Isekai Dinosaur

Isekai Dinosaur
Pergi ke Pasar Kota dan Melihat Budak


__ADS_3

Makanan telah tiba, dan yang membawakan makanan itu adalah seorang wanita dewasa yang cantik yang mirip seperti Irmei.


Ternyata itu adalah ibu Irmei dan istri Moriz, ia bertugas di bagian dapur untuk memasak hidangan dan sesekali bertugas sebagai pelayan.


"Steak daging sapi, roti gandum, dan sup hangat ya. Lalu aku juga memesan alkohol tadi." Julian melihat hidangan nya.


Ia meminum sedikit sup terlebih dahulu untuk menghangatkan perut, kemudian baru ia memakan steak daging sapi nya.


"Daging sapi nya memiliki rasa yang berbeda dibandingkan dengan di bumi, tapi ini juga termasuk enak." Julian mengevaluasi steak daging sapi nya.


Kemudian ia memakan roti gandum nya dengan biasa. Namun ia melihat kalau ada pelanggan lain yang mencelupkan roti gandum ke dalam sup lalu memakan nya.


Julian menjadi tertarik karena di bumi ia juga tidak pernah melihat cara makan seperti itu jadi ia melakukan hal yang sama seperti pelanggan itu.


"Um! Ternyata enak juga!" Pada akhirnya Julian memakan roti dengan cara mencelupkan nya ke dalam sup.


Setelah semua hidangan nya habis, Julian meminum alkohol yang di pesan dan ia bisa merasakan kalau tenggorokan nya menjadi hangat.


"Permisi! Aku memesan satu gelas alkohol lagi!" Julian mengangkat tangan nya dan memesan alkohol lagi.


"Baik!" Seorang pelayan menerima pesanan Julian.


Setelah beberapa saat pelayan itu mengantarkan alkohol yang Julian pesan. Lalu Julian menghabiskan nya dalam sekali teguk.


"Ah~ Tidak kusangka kalau alkohol disini sangat enak." Julian menepuk-nepuk perutnya yang kekenyangan.


Setelah itu Julian membayar biaya satu gelas alkohol nya karena itu tidak termasuk dalam paket menginap dan sekali makan.


Julian ingin pergi ke kamar nya namun ia lupa kalau ia tidak tahu dimana letak nya. Ia meminta seorang anak kecil yang ternyata bekerja di penginapan ini.


"Apakah normal jika anak kecil bekerja? Tapi, usia legal di dunia ini adalah 14 tahun. Mungkin dia memang membutuhkan uang." Pikir Julian yang sedikit bingung karena anak kecil diperbolehkan untuk bekerja.


Mungkin karena sekarang ia berada di dunia fantasi dimana tidak ada peraturan batas umur untuk bekerja jadi ana kecil diperbolehkan untuk bekerja.


Meskipun tadi Julian juga sempat melihat kalau ada anak kecil yang sedang membawa kayu bakar namun ia berpikir kalau anak kecil itu sedang membantu orang tua nya.


Sekarang ia berpikir kalau anak kecil itu sedang bekerja, bukan membantu orang tua nya.


"Ini dia kamar anda tuan!" Anak kecil itu menunjuk pintu dengan nomor 303.


"Baik, terimakasih." Julian berterimakasih dan ia juga memberi beberapa tip koin kepada anak kecil itu.


"Te-terimakasih tuan!" Anak kecil itu tidak menyangka kalau dirinya akan diberikan tip.


"Sama-sama. Ngomong-ngomong, apakah disini ada kamar mandi? Dan siapa namamu?" Julian teringat kalau dirinya belum mandi.


"Um, ada bangunan untuk mandi di daerah kelas atas dan namaku adalah Lua!" Jawab anak kecil yang bernama Lua.


"Uh, kelas atas? Lalu bagaimana caranya kalian membersihkan diri?" Julian mengerutkan kening nya.


