Isekai Dinosaur

Isekai Dinosaur
Pergi ke Kediaman Largus untuk Bertemu Karina


__ADS_3

"Claire, Nimi, Mine, apakah kalian ingin ikut denganku?" tanya Julian yang melihat mereka bertiga sedang berlatih di ruangan latihan tertutup dengan izin Rolant.


"Ke mana?" tanya Claire tanpa menghentikan tindakannya yang sedang berusaha menyembuhkan luka di tubuh hewan.


"Ke rumah Karin," jawab Julian.


"Tidak." Mereka bertiga menggeleng-gelengkan kepala mereka.


"Master, kami sedang berlatih, jadi kami tidak bisa ikut. Dan bukankah kami hanya akan mengganggu Master dengan Nona Karina?" ucap Claire yang disetujui oleh Nimi dan Mine.


Julian tidak bisa berkata-kata dengan ucapan Claire karena seolah-olah dirinya dan Karina berkencan. Tapi yah, Julian tidak bisa menyangkal hal itu.


"Baiklah, lanjutkan latihannya. Aku akan pergi dulu, sampai jumpa!" Julian keluar dari ruangan dengan cepat yang membuat mereka bertiga menggeleng-gelengkan kepala.


...----------------...


Julian keluar dari istana dan pergi ke Kediaman Duke Largus. Ia tidak perlu bertanya di mana lokasinya karena ada dua bangunan yang sangat besar setelah istana kerajaan.


Dua bangunan itu adalah kediaman milik Duke Largus dan Duke Altman yang merupakan dua Duke di Kerajaan Cruya.


Jika Largus adalah keluarga yang berfokus dalam penyerangan, maka Altman adalah keluarga yang berfokus dalam penyembuhan.


Dua keluarga Duke bersama dengan keluarga kerajaan saat di medan tempur adalah kombinasi kerja sama yang seimbang sekaligus sangat kuat.


"Ini kah?" Julian melihat mansion besar di depannya yang memiliki warna putih gelap dengan corak biru.


"Tapi, bagaimana aku masuk? Aku lupa kalau aku tidak memiliki izin untuk masuk atau janji temu," pikir Julian.


Julian sedang kebingungan saat ini karena ia tidak memiliki izin untuk masuk dan Karina juga tidak memberikan apapun kepadanya sebagai bukti kalau dia adalah teman atau yang lain.


Melihat Julian yang berdiam diri di depan gerbang, salah satu penjaga menghampirinya dan bertanya, "Tuan, apakah ada sesuatu yang anda butuhkan di sini?"


penjaga itu bertanya dengan sopan karena ia melihat kalau Julian mengenakan pakaian yang berkualitas meskipun model pakaiannya sederhana.


Julian tersadar akan kesalahannya, "Maafkan aku. Aku hanya ingin bertemu dengan seseorang tapi aku tidak memiliki izin atau janji."


Setelah mengatakan hal itu, Julian berniat untuk pergi dan berpikir untuk meminta bantuan Conall untuk menghubungi Karina. Tapi saat ia akan melangkah, ia dihentikan oleh penjaga tadi.

__ADS_1


"Tunggu sebentar, Tuan. Boleh saya tahu siapa orang yang akan anda temui?" tanya penjaga.


Julian berbalik dan menjawab, "Aku ingin menemui Karin. Ah maaf, maksudku Karina Largus."


"Nona Karina? Nona sedang berlatih kalau tidak salah, aku akan coba untuk memberitahunya. Tuan bisa duduk di sana terlebih dahulu." Penjaga itu masuk ke dalam mansion setelah berbicara.


Julian mengangkat bahunya, ia akan berterima kasih jika penjaga itu bisa memberitahu Karina. Kemudian ia duduk di ruang tunggu yang ditunjuk oleh penjaga tadi.


...----------------...


"Nona Karina, maaf mengganggu latihan anda," ucap penjaga dengan napas terengah-engah karena ia berlari.


Karina menghentikan latihannya dan bertanya, "Hm? Apa ada sesuatu sampai kau terburu-buru?"


Penjaga mengatur napasnya dan berkata, "Nona, ada seseorang yang mencari anda."


Karina mengerutkan keningnya karena ia merasa tidak memiliki tamu hari ini, "Seseorang? Apakah kau tahu siapa?"


Penjaga itu tiba-tiba terkejut, "Maafkan saya! Saya lupa menanyakan namanya. Tapi tamu anda adalah seorang pria tampan yang tinggi, rambut pendek berwarna hitam, dan yang paling mencolok adalah orang itu seperti mengeluarkan aura seorang pemimpin."


Karina membayangkan orang sesuai dengan deskripsi penjaga, ia hanya bisa mencocokkannya dengan satu orang dan orang itu adalah orang yang ia tunggu-tunggu.


"Ya!" angguk penjaga kemudian ia pergi ke gerbang mansion diikuti oleh Karina.


