiliki atap-atap yang tinggi.
Di dalam ruangan itu terdapat banyak sekali orang bahkan ada beberapa wajah yang Julian kenal yaitu Conall dan Albert.
__ADS_1
"Eh!? Monster datang!?" Seorang prajurit berteriak.
Semua prajurit segera membentuk formasi tempur dan mengarahkan tombak mereka ke Julian yang berada dalam wujud Pterosaurus.
"!! Semuanya berhenti! Dia bukanlah monster!" Conall tiba-tiba berteriak dan menghentikan pada prajurit yang akan menyerang Julian.
"Apa yang anda maksud, Pangeran?" Fran bertanya kepada Conall.
"Sulit untuk dijelaskan, tunggu sebentar dan kalian semua akan mengetahui apa yang aku maksud." Conall melihat ke arah Julian.
Julian segera mendarat dan orang-orang di atas punggung nya turun. Ia kemudian mengubah wujud nya menjadi manusia.
"Yo!" Julian menyapa Conall.
"Sudah kuduga itu kau, Julian." Conall juga menyapa Julian.
"Eh? Karina?" Conall melihat kalau ada Karina di sebelah Julian.
"Kalian saling mengenal?" tanya Julian meskipun ia tahu kalau Karina bangsawan dan sudah pasti Conall akan mengenal Karina.
"Kami teman satu sekolah haha." Karina langsung menjawab nya lalu menoleh ke arah Conall dan mengedipkan mata.
Meskipun Conall tidak mengerti mengapa Karina menyuruhnya untuk tetap diam, ia mengangguk dan bekerja sama dengan Karina.
Dan Julian hanya pura-pura tidak melihat hal itu meskipun ia bisa melihat nya dengan jelas dan mengetahui maksud Karina.
"Kau lihat pintu besar itu?" Conall menunjuk ke arah pintu besar yang berada di ujung ruangan.
"Ya, tentu saja." Julian mengangguk.
"Sepertinya itu adalah ruangan tempat iblis itu berada. Kami disini sedang beristirahat untuk memulihkan diri sebelum menyerang nya." jelas Conall.
"Ah, jadi begitu. Apakah ada orang yang terluka?" Julian melihat ke sekitarnya.
"...Ya, ada. Namun sejujurnya kami sedang kekurangan seorang penyembuh, oleh karena itu masih banyak orang yang belum disembuhkan karena penyembuh kami sedang kelelahan." Conall berkata dengan nada pahit.
"Claire, kau dengar itu? Bisakah kau membantu mereka?" Julian bertanya kepada Claire yang berada di belakang nya.
"Tentu saja, Master! Tapi, aku hanya bisa menggunakan mantra sihir penyembuh sederhana, apakah itu tidak apa-apa?" Claire tampak khawatir kalau ia akan menjadi tidak berguna.
"Tidak apa-apa, bantuan mu akan sangat membantu mereka." Julian mengelus-elus kepala Claire.
"Wah, baik, Master!" Claire menjadi gembira dan segera melakukan apa yang Julian suruh.
"Siapa dia? Aku tidak melihat nya bersama mu sebelumnya." Conall bertanya mengenai identitas Claire.
"Budak yang aku beli kemarin," jawab Julian.
__ADS_1
"Ah, begitu." Conall tidak bereaksi banyak.
Karena Julian, Karina, dan orang-orang yang bersama mereka sudah beristirahat dengan cukup, mereka semua membantu yang lain.
Conall berkata kalau mereka sedang kekurangan persediaan dan tenaga kebanyakan dari prajurit sudah terkuras.
Mereka membutuhkan makanan atau minuman agar tenaga mereka kembali dan masih belum cukup jika hanya beristirahat.
Julian segera membawa orang-orang yang masih bisa bergerak dan turun ke ruangan yang ada sumber air nya dengan wujud Pterosaurus.
Meskipun orang-orang sedikit takut dengan wujud nya, namun mereka tidak melupakan tugas mereka yang penting itu.
Mereka semua kembali ke tempat sebelumnya dan memberikan air yang sudah diambil kepada semua orang yang ada disana.
Meskipun hanya dengan air saja, namun itu sudah cukup dibandingkan dengan sebelumnya yang tidak ada makanan atau minuman.
Julian kemudian diperkenalkan kepada Fran yang ternyata adalah seorang Marquiss yang merupakan pemimpin dari Kota Caver.
Lalu betapa terkejutnya Fran saat mengetahui kalau identitas Julian setara dengan dirinya saat melihat kartu identitas Julian yang memiliki corak emas.
Mereka lalu berbincang-bincang mengenai hal yang sedang terjadi dan Julian mengetahui kalau Conall ke sini karena ada berita mengenai iblis.
Namun pasukan kota tidak bisa mendeteksi dimana lokasi iblis itu berada dan pada akhirnya, terjadilah kejadian yang sekarang.
...----------------...
"Claire, beristirahatlah, kau sudah kelelahan." Julian berjalan menghampiri Claire.
"Baik, Master..." jawab Claire dengan suara rendah.
Julian menaruh kain tebal di lantai gua, ia duduk dan bersandar di dinding gua lalu menyuruh Claire untuk berbaring dan menggunakan paha nya sebagai bantal.
"Tidak! Aku tidak bisa melakukan hal itu, Master!" Claire dengan cepat menggeleng-gelengkan kepala nya dengan wajah memerah.
"Tidak apa-apa, kita akan menghadapi iblis nanti, jadi beristirahatlah. Aku juga sedikit lelah dan perlu istirahat." Julian menenangkan Claire.
"Ba-baik. Kalau begitu, aku permisi." Claire mengangguk setelah terdiam sebentar.
Ia berbaring dan menggunakan paha Julian sebagai bantal dan menutup matanya. Ia tidur dengan mudahnya karena sudah kelelahan.
"Meskipun Claire sudah kelelahan beberapa kali, tapi itu bagus karena ia menggunakan sihir berkali-kali yang bisa dianggap sebagai latihan."
"Claire tidak akan hanya menjadi penyembuh nanti dan mungkin aku akan membuatnya menjadi penyihir karena ia juga memiliki afinitas dengan elemen api."
"Jika Claire menjadi hebat di masa depan, maka itu akan sangat berguna dalam pertaruhan. Aku akan berperan sebagai penyerang utama dan Claire berperan sebagai pendukung."
Julian memikirkan banyak hal mengenai Claire yang akan menjadi penyihir sambil menutup mata dan pada akhirnya ia tertidur.
__ADS_1