Isekai Dinosaur

Isekai Dinosaur
Monster Ulat yang Keluar dari Labirin Ulat


__ADS_3

Keesokan harinya, saat masih pagi hari dan Julian serta Claire sedang sarapan dan bersiap untuk membeli barang-barang.


"!!" Julian berdiri dari kursinya dan melihat ke arah jendela.


"Ada apa, Master?" Claire bingung mengapa Julian memasang ekspresi wajah serius.


"Claire! Ayo keluar! Ada pertempuran di kota ini." Julian langsung keluar dari penginapan.


"Baik!" Claire juga keluar dari penginapan mengikuti Julian.


Julian berlari sesuai dengan arahan dari indera tajam nya, dan ia sadar kalau ia ternyata sedang berada di dekat Labirin Ulat.


"Ini kan..." Claire melihat ke sekeliling.


"Ya, ini adalah Labirin Ulat dan disana ada prajurit yang sedang bertarung melawan Monster Ulat!" Julian menunjuk ke pintu masuk Labirin.


"Benar!" Claire segera mengambil dua pistol mana yang berada di pinggang nya dan menoleh ke arah Julian.


"Kau diizinkan, bantu para prajurit, dan seperti biasa, aku akan membantu di garda depan." Julian mengangguk dan memberi instruksi kepada Claire.


"Baik, Master!" Claire segera mencari tempat yang aman untuk menembak.


Sedangkan Julian, ia berlari ke dekat pintu masuk Labirin Ulat dimana disana adalah area pertarungan yang paling banyak prajurit nya.


Julian berlari sambil bertransformasi menjadi dinosaurus, kakinya mengecil dan kedua tangan nya melengkung dan menumbuhkan kuku yang panjang dan juga tajam.


Berbeda dengan transformasi sebelumnya yang menjadi dinosaurus berukuran lebih besar, kali ini dinosaurus yang Julian pilih memiliki ukuran yang tergolong kecil.


Tinggi nya hanya mencapai setengah tubuh orang dewasa dan memiliki panjang sekitar 2 meter dan berat yang sangat ringan untuk ukuran dinosaurus.



Julian bertransformasi menjadi salah satu dinosaurus tercepat dan tercerdas, dan kali ini adalah dinosaurus yang memiliki bulu seperti burung.


( catatan : author mencari informasi dinosaurus dari dunia nyata, bukan dari film, jadi jangan jadikan film sebagai acuan )


Julian langsung melompat ke salah satu Monster Ulat dan menggigitnya dengan mulutnya lalu mengoyak tubuh Monster Ulat itu sampai robek dan mati.


Lalu Julian menggunakan cakar nya yang tajam untuk menusuk-nusuk tubuh Monster Ulat yang merupakan bagian vital sehingga bisa langsung mati.


"!?" Para prajurit terheran-heran saat melihat ada monster aneh yang menyerang Monster Ulat.


"Jangan berpaling! Monster itu ada di pihak kita! Kita mendapatkan bantuan yang besar disini!" Salah satu prajurit berteriak yang membuat prajurit lain sadar.


Prajurit yang berteriak itu adalah prajurit yang terjebak di dalam Labirin Ulat sebelumnya dan mengetahui siapa Julian yang bisa menjadi monster aneh.


Oleh karena itu ia langsung berteriak kepada prajurit lainnya untuk fokus dengan pekerjaan mereka membunuh Monster Ulat yang lain.


"Serahkan kepadaku Monster Ulat yang ini!" Julian melihat ada Monster Ulat yang berukuran besar seperti beruang.

__ADS_1


Julian berlari dengan kecepatan tinggi dan menabrak Monster Ulat itu sampai terjatuh dan terguling-guling di tanah.


Setelah bangkit, ia segera naik ke punggung Monster Ulat dan menggigit bagian belakang kepalanya dengan mulut yang lebih dengan gigi tajam.


Namun saat Julian akan mengoyak, Monster Ulat itu menggoyang-goyangkan tubuhnya yang membuat Julian terjatuh.


Julian ceroboh sedikit, namun ia langsung menggunakan cakar di kaki kirinya untuk merobek kulit Monster Ulat sampai mengeluarkan darah hijau.


"Hiekk!!" Monster Ulat berteriak kesakitan meskipun Julian tidak tahu apakah itu sebuah teriakan atau bukan.


Julian mengambil kesempatan ini dan langsung menggigit kepala Monster Ulat dan mengoyaknya sampai terlepas dari tubuh nya.


...----------------...


Claire saat ini sedang berada di belakang sebuah batu besar, ia menggunakan kedua pistol mana nya untuk menembakkan peluru api untuk membantu para prajurit.


Karena peluru api nya belum bisa menembus kulit Monster Ulat karena Claire masih belum mahir dalam mengendalikan kekuatan peluru api nya.


Namun, tindakan Claire juga membuat para prajurit yang terbantu menjadi mudah untuk mengalahkan Monster Ulat itu.


Beberapa kali Claire juga menembak Monster Ulat yang akan menyerang prajurit yang sedang sibuk melawan Monster Ulat lainnya.


"Daripada kekuatan, lebih baik aku mempercepat proses pembuatan peluru api untuk membantu para prajurit dan juga Master!" Claire menembak sambil berpikir.


