
"Kita sampai di Wilayah Coramon," ucap Julian.
Mereka sudah melakukan perjalanan sekitar 3 hari. Sekarang, mereka sudah melewati gerbang Wilayah Coramon dan tinggal mengikuti jalan untuk menuju Kota Coramon nya.
Wilayah Coramon adalah sebuah dataran dengan bukit-bukit kecil. Ada juga beberapa tebing yang curam sepanjang jalan yang membuat orang-orang yang lewat harus ekstra hati-hati.
"Claire, mengemudi perlahan." Julian menepuk pundak Claire.
"Baik, Master." Claire mengangguk dan memperlambat kereta kuda.
"Cih, dasar rakyat jelata rendahan. Menyingkir dari jalanku!" Terdengar suara seorang pria yang sedang marah didepan mereka.
Julian menggunakan mata dinosaurus nya untuk melihat apa yang terjadi. Ia melihat kalau ada kereta kuda yang mewah dan sebuah gerobak tua.
Disamping kereta kuda mewah ada beberapa prajurit dan jendela kereta kuda itu terbuka yang memperlihatkan seorang pria berkumis tipis sedang marah-marah.
Orang yang dimarahi oleh pria berkumis itu adalah pasangan kakek dan nenek tua yang sepertinya merupakan pemilik gerobak tua itu.
Kemudian jendela kereta kuda mewah ditutup dan mereka berjalan meninggalkan kakek dan nenek tua beserta gerobak yang terjatuh.
Julian menyuruh Claire untuk berhenti didepan sana karena ia ingin memeriksa kondisi kakek itu karena ia tadi melihat kalau kakek itu terserempet kereta kuda mewah.
"Petani kah." Julian melihat kalau didalam gerobak tua ada padi dan wortel.
"Halo, gunakan ramuan ini untuk menyembuhkan luka anda." Julian menyerahkan sebuah ramuan penyembuh kelas rendah.
( catatan kelas ramuan : rendah, menengah, tinggi )
"Ta-tapi kami tidak memiliki uang untuk membayarnya." Nenek itu menolak ramuan yang diberikan Julian karena ia tidak memiliki uang.
"Tidak apa-apa, aku masih memiliki ramuan ini. Ambilah, untuk menyembuhkan luka suami anda." Julian menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Terima kasih banyak!" Kakek dan nenek itu akan membungkukkan badan mereka namun dihentikan oleh Julian.
"Sama-sama." Julian mengangguk lalu kembali ke kereta kudanya.
Para penjaga yang bertugas datang dan bertanya apa yang sedang terjadi kepada kakek dan nenek tadi, dan si nenek menjelaskan kalau suaminya terserempet kereta kuda.
Namun Julian sudah bisa mengetahui hasilnya kalau para penjaga tidak akan menindaklanjuti kejadian ini karena kereta kuda yang menyerempet kakek itu adalah kereta kuda mewah.
Arti dari kereta kuda yang mewah adalah bahwa pemiliknya merupakan seorang bangsawan atau seseorang yang memiliki status tinggi.
Para penjaga tidak akan berani kepada mereka dan hanya akan memberi kompensasi kepada korban yang terluka akibat ulah mereka.
"Master, kalau Master memberikan ramuan yang mahal kepada orang asing, maka Master akan rugi." Nimi muncul disebelah Julian yang sedang mengendalikan kereta kuda.
"Hm? Aku itu sedang membantu seseorang. Saat membantu seseorang, kita tidak boleh memikirkan untung dan ruginya." Julian mengelus-elus kepala Nimi.
"Apakah begitu?" Nimi memiringkan kepalanya.
"Ya, begitu." Julian mengangguk.
Mereka menemukan tempat yang cocok untuk beristirahat karena kedua kuda sudah kelelahan dan memang sudah waktunya makan siang.
Seperti biasa, Claire akan bertugas untuk memasak sedangkan Nimi dan Mine akan bertugas untuk membantu Claire.
Sedangkan Julian, ia sedang membuat beberapa peralatan seperti pisau pendek, busur kayu, anak panah, dan beberapa alat lainnya.
__ADS_1
Itu karena Julian belum membeli senjata yang bagus untuk Nimi dan Mine. Jadi dia membuat banyak peralatan untuk berjaga-jaga jika peralatan yang dipakai Nimi dan Mine rusak.
Kebetulan sekali Kota Coramon adalah kota yang memiliki laut. Itu artinya, Kita Coramon merupakan kota perdagangan.
"Berkat berkah yang diberikan oleh Dewa Tertinggi, aku jadi mudah untuk mempelajari sesuatu." Julian melihat kalau sudah ada banyak peralatan yang ia buat.
"Master! Saatnya makan!" Claire berteriak memanggil Julian.
"Oh, ya!" Julian menyimpan semua peralatan kedalam inventory lalu ia kembali ke kereta kuda.
Setelah makan dan membersihkan peralatan, Julian meminta Claire dan kedua demi-human untuk berlatih sirkulasi mana.
Berlatih sirkulasi mana akan membuat tubuh lebih cepat untuk menyerap serta menerima mana dan akan lebih mudah untuk menggunakan mantra sihir.
...----------------...
Pagi harinya, mereka semua melanjutkan perjalanan mereka.
"Huh?" Julian merasakan kehadiran yang mendekati mereka dengan kecepatan tinggi.
"Semuanya persiapkan senjata kalian! Ada sesuatu yang mendekat dengan kecepatan tinggi!" Julian memberhentikan kereta kuda dan memberikan mereka instruksi.
"Baik!" Mereka bertiga langsung mengeluarkan senjata mereka.
