Isekai Dinosaur

Isekai Dinosaur
Informasi dan Rumor Tentang Kota Coramon


__ADS_3

Setelah beristirahat sebentar, mereka melanjutkan kembali perjalanan mereka. Kali ini, Claire yang menjadi kusir karena ia ingin belajar juga.


"Uhm, Claire, tolong berhenti sebentar." Mine menepuk pundak Claire yang sedang mengendalikan kereta kuda.


"Eh? Baiklah..." Claire menarik tali kuda untuk menyuruh mereka berhenti.


Mine kemudian melompat dari kereta kuda dan berlari menuju semak-semak disamping. Julian yang melihat hal itu tidak menghentikan Mine karena ia yakin kalau Mine pasti menemukan sesuatu.


Tidak lama setelah itu, Mine kembali ke kereta kuda dengan membawa sebuah tumbuhan ditangannya yang memiliki bentuk bulat.


"Ini, Master!" Mine menyerahkan tanaman itu kepada Julian.


"Appraisal." Julian menggunakan appraisal.


[ Tumbuhan garam bulat ]


"Hah? Mine, bisakah kau menjelaskan tumbuhan apa ini?" Julian kurang paham dengan hasil appraisal nya.


"Ini adalah tumbuhan yang bisa menggantikan garam! Jika tumbuhan nya dibuka, maka didalamnya ada bubuk putih yang kasar yang memiliki rasa asin." Mine menjelaskannya kepada Julian.


"Pemilik kami sebelumnya biasa menyuruh kami mencari tumbuhan-tumbuhan yang seperti ini." Nimi menambahkan.


"Woah, kerja bagus, ini akan sangat berguna jika kita sedang kekurangan stok makanan dan bumbu." Julian menepuk-nepuk kepala Mine.


"Ehehe..." Mine tersenyum bahagia.


"Meskipun dunia fantasi ini mirip dengan cerita-cerita di bumi, namun ada beberapa hal yang cukup aneh namun berguna ya."


"Sepertinya aku harus mengeksplorasi dunia ini lebih dalam bahkan ke hal-hal kecil karena itu pasti akan berguna untuk masa depan."


Setelah mengetahui kalau ada tumbuhan aneh yang memiliki fungsi sama seperti garam, Julian berpikir kalau ternyata dunia fantasi ini jauh lebih menakjubkan.


...----------------...


"Master, ada beberapa orang disana. Sepertinya didepan kita ada sebuah desa." Nimi menunjuk kearah depan.


"Kau benar. Claire, parkir kereta kuda disini saja. Aku akan pergi kesana dan mencari informasi, karena aku membaca informasi kalau ada beberapa desa yang menolak demi-human." Julian menepuk pundak Claire lalu ia melompat dari kereta kuda.


"Baik." Claire mengangguk lalu ia memarkirkan kereta kuda disamping pohon besar.


...----------------...


"Ada banyak manusia disini." Julian melihat ada banyak energi panas didalam desa menggunakan mata dinosaurus nya.


Julian mengeluarkan kain kasar dan memakainya. Karena ia tidak ingin orang-orang melihat pakaiannya yang sedikit mewah.


Ia ingin menyamar sebagai warga biasa agar orang-orang desa tidak mencurigai nya dan ia bisa mendapatkan banyak informasi.


Julian masuk kedalam desa dengan mudah karena pada penjaga tidak memeriksa orang yang masuk satu per satu, mereka hanya melihat lalu mengabaikannya.


...----------------...

__ADS_1


"Apakah kau akan pergi ke Kota Coramon?" Pria tua bertanya kepada pria muda didepannya.


"Tentu saja, meskipun aku tidak akan bisa ikut bertarung, aku ingin melihat Sea Serpent." Pria muda itu mengangguk.


"Ya, Sea Serpent adalah makhluk langka karena tidak diketahui kapan mereka muncul karena mereka muncul sesuka hati."


"Bahkan saat Sea Serpent muncul, banyak orang-orang kuat yang datang untuk mendapatkan bagian dari Sea Serpent itu." Pria tua mengangguk dan berbicara.


...----------------...


"Sea Serpent di Kota Coramon? Itu adalah kota dekat laut yang akan kami kunjungi. Sepertinya disana akan ada sesuatu yang menarik ya." Julian menyeringai setelah mendengar obrolan kedua pria itu.


Ia kemudian pergi ke tempat lain namun tidak mendapatkan informasi yang berguna. Kebanyakan hanya berupa gosip dan rumor aneh yang tidak bisa dipercaya.


Namun, Julian mendengar rumor tentang orang yang ia kenal. Rumor itu mengatakan kalau Karina akan bertunangan dengan anak dari pedagang kaya di Kota Coramon.


"Karin akan bertunangan? Namun mengapa dia tidak memberi kabar? Hm, sepertinya aku memang harus pergi ke Kota Coramon ya." Julian menyeringai dan berpikir kalau perjalanan ini akan menjadi sangat menarik.


Karena di Kota Coramon akan muncul Sea Serpent yang dicari oleh seluruh manusia dan bahkan mungkin bukan hanya manusia saja.