"Kami menggunakan air sumur di halaman belakang dan membasuh tubuh kami dengan itu!" Jawab Lua.


"..Aku lupa kalau ini adalah dunia fantasi." Julian terdiam.


"Baiklah, terimakasih lagi." Julian memasuki kamarn nya.


...----------------...


Kamar nya sedikit luas, ada satu tempat tidur yang bisa dipakai untuk satu orang, ada lemari pakaian kecil, lalu ada meja dan dua kursi.

__ADS_1


Julian melepas jubah nya dan menggantung nya di gantungan pakaian di belakang pintu kamar lalu berbaring di ranjang.


"Fiuh... Makanan disini enak dan aku bisa mengobrol dengan orang lokal. Sepertinya memilih penginapan ini adalah keputusan yang tepat."


"Pelayanan yang diberikan oleh mereka membuat ku puas bahkan setara dengan pelayanan hotel di bumi." Julian menutup matanya.


Julian kemudian memikirkan tujuan nya sekarang, ia berniat untuk menikmati hirup nya tapi bagaimana cara menikmati hidup itu..


Lalu ia teringat kalau ia sudah memberitahu pekerjaannya adalah pengelana, jadi ia memutuskan untuk menikmati hidup dengan cara berkeliling dunia.


Setelah memikirkan banyak hal, pada akhirnya Julian tertidur dengan lelap setelah berbagai peristiwa yang dialami nya.


...----------------...


Keesokan harinya, lagi hari. Julian bangun dari tidurnya dan pergi ke halaman belakang untuk membasuh tubuh nya dengan air sumur.


Kemudian ia pergi ke ruang makan penginapan dan memesan sarapan. Ia sarapan dengan tenang sambil mengobrol dengan pelanggan lain.


Julian kemudian keluar dari penginapan dan berjalan menuju suatu tempat. Ia ingin pergi ke pasar kota setelah bertanya lokasi nya kepada pelanggan lain tadi.


"Hm, aku harus membeli beberapa kebutuhan sehari-hari. Lalu aku juga harus membeli sebuah cincin sebagai penyamaran karena aku akan sering menggunakan inventory." Julian menyentuh dagunya.


Setelah berjalan selama beberapa menit, Julian sampai di area yang ramai. Di depan nya adalah pasar kota yang ada banyak sekali kios-kios dan toko.


Julian melihat-lihat barang yang dijual oleh para penjual dan membeli beberapa makanan dan aksesoris yang membuatnya tertarik.


Harganya juga sangat terjangkau, bahkan ia mendapatkan aksesoris tambahan secara gratis karena penjual nya menyukai ketampanan Julian.


Lalu setelah membeli kebutuhan sehari-hari dan cincin yang sudah ia pakai di jari tengah di tangan kanan nya, ada sebuah kejadian.


"Menyingkir dari jalan ku, sialan!" Terdengar suara pria yang sedang marah.


"Hm?" Julian menyipitkan matanya saat melihat sesuatu yang sering ia lihat di komik fantasi.


Itu adalah kalung besi yang mengikat leher wanita itu dan Julian bertanya kepada Mindy apakah kalung itu persis seperti yang ia pikirkan.


[ Benar, itu adalah kalung budak ]


"Sudah kuduga, ada budak di dunia ini ya." Julian mengerutkan kening nya.


...----------------...


"Apakah kau tidak memiliki mata!? Mengapa kau menabrak ku!?" Pria itu berteriak dengan marah.


"Ma-maafkan aku, aku sungguh minta maaf." Budak wanita itu membungkukkan badan nya berkali-kali untuk meminta maaf.


"Apa!? Dasar kau budak rendahan!" Pria itu mengulurkan tangan nya berniat untuk mendorong budak wanita itu menjauh.


"Permisi." Julian berdiri di depan budak wanita dan menghalangi tangan pria itu.


"Hah? Oh, apakah kau adalah pemilik budak ini? Tolong jangan biarkan dia menghalangi orang lain." Pria itu pergi dengan wajah sinis.