"Ada beberapa kereta kuda yang sudah hancur disana! Lalu ada juga serigala besar yang mengejar mereka!" Mine berteriak dan menunjuk ke suatu arah.
"Semuanya bertarung!" Julian melompat dari kereta kuda dan berubah menjadi Velociraptor.
"Baik!" Yang lain juga turun dari kereta kuda.
Nimi dan Mine berlari bersama Julian sedangkan Claire akan menemukan tempat yang aman untuk melakukan serangan jarak jauh.
Para serigala yang sedang menyerang beberapa orang didepan langsung berhenti dan melihat kearah Julian yang menghampar mereka.
Kemudian para serigala mengubah target mereka menjadi Julian karena penampilan Julian tampak mengancam bagi mereka.
"Nimi! Usahakan serang dengan cepat namun jangan bersuara! Mine! Gunakan kekuatan dengan efisien!" Julian memberikan instruksi kepada kedua demi-human.
"Baik!" Nimi dan Mine mengangguk dan mendengarkan instruksi Julian dengan serius.
Julian membuka mulutnya dan menembakan beberapa bola api kecil untuk menyerang para serigala didepan yang sedang berlari.
Saat asap terbentuk akibat ledakan, Julian memanfaatkan kesempatan itu untuk membunuh beberapa serigala dengan cara menggigit dan mengoyak tubuh mereka.
Meskipun tertutup oleh asap, Julian masih bisa melihat karena mata dinosaurus bisa mendeteksi energi panas dari makhluk hidup.
"Woo!!!" Serigala mengaum keras dan tiba-tiba asap menghilang.
"Sihir angin ya," batin Julian.
Sepertinya ada beberapa serigala diantara serigala didepan mereka yang bisa menggunakan mantra sihir angin sederhana.
"Akan ku atasi kau!" Julian mengincar serigala yang bisa menggunakan sihir.
Julian menggunakan kakinya yang cepat untuk menghindari serangan mantra sihir angin serigala itu dan langsung menggigit tubuhnya dan mengoyaknya.
Tubuh para serigala sangat mudah Julian koyak karena serigala tidak memiliki pertahanan yang keras, namun mereka memiliki serangan yang kuat.
__ADS_1
...----------------...
Seperti instruksi yang sudah diberikan oleh Julian tadi, Nimi menyerang serigala dengan kecepatan tinggi namun juga tanpa suara.
Karena Nimi sendiri adalah demi-human kucing, ia bisa melakukan hal itu dengan mudah meskipun masih ada beberapa gerakan yang kaku.
Namun, tindakannya juga membuat serigala yang menjadi targetnya menjadi kebingungan karena ia mendapatkan luka ditubuhnya namun tidak bisa melihat siapa yang melukainya.
"Master memang sangat hebat, dulu aku tidak bertarung seperti ini dan selalu mendapatkan luka, tapi sekarang, aku bisa membunuh musuh tanpa mendapatkan luka!" Nimi terlihat gembira dengan pola serangan barunya.
...----------------...
Mine juga sedang bekerja keras, ia bersuara untuk menggunakan kekuatannya seefisien mungkin tidak lebih tidak kurang.
Karena Mine merupakan penyerang utama, jadi ia tidak boleh mengonsumsi tenaga yang tidak perlu dan malah membuatnya cepat kelelahan.
Oleh karena itu, Julian menyuruh Mine untuk bisa mengendalikan kekuatannya dan menggunakannya dengan seefisien mungkin.
"Meskipun ini sulit, namun aku bisa merasakan perbedaannya dibandingkan dengan hanya menyerang dan menghindar," batin Mine.
...----------------...
Diantara celah bebatuan, disitulah tempat Claire berada. Ia menembakkan beberapa peluru api yang memiliki daya ledak tinggi.
Claire memutuskan untuk tidak membuat banyak peluru api namun membuat beberapa saja dan dengan kekuatan yang besar agar bisa langsung membunuh serigala.
"Masih kurang, aku harus lebih bisa mengendalikan daya ledak peluru api ku," batin Claire.
...----------------...
Mereka semua bertarung selama beberapa menit melawan puluhan serigala yang memiliki ukuran seperti seekor harimau.
Kemudian, setelah semua serigala mati dan sudah tidak ada yang tersisa. Mereka semua menghentikan tindakan mereka.
Julian juga bertransformasi menjadi manusia dan ia memeriksa serigala yang sudah ia lawan menggunakan appraisal.
[ Monster Serigala Cokelat
HP : 0%
MP : 0%
level kekuatan : 4
level mana : 2 ]
"Mindy, apakah serigala ini bisa dimakan?" Julian bertanya kepada Mindy.
[ Bisa, namun hanya daging di bagian perutnya saja. Meskipun begitu, kulit dan taring Monster Serigala Cokelat bisa dijual dengan harga yang lumayan ]
"Ho.. Ini bagus." Julian ingin menyimpan semua tubuh Monster Serigala Cokelat namun ia melihat kalau ada seseorang yang datang.
"Terima kasih atas bantuannya." Seroang prajurit yang tadi diserang oleh Monster Serigala Cokelat datang menghampiri Julian dan berterima kasih padanya.
"Ah iya, aku lupa kalau ada orang lain disini. Untung saja aku belum menggunakan inventory ku," batin Julian.
"Sama-sama, bisakah kalian menunggu disini sebentar? Aku perlu membawa kereta kudaku kesini," ucap Julian.
__ADS_1
"Tentu saja, Tuan." Prajurit itu mengangguk dan menunggu Julian membawa kereta kudanya.