Kemudian kecepatan menembak Claire menjadi dua kali lipat, namun kekuatan peluru api nya menurun sekitar satu setengah kali.


Namun itu tidak membuat situasi pertarungan menjadi buruk, malahan Claire membuat keputusan yang tepat untuk mempercepat proses pembuatan peluru api.


...----------------...


Setelah setengah jam bertarung, bala bantuan tiba. Namun saat mereka tiba, yang mereka lihat adalah tubuh Monster Ulat yang sudah mati ada dimana-mana.


Sekarang hanya tersisa beberapa Monster Ulat saja yang sedang ditangani oleh para prajurit sebelumnya dengan mudah.


Mereka segera pergi ke pemimpin prajurit yang sedang berbicara dengan bawahan nya dan bertanya apa yang terjadi disini.


...----------------...


"Claire, masukkan core monster kedalam kantung ini." Julian mengeluarkan kantung kain baru.


"Baik, Master." Claire mengeluarkan pisau dan membelah tubuh Monster Ulat.


Julian juga sama, ia mengubah satu jarinya menjadi jari dinosaurus yang memiliki kuku panjang dan tajam lalu membelah tubuh Monster Ulat untuk diambil core nya.


"Siapa yang menyangka kalau hari ini ada serangan Monster Ulat," ucap Julian.


"Benar. Aku tidak tahu apakah ini ada kaitannya dengan peristiwa sebelumnya..." Claire mengangguk.


"Bisa jadi seperti itu. Tidak mungkin monster didalam labirin bisa keluar dengan mudah kecuali monster itu adalah monster kuat." Julian menyentuh dagunya dan berpikir itu mungkin.

__ADS_1


"Lalu bukankah ini gawat?" Claire tampak khawatir.


"Hm? Jangan khawatir, mereka pasti akan mengatasi masalah ini dengan baik karena ada pangeran disini apalagi ini adalah Kota Caver yang merupakan kota terbesar kedua." Julian tersenyum.


"Benar juga..." Claire juga tersenyum.


Orang yang merupakan pemimpin bala bantuan tadi menghampiri Julian dan Claire untuk berterima kasih atas bantuan mereka.


"Tidak masalah, yang penting masalah ini harus diselidiki lebih lanjut karena bisa membahayakan banyak orang. Apalagi disini ada banyak bangsawan." Julian menggeleng-gelengkan kepalanya tidak mempermasalahkan hal itu.


"Tentu saja tuan, kami sudah memikirkan beberapa dugaan. Sekarang hanya tinggal menyelidiki lapangan dan pasti akan menemukan jawaban nya." Orang itu mengangguk dengan serius.


"Bagus." Julian juga mengangguk.


...----------------...


"Master, ada surat!" Claire memasuki kamar Julian dan berkata.


Mereka berdua saat ini sudah berada di penginapan setelah membeli beberapa kebutuhan sehari-hari dan stok makanan.


"Dua?" Julian yang sedang berbaring langsung duduk dan melihat kalau ada dua surat.


"Ya! Satu dari Pangeran Conall, satunya lagi dari Nona Karina." Claire mengangguk dan memberikan kedua surat tersebut.


Julian membuka surat yang dari Conall terlebih dahulu dan membaca isinya dengan serius sementara Claire tetap diam disampingnya dan tidak mengganggu.


"Ah, jadi begitu..." Julian paham setelah membaca isi suratnya lalu menjelaskannya kepada Claire.


Ternyata insiden tadi disebabkan oleh energi Unath yang masih ada di dalam labirin yang membuat para Monster Ulat disana menggila.


Lalu keamanan Labirin Ulat juga menjadi lemah dan para Monster Ulat disana bisa dengan mudah keluar dari dalam labirin.


"Jadi ini benar ada kaitannya dengan iblis itu ya..." Claire tidak menyangka kalau tebakannya benar.


"Ya..." Julian mengangguk lalu membaca surat yang dari Karina.


"..." Julian terdiam lalu ia tersenyum.


"Ada apa, Master?" Claire penasaran mengapa Julian tersenyum.


"Karin sudah pergi ke rumahnya yang ternyata ada di Kota Crosa. Dia meminta kita untuk pergi kesana jika ada waktu," ucap Julian.


"Ah! Ternyata rumah Nona Karina ada di Ibukota Crosa?" Claire membuka mulutnya.


Karena ia sama sekali tidak tahu kalau Claire adalah seorang bangsawan dan terkejut saat mengetahui rumah Karina ada di Kota Crosa, kota terbesar di Kerajaan Cruya.


"Meskipun kita akan pergi kesana, tapi tidak untuk sekarang." Julian meletakkan surat diatas meja.


"Benar! Kota Crosa adalah kota yang menakjubkan, tentu saja kita tidak bisa langsung kesana!" Claire mengangguk dan mengerti apa maksud ucapan Julian.

__ADS_1


"Telah sekali, kita akan menikmati pemandangan secara perlahan-lahan. Namanya saja menikmati, tentu saja kita tidak boleh cepat-cepat." Julian mengelus-elus kepala Claire.


"Hehehe." Claire tersenyum karena ia senang kepalanya dielus-elus oleh Julian.


__ADS_2