
Setelah pertempuran, Rolant langsung memerintahkan para ahli untuk memperbaiki bangunan dan fasilitas lain yang rusak karena sihir Alastor. Para bangsawan juga kembali ke kediaman masing-masing karena acara sudah tidak bisa dilanjutkan lagi.
Keluarga kerajaan juga bermalam di bangunan lain di dekat istana. Julian dan yang lain juga ikut bersama keluarga kerajaan karena saat mereka akan menginap di hotel, mereka dihentikan oleh Rolant yang mengatakan kalau lebih baik mereka untuk menginap bersama.
...----------------...
Keesokan harinya, Rolant dan bangsawan lain berada di suatu bangunan karena mereka saat ini sedang rapat mengenai penyerangan istana oleh Alastor.
"Tuan Oleus sudah mengatakan kalau Quella ikut campur dalam pertarungan mereka sehingga Alastor bisa kabur bersamanya," ucap Rolant dengan wajah muram.
"Alastor menyerang istana karena dia akan mengambil tubu Orobas yang ada di ruang bawah tanah istana. Meskipun aku masih belum tahu tubuh Orobas akan digunakan untuk apa," tambahnya.
Oleus mengangkat tangannya dan berkata, "Raja, aku memiliki pemikiran kalau mereka akan membangkitkan kembali Orobas."
"!!" seisi ruangan terkejut karena ucapan Oleus.
Memang tidak mungkin untuk membangkitkan kembali iblis yang telah mati karena sihir hitam memang bisa membangkitkan makhluk hidup yang mati meskipun membutuhkan banyak sekali pengorbanan.
Hadden, yang hadir memberikan pendapatnya, "Tapi bukankah Raja Iblis Boldax itu orang yang kejam? Dia menganggap bawahnya seperti alat. Jadi saat Orobas mati, itu artinya dia sudah tidak berguna dan kecil kemungkinannya untuk dibangkitkan."
Orang-orang mengangguk karena apa yang diucapkan oleh Hadden memang benar. Raja Iblis hanya mempercayai beberapa iblis saja bahkan iblis yang paling dia percaya adalah Quella, bukan keluarganya.
Raja Iblis Boldax memiliki keluarga. Dia memiliki istri dan juga satu anak laki-laki dan anaknya menjabat sebagai bawahan Alastor karena dia kurang berbakat.
Galli Altman, kelapa Keluarga Altman sekaligus ayah Doria berkata, "Hm, apa yang dikatakan oleh Tuan Hadden memang benar. Lalu, bagaimana jika tubuh Orobas digunakan untuk pengorbanan?"
"!!" mereka melebarkan mata karena ucapan Galli membuka kemungkinan baru.
Mereka kemudian berdiskusi lagi apa yang membuat Raja Iblis Boldax memerintahkan Alastor untuk mengambil tubuh Orobas meskipun itu beresiko karena terletak di bawah tanah istana.
Hasilnya adalah ada dua kemungkinan yang terjadi. Yang pertama adalah Raja Iblis Boldax akan membangkitkan Orobas. Yang kedua adalah Raja Iblis Boldax menggunakan tubuh Orobas untuk pengorbanan.
Dua kemungkinan tersebut adalah kemungkinan yang paling masuk akal. Namun karena kurangnya petunjuk, mereka tidak bisa memikirkan niat Raja Iblis Boldax yang sebenarnya.
Karena hanya bisa berdiskusi sampai dua kemungkinan tersebut, maka Rolant memutuskan untuk mengakhiri rapat.
__ADS_1
...----------------...
Bersamaan dengan rapat pembahasan alasan penyerangan istana, Regina menyuruh orang-orang untuk menyebarkan berita ke seluruh kota yang ada di Kerajaan Cruya kalau Doria telah hamil.
Regina juga menyuruh orang-orang untuk membagikan makanan, pakaian, dan barang-barang lain kepada warga kota sebagai perayaan.
Warga Kota Crosa juga tidak membahas mengenai penyerangan kemarin malam karena saat ini ada berita yang membahagiakan karena mereka sudah lama tahu kalau Doria tidak bisa hamil dan hanya bisa merasa sedih.
Namun sekarang, tiba-tiba saja ada berita kalau Doria telah hamil. Warga kota pergi ke kantor kota untuk menangkan keaslian berita ini dan orang yang bertanggung jawab mengangguk tanda bahwa berita ini asli.