"Te-terimakasih." Budak wanita itu tahu kalau Julian sedang menolong nya.


"Dimana pemilik mu?" Julian bertanya dan mengambil barang-barang yang berserakan di tanah.


"A-aku tidak memiliki pemilik resmi, pemilik ku adalah penjual budak yang ada di kota ini." Budak wanita itu menjawab.


"Appraisal." Julian menatap budak wanita itu.

__ADS_1


[ ???


HP : 70%


MP : 85%


level kekuatan : 2


level mana : 7 ]


"!! - Level mana dia adalah 7!?" Julian terkejut melihat hasil appraisal nya.


"Sepertinya aku memiliki rencana yang sudah aku buat saat aku remaja dulu." Julian memikirkan rencana yang hampir ia lupakan karena ia membuat nya saat remaja di bumi.


"Antarkan aku ke penjual budak mu. Kebetulan aku memiliki urusan dengan nya." Julian membawa barang-barang yang berserakan di tanah tadi.


"Ba-baik!" Budak wanita itu menuntun Julian menuju ke suatu tempat.


Setelah berjalan selama beberapa menit, mereka sampai di depan bangunan besar yang terlihat mewah dan banyak orang yang keluar masuk bangunan itu.


"Nomor 27, mengapa kau sudah kembali?" Seorang wanita gemuk menghampiri mereka berdua.


"Maafkan saya nyonya, saya membawa tuan ini yang memiliki urusan dengan Tuan Doyle." Budak wanita menundukkan kepala nya.


"Hm? Tuan, apakah anda ingin membeli seorang budak?" Wanita gemuk itu bertanya.


"Ya, aku ingin membeli dia." Julian mengangguk dan menunjuk budak wanita di sebelah nya.


Itu benar, rencana yang Julian maksud tadi adalah rencana untuk membeli seorang budak yang sudah ia buat lama sekali.


Saat Julian remaja, ia sempat membuat rencana kalau jika dia bisa memasuki dunia lain, ia akan langsung membeli seorang budak wanita.


Karena pada saat remaja, pikiran nya pasti menginginkan sesuatu yang menyenangkan dan Julian sangat ingin memiliki budak.


Sekarang, Julian sudah berada di dunia lain dan rencana yang dulu mustahil untuk diwujudkan, ia akan mewujudkan nya sekarang.


"Apa!?" Budak wanita itu tampak terkejut.


"Oh! Silakan ikuti saya tuan, saya akan mengantarkan anda ke Tuan Doyle." Wanita itu mengubah sikap nya menjadi sopan.


"Tolong." Julian mengangguk dan mengikuti wanita gemuk itu.


"Nomor 27, kau pergilah ke orang yang bertanggung jawab, kau akan dipanggil nanti." Wanita gemuk itu memberi instruksi kepada budak wanita.


"Ba-baik!" Budak wanita itu mengangguk.


Saat berjalan menuju Tuan Doyle ini, Julian mengetahui kalau wanita gemuk ini bernama Susan dan dia adalah adik dari Doyle.


Susan bertanggung jawab atas para kebutuhan para budak yang ada di sini dan memberikan mereka beberapa tugas sederhana.


"Kita sampai." Susan berhenti di depan pintu yang sedikit mewah.


Susan mengetuk pintu lalu terdengar suara pria dari dalam ruangan yang menyuruh nya untuk masuk setelah ketukan berhenti.


Mereka berdua memasuki ruangan dan di dalam ada seroang pria paruh baya yang memakai setelan jas mewah dan topi yang sedang duduk sambil membaca dokumen.


"Kakak, ada seseorang yang ingin membeli budak nomor 27." Ucap Susan kepada pria itu yang sepertinya adalah Tuan Doyle.


"Oh? Baik. Silakan duduk." Doyle mempersilakan Julian untuk duduk.

__ADS_1


__ADS_2