...----------------...


Julian sedang mengobrol dengan penjaga lain sambil menanyakan beberapa hal mengenai Duke Largus. Penjaga itu juga menjawab dengan senang hati karena ia bisa merasakan kalau Julian adalah orang yang baik dan mudah diajak bicara.


"Julian!!!" terdengar suara wanita yang bersemangat.


Julian tahu siapa pemilik suara ini, ia menoleh ke arah sumber suara dan melihat kalau Karina sedang berlari ke arahnya dengan wajah yang bahagia.


Ia sedikit terpukau dengan Karina karena dia tadi sedang berlatih yang membuat pakaiannya berkeringat dan membuat Julian menelan ludahnya.


"Ini benar-benar kau, Julian! Kapan kau datang?" Karina bertanya dengan nada penuh semangat karena dia sudah lama tidak bertemu Julian.


"Kemarin, aku pergi ke istana terlebih dahulu untuk membahas mengenai sesuatu. Apakah kau sedang berlatih?" tanya Julian.

__ADS_1


"Ah, iya. Ngomong-ngomong, ayo masuk. Kita akan berbicara di dalam!" Karina memegang tangan Julian kemudian menariknya sambil berlari.


"Terima kasih," ucap Julian kepada dua penjaga.


"Jangan terlalu bersemangat, Karin," ucap Julian dengan nada tidak berdaya namun diabaikan oleh Karina.


Karina menarik Julian sampai ke dalam mansion kemudian ia mengajaknya untuk masuk ke dalam kamarnya di lantai dua mansion agar lebih nyaman untuk berbicara.


Julian masuk dan melihat kalau kamar Karina tidak sama seperti kamar wanita lainnya. Kamarnya sangat luas dan atapnya juga tinggi.


Ada ranjang besar di tengah-tengah ruangan, lalu ada dua sofa dan meja untuk duduk, kursi dan meja kecil di dekat jendela, rak buku dengan buku yang sangat banyak, dan beberapa lukisan.


Namun yang paling mencolok adalah ada armor besi berwarna putih di sudut ruangan dan itulah yang membedakan kamar Karina dengan kamar wanita pada umumnya.


"Mengapa kau menaruh armor besi?" tanya Julian setelah tertegun sebentar karena ia tidak tahu alasannya.


"Oh itu? Itu adalah armor yang aku pakai saat aku berusia 15 tahun. Namun sudah tidak aku pakai lagi dan lebih baik aku simpan di sini daripada di gudang," jawab Karina.


"Ngomong-ngomong, duduklah terlebih dahulu. Aku akan mandi sebentar karena tubuhku penuh dengan keringat," tambahnya.


Karina masuk ke pintu yang ada di sudut ruangan dan Julian berpikir kalau itu adalah ruangan pakaian sekaligus kamar mandi.


Julian tidak bisa berkata-kata karena Karian dengan mudahnya mengajak dirinya ke dalam kamar kemudian meninggalkannya untuk mandi.


"Hm, ini situasi yang sama saat pasangan akan melakukan itu bukan?" Julian berpikir sambil menyentuh dagunya.


Mengangkat bahunya, Julian duduk di sofa sambil melihat ke sekeliling kamar. Ia berdiri dan mengambil buku dari rak buku kemudian ia duduk lagi untuk membacanya.


Karena bosan hanya membaca buku, ia mengeluarkan teko dan cangkir untuk membuat teh. Jangan tanya mengapa ia menyimpan hal itu karena dirinya selalu menyimpan sesuatu di dalam inventory nya.


Tidak akan aneh jika mungkin di masa depan dirinya akan menyimpan rumah. Meskipun sedikit tidak masuk akal, tapi yah siapa tahu bukan.


Setelah menunggu, Julian merasakan kalau ada seseorang yang akan datang. Ia menjadi panik karena ia belum dikenal oleh orang-orang di sini dan bagaimana reaksi mereka saat ada pria asing di kamar Karina.


Julian segera membereskan teko dan cangkir kemudian menaruh buku di rak buku kembali. Saat ia berpikir untuk bersembunyi di mana, pintu tiba-tiba terbuka dan terlihat sosok wanita dewasa yang mirip dengan Karina.


Sosok tersebut adalah Marie, ibu Karina. Dia ke sini karena ia memiliki waktu luang dan ingin berbincang-bincang dengan putrinya. Namun, ia tertegun saat masuk ke dalam kamar putrinya.

__ADS_1


"Maaf membuatmu menunggu," ucap Karina yang kebetulan sekali keluar dari kamar mandi dan tertegun karena ada ibunya di dalam kamarnya.


Kemudian suasananya di dalam kamar menjadi hening dan canggung karena mereka berdua tidak menyangka kalau Marie akan masuk ke dalam kamar secara tiba-tiba.


__ADS_2