Isekai Dinosaur

Isekai Dinosaur
Sika Berubah Menjadi Iblis Sesungguhnya


__ADS_3

"Matilah!" Sika melancarkan serangan bola api yang sangat besar itu kearah Julian.


Julian tentu saja tahu kalau dia tidak akan bisa selamat jika terkena serangan itu karena dia tidak dalam wujud dinosaurus.


Namun, ia juga tidak berniat untuk menghindar. Ia ingin menguji seberapa jauh kemampuan sihirnya yang sudah ia pelajari selama beberapa hari.


Julian berjongkok dan menempelkan telapak tangan kanannya ditanah kemudian ia mulai menggunakan mantra sihir elemen tanah.


"Earth Wall," ucap Julian.


Tanah didepan Julian sedikit bergetar, kemudian tanahnya bertambah tinggi dan membentuk sebuah dinding tanah yang sangat tebal.


Meskipun Earth Wall adalah sihir yang sederhana, namun karena Julian menggunakan banyak sekali mana, ketinggian dan ketebalan dinding tanah yang dibuat sangat berbeda dengan dinding tanah biasa.


Apalagi karena berkah yang diberikan oleh Dewa Tertinggi yang membuat Julian bisa belajar sesuatu dengan cepat, ia jadi bisa mempelajari sihir dengan sempurna sampai.


Oleh karena itu, bahkan dinding tanah yang dibuat oleh Julian saat ini memiliki kekerasan yang menyamai sebuah benteng.


"!!" Sika melebarkan matanya saat melihat dinding tanah yang Julian munculkan.


Karena ia bisa tahu kalau itu bukanlah dinding tanah biasa. Namun, ia tetap percaya kalau bola api besarnya bisa menghancurkan dinding tanah tersebut beserta dengan Julian.


Dan benar saja, kedua sihir bertemu, bola api besar milik Sika menghancurkan dinding tanah milik Julian sampai berkeping-keping.


Julian melebarkan matanya karena ia tidak menyangka kalau dinding tanah yang ia buat akan langsung hancur saat bersentuhan dengan bola api milik Sika.


Ia segera berdiri dan mengulurkan kedua tangannya kedepan karena ia tahu kalau sudah terlambat untuk menghindar.


Julian menggunakan mana yang sangat banyak untuk membuat sebuah dinding mana untuk menahan bola api milik Sika.


"Percuma! Bola api milikku menggunakan api yang berasal dari alam iblis, manusia biasa seperti dirimu tidak akan bisa menghentikannya."


"Meskipun tubuh mu sangat kuat, namun sepertinya kau tidak mahir dalam menggunakan sihir ya, hahaha!" Sika tertawa terbahak-bahak.


Meskipun begitu, Julian bisa menahan bola api milik Sika sangat lama sampai bola apinya menghilang sendiri karena sudah tidak ada mana didalamnya.


"Ho? Kau berhasil ya." Sika menyentuh dagunya.


Namun, kedua telapak tangan Julian saat ini sudah sangat terluka. Kedua telapak tangannya memiliki luka bakar yang sangat parah.


"Tuan Julian!" Para prajurit berteriak saat melihat luka di telapak tangan Julian.


"Ah, jangan khawatir." Julian mengangkat kedua tangannya dan semua orang bisa melihat kalau luka bakar di kedua telapak tangannya mulai pulih.


"Apa!? Bagaimana bisa!?" Sika membelalakkan matanya dan berteriak dengan nada tidak percaya.


"Hahaha, kau tidak perlu tahu." Julian menyeringai.

__ADS_1


Sebenarnya, itu adalah tindakan Claire. Ia menggunakan sihir penyembuh dari jarak jauh untuk menyembuhkan luka di kedua telapak tangan Julian.


Claire tidak berteriak karena ia tahu kalau sekali ia ketahuan oleh Sika karena sedang merekam, maka Julian akan kesulitan untuk melindungi dirinya.


Oleh karena itu, ia langsung menggunakan sihir penyembuh tanpa berteriak meskipun tidak bisa disangkal kalau Claire memang sangat khawatir.


"Sial, sial, sial!!" Sika berteriak dengan marah.


Julian bisa merasakan kalau Sika saat ini bertambah kuat karena energi panas ditubuhnya bertambah banyak seakan-akan itu akan meledak.


Dan benar saja, tubuh Sika berubah menjadi warna ungu gelap. Ia juga menumbuhkan dua tanduk di kepala ekor di punggungnya.


Jika tadi Sika masih seperti setengah manusia setengah iblis, Sika yang sekarang sudah bukan manusia lagi, dia sudah menjadi iblis.


Sika mengeluarkan aura yang sangat mencekam sampai membuat beberapa prajurit berlutut dan muntah bahkan ada yang langsung tidak sadarkan diri.


"Yang benar saja, dia menjadi iblis? Apakah memang mungkin manusia menjadi iblis!?" batin Julian.