Lalu ada rumor yang mengatakan kalau Karina akan bertunangan dan tentu saja Julian menjadi sangat penasaran apakah rumor ini benar atau tidak.


Julian segera kembali ke kereta kuda setelah berpikir sebentar kalau sudah tidak ada lagi informasi yang berguna di desa ini.


...----------------...


"Bagaimana, Master?" Claire bertanya saat melihat Julian datang.


"Lalu ada rumor mengenai Karin yang akan bertunangan dengan anak pedagang kaya disana." Julian duduk lalu menjawab.


"Nona Karina akan bertunangan!?" Claire tampak terkejut dengan informasi itu.


"Masih berupa rumor, oke karena itu kita akan pergi kesana untuk memastikannya." Julian menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Siapa Nona Karina ini?" Nimi bertanya.


"Ah, Nona Karina adalah..." Claire menjelaskan identitas Karina.


"Wah! Ternyata dia adalah bangsawan berpengaruh!?" Nimi dan Mine terkejut dengan identitas Karina.


Julian mengambil alih kusir dan menjalankan kereta kuda jauh dari desa. Setelah itu Julian memarkirkan kereta kuda disebuah tempat kosong ditepi jalan.


"Sudah sore hari dan akan berbahaya jika melanjutkan perjalanan. Meskipun kita semua kuat, tapi pilihan aman adalah pilihan yang terbaik," ucap Julian."


"Baik, Master!" Mereka bertiga mengangguk.


"Nimi dan Mine akan memotong-motong daging beruang yang sudah dipisahkan tadi. Lalu Claire akan menyiapkan peralatan masak."


"Sedangkan aku akan mencari ranting-ranting pohon disana." Julian membagi tugas untuk semua orang termasuk dirinya.


Nimi dan Mine mengambil daging beruang yang besar lalu mereka memotong-motong nya menjadi ukuran yang bisa dimakan.

__ADS_1


Claire mengambil peralatan memasak dari dalam kereta kuda dan mempersiapkan alat-alat yang akan digunakan untuk memasak.


Lalu Julian juga sudah mengumpulkan ranting-ranting kering dan membuat api unggun dengan mantra sihir elemen api.


"Selamat makan!" Mereka semua memakan daging beruang panggang dengan saus.


"Ah ini panas." Nimi menjulurkan lidahnya yang kepanasan.


"Haha, tunggu sebentar atau tiup dagingnya agar menjadi hangat baru dimakan." Julian tertawa.


Setelah makan malam sambil berbincang-bincang dengan canda tawa, mereka pun membersihkan peralatan makan dan bersiap untuk tidur.


"Kalian tidur duluan saja, aku akan berjaga sebentar," ucap Julian.


"Ah Master, biarkan aku saja yang berjaga." Nimi menawarkan diri.


"Tidak, aku saja!" Mine juga menawarkan diri.


"Tidak, kalian berdua baru saja mengalami hari yang buruk. Claire, seret mereka tidur." Julian menggeleng-gelengkan kepalanya dan tertawa.


Karena Nimi dan Mine bersikeras untuk berjaga malam menggantikan Julian dan pada akhirnya Claire menyeret mereka untuk pergi tidur.


"Lalu sekarang, Mindy, hubungkan aku dengan Dewa Tertinggi." Julian duduk diatas batu dan didepannya ia menyalakan api unggun lagi.


"Oh, halo Julian! Sudah lama kita tidak berkomunikasi!" Suara Dewa Tertinggi terdengar.


"Halo kakek, bagaimana kabarmu?" Julian tertawa dan menanyakan kabarnya.


"Haha, aku ini dewa, tapi terima kasih, aku baik-baik saja disini. Kau juga sepertinya baik-baik saja." Dewa Tertinggi tertawa.


"Seperti yang kakek lihat, sebenarnya, aku ingin bertanya sesuatu," ucap Julian.


"Ho? Apa itu?" Dewa Tertinggi mengelus-elus janggut panjang nya.


"Apakah disini, ada manusia bumi juga sepertiku?" tanya Julian.


"...Ada." Setelah terdiam sebentar, Dewa Tertinggi menjawab.


"Sudah kuduga. Yah, itu saja pertanyaan ku." Julian menganggukkan kepalanya.


"Hah? Itu saja? Kau tidak penasaran siapa mereka?" Dewa Tertinggi menjadi bingung.


"Penasaran tapi bukan berarti aku harus tau." Julian mengangkat bahunya.


"Hoho, yah, akan aku beritahu. Mereka ada 5 orang yang berasal dari bumi, dan status mereka saat ini adalah pahlawan." Dewa Tertinggi menjawab lalu memutus panggilan.


"...Yah, itu seperti yang sudah aku duga. Kebanyakan dunia fantasi akan memiliki pahlawan dan mereka pasti orang yang dipanggil dari dunia lain." Julian tidak terkejut dengan informasi itu.


Julian menikmati angin malam yang sejuk sebentar sambil melihat bintang-bintang yang bersinar di langit malam yang indah.


Kemudian ia masuk kedalam kereta kuda dan tidur disebelah Claire.

__ADS_1


__ADS_2