Lalu, banyak orang yang menggratiskan makanan dan minumannya kepada pelanggan sebagai perayaan, ada juga orang yang memberikan bingkisan, orang yang memberikan permen kepada anak-anak, dan lain-lain.
...----------------...
Julian, yang saat ini sedang berada di atap sebuah bangunan memandangi jalan-jalan di bawahnya yang sangat harmonis karena semua orang sedang berbahagia.
Claire, Nimi, dan Mine juga sedang berburu kuliner karena hampir seluruh toko menggratiskan barang dagangannya dan mereka bertiga tidak mau meninggalkan kesempatan ini.
"Kau ternyata di sini." terdengar suara wanita yang Julian kenal dari arah belakangnya.
Wanita itu adalah Karina. Dia datang ke atas bangunan dengan mantra sihir Leap miliknya yang sudah ia kuasai dan sekarang ia bisa menggunakannya dengan mudah.
"Tidak ada alasan lain. Aku pergi ke kediaman keluarga kerajaan dan tidak menemukanmu. Jadi aku bertanya kepada pelayan," jawab Karina sambil duduk di sebelah Julian.
Julian menoleh ke arah Karina dan bertanya, "Kau tidak bergabung dengan orang-orang?"
Karina menggeleng-gelengkan kepalanya, "Aku lebih suka melihat orang bahagia karena itu juga bisa membuatku bahagia. Selain itu, aku ingin bersamamu."
Julian tidak membalas ucapan Karina, ia memegang kepala Karina dengan tangan kirinya dan menyenderkan kepala Karina ke bahu kirinya.
Karina juga menurut, ia menyenderkan kepalanya ke bahu Julian lalu mereka tidak berbicara karena mereka sedang menikmati pemandangan kota yang harmonis.
...----------------...
Kediaman lain Keluarga Kerajaan, di salah satu kamar tidur.
__ADS_1
"Suamiku, di mana Tuan Julian? Aku ingin berterima kasih kepadanya," tanya Doria yang saat ini sedang berbaring di atas ranjang.
Lucas, yang duduk di sebelahnya berkata, "Baiklah, aku akan memanggil Julian untuk ke sini nanti."
"Ya, tolong. Tanpa dia, kita mungkin-" Doria tidak bisa menyelesaikan ucapannya karena bibirnya di cium oleh Lucas.
"Baiklah, jangan mengatakan hal itu. Kita sekarang sudah bisa memiliki anak," ucap Lucas sambil tersenyum yang membuat Doria memerah.
...----------------...
Di kediaman Keluarga Largus.
"Marie, di mana Karina?" tanya Hadden kepada Marie yang sedang meminum teh di paviliun halaman belakang.
"Dia sedang bersama dengan Julian. Ada apa? Apakah kau memerlukan sesuatu?" tanya Marie sambil menuangkan teh untuk Hadden.
"Tidak ada. Hanya saja suasana rumah sedikit berbeda karena biasanya aku melihat Karina sedang berlatih," ucap Hadden sebelum meminum teh yang telah dituangkan oleh Marie.
Marie tertawa kecil dan berkata, "Fufufu, benar juga. Semenjak Julian hadir di dalam kehidupan Karina, dia membuat Karina menjadi seperti wanita pada umumnya."
"Hahaha! Kau benar, Karina bersikap seperti pria karena dia selalu berlatih dan berlatih." Hadden tertawa karena ucapan istrinya memang benar.
"Ho? Jadi kau setuju kalau Karina bersama dengan Julian?" tanya Marie yang menatap suaminya dengan tatapan terkejut.
Ia terkejut karena Hadden adalah pria yang keras kepala dan tegas. Tidak mungkin Hadden akan menyetujuinya dengan mudah.
Hadden mendengus dan menjawab, "Yah, hanya Julian yang bisa membuat Karina seperti itu. Tapi tentu saja aku tidak akan membiarkan Julian mendapatkan satu-satunya putri cantikku dengan mudah!"
"Benarkah? Itu kabar bagus. Julian pasti bisa mendapatkan Karina dari dirimu, fufufu." Marie terkekeh dan yakin dengan Julian.
Hadden memutar matanya dan berkata, "Mengapa kau malah mendukung Julian dibandingkan dengan suamimu sendiri."
Marie terkekeh, "Fufufu, tidak masalah bukan."
Mereka berdua kemudian berbincang-bincang mengenai Karina yang mulai menunjukkan sikap yang berbeda setelah Julian hadir di dalam kehidupannya.
__ADS_1