[ Sika Cerko (iblis)


HP : 60%


MP : 50%


level kekuatan : 8


"Semua prajurit yang masih bisa bergerak segera bawa rekan-rekan kalian yang tidak bisa bergerak untuk meninggalkan tempat ini!" Julian berteriak kepada para prajurit.


Para prajurit yang masih bisa bergerak mengangguk dan segera membantu rekan-rekannya untuk meninggalkan tempat ini.


Namun Claire masih berada tempatnya karena tugasnya adalah merekam. Ia tidak bisa merekam dari jarak yang sangat jauh dan benda perekamnya akan berhenti berfungsi jika tidak dialiri dengan mana.


Meskipun begitu, Claire bisa bertahan karena ia sudah pernah merasakan aura iblis dan karena dia memiliki afinitas dengan elemen cahaya yang melindungi dirinya meskipun hanya sampai setengah.


"Wargh!!!" Sika berteriak dan kali ini ia berteriak seperti monster tanpa kecerdasan.


"Sepertinya dia sudah kehilangan kendali atas pikirannya. Sangat disayangkan karena aku tidak bisa menguak infomasi darinya." Julian menghela napas panjang.


Namun ia tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut karena Claire sudah merekam Sika yang berubah menjadi iblis.


Rekaman tersebut sudah bisa membuktikan kalau Sika bekerja sama dengan Raja Iblis Boldax untuk melakukan pemberontakan.


"Wargh!" Sika berlari kearah Julian dan melemparkan bola api kecil.


Bola api kecil yang Sika lempar menjadi bola api yang sangat besar dan kali ini apinya lebih panas dibandingkan dengan sebelumnya.


Julian langsung berlari untuk menghindari serangan itu, kemudian ia berlari kearah Sika dan memukulnya sebagai bertubi-tubi.

__ADS_1


"Wargh!" Sika terjatuh dan berteriak dengan kesakitan karena Julian memukul area vital seperti leher, hidung, dan jantung.


"Wargh....Wargh...." Sika berdiri secara perlahan-lahan.


Kemudian ia langsung menciptakan banyak sekali bola api dan melemparkannya kearah Julian. Namun, kali ini bola apinya hanya membesar seukuran kepala manusia.


Julian menyelimuti kedua tangannya dengan mana yang melimpah kemudian ia memukul semua bola api yang datang kearah dirinya.


Tapi, ia terkejut karena ada bola api yang sangat besar seperti sebelumnya yang sedang bergerak kearah dirinya dengan cepat.


"Sial, dia menyerang saat aku sedang fokus dengan bola-bola api kecil ini," batin Julian.


Julian menggunakan mana dikedua kakinya kemudian ia melompat tinggi untuk menghindari bola sli besar itu sekaligus mendekati Sika.


Ia menyelimuti kaki kanannya dengan mana yang lebih banyak, kemudian ia menendang kepala Sika dengan keras bahkan ia bisa mendengar bunyi 'klik'.


Sika terhempas jauh kesamping sampai terguling-guling ditanah dan menabrak dinding mansion sampai hancur.


"Wargh!!!" Sika langsung berdiri.


"Tubuhnya jelas-jelas terluka, tapi dia bisa langsung berdiri. Apakah dia tidak bisa merasakan rasa sakit?" batin Julian.


Sika menempelkan kedua telapak tangannya dan membentuk sebuah bola mana kecil yang berwarna hitam namun transparan.


Bola mana hitam transparan tersebut berdenyut-denyut dan kemudian membesar sampai menyelimuti seluruh tubuh Sika.


"Hah? Aku merasakan sesuatu yang sangat berbahaya dari bola mana hitam tersebut. Aku merasakan kalau orang-orang disekitar termasuk diriku akan mati jika terkena bola mana hitam tersebut," batin Julian.


Julian menumbuhkan kuku sedikit lebih panjang ditangan kanannya dan tentu saja kukunya akan menjadi lebih tajam.


Kemudian ia berlari kearah Sika dengan sangat cepat karena ia akan langsung membunuh Sika sebelum Sika melakukan pergerakan.


"Wargh!!!" Sika berteriak kepada Julian.


Julian bisa merasakan kalau teriakan Sika mengandung suara panik, ia berpikir kalau Sika tidak bisa menggunakan serangan bola mana hitam tersebut tanpa fokus yang tinggi.


"Bagus, ini kesempatan." Julian menyeringai dan mempercepat larinya.


Julian berlari dengan sangat cepat, saat ia sudah berada didekat Sika, ia mengayunkan tangan kanannya kearah leher Sika.


Lalu tiba-tiba, bola mana hitam yang menyelimuti tubuh Sika menghilang dan yang lebih parah, kepala Sika putus dan terjatuh.


Darah muncrat dari leher Sika yang sudah terpotong, kemudian, tubuh tanpa kepala itu juga terjatuh.


Julian mengibaskan tangan kanannya untuk membuang darah karena tangan kanannya terciprat darah dari leher Sika.


"Barusan, adalah pertarungan yang cukup seru," ucap Julian sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2